NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMUKAN SANG RATU DUA DUNIA

POV Maria Joanna

Surat di tangan Ayahku bergetar hebat, namun mataku justru terasa dingin, sedingin salju yang menyelimuti puncak Montserrat. Istri pertama Arthur—wanita yang menjadi akar dari segala penderitaan Julia, wanita yang mengirim Adrian untuk menghancurkanku di Jakarta—ternyata masih bernapas dan kini menyandera Ibuku.

Empat puluh delapan jam. Itulah waktu yang ia berikan sebelum ia meratakan biara itu dengan api.

"Dia pikir dia masih memegang kendali," desisku, suaraku terdengar asing di telingaku sendiri. Bukan lagi suara Maria yang penakut, melainkan suara seorang penguasa yang baru saja dibaptis oleh pengkhianatan. "Dia pikir dia sedang berhadapan dengan Maria si ART yang bisa dia injak-injak."

Aku berbalik menatap Laksamana Chen yang masih terduduk di lantai setelah seranganku tadi. "Chen, kau ingin penebusan dosa karena telah meracuni kakekku? Ini kesempatanmu. Siapkan armada udara tercepat. Kita berangkat ke Spanyol sekarang."

Chen menatapku dengan tatapan tak percaya, lalu ia menyeringai tipis sambil menyeka darah di bibirnya. "Kau ingin membawa militer China ke tanah NATO, Putri? Itu artinya perang dunia."

"Aku tidak peduli," balasku tajam. "Jika dunia harus terbakar agar Ibuku bisa kembali, maka biarlah dunia melihat betapa panasnya api yang bisa kunyalakan."

Sebastian bergerak cepat mengoordinasikan unit taktis. Di lapangan Kota Terlarang, suasana yang tadinya penuh sorak-sorai kemenangan mendadak berubah menjadi kesibukan militer yang mencekam. Unit elit 'Black Dragon' yang kini tunduk pada Maria mulai bersiap di dalam pesawat angkut kargo raksasa.

Sebastian mendekati Raja Arthur yang masih tampak terguncang. "Yang Mulia, kita harus segera menggerakkan Garda Kerajaan Spanyol di Madrid untuk mengepung Montserrat dari bawah. Jika kita menunggu Putri sampai dari Beijing, mungkin sudah terlambat."

Arthur mengepalkan tinjunya. "Istriku... wanita itu bukan lagi manusia, Sebastian. Dia adalah iblis yang mengonsumsi kebencian selama dua puluh tahun. Dia tidak hanya ingin membunuh Julia, dia ingin menghancurkan seluruh garis keturunanku. Hubungi markas besar di Madrid. Beritahu mereka... perintah langsung dari Raja: Tembak di tempat siapa pun yang menghalangi jalan menuju biara!"

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Singa Spanyol dan Naga China terbang berdampingan melintasi samudera dengan satu misi yang sama: Balas Dendam.

POV Maria Joanna

Di dalam jet tempur supersonik yang membawaku membelah malam menuju Madrid, aku duduk diam sambil menajamkan pisau belati yang dulu digunakan Adrian untuk mencoba membunuhku. Setiap gesekan logam itu terdengar seperti detak jantungku yang menuntut keadilan.

"Putri, kita akan tiba di wilayah udara Spanyol dalam dua jam," Sebastian memberikan laporan. "Radar menunjukkan Biara Montserrat sudah dikelilingi oleh tentara bayaran pribadi milik Permaisuri Pertama. Mereka memasang bahan peledak di setiap pilar biara. Jika mereka mendeteksi serangan udara berskala besar, mereka akan menekan tombol peledak itu."

"Mereka tidak akan sempat menekannya," jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari belatiku. "Aku akan masuk sendirian lewat jalur pendakian tebing belakang. Kalian akan melakukan serangan pengalihan di gerbang utama."

"Itu terlalu berbahaya, Maria!" Ayah menyela dari kursi sebelah. "Tebing itu curam dan penuh salju!"

"Aku sudah terbiasa memanjat gedung apartemen di Jakarta hanya untuk membersihkan jendela luar demi beberapa sen, Ayah," balasku dingin. "Tebing itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang ia berikan pada Ibu selama dua puluh tahun ini."

Di puncak Montserrat, di dalam ruangan biara yang dingin, seorang wanita tua dengan gaun hitam yang elegan duduk di depan Julia yang terikat lemas. Dia adalah Isabel, istri sah Arthur yang memalsukan kematiannya sendiri untuk mengatur rencana ini dari balik bayangan.

"Lihat dirimu, Julia," ucap Isabel sambil mengusap pipi Julia dengan kuku panjangnya yang tajam. "Kau pikir dengan kembalinya putrimu, kau akan mendapatkan kembali cintamu? Arthur tetaplah milikku secara hukum. Dan putrimu... dia akan mati sebagai pengkhianat di mata dunia."

Julia mendongak, matanya yang lelah tetap menyimpan kilat keberanian. "Kau sudah kalah, Isabel. Maria bukan lagi bayi yang bisa kau buang. Dia adalah badai yang sedang menuju ke sini."

Isabel tertawa melengking, sebuah tawa yang dipenuhi kegilaan. "Biarkan badai itu datang! Aku sudah menyiapkan sambutan yang tak terlupakan untuknya. Begitu dia melangkah masuk ke pintu ini, seluruh gunung ini akan menjadi pemakaman massal bagi keluarga de Borbón!"

POV Maria Joanna

Dua jam kemudian. Angin kencang Montserrat mencambuk wajahku saat aku mulai mendaki tebing batu yang licin. Tanganku yang terbungkus sarung tangan taktis meraba celah-celah batu dengan presisi yang hanya dimiliki oleh mereka yang sudah tidak takut mati.

Di bawah sana, aku bisa melihat kilatan ledakan dari arah gerbang utama. Serangan pengalihan Ayah dan Sebastian telah dimulai. Suara tembakan dan teriakan menggema di lembah, namun aku terus merayap naik, menuju balkon rahasia kamar Ibu.

Begitu aku mencapai balkon, aku melompat masuk dengan gerakan tanpa suara. Di dalam ruangan temaram itu, aku melihat Isabel yang sedang memegang obor, siap menyulut sumbu ledak yang terhubung ke seluruh biara.

"Hentikan, Isabel!" teriakku, menodongkan pistolku tepat ke kepalanya.

Isabel berbalik, wajahnya yang penuh keriput dan kebencian tampak mengerikan di bawah cahaya obor. "Ah, naga kecil sudah sampai. Kau tepat waktu untuk melihat akhir dari ibumu."

"Lepaskan obor itu, atau aku akan meledakkan kepalamu!"

"Jika kau menembakku, Maria... tanganku akan jatuh dan menyulut sumbu ini secara otomatis," Isabel tersenyum iblis. "Kau harus memilih: Nyawaku, atau nyawa seluruh orang di gunung ini?"

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari arah pintu masuk. Bukan Ayah, bukan Sebastian. Melainkan Adrian—yang entah bagaimana ternyata masih memiliki sedikit sisa nyawa meskipun dadanya bersimbah darah. Ia merangkak masuk dengan sisa tenaganya, memegang sebuah pemicu cadangan di tangannya.

"Ibu... jangan tunggu lagi... ledakkan sekarang..." rintih Adrian.

Adrian menatapku dengan mata yang hanya tersisa satu, penuh dendam yang melampaui kematian. Ia siap menekan tombol itu, dan aku menyadari bahwa peluruku tidak akan cukup cepat untuk menghentikan mereka berdua sekaligus.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!