NovelToon NovelToon
SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY

Status: tamat
Genre:Berondong / Playboy / Janda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: bundew

Xena Olivia janda cantik berusia 35 tahun sengaja merayu Oliver King Maxime pacar Bianca anak tirinya, yang berusia 14 tahun lebih muda darinya untuk menjadi simpanannya karena dia berpikir Oliver mendekati Bianca hanya untuk menghabiskan hartanya saja.

"Jadi simpananku,maka aku akan memberikan semua apa yang kau butuhkan",tawar Xena.

" Apa kamu yakin?",tanya Oliver.

"Tentu saja,asal kamu mau berpisah dari Bianca".

"Bagaimana kalau aku minta kita bercinta minimal 3 kali dalam semingu ,apa kamu juga sanggup? ",tantang oliver.

Oliver King Maxime pemuda tampan sang casanova kampus putra satu satunya pemilik Maxime Corp.sudah membuat Bianca jatuh cinta setengah mati padanya dengan rela melakukan apa saja untuk membuat Oliver mau menjadi kekasihnya meski Oliver selalu menolaknya.

Penasaran?,silahkan baca kelanjutannya.
🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Sakit Yang Tidak Berdarah.

Xena menghela nafas keras menahan sesak yang terasa mengganjal sisi relung dadanya.

Mendengar apa yang baru saja diminta Oliver padanya dan ucapan membandingkan dirinya dan Bianca barusan membuat dirinya terluka sebuah luka yang tidak mengeluarkan darah tapi sangat terasa.

"A... aku tidak sanggup",jawab Xena lirih tapi masih didengar Oliver.

Sebenarnya Oliver tidak ingin mengatakan hal itu atau meminta apapun pada perempuan disebelahnya ini tapi penolakan Xena tadi membuatnya sangat kesal dan marah hingga membuatnya ingin memberi pelajaran pada perempuan cantik disampingnya ini

dengan sengaja mengatakan hal itu.

"Maksudmu? " tanya Oliver dengan tetap menatap kedepan karena takut tidak tega melihat ekspresi Xena saat ini.

" Diperusahaan aku hanya wali Brian dan Bianca,semua gerak gerikku diawasi oleh keluarga Sander yang lain, kalau kamu memang ingin pindah ketempat yang bagus aku bisa menyewakanmu sebuah Apartemen tapi untuk membelikannya kurasa itu terlalu berlebihan mengingat status hubungan kita",jawab Xena lirih membuat Oliver melirik sekilas kepada perempuan cantik itu dan semakin merasa bersalah saat melihat wajah Xena yang muram,ingin sekali dia membatalkan niatnya tersebut karena jujur saja kalau hanya untuk membeli sebuah Apartemen seperti permintaannya tadi uang sakunya saja lebih dari cukup. (Kira kira berapa ya uang saku Oliver🤔).

Oliver menghela nafas",Baiklah sewakan saja dulu Apartemen untukku sampai kamu sanggup membelikannya",jawab Oliver datar yang membuat Xena terlihat langsung menarik nafas lega.

"Jadi....carilah dimana Apartemen yang ingin kamu sewa nanti aku yang akan membayarnya".

"Aku ingin tinggal diGrand Blue Montain",jawab Oliver yang membuat Xena kembali merasa sesak nafas mendengar tempat yang ingin ditinggali pemuda itu dan secara reflek langsung menoleh kearah Oliver yang tatapannya tetap lurus kejalan raya.

"Stop! ",teriak Xena dengan kesal karena merasa pemuda itu sengaja mengerjainya sekarang dengan meminta sesuatu yang diluar kemampuannya.

"Kenapa lagi... aku hanya ingin kamu menyewakanku Apartemen dikawasan itu lalu kenapa kamu semakin kesal",jawab Oliver cuek.

"Aku bilang stop Oliver,ini sudah keterlaluan!",rutuk Xena kesal dan sangat marah pada pemuda disampingnya itu.

