Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko Ezzehock
Leon sampai di villa gurunya pada pukul 9 pagi. Selama sisa waktu sebelum berangkat ke planet galea, dia berencana untuk membeli cadangan stok persediaan restoran sebisanya.
Setelah dia memanaskan mesin mobil pickup, Leon membawa mobil turun untuk mencari toko grosir. Untuk satu toko grosir, Leon menghabiskan sekitar sepuluh juta rupiah untuk mengisi bak mobil. Dikarenakan mobil pickup gurunya memiliki bak tertutup, Leon dapat menyimpan semuanya ke dalam inventory ketika dia parkir di tepi jalan.
100 gram...
200 gram...
300 gram...
"Akhirnya tingkat kelima!"
Pada malam hari, Leon berhasil menembus tingkat lima setelah menggunakan tiga batu kristal besar. Masih ada sisa batu ketiga yang kini ukurannya berubah menjadi jauh lebih kecil. Tidak ingin menyia-nyiakannya, Leon menstabilkan peredaran energi di dalam tubuh yang kini bergejolak.
Setelah itu, Leon berbaring di kasur menunggu perasaan kantuk menguasai dirinya.
"Saldo rekeningku semakin sedikit. Hahhh..... Seharusnya aku membeli lebih banyak emas dari pak Zahed waktu itu."
...
...
...
Uhhh.....
"Tunggu sebentar."
Mengapa pikirannya tidak lebih fleksibel? Bukankah dia memiliki universe network?
Leon kemudian melakukan pencarian di universe network. Hasilnya tidak perlu diragukan lagi, banyak toko yang menjual emas disini. Mulai sekarang, jika Leon membutuhkan sesuatu, dia harus melihat universe network terlebih dahulu sebelum yang lainnya.
"Harga pasarannya 1 koin merah per gram. Jika dibandingkan harga kristal merah dengan emas di serikat bebas, ini jauh lebih murah."
Namun ketika Leon mencoba untuk mengubah filter pencarian, Leon hampir terjatuh dari kasur.
"1 koin merah per 100 gram?"
Leon telah mengubah filter pencarian untuk mengurutkan dari yang termurah, dan menemukan sebuah pedagang yang menjual emas batangan 100 gram dengan harga 1 koin merah. Namun tidak ada ulasan maupun historis pembelian emas ini.
Karena takut mengalami penipuan, Leon mencoba membeli dengan 1 koin merah dan memasukkan batangan 100 gram ke dalam analisis sistemnya.
"Ini benar-benar nyata."
Jika dalam skala bumi, emas tersebut termasuk dalam kategori emas 24 karat. Kemudian Leon mencoba untuk menghubungi sang pemilik toko.
"Halo tuan, terimakasih sudah bersedia melakukan pembelian di toko saya."
"Apa anda memiliki banyak stok?"
"Tentu saja tuan. Nama saya adalah Ezzehock. Saya memiliki perusahaan yang ditujukan untuk menambang material berharga dari asteroid terdekat......"
Mungkin karena senang dengan pembelian yang baru saja dilakukan Leon, pemilik toko itu menjelaskan kondisi dirinya.
Pemilik toko itu bernama Ezzehock. Dia merupakan seorang pengusaha besar dari sebuah peradaban semesta tingkat pertama. Berbeda dengan Ezzehock, anaknya dikatakan sangat berbakat dalam jalur kultivasi.
Namun tata surya tempat Ezzehock berasal minim akan sumber daya kultivasi, termasuk kristal mana. Karena Ezzehock menjual berbagai hal dalam harga yang sangat murah, termasuk emas batangan.
"Kalau begitu, selama anda tidak mengecewakan saya, saya akan menjadi pelanggan tetap toko anda."
"Percayakan semuanya padaku. Saya menjamin semua barang yang dijual di toko saya adalah hal yang nyata."
Setelah menutup komunikasi, Leon melakukan pembelian langsung sebesar 2 koin jingga. 1 koin jingga untuk batangan 100 gram, dan 1 koin jingga untuk batangan 1 kilogram. Kini, Leon memiliki emas batangan dengan total 200 kilogram!
Keesokan paginya, sambil mengisi stok persediaan restoran permata ungu, Leon juga menjual 5 kilogram emas di dua toko emas yang berbeda. Total saldo di rekeningnya kembali membengkak, melebihi angka sepuluh miliar.
tu
Namun bahkan setelah belanja banyak persediaan, ruang penyimpanan di dalam inventory masih menunjukkan angka 1%. Hal ini menunjukkan bahwa ruang sebesar satu kilometer kubik dapat menampung sangat-sangat banyak barang.
"Saatnya mengunjungi restoran."
Setelah membuka portal, Leon kemudian melangkah memasuki dunia yang dipenuhi banyak bahaya sekaligus peluang.
*****
"Hmmm, ini menjadi semakin baik."
