NovelToon NovelToon
Pewaris Kekuatan Dewa Api

Pewaris Kekuatan Dewa Api

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Harem / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Wang Qiu'er

Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.

Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.

Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Berita tentang pembantaian utusan Sekte Bunga Salju menyebar seperti api liar di seluruh wilayah Selatan dalam waktu kurang dari sehari. Burung pesan roh beterbangan ke segala penjuru, membawa cerita yang semakin dibesar-besarkan: “Tuan Muda Sampah keluarga Lin kini menjadi iblis api yang menelan qi musuh hidup-hidup!” “Dia membakar Tetua Agung Sekte Bunga Salju menjadi abu hanya dengan satu telapak tangan!”

Di paviliun utama keluarga Lin, suasana tegang. Para tetua berkumpul di aula besar, wajah mereka pucat. Patriark Lin Tianhao duduk di singgasana, tangannya memegang laporan batu suara yang baru saja diterima.

“Enam belas elder Sekte Bunga Salju tewas. Lin Xue’er lenyap tanpa sisa. Sekte mereka sudah mengumumkan perang terbuka terhadap keluarga Lin,” kata salah satu tetua dengan suara gemetar. “Mereka akan datang dengan pasukan penuh dalam tiga hari.”

Lin Tianhao menghela napas panjang. Matanya melirik ke arah Lin Feng yang duduk santai di kursi tamu sebelah kanan—posisi yang dulu hanya untuk pewaris utama.

“Feng’er… apa rencanamu?” tanyanya pelan.

Lin Feng menyesap teh panas yang sudah dingin karena aura apinya. “Ayah, keluarga Lin sudah terlalu lama bersembunyi di gunung ini. Aku akan pergi. Tapi sebelum itu… biarkan aku selesaikan urusan rumah tangga dulu.”

Ia berdiri. “Aku butuh tiga hari untuk mempersiapkan. Siapkan semua sumber daya terbaik keluarga. Aku akan tutup diri di gua terlarang.”

Tak ada yang berani membantah.

Malam itu, Lin Feng kembali ke gua tempat ia bertemu Yan Di Shen Zun. Di dalam ruangan besar yang dulu penuh abu, kini ada altar kecil yang ia buat sendiri dari batu obsidian.

Yan Di Shen Zun muncul sebagai bola api emas di depannya.

“Kau sudah siap untuk teknik ketiga tingkat, pewarisku,” kata suara kuno itu. “**Api Abadi Reinkarnasi – Tahap Dua: Tubuh Api Tak Hancur**. Tubuhmu akan menjadi api itu sendiri. Pedang tak bisa melukai, es tak bisa membekukan. Tapi… setiap kali kau mati, kau akan kehilangan sebagian jiwa. Gunakan dengan bijak.”

Lin Feng duduk bersila. Selama tiga hari tiga malam, ia tidak makan, tidak minum. Ia hanya menyerap. Batu roh kelas tinggi yang dibawa dari keluarga, pil-pil suci, bahkan beberapa artefak api kuno yang disembunyikan Patriark—semua dibakar menjadi bahan bakar.

Pada malam ketiga, tubuhnya meledak dalam nyala api keemasan. Kulitnya lenyap, digantikan oleh api murni yang berbentuk tubuh manusia. Meridiannya menjadi sungai lava, dantiannya menjadi lautan api tak bertepi.

**Breakthrough ke Tahap Tubuh Api Tak Hancur!**

Saat ia keluar gua di pagi hari keempat, seluruh Gunung Lin terasa panas. Daun-daun menguning, sungai kecil menguap.

Tapi begitu ia tiba di paviliun utama, masalah baru sudah menunggu.

Di halaman besar, seratus kultivator berjubah merah darah berdiri tegak. Di depan mereka, seorang pria paruh baya berjanggut api—Huo Zhan Tian, Patriark Klan Huo, kekuatan api terkuat di wilayah Selatan setelah keluarga Lin dulu.

Di sampingnya berdiri Huo Ling’er, putri tunggalnya yang cantik, berusia 16 tahun, dikenal sebagai Bakat Api Surgawi. Matanya dingin saat menatap Lin Feng.

Huo Zhan Tian melangkah maju, suaranya menggelegar seperti letusan gunung berapi.

“Lin Tianhao! Kau berani membunuh orang Sekte Bunga Salju di wilayah kami? Dan sekarang kau melindungi monster api ini? Klan Huo tidak akan diam saja!”

Lin Tianhao keluar dari aula, wajahnya tegang. “Patriark Huo, ini urusan internal keluarga Lin—”

“Internal?” Huo Zhan Tian tertawa keras. “Anak buanganmu ini memiliki teknik api yang bisa menelan qi orang lain! Itu melanggar Perjanjian Api Abadi kuno! Kami datang untuk membawa dia ke Klan Huo untuk diadili… atau dibunuh di sini!”

Lin Feng melangkah keluar dari kerumunan keluarga Lin. Aura Tubuh Api Tak Hancurnya membuat udara di sekitarnya berkelap-kelip seperti fatamorgana panas.

“Klan Huo,” katanya pelan, “kalian datang karena iri, bukan karena keadilan. Kalian dengar aku punya Api Abadi, dan kalian ingin merebutnya. Benar?”

Huo Zhan Tian menyipitkan mata. “Berani sekali bocah ingusan!”

