Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
"Kamu nuduh anak saya selingkuh dari Bagas gitu?, eh ingat yang mandul itu kamu, saya tau banget sifatnya anak saya, dia itu orangnya setia dan tidak neko neko. Walaupun saya akui dia sedikit bodoh karena mau menjadi istri kedua. Padahal kalau dia memaksa Bagas untuk menceraikan kamu terlebih dahulu bisa saja. Tapi Dita kasian sama kamu, karena kata suami mu kamu itu anak dari panti asuhan yang sudah gak punya orang tua. Jadi jangan sekali kali kamu ragu kalau yang dikandung Dita bukan anaknya Bagas. Kalau iri itu bilang iri jangan menyebarkan fitnah, malah harusnya kamu yang terimakasih sama Dita karena tidak memaksa Bagas untuk menceraikan kamu" sentak ibu Dita. Kayla yang mendengar ucapan ibunya Dita hanya menggelengkan kepala.
"Drama yang kamu buat sangat bagus mas,, bagus kalau dijadikan bahan buat nulis novel, pakai bilang aku anak dari panti asuhan segala,ckkk,, tak patut" batin Dara.
"Ya sudah kalau itu memang anaknya mas Bagas ya Alhamdulillah. Saya juga ikut senang mendengarnya, terus ibu tenang saja setelah Dita menikah dengan mas Bagas, saya tidak akan mengganggu mereka, ibu bisa pegang perkataan saya" ucap Dara.
"Karena aku sudah bercerai dengan si kutu kupret" batin Dara yang meneruskan ucapannya. Lalu menuju ke mobil meninggalkan orang tua Dita yang ketara sedang menahan amarah.
"Mereka bilang apa dek?, kok kayak nahan mahar gitu?" Tanya Bagas yang dari tadi mengawasi Dara dan orang tua Dita berbicara. Sebari menyalakan mobil dan meninggalkan perkarangan rumah Dita
"Nahan mahar gimana sih Gas?" Tanya Bu Dewi yang ikut nimbrung.
"Kepleset lidah Bu maksud ku nahan marah" sahut Bagas yang menyadari kalau dia salah bicara karena sejak tadi Bagas was was kalau orang tua Dita memberitahu Dara soal mahar yang diberikan kepada Dita dan berujung ibunya tahu tentang mahar sertifikat rumah tapi bagaimana lagi cepat atau lambat ibunya harus tahu soal mahar yang di ajukan oleh orang tua Dita. Karena bagaimanapun rumah itu milik ibunya dan yang memegang sertifikat ibunya.
Sesampainya di rumah, Dara membersihkan make up dan bergegas menunaikan sholat isya' tak lupa Dara juga berdoa agar ia selalu kuat menjalani kehidupan yang fana ini serta selalu dipermudah segala urusannya.
Setelah sholat isya' Dara melihat suaminya sedang bermain handphone sambil senyum senyum sendiri. Dara pun naik keatas ranjang dan berbaring disamping suaminya lalu memejamkan mata berharap dia akan segera tidur.
"Lihat dek,, fotonya bagus bagus ya" ucap Bagas sambil memperlihatkan hasil foto lamaran tadi. Dara yang diajak berbicara terpaksa harus membuka matanya. Dara memperhatikan foto yang di tujukan suaminya.
"Apakah waktu kamu habis lamar aku juga sesenang ini mas?" Tanya Dara yang hanya bisa di batin.
"Menurutmu yang mana yang bagus buat di upload di status?" Tanya Bagas yang meminta pendapat Dara.
"Semua bagus mas jadi terserah kamu aja mau yang gaya mana" jawab Dara dengan nada malas.
"Ini aja, foto waktu kamu masangin cincin di jari manis Dita. Nanti pasti teman teman ku akan heboh, dan bilang aku hebat karena istri ku akur dengan calon adek madunya hihi" sahut Bagas dengan senyum lebar. Dara tidak menanggapi ucapan Bagas. Bagas masih asik melihat foto foto yang dikirim Dita lalu membuat status foto dimana Dara menyematkan cincin Kejari manis Dita dengan senyum yang terlihat tulus. Dengan caption
"Akur selalu dua bidadari mas" dengan tambahan emoticon love. Bagas juga tidak lupa memprivasi statusnya dari keluarga Dara karena yang Bagas tau kalau keluarga Dara tidak tau menahu kalau Dia ingin menikah lagi.
