NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Namun, sekarang situasinya berbeda. Mike membalas dengan sedikit nada yang terdengar mengejek. "Seharusnya gua yang nanya itu ke, elo."

Sanzio terdiam kesal mendengar jawaban Mike.

Mike kembali buka suara. "Dia sekarang istri lo."

Mike tidak akan berani mengatur istri bosnya secara detail, tetapi mereka baru saja bersama pagi ini, namun dalam sekejap Seana sudah tidak terlihat dimana pun.

Sanzio mengambil sebatang rokok, menarik napasnya. "Dia pergi mengantar beberapa dokumen ke Enfield Corporation." Katanya dengan nada dingin.

Mendengar itu kata-kata Sanzio, jantung Mike terasa berhenti berdetak. "Dokumen apa?."

Pemimpin Enfield Corporation, Angga Pramana selalu ingin menjilat kekuasaan Sanzio, dan dia adalah pria yang mesum. Melani tahu itu, jadi dia sengaja menghindari untuk datang ke sana. Lagi pula, Seana tidak tahu apa-apa tentang seorang Angga dan sifat buruknya. Akan jadi lebih buruk jika Seana yang bertemu dengan pria itu.

Sanzio memasang raut wajah dinginnya. "Lo seharusnya tau dia ada dimana. Siapa yang bertanggung jawab menangani urusan dengan Enfield Corporation?."

Mike terdiam. Berpikir bahwa Melani benar-benar ceroboh. "Maaf, saya akan segera menangani masalah ini." Katanya dengan bahasa yang formal. Mike mengakui kesalahannya pada Sanzio, lalu bergegas meninggalkan kantor Sanzio dan menghubungi ponsel Seana.

...

Sementara itu, Seana hendak naik bus. Tetapi ia menyadari bahwa dirinya tidak mengenakan masker, sehingga sopir menolak mengizinkannya masuk. Wanita itu kemudian bergegas membeli masker di toko terdekat, tetapi sebelum ia sempat membelinya.

Dia menerima panggilan telepon dari Mike. "Seana, kamu di mana sekarang?."

"Aku ada di toko di dekat halte bus. Tenang aja, mungkin sekitar setengah jam aku akan tiba di Enfield Corporation."

Mendengar jawaban Seana, Mike menghela napas lega. "Syukurlah, lebih baik kamu kembali ke perusahaan sekarang juga!."

"Hah?."

"Cepetan Seana! Pak Zio membutuhkan kamu untuk sesuatu."

Seana menjadi bingung. "Bukannya kak Melani yang ngurus semua keperluan Pak Zio? Apa lagi yang Pak Zio mau dari aku?." Seana menggerutu didalam hatinya, tetapi dia tetap setuju dengan perintah Mike. "Oke, aku ke balik ke kantor sekarang."

Setelah Seana menutup sambungan telepon tersebut, dia bergegas kembali ke perusahaan masih dengan membawa dokumen-dokumen tersebut. Ketika Seana keluar dari lift, Yunita menatapnya, tetapi Seana sama sekali tidak mengerti maksudnya.

Menyadari bahwa rapat Sanzio akan segera di mulai, Melani terlihat berjalan kembali dari gedung departemen lain. Tetapi karena melihat Seana masih membawa dokumen-dokumen itu, raut wajah Melani terlihat kesal dan berjalan cepat menyusul langkah Seana. "Lo dari tadi belum nganterin dokumen itu? Niat kerja ngga sih? Mau makan gaji buta lo? Apa lo pikir kerja itu main-main, hah?." Deretan pertanyaan tak berbobot itu keluar langsung dari mulut Melani. Dia juga terlihat marah, sembari melihat ke jam tangannya.

Mendengar suara Melani, Mike keluar dari kantornya dengan ekspresi dingin di wajahnya. "Melani!." Bentaknya.

Melani terkejut dan langsung terdiam, dia kemudian menyapa dengan senyum formal. "Pak Mike."

Mike berjalan menghampiri mereka, menatap tajam kearah Melani. "Apa kamu yang meminta Seana untuk mengantarkan dokumen itu ke Enfield Corporation?."

Tubuh Melani gemetar ketakutan, apalagi melihat tatapan tajam Mike mengarah padanya. Tetapi dia juga agak bingung. Bukankah itu wajar jika rekan kerja di departemen yang sama saling membantu? Meskipun Seana agak berbeda, karena dia adalah asisten Sanzio. Tetapi Seana adalah karyawan yang paling tidak sibuk di departemen itu, dan Seana juga terkadang menawarkan diri untuk membantu karyawan yang lain. Lagi pula, Seana hanya perlu waktu setengah jam untuk mengantarkan dokumen itu ke tempatnya.

Yang terpenting, Melani ingin Sanzio melihat betapa cakap dirinya dalam urusan pekerjaan.

Di bawah tatapan tajam Mike, Melani mengangguk ketakutan. "I-iya, Pak. Saya yang nyuruh Seana pergi. Tapi--"

Mike menoleh kearah Seana. "Bukannya kamu di suruh bikin makan siang buat Pak Zio?." Mike menyela perkataan Melani.

Namun, karena beberapa karyawan berjalan ke sana kemari dan mereka tertarik menonton keributan itu, jantung Seana berdebar, para karyawan itu seolah menatap Seana dengan skeptis.

Seana juga tercengang. Bukankah pernikahannya dengan Sanzio seharusnya dirahasiakan? Lalu mengapa Mike mengatakan hal itu dengan suara yang keras, dan kebetulan berada didepan karyawan yang lain?

Melihat Seana tidak bergerak, Mike kembali buka suara. "Apa yang kamu tunggu?."

"B-baik." Seana tersadar dari lamunannya dan mengangguk. Dibawah tatapan curiga Melani dan beberapa karyawan yang melihat, Seana cepat-cepat mengembalikan dokumen itu ke tangan Melani dan berjalan masuk ke lift berikutnya.

Hanya Mike, Melani dan Beberapa karyawan lainnya yang tersisa.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!