NovelToon NovelToon
CEO IMPIAN MONTIR IDAMAN

CEO IMPIAN MONTIR IDAMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ais_26

Ia berlutut pelan di depan ibunya.

“Bu…” suaranya hampir tak terdengar.

Ibunya bergerak sedikit. Mata itu terbuka perlahan.

Butuh dua detik untuk menyadari.

“Ara?”

Ara tersenyum, air mata akhirnya jatuh.

“Iya Bu. CEO-nya belum dapat tapi anaknya pulang dulu”

Ibunya duduk tegak, lalu memeluknya tanpa kata.

“Eleh. Kaya raya siapa yang mau sama modelan kaya kamu tuh? Paling ada Mang Diman. Itu baru kaya tujuh turunan gak habis-habis. Mau Ibu jodohin?” katanya sambil ketawa terbahak-bahak

Ara langsung panik setengah jengkal

“Eh jangan Diman dong Bu! Nanti anak Ibu jadi istri ketiga terus Ara punya anak tiri enam!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ais_26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 BANYAK YANG GAK SUKA

Menjelang sore, rombongan Danu pamit.

Di teras rumah, sebelum masuk mobil, Danu menoleh ke arah Ara yang berdiri di samping ibunya.

Tidak ada sentuhan berlebihan.

Hanya tatapan yang kini berbeda makna.

Bukan lagi dua orang yang sedang mencoba.

Tapi dua orang yang sudah sepakat.

Mobil perlahan menjauh.

Ara berdiri beberapa detik lebih lama di teras, angin siang menyentuh wajahnya.

Ibunya mendekat “Gimana rasanya?”

Ara menarik napas panjang.

“Tenang, Bu”

Dan untuk pertama kalinya sejak semua persiapan dimulai, degup jantungnya bukan karena takut.

Rumah Ara terasa lebih lengang setelah rombongan Danu benar-benar pergi.

Beberapa kursi masih belum dikembalikan ke posisi semula. Gelas-gelas bekas minum tertata di atas meja. Bunga di sudut ruangan masih segar, tapi suasananya berbeda lebih sunyi, lebih lega.

Ara masuk ke kamar pelan-pelan, membawa kotak cincin kecil yang tadi sempat dilepas untuk difoto. Ia duduk di tepi ranjang, memandangi cincin yang kini resmi melingkar di jarinya.

Bukan soal kilau batunya.

Tapi maknanya.

Ponselnya bergetar.

Danu: Sudah sampai kamar?

Ara tersenyum kecil.

Ara: Iya. Kamu sudah di jalan?

Danu: Baru mau berangkat. Tadi ditahan ayah kamu dulu

Ara: Emang ada apa

Danu: Enggak. Cuma diingatkan

Ara bisa menebak isi pengingat itu.

Ara: Soal menjaga?

Danu: Iya

Beberapa detik hening.

Danu: Dek

Ara: Iya?

Danu: Terima kasih sudah bilang “aku mau” tadi

Ara menatap pesan itu cukup lama sebelum membalas.

Ara: Aku bilang itu bukan karena acara hari ini indah.

Danu: Lalu?

Ara: Karena aku percaya kamu nggak cuma datang hari ini. Kamu bakal datang terus.

Di halaman rumah, sebelum masuk mobil, Danu membaca pesan itu sambil tersenyum tipis. Dadanya terasa hangat.

Danu: InsyaAllah.

Mobil akhirnya melaju.

Sore harinya, setelah rumah kembali rapi dan tamu-tamu keluarga besar pamit, Ara membantu ibunya membereskan sisa makanan.

Ibunya memandang cincin di jari Ara sekilas.

“Rasanya beda ya?” tanyanya lembut.

Ara mengangguk kecil “Iya, Bu.”

“Takut?”

Ara menggeleng pelan “Lebih ke… sadar tanggung jawab.”

Ibunya tersenyum “Lamaran itu bukan cuma soal diterima. Itu soal menjaga komitmen sebelum benar-benar sah”

Ara diam, menyerap kalimat itu dalam-dalam.

Di rumah Danu, suasananya juga masih hangat.

Ibunya sibuk membalas pesan dari keluarga yang menanyakan kabar lamaran. Ayahnya duduk santai, tapi sesekali menatap Danu dengan ekspresi bangga yang tak terlalu diperlihatkan.

“Kamu kelihatan lebih tenang sekarang” ujar ibunya

Danu tersenyum kecil. “Karena sudah jelas arahnya Bu”

Malamnya, setelah semua benar-benar sepi, Danu masuk ke kamar dan akhirnya bisa bernapas lega.

Ia membuka galeri ponselnya.

Foto Ara tadi siang memenuhi layar. Senyumnya lembut. Matanya tenang.

Danu: Dej

Ara: Iya?

Danu: Aku baru sadar sesuatu.

Ara: Apa lagi?

Danu: Tadi pas kamu keluar dari kamar… rasanya kayak lihat masa depan berdiri di depan aku

Ara terdiam cukup lama sebelum menjawab.

Ara: Jangan bikin aku baper lagi hari ini.

Danu tersenyum.

Danu: Kamu tadi cantik banget

Ara: Kamu juga beda

Danu: Beda gimana?

Ara: Lebih ganteng

Danu memandangi kata itu.