Baru tiga menit Bagas membuat status handphone nya sudah muncul notifikasi notifikasi dari aplikasi chat.
Tingg.
"Gila lu pakek pelet apa Gas bisa bisa mau otw dua istri" pesan Azmi.
Ting.
"Anjirr,,, teman gue laku juga, biniknya mau dua, resepnya apa Gaa?, siapa tau si Kalista mau di cariin adik madu wkwk" pesan Angga.
Ting.
"What,, zaman sekarang masih ada wanita yang mau di poligami?(Dengan emot terkejut)" Pesan Reyhan.
Dan masih banyak lagi pesan pesan dari teman nya Bagas. Namun Bagas enggan membalas pesan pesan dari teman temannya. Lalu memilih mematikan handphone nya dan ditaruh di meja sebelahnya.
"Dekkk" panggil Bagas dengan suara serak.
"Hmmm" jawab singkat Dara karena saat ini Dara sedang melihat Drakor .
"Dekkk" panggil Bagas lagi namun dengan tangan yang sudah meremas benda kenyal seperti squishy.
"Apa sih mas,, tangannya bisa di kondisikan gak?" Ucap Dara yang sebenarnya tau maksud suaminya.
"Ya Allah mau nolak takut dosa tapi hati ini udah terlanjur sakit dan udah mati rasa" batin Dara yang menjerit. Bohong jika Dara saat ini baik baik saja. Karena tidak ada wanita yang ingin di berbagai suami.
"Hayuk kawinnn" ajak Bagas yang langsung menyambar bibir Dara. Dara yang tidak mau langsung mengigit bibir Bagas .
"Maaf mas tapi hari ini aku masih halangan mas" ucap Dara sambil melihat Bagas yang kesakitan akibat ia gigit.
"shhht,, kurang ajar kamu, dasar istri tak tahu di untung, Kalau halangan kan bisa pakai cara lain buat puasin suami" ucap Bagas yang kesal.
"Enggak lah mas, aku ngantuk mau tidur lagian punya mu loh lemah baru tiga menit udah keluar. Yang ada aku cuma kebagian keramas aja. Udah yah aku mau tidur" ucap Dara yang mematikan handphone miliknya. Dara sudah tidak mau melayani suaminya karena dia sudah terlanjur jijik dengan suaminya.
"Heh,, kamu tau gak aku itu dari pagi sampai sore kerja jadi capek, makanya cuma sebentar lagian masih untung tak kasih nafkah batin dan lahir masih protes aja, pakek segala ngatain lemah. Buktinya Dita setelah main sama aku gak pernah protes malah situ yang tepar" ucap Bagas yang pura pura marah.
"Soalnya kalau sama Dita kan mesti minum obat kuat xixi" lanjut Bagas yang hanya bisa di ucapkan di hati.
"Ohh,, kalau gitu mending mainnya sama si ular bulu aja sana, gak usah sama aku, heran deh sama si Dita kok bisa Sampek tepar padahal selama sama aku mainnya gak pernah lama" sahut Dara.
"Eh,, tunggu tunggu atau jangan jangan kamu pakai obat kuat mas,, upsss" lanjut Dara karena teringat ketika nyuci celananya Bagas, Dara Nemu bungkus obat, setelah ditelusuri di Mbah Google ternyata obat kuat.
"Sembarangan kamu kalau ngomong. Makanya kalau di hadapan suami itu harus wangi dandan yang cantik. Kan kalau lihat istri cantik mainnya tambah semangat. Terus rubah panggilan mu ke dita, enteng banget itu mulut bilang Dita ulet bulu. Harusnya tu kamu bersyukur karena Dita hamil kan kamu bisa anggap anak Dita anak kamu juga jadi meskipun kamu gak bisa mengandung tapi kamu bisa rasain gendong anak" ucap Bagas yang panjang kali lebar.
"Oh,, kamu mau punya istri cantik?, modalin dong mas!" Seru Dara sambil mengadahkan tangannya.
"Apa?, emang uang dari aku kurang?, makanya jadi istri itu harus pintar dalam mengelola keuangan. Banyak loh sekarang yang bisa mengalokasikan uang 10 ribu untuk sehari lah kamu aku jatah sehari 20 ribu masih sambat kurang aja " ucap Bagas yang melihat trend di aplikasi tok tok uang sepuluh ribu ditangan istri yang tepat.