"Kita sedang berada dijalan tol bagaimana mungkin kamu minta aku untuk berhenti".

"Bukan tentang mengemudi tapi tentang hubungan kita,aku ingin kita akhiri sekarang juga",jawab xena.

Seketika Oliver langsung menghentikan mobilnya ditepi jalan mendengar apa yang dikatakan Xena itu.

"Apa maksudmu?! ",tanya Oliver dengan menatap Xena tajam.

"Kita hentikan perjanjian kita karena aku tidak sanggup memenuhi semua apa yang kamu inginkan",ucap Xena lirih karena saat mengatakan itu dadanya terasa sakit, lebih sakit dari saat Oliver membandingkan dirinya dan Bianca tadi karena tanpa dia sadari ada rasa berbeda sejak dia mengenal pemuda itu.

"Aku tidak mau",jawab oliver dengan mengalihkan tatapannya keluar jendela mobil supaya Xena tidak bisa melihat rasa terluka yang sekarang dirasakannya.

Xena meremas kedua tangannya kecelana kerja yang dipakainya saat mendengar penolakan Oliver itu ada sedikit rasa senang tapi.... dia tau hubungan mereka memang sebuah kesalahan.

Xena menghela nafas keras dan mencoba menguatkan hatinya saat mencoba kembali mangajak Oliver bicara.

"Oliver... sebaiknya...".

"Aku tidak mau,apa kamu dengar" ucap oliver dengan menoleh kearah Xena.

"Tapi kenapa...?".

"Apa kamu pikir semudah itu mengajakku menjalin hubungan lalu saat kamu ingin mengakhirinya kita langsung berakhir begitu?!".

Xena menggeleng,"tapi Oliver dengar...semua ini sebuah kesalahan... jadi....".

"Kamu memang boleh memulai tapi hanya aku yang bisa mengakhiri semua ini".

"Kamu gila! ",maki Xena dengan mencoba memukul dada Oliver kesal tapi lagi lagi Oliver langsung menangkap tangan Xena dan menarik tubuh Xena kearahnya.

"Bagaimana. kalau kubilang saat ini aku tergila gila Padamu",ucap Oliver dengan menaikkan satu tangannya kewajah Xena membuat Xena langsung merinding dibuatnya.

"O... Oliver jangan berani macam macam atau....".

Sebelum Xena menyelesaikan ucapannya Oliver sudah membungkam Xena dengan ciumannya panasnya. Benar benar panas karena tidak ada kelembutan dalam ciuman Oliver kali ini yang ada hanya pemaksaan untuk membuat Xena membuka mulutnya agar Lidah Oliver bebas menjelajah didalam mulut perempuan yang hampir membuatnya tidak waras itu sejak pertama kali bertemu.

Xena berusaha mendorong dada Oliver Karena merasa ciuman Oliver terlalu menuntut dan dalam membuatnya hampir kehabisan nafas tapi bukannya melepaskan Oliver malah mengigit bibir xena keras sampai membuat Xena terpekik.

"Auw!!,kamu gila!,kenapa menggigitku memangnya kamu anjing!",maki Xena dengan mendorong tubuh Oliver menjauh darinya.

Oliver hanya menatap Xena sekikas tanpa membalas makian kesal Xena itu lalu menyandarkan tubuhnya dijok mobilnya dengan menatap kedepan.

"Ini sakit sekali",gerutu Xena dengan memeriksa luka bekas gigitan Oliver dibibirnya barusan.

"Tidak sesakit ucapanmu",jawab Oliver tiba tiba tanpa menoleh kearah Xena membuat Xena langsung menoleh kearah Oliver.

"Yang mana? ",tanya Xena lupa bagian mana yang dimaksud Oliver menyakitkan.

"Sudahlah lupakan saja",jawab Oliver dengan menghidupkan mesin mobilnya dan bersiap pergi dari sana.

