Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya dari keluarganya Karena sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memberitahu ayahnya bahwa ia menyukai bidang seni lukis...?
•• Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!
karena kesalah pahaman mereka terpaksa berpisah!
inara tetap menyimpan rasa cintanya dalam hati, tanpa memberitahunya?
bagaimana lanjutan kisah mereka, apakah Inara bertemu lagi dengan cintanya selama ini ia sembunyikan atau tidak...?
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author yang masih belum sempurna, dalam cerita tidak sesuai dengan sejarah..!!!
❤️ 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Penjelasan Kenzo!!
Satu bulan kemudian acara pentas seni sedang berlangsung, Inara terpilih untuk menampilkan bakat melukisnya dan bernyanyi.
Ia dan teman-temannya berada dibelakang panggung sambil menunggu giliran kelas mereka untuk tampil.
"Nara..!" Panggil seorang dari arah pintu masuk, semua teman-teman inara melihat kearah suara termasuk Inara sendiri.
Deg.
"Bang Kenzo, ngapain dia kesini dengan membawa cewek nya lagi!." Gumam Inara ia mengabaikan Kenzo.
Kenzo menghampiri Inara di ikuti oleh Gilang, Zayyan dan seorang gadis yang selalu mengekor di kelompok mereka.
"Ngapain kalian kemari! Kalian tidak disambut disini, kembali lah!! Disini bukan tempat kalian!." Ucap Aira dengan tegas kepada mereka.
"Aku ingin berbicara dengan Nara!" Ucap Kenzo kepada Aira karena selama tiga bulan ini inara selalu mengabaikannya, ia ingin penjelasan.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi! Apa kamu tidak takut pacarmu, menganggu Inara lagi!" Ucap Aira lagi sambil menunjuk seorang gadis yang berada tidak jauh dari mereka.
"Pacar! Apa maksudmu?" Ucap Kenzo dengan bingung sambil melihat gadis yang dimaksud Aira.
"Dia...!!! Apakah disini ada kesalahpahaman!." Ucap Kenzo lagi.
"Kenzo, Ayo kita kembali sebentar lagi giliran kelas XII yang tampil." Ucap gadis itu yang bernama Rania, dia adalah siswi baru pindahan dari kota Jakarta.
Ia menyukai Kenzo pada pandangan pertama lalu menyebarkan gosip bahwa Kenzo adalah pacarnya.
Saat mendengar berita dari lingkungan sekolah bahwa Kenzo dekat dengan Inara kelas XI ia menemui Inara supaya menjauhi Kenzo karena Kenzo pacarnya, saat itu Inara sangat terpukul karena bukan Kenzo sendiri yang memberitahunya, bahwa dia sudah memiliki pacar.
Rania takut Kenzo mengetahui bahwa dialah yang menyebarkan gosip juga pernah mendatangi Inara.
"Diam!!!, aku tidak berbicara denganmu!! Apa kamu tidak mempunyai telinga jangan pernah mengikutiku lagi!" Ucap Kenzo dingin kepada Rania.
Lalu dia menghampiri Inara yang dari tadi hanya diam saja, bagi Inara sekarang dia hanya fokus untuk tampilannya.
Naura, Hasna dan Aira menghalangi jalan Kenzo.
"Jangan temui Inara lagi, kalau hanya untuk menyakitinya! Apa kamu tidak tahu gosip sudah tersebar luas di lingkungan sekolah ini, bahwa kamu punya pacar anak pindahan dari jakarta!, lalu untuk apa lagi kamu masih mencari Inara, sudah cukup kamu membuat Inara menangis Kenzo!!! Pergilah!!." Ucap Naura kepada Kenzo sambil menunjuk wajah Kenzo.
"Naura..! Ayo kita latihan abaikan saja mereka " Ucap Inara lalu ia berjalan ke arah yang sedikit jauh dari Kenzo.
Dia muak dengan ini semua!!!
"Tidak Nara harus diperjelas sekarang juga supaya pacarnya itu tidak menggangumu lagi." Ucap Naura dengan tegas di depan Kenzo.
"Diganggu!! Siapa yang menganggu Nara?." Ucap Kenzo tegas karena sibuk ia kurang memperhatikan Inara, inara memang salahnya.
"Kenzo, ayo kita kembali..." ucap Rania sedikit cemas, ia ingin menarik tangan Kenzo tetapi kenzo menghindari.
"Jangan coba-coba menyentuhku!." Ucap Kenzo dingin, ia sudah mulai paham pokok permasalahannya disini.
Rania ketakutan melihat Kenzo hampir marah ia menjauh dari Kenzo, lalu keluar dari ruangan tersebut dengan marah!!