Di dalam kamar apartemen, Leon membaca laporan harian yang dikirim oleh Viona, termasuk laporan mingguan yang dikirim kemarin. Dalam empat hari terakhir, pengunjung restoran telah stabil di angka lebih dari 200 orang setiap harinya. Laporan mingguan Viona juga mengungkapkan jumlah pengunjung selama tujuh hari terakhir mencapai lebih dari seribu orang!
Sesuai dugaan Leon, Viona juga telah mempekerjakan beberapa pekerja paruh waktu. Leon sudah menduganya ketika dia melihat jumlah peningkatan koin bintang ungu di dalam saldo sistem. Dengan ini Leon telah memastikan bahwa pekerja paruh waktu juga termasuk bagian dari progress misi.
Berbeda dengan kontrak kerja Viona, pegawai lain bekerja setiap hari. Namun Leon tidak begitu kejam untuk tidak memberikan mereka hari libur. Dalam satu bulan, para pegawai memiliki jumlah hari libur sebanyak lima hari. Mereka dapat memutuskan harinya, namun, mereka harus mengajukannya kepada Viona minimal tiga hari sebelum waktu yang ditentukan.
"Apa yang ingin anda pesan pak?"
Karena waiters ini merupakan karyawan baru, dia tidak mengetahui bahwa orang yang duduk di meja adalah pemilik restoran.
"Saya mau satu porsi indahmie mie goreng."
"Pesanan diterima. Silahkan menunggu selama beberapa saat."
Meskipun jumlah pengunjung restoran sangat ramai, pesanan Leon tiba kurang dari sepuluh menit saja.
"Mmmm... Mereka melakukannya sesuai instruksi."
Leon bisa tahu dari rasa mie yang tersebar secara merata.
Sebelumnya, Leon telah menginstruksikan para koki untuk tidak memasak pesanan secara sekaligus, melainkan per porsi, yaitu dua bungkus indahmie.
Setelah membayar makanannya, Leon memasuki gudang. Kemudian dia mengisi kembali stok hingga gudang penuh. Berdasarkan perhitungan Leon, jika pengunjung restoran mencapai angka 300 setiap harinya, stok hanya dapat bertahan selama sekitar dua minggu.
"Aku kembali Viona. Bagaimana kabarmu?"
Leon memasuki ruangan manager dan menyapa Viona yang tengah istirahat sambil menikmati porsi indahmie mie kari.
"Selamat datang pak Leon. Maafkan saya karena tidak menyadari kedatangan anda."
"Tidak masalah. Duduklah dan nikmati makanannya. Tidak perlu khawatir."
Setelah Viona menghabiskan mangkuknya, Viona menjelaskan detail-detail kecil terkait restoran permata ungu.
"Kemudian pak Leon, kapan pengiriman barang di gudang datang?"
"Ohh, gudang sudah terisi penuh. Anda tidak perlu mengkhawatirkan perihal gudang. Cukup memisahkan dan mengatur agar stok lama dipakai terlebih dahulu."
"Baik pak Leon."
Viona tentu menyadari keanehan ini. Namun sisi baiknya adalah Viona tidak mempertanyakan lebih dalam dan menerima begitu saja ketika Leon berkata stok gudang sudah diisi ulang.
"Saya ingin anda merekrut seorang teknisi yang ahli dalam bidang elektronik. Tugasnya adalah memperbaiki dan merawat peralatan di restoran kita. Namun karena semua peralatan kita masih baru, saya ingin dia membuat sebuah alat untuk restoran."
Kemudian Leon menyerahkan beberapa lembar halaman berisi rancangan kasar rice cooker berukuran besar.
Selama berada di kota Erulean, Leon tidak menemukan alat penanak nasi. Mungkin karena cukup sulit untuk menanam padi di dunia ini.
Ketika Leon pertama kali tiba di dunia ini, dia memasak nasi dengan menggunakan sebuah panci, kemudian memanaskannya dengan kompor listrik. Namun nasi jadi, hasilnya tidak terlalu baik.
"Kapan tenggat waktunya pak?"
"Tidak ada tenggat waktu. Ini bukan hal yang mendesak."
Restoran baru berjalan sekitar satu minggu, sehingga Leon tidak menemukan alasan untuk terburu-buru membuat menu baru. Selain itu, restoran mereka tidak memiliki saingan dengan menu yang sama, bahkan dari segi harga.
"Ngomong-ngomong, saya membawa oleh-oleh."
Dengan penutup ranselnya, Leon mengeluarkan satu kotak bolu Emanda dari dalam inventory. Sementara Leon menyuruh Viona memanggil karyawan yang sedang istirahat, Leon membuat potongan-potongan kecil pada bolu.
"Mmm.... Ini sangat enak pak!"
"Aku dapat mati dengan tenang."
"Apakah ini mahal bos?"
Jam makan siang sudah lama berlalu. Karena pengunjung mulai berkurang pada jam-jam ini, karyawan dapat beristirahat secara bergantian.
"Hahahaha, enak bukan? Saya masih memiliki empat kotak lagi. Viona, tolong simpan di freezer dan atur agar semua orang kebagian kue."
"Terimakasih pak!"