NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Kay melangkah menuju pintu, lalu berhenti sejenak.

“Spencer.”

“Ya?”

“Mulai sekarang, ini bukan lagi krisis. Ini operasi pembersihan. Dan lain kali, tolong turunkan rambutmu itu, aku merasa mual melihatnya.”

Tatapan Spencer berubah kesal dan tak percaya dengan apa yang baru saja Kay katakan. Gaya rambutnya adalah yang terbaru yang menambah kesan elegan, berwibawa dengan ketampanan paripurna dari wajahnya. Tapi Kay mengatakan gaya rambutnya membuatnya mual? Apakah semenjijikan itu gaya rambut pilihannya?

“Ada apa dengannya? Lama tidak bertemu tingkahnya semakin aneh saja,” gerutu Spencer sembari mengikuti kepergian Kay, sebab ia ada janji makan malam dengan Papah Rayden dan yang lainnya.

Kini Axlyn bersama Sherin yang memutuskan untuk ikut kemanapun adiknya pergi sudah berada di bandara untuk dipindahkan, bukan dipecat sepenuhnya oleh perusahaan yang merekrutnya. Rekam jejaknya terlalu bersih untuk dibuang begitu saja. Permintaan baru datang dari jaringan yang sama yaitu mengawal seorang putri pengusaha di negara lain. Aman, tertutup, jauh dari masa lalu. Itulah yang Axlyn pikirkan saat meninggalkan Praha.

Pesawat menembus awan. Ia menutup mata, menahan mual yang datang belakangan ini ia menyebutnya kelelahan, menunda kebenaran yang mengetuk pelan di dalam tubuhnya. Ada denyut halus, rahasia yang belum berani diucapkan. Sherin harus mencari tempat tinggal mereka sendirian, sebab Axlyn yang harus langsung melapor seperti rekannya yang lain.

...****************...

Negara B menyambutnya dengan udara dingin dan bangunan batu yang tua. Rumah besar di pinggiran kota berdiri anggun, tertib. Ia melapor, diperiksa, lalu dipersilakan masuk. Tiga hari sudah Axlyn bersama rekannya menjalankan tugas sebagai pengawal dari seorang gadis kecil berusia 5 tahun bernama Hezlin Michaela Gustavo. Gadis cantik yang manis dan ceria dengan tingkahnya yang selalu aktif tapi tidak begitu merepotkan siapapun yang menjaganya.

Halaman kediaman utama keluarga Gustavo dipenuhi aroma mawar putih dan suara langkah para pengawal yang teratur. Kay baru saja menyelesaikan rapat internal pertamanya setelah satu minggu berada di Negara B. Rencana awal rupanya berubah, karena masalah klan menuntut untuk diutamakan sehingga ia dan Spencer harus mengurusnya bersama.

Kini Kay akhirnya bisa menginjakkan kakinya lagi di Mansion Gustavo, setelah satu minggu terus menginap di hotel. Ia hanya kembali bersama Noah, mengingat masih banyak yang harus Spencer lakukan pada klan ayahnya. Begitu turun dari mobilnya, seorang kepala pelayan menghampiri untuk menyambut kedatangannya.

“Selamat datang, Tuan Kayvaran! Perkenalkan saya Bi Mira selaku kepala pelayan di Mansion ini. Tuan muda sudah memberi perintah untuk melayani anda sebaik mungkin selama di sini,” ucap Bi Mira penuh keramahan.

“Maaf, kami berdua mungkin akan merepotkanmu selama beberapa bulan ke depan,” balas Kay bentuk kesopanan.

“Tidak perlu sungkan, Tuan. Kami semua senang bisa melayani anda selama di sini,” ujarnya.

“Ouhya, dimana Hezlyn? Bukankah dia tidak ikut pergi?” tanya Kay, karena tidak melihat keberadaan Hezlyn yang selalu menyambutnya setiap kali berkunjung.

“Tuan, Nona kecil sedang berjalan-jalan sore. Pengawalnya sudah menemaninya di taman belakang.”

