NovelToon NovelToon
Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Si Mujur / Bertani / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Harefa

Original, bukan terjemahan.

Dia, perempuan mafia yang terkenal di dunia modern, di kematian pertamanya dia masuk kedalam janda perawan dan menjadi seorang ibu tiri yang di cintai anak tirinya.
Dia membasmi klan mafia dan kematianya juga membawa ikut kepunahan klan mafia.

Tapi, jiwanya malah kembali kemasa zaman kuno, dia masuk keraga seorang wanita muda sebagai teman belajar sang Putri Mahkota.
Dia anak perempuan kepala koki istana, yang suka di bully oleh teman- teman Putri Mahkota.

Dia baru saja tenggelam, dan seorang mafia memasuki raganya. yang membuat dia hidup kembali.

Seorang pemegang senjata ingin di lecehkan, mimpi..!

Ini petualangan reinkarnasi keduanya. jadi dia sangat faham watak anak- anak manja ini.
Mari kita bermain-main tuan... Gumamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11

Jendral Mo ternyata pergi ke hutan belakang. Dia memikirkan sesuatu yang terlihat janggal. Karena tidak mungkin mereka keluar melewati pintu depan.

Karena hal itu pasti akan terlihat oleh pengawal dan para pelayan lainnya. Mereka memilih jalan yang lain, yang tersulit.

Sepanjang dinding tembok pembatas itu, Jendral Mo dengan teliti memperhatikan setiap incinya.

Dan tiba-tiba dia berhenti, dia melihat ada rumput dan ranting pohon di sekitar itu sepertinya telah terinjak-injak.

Dia mendekatkan obor yang dia pegang ke dinding. Ada gesekan dan jejak sepatu di dinding tersebut.

'Hmm, ternyata mereka memanjat tembok ini. Menarik' Gumam Jendral Mo.

Dia tidak menyangka bahwa seorang yang tidak memiliki status sosial bisa memikirkan sedetail itu.

'Bagaimana dia tahu rencana kaisar?' pikirnya lagi.

Jika bukan orang yang pintar, dia pasti tidak akan tahu, bahwa kemurahan hati kaisar ketika di aula pertemuan tadi siang adalah hanya topeng semata.

Kaisar Dong Xendu yang terkenal dengan kelicikannya, tidak akan membiarkan hal berharga bisa lepas begitu saja.

Dia seorang yang penggemar kuliner pasti tidak akan rela melepaskan koki terbaiknya begitu saja.

Tapi, sekarang dia telah kalah. Mereka belum tahu pasti, siapa di antara mereka yang memiliki ide melarikan diri seperti ini. Apakah ada orang lain di belakang mereka yang membantu pelarian ayah dan anak itu.

Jendral Mo menatap ujung tembok di atas kepalanya. Dengan sekali hentakan dia telah terbang dan mendarat di atas dinding tembok itu.

Dia menatap ke bawah bagian luar tembok. Ternyata tali yang mereka gunakan tertinggal di sana.

Jendral Mo melompat ke bawah, di bagian luar tembok. Karena di sekitar area itu di tumbuhi rumput dan pepohonan yang jarang di lalui orang, sehingga bekas langkah mereka sangat jelas. Karena rumput bekas langkah mereka rebah semua, tanda-tanda baru saja di injak seseorang.

Dengan hati-hati dia melangkah mengikuti jejak kaki mereka, di temani cahaya obor yang hampir redup tertiup angin.

Ketika sampai di hutan bambu, dia berhenti. Karena merasa bingung kemana harus melangkah.

Di hutan bambu, pohon bambu menjulang tinggi, hanya saja rerumputan di bawahnya tidak tinggi dan terkadang tidak ada, karena semua telah tertutup ranting-ranting dan daun berwarna coklat. Karena mulai musim gugur dan daun bambu yang sudah tua akan mudah jatuh.

Dia mengangkat obornya tinggi-tinggi, untuk melihat area di sekitar itu. Dia masih berfikir, dia sekarang ada di posisi bagian mana. Karena semuanya pohon bambu, dia belum menemukan jalan utama.

Tapi, tiba-tiba angin kencang bertiup, dan mengakibatkan obor yang dia bawa padam.

"Ck," dia merasa kesal sendiri.

Dia tidak bisa melanjutkan perjalanannya malam ini. Dia memutuskan untuk melanjutkannya besok. Dia tidak kemana-mana, dia beristirahat di tempat dia berdiri terakhir.