Ia mengangkat tangan. **Tinju Api Surgawi – Letusan Gunung Berapi!**

Tinjunya menghantam udara. Sebuah bola api raksasa seukuran rumah muncul, meluncur ke arah Lin Feng dengan suara menggelegar, membakar udara hingga retak-retak.

Semua orang mundur ketakutan.

Tapi Lin Feng hanya mengulurkan satu tangan.

**Napas Api Jiwa – Serap Total Tahap Dua.**

Bola api raksasa itu langsung berhenti di depan telapak tangannya… lalu disedot masuk seperti air ke dalam spons. Api Klan Huo yang terkenal ganas itu berubah menjadi nutrisi murni bagi Tungku Api Abadi Lin Feng.

Huo Zhan Tian terhuyung mundur, wajahnya pucat. “Mustahil… api surgawiku… hilang begitu saja?!”

Lin Feng tersenyum dingin.

“Sekarang giliranku.”

Ia melangkah maju. Tubuhnya berubah menjadi api keemasan murni—**Tubuh Api Tak Hancur** sepenuhnya aktif. Pedang api yang dilempar dua elder Klan Huo langsung meleleh sebelum menyentuh tubuhnya.

Dalam sekejap, ia sudah berada di depan Huo Zhan Tian.

**Telapak Api Menghancurkan Tulang – Versi Api Abadi: Bakar Jiwa Klan.**

Satu tamparan ringan di dada Patriark Huo.

Api merah keemasan menyusup masuk. Huo Zhan Tian berteriak. Dantiannya yang selama puluhan tahun dibangun dengan teknik api klan langsung terbakar dari dalam. Ia jatuh berlutut, darah api keluar dari mulutnya.

“Berhenti!!” teriak Huo Ling’er sambil melompat maju. Ia mengeluarkan pedang api merah muda—artefak keluarga. “Jangan sentuh ayahku!”

Lin Feng menatap gadis itu. Cantik, berbakat, tapi masih muda dan sombong.

“Kau ingin menyelamatkan ayahmu?” tanyanya dingin. “Baik. Serahkan cincin penyimpanan Klan Huo-mu, dan aku akan biarkan dia hidup… sebagai cacat seumur hidup.”

Huo Ling’er menggigit bibir. Air mata marah mengalir di pipinya. Tapi ia tahu—kalau ayahnya mati, klan mereka hancur.

Dengan tangan gemetar, ia melepaskan cincin ruang angkasa dari jarinya dan melemparnya ke Lin Feng.

Lin Feng menangkapnya. Dengan satu sentuhan, ia membakar segel klan di dalam cincin dan mengambil semua isi—ribuan batu roh kelas tinggi, pil api suci, bahkan sebuah gulungan teknik **Api Naga Sembilan Kepala** tingkat surgawi.

Ia melempar cincin kosong kembali ke Huo Ling’er.

“Ambil ayahmu dan pergi. Katakan pada seluruh wilayah Selatan—Lin Feng bukan lagi Tuan Muda Sampah. Aku adalah Api Abadi yang akan membakar segala yang menghalangiku.”

Huo Zhan Tian dibopong oleh anak buahnya, tubuhnya lemah, dantiannya rusak permanen. Huo Ling’er menatap Lin Feng dengan campuran benci dan… rasa ingin tahu yang aneh.

Sebelum pergi, gadis itu berbisik pelan, hanya terdengar oleh Lin Feng.

“Kau… bukan manusia biasa. Suatu hari aku akan datang lagi. Dan kali itu… aku akan lebih kuat darimu.”

Lin Feng hanya tersenyum.

Setelah Klan Huo pergi dengan ekor di antara kaki, Lin Feng berbalik ke arah Patriark.

“Ayah, aku akan pergi besok pagi. Dunia ini terlalu sempit untuk api yang baru menyala. Aku akan ke Kota Kekaisaran, ke reruntuhan kuno, ke mana pun api membawaku.”

Lin Tianhao mengangguk pelan, matanya penuh kebanggaan yang tertahan.

“Jaga dirimu, Feng’er. Keluarga Lin… akan selalu menunggu kembalinya Api Abadi.”

Malam itu, Lin Feng berdiri di puncak gunung, menatap langit yang penuh bintang.

Di dalam dadanya, Yan Di Shen Zun bergumam.

“Petualangan sejati baru dimulai, anakku. Banyak rahasia kuno menunggu. Banyak musuh yang lebih kuat. Dan… banyak api lain yang ingin kau bakar.”

Lin Feng mengepalkan tangan.

“Biarkan mereka datang. Aku siap membakar semuanya.”

1
Dian Pravita Sari
gak gaya tamat Curtis ngambang srmua
Dian Pravita Sari
dlogok jarang gak teks aku pules kau smbil. links. gak tanggung jawab jgn hynkejst kontrak yo. lejat reputasi fukl th mana bagian boro konsumen mau aku protes biar do blek. list kmli
Lekat Wahyudi
😍👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍
Wang Chen: semoga terhibur ya kak
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
Wang Chen: terimakasih, kak.
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantap
Wang Chen: terimakasih kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Mulai baca
Wang Chen: selamat membaca kak
total 1 replies
Wang Chen
Jika suka dengan karya ini, jangan lupa kasih like, comment, share, subscribe, dan follow ya hehe
Wang Chen
bantu likom ya gess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!