Sepanjang jalan kembali menuju kantor Xena, Oliver sama sekali tidak bicara,mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing masing bahkan karena terlalu sibuk berpikir dibagian mana dia sudah salah bicara pada Oliver hingga membuat pemuda itu begitu terluka Xena sampai lupa dengan sakit akibat gigitan Oliver tadi.

"Kita sudah sampai turunlah",perintah Oliver tanpa menoleh kearah Xena hingga membuat Xena merasa tidak nyaman melihat ekspresi dingin Oliver saat itu.

"King... panggilnya pelan dengan menoleh kearah pemuda itu tapi Oliver tetap menatap kedepan tidak menoleh sedikit pun kearahnya membuat dada Xena terasa sakit.

"Maaf... ",tiba tiba saja kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya membuat Oliver langsung menoleh dan menatap langsung kenetra indah Xena yang entah mengapa setelah mengatakan itu dia merasa sangat sedih.

"Maaf aku tidak bermaksud... ".

"Lupakan saja,tapi dalam beberapa hari ini aku tidak akan menghubungimu".

"Kenapa? ",tanya Xena reflek karena merasa tidak ikhlas kalau hubungannya dan Oliver berakhir begitu saja.

Oliver sempat terdiam sebelum kembali menjawab Xena.

"Hanya ingin berpikir tentang hubungan kita".

"Maksudmu? ",tanya Xena dengan meremas ujung bajunya tanpa sadar.

"Sepanjang jalan tadi aku sempat berpikir mungkin kali ini aku sudah keterlaluan padamu".

"Maksudmu? ",tanya Xena semakin gugup mendengar apa yang akan Oliver katakan padanya.

"Aku mungkin biasa bermain dengan perempuan tapi aku tidak pernah sampai mengajak perempuan itu untuk menikah denganku".

"Jadi.... ".

"Jujur saja aku tidak suka saat kamu melupakan hal itu, jadi karena semua ini memang kesalahan dan hanya permainan ayo kita akhiri".

Kali ini Xena merasa bukan hanya sudut hatinya yang terluka tapi seluruh isi dadanya terasa sangat sakit bahkan lebih sakit dari pada mengetahui saat suaminya meninggal.

Jangan lupa Like komentarnya ya 😊😊

1
Jamayah Tambi
Takut Daren adavwanita lain
Jamayah Tambi
Pelik,kehidupan mcm apa itu.Saya haya tak boleh terima hubungan ranjang tanpa nikah.
Jamayah Tambi
Sudah,Daren pun gatal
Jamayah Tambi
Arora ke
Jamayah Tambi
Sampai bila tak selesai klu dua2 begini.Egois
Jamayah Tambi
Dah tua tp tak boleh kawal emosi.Mcm budak remaja.
Jamayah Tambi
Hubungan apa seoerti itu.Tidur seranjang, tidak menikah, hanya kekasih.dah mcm tak ada matlamat hubungan merwka.Sudah dewasa ,punya cucu tp tentang hubungan masih sempit.Haya tau kepuasan atas ranjang.Mcm tak ada tanggungjawab.Hah, tak tau la hubungan mcm apa.Tepuk dada tanya hati Ada otak dan akal pikir dgn waras.Apakah agama kamu tidak melarang hubungan zina
Jamayah Tambi
Si Vania pun degil,Daren pula tak mau berterus terang
Jamayah Tambi
Jenapa pulak hubungannya dgn Arora kandas ./Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Ada apa ni
Jamayah Tambi
Klu suka apa salah terus terang/Grin//Grin/
Jamayah Tambi
Jangan berhenti mengharap Vania
Jamayah Tambi
Ni x kembali muncul
Jamayah Tambi
Kamu tak lihat anaknya lagi
Jamayah Tambi
Wah,sampai mengikut ke Mexico
Jamayah Tambi
Lupakan Macel
Jamayah Tambi
Menyibuk jer
Jamayah Tambi
Gila ke
Jamayah Tambi
sampai bila kauvhidup beginibVania.Kau dah tak muda lagi
Jamayah Tambi
Ah pelik,klu berteman mana mungkin melakukan hubungan ranjang/Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!