Kay mengangguk singkat. Ia cukup mengerti mengapa Spencer harus menempatkan beberapa pengawal di sekitar adiknya, sebab situasi yang memang cukup berbahaya.

Apalagi Hezlyn menolak ikut bersama dengan kedua orang tuanya, membuat Spencer harus mencari cara terbaik untuk memastikan keamanan dan keselamatan nyawa.

“Boleh aku menemuinya?” tanya Kay meminta ijin.

“Haish, untuk apa kau menemui bocah yang over aktif itu? Merepotkan saja… lebih baik kita langsung istirahat mengingat satu minggu ini terus bekerja begitu tiba di Negara ini,” bisik Noah.

“Diamlah, kalau kau pergi istirahat duluan ‘yah sana. Aku ingin memastikan para pengawal itu lebih dulu untuk keamanan,” balas Kay.

“Mari, Tuan! Saya tunjukan jalannya,” ujar Bi Mira.

Kay melangkah menyusuri koridor marmer menuju taman dengan Noah di sisinya, mengikuti langkah Bi Mira.

Dan di sanalah takdir, sekali lagi, mempermainkannya. Di bawah pohon besar yang daunnya bergoyang pelan tertiup angin, seorang wanita berdiri tegak mengenakan setelan hitam sederhana. Rambutnya diikat rendah, beberapa helai jatuh membingkai wajah yang terasa tidak asing dalam ingatan Kay.

“Axlyn?”

Panggilan itu, bukan berasal dari Kay melainkan dari Noah yang jelas bisa langsung mengenali siapa Axlyn. Langkah Kay seketika terhenti sepersekian detik cukup untuk mengkhianati getaran yang tak sempat ia redam. Ia menoleh ke arah Noah dan bertanya, “Kau mengenalnya?”

“Tentu saja,” jawab Noah tanpa ragu. “Kalau nanya nanti saja. Jangan sekarang.” Lanjutnya lalu berjalan menghampiri wanita itu yang masih mematung di tempatnya.

Wanita itu pun menoleh, mungkin merasakan tatapannya. Mata mereka bertemu. Waktu seperti ditarik mundur. Kay merasakan tatapan wanita itu tidak asing, sebaliknya Axlyn sungguh tidak menyangka bahwa ia dipertemukan sekali lagi dengan ayah dari anak kembar yang masih berada dalam perutnya.

“Aku tidak tahu kau akan datang,” ujar Axlyn lebih dulu. Suaranya datar, profesional. Seolah mereka hanyalah dua orang asing yang pernah berbagi cuaca yang sama.

“Aku juga tidak tahu kau bekerja di sini,” balas Noah tenang, meski dadanya mengencang. “Sebagai pengawal?”

“Ya, Pengawal pribadi Nona kecil,” jawabnya singkat. “Itu tugasku.”

Sebelum percakapan mereka berkembang, suara tawa kecil memecah udara. Seorang gadis kecil berlari dari arah air mancur, gaun putihnya berkibar. Rambutnya yang hitam tergerai sebahu, wajahnya cerah tanpa beban.

“Kak Axlyn!” serunya riang.

Axlyn langsung melunak. “Pelan-pelan, Nona.”

Gadis itu berhenti mendadak ketika melihat Kay berdiri di sana. Ia menatap pria itu lekat-lekat, seolah mencoba mengingat sesuatu. Kay berjongkok, menyamakan tinggi badan mereka. Senyum tipis terukir di wajahnya dengan senyum hangat yang jarang ia perlihatkan.

“Hai, Gadis kecilku!” sapa Kay lembut. Gadis kecil itu mendekat perlahan. Matanya membesar. Dan tiba-tiba, wajahnya berseri-seri.

“Papah Kay!”

Suasana seketika membeku. Kay terdiam, sementara Axlyn membatu. Beberapa pengawal di kejauhan spontan saling pandang. Sedangkan Noah hanya mengangkat sebelah alisnya, menandakan ia tengah bingung kenapa bocah menyebalkan itu tiba-tiba memanggil Kay dengan sebutan Papah.

