NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:806
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pesan itu tersampaikan dan Shena langsung membacanya. Shena terdiam ketika membacanya. Ia belum mau membalasnya. Ia sebenarnya masih marah namun bukan karena itu alasan ia tak mau membalas. Shena takut dengan kebenaran bahwa Ello lebih perduli dan perhatian kepada Dian. Ia takut mengetahui kalau hati Ello telah berpindah kepada Dian. Jadi ia mengabaikan pesan itu.

.

.

.

Siang harinya Shena sudah di bolehkan pulang. Andrew membantunya beres-beres. Shena teringat sesuatu tentang boneka labubu. Ia bertanya pada Ello. "Apa kau tahu dimana bisa dapat boneka ini secara cepat tanpa harus beli blind box?" Shena menampilkan foto di layar hp nya.

Andrew mengambil hp Shena untuk melihat lebih jelas. "Ahhh.... Aku tahu cara tercepat untuk dapat boneka ini".

"Benarkah?" Tanya Shena antusias.

"Tentu saja. Kirim foto itu kepadaku". Ucap Andrew percaya diri. Ia mencatat nomor ponselnya di hp Shena. Shena lalu mengirimkan foto itu kepada Andrew.

"Apa aku bisa dapatkan boneka itu hari ini juga?" Tanya Shena penuh harap.

"Ahh, my Hero. Kau tenang saja, serahkan semua padaku" ucap Andrew percaya diri sambil menepuk-nepuk dadanya. Mereka lalu pulang.

.

.

.

Malam harinya bell pintu rumah Shena berbunyi. Shena melihat di layar dan itu adalah Andrew. Dia sangat senang. Ia langsung membukakan pintunya. "Drew, kau sudah dapatkan bonekanya?" Tanya Shena antusias.

Andrew mengangkat tangan kirinya dan menggoyangkan totbag kedepan wajah Shena. "Tentu saja". Ia tersenyum bangga.

Andrew memberikan totbag itu pada Shena. Shena menerimanya dengan senang. Andrew sedikit tertawa melihat Shena senang. "Apa kau sebahagia itu dapat boneka ini?"

"Tentu saja" jawab Shena penuh senyum di wajahnya. "Bagaimana cara kau mendapatkannya? Ku dengar cukup sulit untuk mendapatkannya dan harganya sangat mahal". Lanjut Shena.

Andrew menggaruk tengkuk kepalanya memikirkan kalimat yang mengesankan untuk Shena. "Ahhh benar. Aku berlari ke sana kemari mencarinya demi dirimu. Bukankah aku sangat baik kepadamu?" Ucapnya bangga. Itu bohong. Sebenarnya Andrew mendapatkan itu dari para wanita yang tergila-gila kepadanya di sekolah. Ia memajang foto boneka itu di sosial medianya dengan caption "jika ada perempuan yang memberikan sepasang gantungan boneka ini aku akan mengajaknya berkencan 1 hari. Hanya 1 orang tercepat" dan tentu saja tak butuh waktu lama Andrew mendapatkannya. Ia bangga dengan wajah tampannya yang bisa menaklukkan banyak wanita.

"Ahhh, aku pasti sangat merepotkan mu. Maafkan aku. Biar aku ganti uangnya". Ucap Shena merasa bersalah.

"Tidak perlu" sahut Andrew sambil melambaikan tangannya di depan dada. "Beri saja aku makan malam. Aku sangat lapar" ia mengelus perutnya.

Shena tersenyum dan mengangguk setuju. Ia mengajak Andrew masuk. Rumah ini cukup sepi. Andrew bertanya. "Dimana orang tuamu?".

Shena meletakkan totbag itu ke atas sofa dan menjawab santai. "Ibuku sudah meninggal saat aku usia 10 tahun. Ayahku jarang pulang, dia pergi bekerja".

Andrew seketika merasa bersalah. "Ah, maaf. Aku tidak tahu".

"Tidak apa". Jawab Shena singkat. "Drew, kita pesan saja ya. Aku tidak bisa memasak. Biasanya aku selalu beli makan di luar" lanjut Shena.

"Aku bisa memasak" ucap drew.

"Tidak ada yang bisa di masak di rumah ku" ucap Shena tak enak hati.

"Kalau gitu kita beli dulu ke supermarket di depan". Usul Drew.