Dulu, waktu SMA, ia bahkan tak berani bermimpi berdiri di rumah Ara sebagai calon suami. Ia hanya anak petani yang merasa selera Ara terlalu tinggi untuknya. Ia pernah menyembunyikan rasa karena takut tak cukup.

Tapi hari ini, ia tidak datang membawa status atau gelar.

Ia datang membawa kesungguhan.

Dan Ara menerimanya.

Keesokan paginya, Ara terbangun bukan karena alarm melainkan karena notifikasi yang tak berhenti berbunyi.

Ia mengerjap pelan, lalu meraih ponselnya.

Puluhan DM.

Ratusan likes.

Komentar terus bertambah.

Ia langsung teringat sesuatu.

Tadi malam… ia memang sempat mengunggah foto.

Bukan hanya foto cincin.

Ia mengunggah satu foto saat Danu menyematkan cincin di jarinya angle samping, wajah mereka tidak terlalu jelas, tapi cukup untuk dikenali. Dan untuk pertama kalinya, ia menandai akun Danu.

Caption-nya sederhana:

“Bismillah. Resmi melangkah ke tahap baru 🤍 @danu…”

“Ya ampun…”

Kolom komentar penuh ucapan selamat. Beberapa teman SMA bahkan menulis “Plot twist banget sih ini!” Ada juga yang menandai teman-teman lain, membuat unggahan itu makin cepat menyebar.

Tak butuh waktu lama sampai story teman-temannya ikut meramaikan.

Ara menarik napas panjang.

Belum sepuluh menit ia bangun dan cek hp, telepon masuk dari Nisa sahabat SMA dulu.

“Ara! Kenapa kamu nggak bilang mau lamaran sama Danu?!” suara di seberang terdengar campuran terkejut dan heboh

Ara tertawa kecil, masih setengah sadar “Kan belum resmi nikah, Nis”

“LAMARAN ITU RESMI!” balas Nisa cepat “Kamu tuh dari dulu paling anti update relationship, tahu-tahu langsung tunangan mana sama kating waktu SMA!”

Ara tersenyum tipis.

“Memang nggak direncanakan buat diumumkan cepat-cepat”

“Terus itu siapa sih? Serius aku nggak pernah lihat kamu posting dia waktu jalan bareng atau apa keh”

Ara terdiam sepersekian detik sebelum menjawab pelan “Orang minta sama Ayah mau niat serius langsung tanpa pacaran lama”

“HAH?”

Ara hanya tertawa kecil.

Di sisi lain, Danu juga mengalami hal yang sama.

Ia baru selesai sarapan ketika ponselnya terus berbunyi.

Grup alumni.

Grup remaja kampung

Lalu ia membuka Instagram.

Tag dari Ara muncul paling atas.

Ia terdiam cukup lama menatap foto itu.

Momen itu terlihat hangat. Natural. Tidak dibuat-buat.

Tapi yang membuatnya lebih diam adalah fakta bahwa Ara memilih untuk menandainya.

Terbuka.

Tidak lagi disembunyikan.

Arif: Brooo fix banget ya akhirnya?!

Danu tersenyum kecil.

Danu: Iya.

Arif: Diam-diam kamu. Dari dulu nggak pernah kelihatan pacaran.

Danu membaca pesan itu sambil menggeleng pelan.

Memang dari awal, danu gak bicara dia lagi ngincer sama siapa

Bukan karena disembunyikan.

Tapi karena dijaga takut ada yang rebut dan dia ketika dia siap dia langsung minta ke orang tianya langsung tanpa pacaran.Di sisi lain, saat Danu bangun ponselnya nyaris tak berhenti bergetar.

Ponselnya kemudian berdering. Nama yang muncul Arif setelah tadi chat mungkin tidak percaya

“BROOOOOO!” suara Arif langsung meledak “Itu beneran kamu kan?!”

Danu tertawa kecil “Iya”

“Dari dulu nggak pernah publish pacar, tahu-tahu langsung tunangan. Gila sih”

Danu hanya tersenyum “Memang nggak semua proses perlu diumbar”

“Tapi sekarang resmi diumbar dong”

Danu tidak membantah.

Karena memang iya.

Ibunya keluar dari dapur, melihat Danu tersenyum sendiri menatap layar.

“Sudah ramai ya?”

Danu mengangguk. “Iya Ma ternyata cepat juga nyebarnya apalagi Ara post foto jadi tambah ramai”

Ibunya tersenyum lembut “Hal baik memang cepat terdengar”

Menjelang siang, berita itu benar-benar meluas.

Bukan viral besar, tapi cukup untuk lingkaran sosial mereka.

Bahkan beberapa teman lama SMA mulai mengirim pesan.

Rama (teman sekelas dulu): Ara? Ini Danu yang dulu kakak kelas itu bukan?

Ara membaca pesan itu dengan alis terangkat.

Rama: Yang dulu pendiam banget?

Ara tersenyum kecil.

Ara: Iya.

Balasan datang cepat.

Rama: Gila. Plot twist banget sih.

Ara tidak membalas panjang.

Tapi hatinya terasa hangat.

Plot twist.

Mungkin benar.

1
Irmha febyollah
ko di ulang2 kk
Irmha febyollah
lah kmren si Danu ngantarin gorengan ini ngantar motor SMA karyawan blg gak tau rumah si Ara.
Wati Anja
ko ga ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!