"Aku benar-benar tidak tahu!, selama ini aku sibuk untuk menyambut ujian akhir dan juga menyerahkan tugas osis kepada para junior sekalian melatih mereka, jadi aku tidak tahu dengan masalah diluar." Ucap Kenzo dengan jelas ia menghampiri Inara yang sudah menjauh dari sudut.
"Pacarmu itu menemui Inara dan juga mengancam Inara!." Ucap Aira lagi kepada Kenzo, setalah itu ia bersiap untuk tampil karena ia terpilih sebagai salah anggota tari payung. Sedangkan Naura dan hasna mereka terpilih untuk menampilkan tari piring.
"Dia, bukan pacarku! Jadi dia berani mengancam Inara tanpa pengetahuanku juga menyebarkan gosip." Ucap Kenzo lagi dengan marah.
"Nara maaf!! Aku tidak tahu kejadian ini, maaf telah membuatmu menderita, maafkan aku!, jadi gara-gara ini kamu mengabaikanku!, maaf jangan abaikan aku lagi , aku tidak sanggup!." Ucap Kenzo dengan nada memelas dan juga sedih.
"Udahlah!, kamu kembalilah terlebih dahulu nanti kita bahas lagi,! sekarang aku ingin fokus untuk tampil." Ucap Inara sedikit datar, karena mulai sekarang ia harus menjadi wanita kuat tidak mudah terpengaruh dengan rayuan!!.
"Baiklah, nanti aku akan kerumahmu dan untuk masalah gosip yang tak jelas itu aku akan menjelaskannya!." Ucap Kenzo lembut ia mengelus kepala Inara, tetapi Inara menghindar.
"Dia belum memaafkanku!" Gumam Kenzo ia menurunkan tangannya, lalu ia membawa teman-temannya keluar.
"Aku kembali! Sekali lagi maafkan aku." Ucap Kenzo lemah lalu ia berjalan keluar dengan lesu.
Sedangkan Gilang sebelum keluar mengikuti Kenzo ia menemui Hasna terlebih dahulu!, hubungan mereka sekarang baik-baik saja, karena sebulan yang lalu saat Hasna ingin putus.
Gilang menjelaskan semuanya kepada Hasna, bahwa wanita yang dilihat Hasna itu adalah adik sepupunya, mereka memiliki hubungan darah. Dan dia hanya mencintai dan menyayangi Hasna, selama ini ia sibuk sama seperti Kenzo.
Setelah mendengar penjelasannya Gilang jadi hubungan mereka tidak jadi putus, dia memberikan kesempatan kepada Gilang.
Setelah kepergian mereka Naura menghampiri Inara yang duduk sedikit melamun.
"Apa yang kamu pikirkan! Oh ya apakah kamu akan memaafkan Kenzo dari penjelasan dia tidak salah." Ucap Naura sambil menepuk bahu Inara.
"Aku tidak tahu!, seperti ini juga baik untukku juga untuknya, sekarang aku hanya fokus belajar tidak memikirkan yang lainnya." Ucap Inara dengan santai.
Sedankan disisi kenzo.
"Ken, setelah ini apa yang akan kamu lakukan? kali ini Rania memang keterlaluan dia telah menyakiti Inara juga menyebarkan berita palsu." Ucap Zayyan.
"Dia wanita gila!, baru kali aku bertemu dengan wanita seperti itu yang tidak mengerti dengan kata-kata, selama ini aku diam melihat kelakuannya!, tapi dia dengan beraninya menyakiti Inara." Ucap Kenzo dengan marah, ia mengapalkan tinjunya.
"Selama ini aku selalu melindungi Inara, supaya dia tidak menjatuhkan air mata, tapi aku gagal dia menjatuhkan air mata karena aku." Ucapnya lagi ia meninju dinding.
Duk!!! Punggung tangannya memerah karena ia memukul dinding berkali-kali, wanita yang selalu ia lindungi selama ini, menangis karena dirinya,
dia marah!!
Pada dirinya juga pada wanita gila itu yang telah menyakiti Inara.
"Kenzo!! Udah untuk kamu menyakiti diri sendiri, lebih baik kamu balas kembali perbuatan wanita itu, jelasin keseluruh warga sekolah bahwa kamu tidak memiliki hubungan dengan anak baru itu." Ucap Gilang kepada Kenzo ia memegang tangan Kenzo.
"Benar apa yang dikatakan Gilang, Ken! Untuk apa menyakiti diri sendiri jika inara melihatmu seperti ini dia pasti khawatir, apa kamu mau membuat inara khawatir!" Ucap Zayyan kepada kenzo sambil menepuk bahunya memberikan semangat dan dukungan.
.
.
.
Bersambung....
terima atau tidak masalah nanti?