Tanpa dia sadari, sebenarnya Alin dan ayahnya belum jauh berlari dari hutan bambu itu. Ketika dia sampai di hutan bambu, Alin masih bisa melihat cahaya obornya dari jauh. Sehingga dia mengirim angin untuk memadamkan obor itu.

Hanya saja, Alin tidak bisa mengenali dari jarak itu, siapa yang membawa obor. Karena gelap dan cahaya obor yang redup menghalangi dia bisa melihat jelas wajah pria itu.

Ketika melihat tidak ada pergerakan dari pria pembawa obor itu. Alin langsung membawa ayahnya ke desa terdekat. Hanya saja, dia tidak masuk perkampungan itu dan tidak jadi untuk menyewa sebuah penginapan.

Karena esok hari, pria itu pastinya akan mencari mereka di sekitar desa itu. Semua penginapan akan di geledah dan pastinya beberapa orang pasti melihat mereka masuk ke desa itu.

Akhirnya dia memilih untuk berjalan mengitari desa tersebut. Dan kebetulan ada sungai di pinggiran desa itu. Dia membawa ayahnya berjalan dari pinggir sungai tersebut.

"Ayah, ayah lelah?" Tanyanya ketika melihat ayahnya sudah melambat.

Tubuh ayahnya sedikit gemuk, jadi sangat muda lelah.

"Tidak apa-apa, kita lanjutkan saja." Su Yuan kuatir kebebasan putrinya hilang gara-gara dirinya.

"Tidak ayah, istirahatlah dulu. Besok pagi-pagi sekali kita lanjutkan lagi."

"Tapi ayah juga melihat cahaya obor itu Lin."

"Tidak apa-apa ayah, malam ini dia tidak akan bergerak. Ayok kita istirahat di bawah pohon besar itu." Dia merasa kasihan melihat ayahnya yang kelelahan.

Alin membujuk ayahnya agar tidur, karena dia bisa menjaga mereka.

1
Ona Sukatendel
kaisar nya tidak welas asih
Dwi Agustin N Muftie
kok ceritNya terasa nggantung ya..
Dwi Agustin N Muftie
lho keponakannya ya. kirain anaknya ..
Dwi Agustin N Muftie
masih juga mendekat. ke kaisaran. masih juga mau masuk kandang macan. apanya melarikan diri dulu
Dwi Agustin N Muftie
lho kok dibawah perintah permaisuri. bukannya hanya jenderal mo dibawah putra mahkota ya. apakah jenderal mo akan merebut kerajaan beli?
Dwi Agustin N Muftie
sudah ada terpal ya saat itu...
Knox Arcadia
sangat bijak permaisuri aku sangat menyukaimu karna berjaya membuat rencana untuk jadikan seluruh keluarga kekaisaran sebagai mayat hidup tapi kalau kau dapat buat mereka jadi boneka hidup yang bersikap seperti orang normal dan ada kemampuan lebih kuat dari versi asli tu lagi gempak dan kalau boleh kau kawal sekali jenderal mo, dan semua orang yang sangat berguna untuk kekaisaran sebagai boneka hidup nanti kau dapat jadi Ratu yang sangat berkuasa di kekaisaran Lagi bagus jugak kau ada kuasa ilmu beladiri akan semakin seru 😊🤣🤣🤣
Dwi Agustin N Muftie
masih juga e berurusan dengan kota atau ibukota..
Dwi Agustin N Muftie
padahal tanpa pelayan, mereka tidak bisa melayani dirinya sendiri, tanpa rakyat jelata, orang rendahan mereka tidak akan bisa jadi pejabat, bangsawan atau kaisar..
Dwi Agustin N Muftie
masa iya kaisar tidak paham dengan karakter juru masaknya yang sudah lama banget jadi juru masaknya. aneh..
Evy
Banyak lintah disungai kecil itu ya?
echa purin
👍🏻
Ekodjuni suharto
agak mikir dengan tulisan yg ini
Ekodjuni suharto
tanpa syarat, bukan isarat beda makna to.....
Ekodjuni suharto
mati
Ekodjuni suharto
aneh
Ekodjuni suharto
terpanah,artinya kena bidikan panah
terpana itu kagum heran
BhaGha
seingat saya namanya Randy deh
Sringatin
Di bab sebelumnya ditulis bahwa Su Alin langsung akan berhadapan dengan anggota kekaisaran??? Kok di bab ini dia masih bertanding?
🌹🪴eiv🪴🌹
aaakkkkhhhh kenapa habis 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!