Shena menganggukkan kepalanya. "Aku ambil jaket dulu". Drew menganggukkan kepalanya.

Mereka tiba di supermarket. Drew bertanya. "Apa saja bumbu masakan yang ada di rumahmu?"

"Hah?" Shena bingung. "Eee.... Apa ya? Ku pikir tidak ada kecuali air..." Ia menyengir kepada Andrew.

Andrew mengacak puncak kepala Shena gemas. Ia mengambil keranjang belanja dan memilih apa saja yang mau di beli. Shena mengekor di belakang. "Ini namanya sawi. Apa kau tahu?"

"Tentu saja. Kau pikir aku bodoh" sahut Shena tak terima. "Ini tomat, ini kol, ini ubi" lanjutnya.

Drew terkekeh. "Orang menyebutnya kentang, bukan ubi".

"A... Heheh" Shena nyengir karena sedikit malu. Jujur saja ia tak tahu menahu tentang nama dan jenis sayuran. Yang ia tahu hanya jenis makanan siap saji.

Shena memperhatikan dengan penuh minat apa saja yang Drew ambil. Ada banyak hal, seperti bumbu dan sayuran. Ah iya, Drew juga mengambil daging ayam. Dirasa sudah cukup, mereka selesai berbelanja.

Drew memasak dengan penuh keterampilan. Dia terlihat mahir. Shena terkagum-kagum dan sangat antusias melihat Drew memasak. Semakin Shena antusias semakin Drew semangat menunjukkan keahliannya. "Wuahhhhh.... Kau benar-benar sangat hebat" Shena tersenyum senang sambil mengacungkan kedua jempolnya. Dia bahkan bertepuk tangan beberapa kali saking antusiasnya.

Drew menyelesaikan masakannya. Shena duduk di meja makan tak sabar mencicipi masakan Drew. Drew kemudian menyajikan chiken katsu di meja makan. "Selamat makan" ucap drew.

"Selamat makan" ucap Shena. Shena memasukkan satu potongan ayam ke dalam mulutnya. Ekspresinya menjelaskan segalanya. "Drew ini sangat enak. Kau luar biasa".

Drew senang dan bangga mendengarnya. "Tentu saja. Masakanku tidak perlu diragukan".

"Dari mana kau belajar memasak?" Tanya Shena penasaran.

"Dari ibuku. Dia sangat pandai memasak" jawab Drew.

"Ahh.... Sepertinya sangat menyenangkan jika ibumu mengajarimu memasak" ucap Shena.

"Aku bisa meminta ibuku mengajarimu memasak. Dia sangat baik" ucap Drew.

Shena antusias mendengarnya. "Benarkah? Aku mau Drew".

Drew tersenyum dan berkata. "Akan ku kabari padamu nanti ya".

"Eum...." Shena tersenyum dan mengangguk.

.

.

.

Keesokan harinya. Shena sudah berdiri di depan gerbang menunggu Arsen. Hari ini ia memakai kupluk warna pink muda untuk menutupi perban di kepalanya. Sebenarnya jalannya sedikit tertatih karena memar di perutnya masih terasa sakit. Tapi ia menahan diri. Ia baru masuk 2 hari, tidak baik izin terlalu lama.

Arsen melihat Shena berdiri di depan gerbang sekolah. Ia meminta sopir menurunkannya di sana. Arsen sangat senang dan bersemangat. Ia turun dari mobil dan segera menghampiri Shena. "Akhirnya babu ini mengerjakan tugasnya".

Shena memandangnya sengit. "Ini" ia melemparkan totbag berisi boneka labubu itu di dada Arsen. "Kau tidak boleh memakai kekerasan terhadap majikan mu". Ucap Arsen dengan nada naik setengah oktaf. Shena diam, cemberut tak bersuara.

Arsen melepaskan tasnya dan melemparnya kepada Shena. Shena menangkapnya. "Uhh...". Ia mengaduh sedikit kesakitan. Itu sangat berat. "Apa isi tas mu?" Tanya Shena sengit.

"Hanya sepuluh buku tebal" jawab Arsen enteng dan berlalu meninggalkan Shena.

Shena tercengang mendengarnya dan meremehkan. "Heh, kau bahkan tidak pernah bangun di jam pelajaran".

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!