NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Malam semakin larut.

‎Api unggun kini menyala stabil, cahayanya menari pelan di antara bayangan pepohonan. Di atas sana, bulan sabit bersinar terang, memberikan cahaya lembut yang menyelimuti hutan.

‎Kai duduk sendirian di atas batang kayu, sedikit menjauh dari keramaian. Tatapannya kosong, sesekali mengaduk api dengan ranting di tangannya.

‎Pikirannya melayang ke berbagai hal—kejadian tadi, ucapan Amane, dan… kemungkinan terburuk dari “pembicaraan berdua” itu.

‎“Maaf sudah membuat anda menunggu.”

‎Suara itu menariknya kembali ke dunia nyata.

‎Kai tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh.

‎Amane sudah berdiri tidak jauh di depannya.

‎Cahaya api unggun dan sinar bulan jatuh lembut di wajahnya, memperjelas garis halus ekspresinya. Rambutnya sedikit tertiup angin malam, dan untuk sesaat—

‎Kai hanya diam menatapnya.

‎‘Kalau dilihat lagi… dia beneran cantik banget ya…’

‎Pikiran itu muncul begitu saja, tanpa izin.

‎Dan justru itu yang membuatnya panik.

‎Amane yang menyadari tatapan itu sedikit memiringkan kepalanya.

‎“…Apa ada sesuatu di wajahku?”

‎Kai langsung tersentak. Ia buru-buru mengangkat satu tangan, melambai kecil dengan canggung.

‎“Ah—tidak! Bukan apa-apa!”

‎Ia cepat-cepat mengalihkan pandangan.

‎‘Bodoh banget sih aku… ini bukan waktunya mikirin yang kayak gitu…’

Amane menarik napas pelan, seolah mengumpulkan keberanian sebelum melanjutkan.

‎“…Kalau begitu, izinkan saya untuk menuntaskan urusan ini.”

‎Kai sedikit mengernyit.

‎Ia tidak langsung mengerti maksud ucapan itu. “Menuntaskan urusan”… terdengar terlalu serius untuk sekadar percakapan biasa.

‎Namun Amane tidak memberinya waktu untuk bertanya.

‎Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, ekspresinya berubah lebih tegas—seperti saat ia menjalankan perannya sebagai pemimpin.

‎“Mulai dari memanggil anda ‘si mesum’…” ucapnya pelan.

‎“Sikap arogan dan ucapan saya selama ini… yang mungkin telah membuat anda merasa tidak nyaman…”

‎Lalu, tanpa peringatan—

‎Amane menundukkan setengah tubuhnya.

‎“Saya sungguh minta maaf.”

‎“A-amane-san—!”

‎Kai langsung panik. Ia tidak menyangka arah pembicaraan akan berubah sejauh ini.

‎Amane perlahan mengangkat kembali tubuhnya. Tangannya menyibakkan rambutnya ke belakang, lalu untuk pertama kalinya malam itu—ia tersenyum.

‎Bukan senyum sinis.

‎Bukan senyum menahan emosi.

‎Melainkan… senyum yang tulus.

‎“…Saya tidak pernah menganggap anda orang jahat,” lanjutnya pelan. “Bahkan sejak awal.”

‎“Eh…”

‎Kai terdiam sesaat, jelas tidak siap menerima pernyataan itu.

‎“B-begitu ya…”

‎Amane berjalan beberapa langkah, lalu duduk di batang pohon tempat Kai sebelumnya duduk. Gerakannya lebih santai sekarang, tidak setegang biasanya.

‎“Biar begini… saya cukup yakin kemampuan saya dalam menilai orang lain lebih tajam dari kebanyakan,” katanya sambil menatap api unggun di kejauhan.

‎Ia melirik sekilas ke arah Kai.

‎“Dan lagi… Marina selalu terlihat sangat senang saat membicarakan anda.”

‎Angin malam kembali berhembus pelan.

‎Kali ini, Amane berbicara lebih panjang dari biasanya. Nada suaranya juga berubah—lebih terbuka, lebih jujur.

‎“Tapi ini tetap pendapat pribadi saya,” lanjutnya. “Sebagai pemimpin White Snow, saya tidak bisa hanya mengandalkan perasaan seperti itu.”

‎Ia menunduk sedikit, menatap tangannya sendiri.

‎“Menyelidiki anda lebih dalam… mencari tahu alasan anda mendekati Marina… itu adalah kewajiban saya.”

‎Suaranya tidak keras, tapi penuh keteguhan.

‎“Apapun hasilnya… dan tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang saya…”

‎“Selama keamanan rekan-rekan saya terjamin… itu yang paling saya harapkan.”

‎Hening sejenak.

‎Api unggun berderak pelan.

‎Kai memperhatikan Amane beberapa detik, lalu berjalan mendekat dan ikut duduk di depannya.

‎‘…Begitu ya,’ pikirnya dalam hati.

‎‘Pantas saja dia bersikap keras selama ini…’

‎Ia tersenyum tipis.

‎“…Bagaimana ya, Amane-san,” ucapnya pelan. “Alasan kenapa rekan-rekanmu begitu menyukaimu…”

‎Ia menatap Amane, kali ini tanpa canggung.

‎“…rasanya aku jadi paham.”

1
Zero_R06
Bukan nya beruang ya ?
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!