NovelToon NovelToon
Still You

Still You

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Tiga tahun lalu, Caliandra Adiyaksa memilih pergi.
Bukan karena ia tak lagi mencintai Arka Wiryamanta,
tapi karena cinta mereka berdiri di atas luka dan darah masa lalu.

Kini ia kembali, bukan sebagai gadis yang rapuh.
Ia hadir sebagai wanita mandiri dengan kerajaan bisnisnya sendiri.

Arka mengira waktu akan menghapus namanya.
Nyatanya, tidak ada satu hari pun ia berhenti mencintainya.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali dalam dunia bisnis,
gengsi, dendam lama, dan seorang pria bernama Kenzy Maheswara
berdiri di antara mereka.

Arka hanya tahu satu hal,
dari semua perempuan yang datang dan pergi,
hanya satu yang mampu mengacaukan hatinya.

Still you.

Tapi kali ini…
apakah Caliandra masih memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Identitas yang Kembali

Gelap.

Namun bukan gelap yang menakutkan.

Melainkan gelap yang hangat.

Di dalam kesunyian itu, Aurora berjalan pelan.

Ia melihat dirinya kecil.

Tertawa.

Berlari di taman.

Seorang pria mengangkatnya tinggi.

“Cali… jangan lari jauh-jauh,” suara itu lembut.

Cali.

Bukan Ara.

Bukan Aurora.

Caliandra.

Ia melihat wajah pria itu kini jelas.

Adiyaksa.

Ayahnya.

Senyumnya hangat. Pelukannya kokoh.

Di sampingnya, seorang wanita tersenyum lembut.

Ibunya.!!!

Angin sore berhembus, membawa aroma masa kecil yang bahagia.

Lalu…

Hujan turun.

Cahaya lampu mobil menyilaukan.

Benturan keras.

Tubuh ayahnya terjatuh.

Darah.

Tangannya yang kecil menggenggam baju ayahnya.

“Ayah…”

Tangisan kecil yang teredam hujan.

Dan di kejauhan….

seorang pria berdiri kaku.

 Surya Pradana.

Semua potongan itu menyatu.

Tak lagi samar.

Tak lagi kabur.

Memori itu kembali.

Monitor jantung berbunyi stabil.

Aurora sudah di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP.

Arka tertidur dengan kepala bersandar di tepi ranjang.

Tangannya masih menggenggam tangan Aurora.

Perlahan…

Jari Aurora bergerak.

Matanya terbuka.

Cahaya terasa asing.

Namun ingatannya kini utuh.

Lengkap.

Dan menyakitkan.

Air mata jatuh dari sudut matanya.

Arka terbangun.

 “Ara?”

Ia mendekat cepat.

“Kau dengar aku? Ara?”

Aurora menatapnya lama.

Tatapan itu berbeda.

Tenang.

Namun jauh.

“Aku sudah mengingat semuanya,” suaranya serak.

Arka membeku.

“Ingatan masa kecilku….Papa….Mama…Hujan malam itu.”

Jantung Arka terasa diremas.

Wiryamanta yang berdiri di sudut ruangan mendekat perlahan.

Aurora menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Tidak ada teriakan.

Tidak ada amarah meledak.

Hanya luka yang dalam.

“Aku bukan Aurora Salsabila Pradana,” ucapnya pelan tapi tegas.

Ruangan terasa sesak.

 “Namaku….Caliandra Adiyaksa.”

Nama itu menggema.

Seperti keputusan.

Seperti penghakiman.

Cinta dan Luka

Arka menggenggam tangannya lebih erat.

 “Kita bisa melewati ini…”

Caliandra menutup mata sebentar.

Air mata kembali jatuh.

“Aku mencintaimu.”

Kalimat itu membuat dada Arka menghangat.

“Tapi setiap kali aku melihatmu… aku melihat keluarga yang merenggut keluargaku.”

 Sunyi.

 “Ini bukan salahmu,” lanjutnya lirih.

“Tapi aku tidak cukup kuat untuk tetap tinggal.”

Arka tidak pernah merasa selemah ini.

“Jangan pergi…”

Suaranya hampir seperti anak kecil yang takut ditinggalkan.

Caliandra tersenyum tipis.

Senyum yang indah.

Namun menyakitkan.

" Biarkan waktu menyembuhkan ku"

 Beberapa minggu kemudian…

Caliandra berdiri di depan makam Adiyaksa dan ibunya.

Ia sudah mengganti namanya secara resmi.

Dokumen.

Identitas.

Semua kembali pada yang seharusnya.

"Papa...Mama...Aku sudah kembali.

Caliandra kalian sekarang sudah dewasa.

Bukan lagi gadis kecil yang menjadi pion orang lain."

 Surya berada di tahanan.

Hukuman seumur Hidup menanti ….

 Wiryamanta datang dari jauh ke makam adiyaksa, namun tidak berani mendekat.

Ia hanya berdiri.

Menunduk.

Caliandra tidak menatapnya.

Tidak membencinya dengan teriakan.

Tidak memaafkannya juga.

Ia hanya memilih menjauh.

Karena terkadang, pergi adalah bentuk perlindungan diri.

 Di bandara

Arka berdiri di hadapannya.

Tanpa jas mahal.

Tanpa sikap dingin.

Hanya seorang pria yang mencintai.

“Apa ini perpisahan?” tanyanya lirih.

Caliandra menggeleng pelan.

“Ini bukan akhir.”

Ia menyentuh dada Arka.

“Kalau memang takdir mempertemukan kita lagi… itu akan terjadi saat aku sudah tidak lagi dipenuhi luka.”

Arka memejamkan mata.

Menerima.

Dengan berat hati.

 “Perhatian kepada seluruh penumpang penerbangan JT 308,

Boarding akan segera dimulai.

Kami mempersilakan penumpang untuk segera menuju Gate 7.

Pintu keberangkatan akan ditutup lima belas menit sebelum jadwal lepas landas.”

 Suara itu menggema di seluruh ruang tunggu.

Terlalu jelas. Terlalu nyata.

Dan bagi seseorang… itu bukan sekadar pengumuman.

Itu adalah hitungan mundur untuk sebuah perpisahan.

Caliandra melangkah pergi.

Tidak menoleh.

Karena jika ia menoleh… ia mungkin tidak akan kuat.

Arka berdiri lama di sana.

Sampai wujud Cali hilang dari pandangan matanya.

Kini ia mengerti.

Cinta bukan selalu tentang memiliki.

Terkadang cinta adalah membiarkan seseorang pergi untuk menyembuhkan dirinya.

Dan di langit yang luas itu,

Seorang gadis bernama Caliandra Adiyaksa memulai hidupnya kembali.

Tanpa dendam.

Tanpa kebencian.

Hanya dengan harapan bahwa suatu hari…

cinta bisa menemukan jalannya tanpa darah.

1
Azahra Wicaksono
👏👏 happy ending 🥰
Retno Isusiloningtyas
aaaaaaa.....
😭😭😭
Azahra Wicaksono
bagus banget thorr nangis aku tuh😭 kasian Aurora
Azahra Wicaksono
suka banget visualnya thorrr😍
Agustin Hariyani: terimakasih readers ku...
total 1 replies
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr👍
Azahra Wicaksono
seru bangettt thorrr, lanjutttt
Azahra Wicaksono
suka bangetttt😍
Azahra Wicaksono
makin seru thorrr🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!