“Bocah cadel ini tiba-tiba memanggil Kay dengan sebutan Papah? Lalu… apakah setelah ini dia akan memanggilku Kakek? …Kakek Noah, begitu?” Noah mulai menebak-nebak apa yang akan dilakukan Hezlyn selanjutnya.

“Hezlyn memanggilnya Papah? Apakah Kay sudah menikah diam-diam selama ini, hingga memiliki anak sebesar ini? Lalu bagaimana dengan nasib kedua anakku ini?” ucap Axlyn dalam hatinya, tanpa sadar tangannya mengelus pelan perutnya yang masih rata.

Bersambung ….

Visual Noah ....

Visual Hezlyn....

1
Lisa Halik
kapan mau update thor
Fahmi Ardiansyah
Thor mana kelanjutannya kok belum up
Rani R.I
kok blm up sihh niy
Desyi Alawiyah: Biasanya sekali up langsung banyak Kak 🤭 Aku juga penasaran sih kelanjutannya gimana... 😩
total 1 replies
Widi Astuti
author...aku nungguin lanjutannya....harus rapel yaaa cerita nyaa...😘😘
Susi Susilawati
c Levi emng penakut
nizham muafa
perasaan makin dikit up nya 🤭
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu lanjutannya klu bisa yg banyak Thor
Fahmi Ardiansyah
benar axlyn maka kmu harus jujur secepatnya batalkan perjanjian mu Ama Spencer n bersatulah sama kay biar Kay gak frustasi terus.
Fahmi Ardiansyah
ya calon BPK n suamimu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Kay bisa mendengarkan kata kata Spencer walau gak jelas
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣 ya Alloh ampek ke pingkel2 klu Levi masih aja takut hantu kuntilanak.
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄 mencari pelampiasan LR pasti seru
Rani R.I
🤭🤭🤭🤭🤭 semoga kay ngegou biar Axlyn bisa dgr sendiri isi hati kay,,biar Axlyn jujur sama kay,,, kasihan mamah Joana,, semoga Lion cepat dpt obatnya dan kembali sehatt... nanti pasti ada pertempuran nihhh..
Rani R.I: coba sepencer ceritain ke Felix sama jaydon bahwa yg menjadi musuhnya saat ini adalah anak buah nya evant yg tersisa,,, biar mengamuk keluarga Xavier 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,,gk sabarrr ingin melihat mereka bertarung lg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nyaks 💜
Kay sadar kayyyyy 😂😂😂
nyaks 💜
😅😅😅😅
Budhe Satryo
pasti donk kamu yg membuat nya mabuk kok lyn🤣🤣🤣
Desyi Alawiyah
Kak Author, kisah Ivory dan Ragnar kok belum ada lanjutannya..

Aku masih nungguin loh 🤭☺
Desyi Alawiyah
Bener dong.. Kay merasa frustasi, sebab dia masih mencintai Axlyn... Tapi di satu sisi dia harus bertanggung jawab pada perempuan yang tidur dengannya di praha...

Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝

Wah, seru ini 🤭
Rani R.I: sepencer nanti di jodohkan sama Sherin 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
dia yg pernah menyakiti Sherin,,biar dia juga yg membahagiakan Sherin..dan Noah sama Maria 🤣 ,,sudah seperti tom and Jerry mereka ituu 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Dia calon suamimu Axlyn.. 🤭
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Ngakak aku... seorang Levi yang dikenal sebagai bocah psikopat dan dewa kematian, takut sama mba kunti... 🤭

Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌
Rani R.I: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak akuu setiap adegan nya Levi di pertempuran,, bersama Felix, jaydon,, William..yg masih mengingat kan ku bikin ngakak cerita Levi saat di hadang oleh suruhan pamannya waktu itu,,yg di mana Levi pura pura polos 🤣🤣🤣,,yg membuat Will, jaydon,, Felix pengen muntah lihat drama sok polos Levi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!