NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

.

.

.

Chapter Sebelumnya :

Saat ia berada diluar kamar tersebut, Melvin dapat mendengar suara pekikan senang dari wanita penghibur itu yang sedang menghitung jumlah koin emas yang ia tadi berikan.

***

Dengan tatapan matanya yang tajam Melvin pun langsung menuruni tangga club itu secara perlahan. Lalu, saat ia telah berada di lantai bawah club tersebut, ia pun langsung melihat pantulan bayangan dirinya pada sebuah cermin.

'Waktunya untuk berubah.'

Seperti yang biasa ia lakukan sebelum-sebelumnya, saat ia melaksanakan misi penyamaran dari organisasinya.

Dalam sekejap, Melvin telah mengubah penampilannya menjadi berantakan, dengan dua kancing kemeja teratasnya yang ia biarkan terbuka, bagian bawah kemejanya yang ia keluarkan, dan rambutnya yang acak-acakan karena sapuan jemari tangannya, .

Sembari menerima botol minuman keras yang tadi telah ia pesan kepada pelayan klub tersebut. Dan lalu, ia pun menumpahkan setengah dari cairan minuman tersebut pada kemejanya, membuat tubuhnya mengguarkan bau dari minuman tersebut. Dan membuang setengahnya lagi pada salah satu gelas kosong di dekatnya.

Kemudian Melvin pun, memakai kembali mantel hitam yang tadi ia biarkan terjatuh di lantai, untuk menutupi pakaiannya yang basah.

'Ah, sialan.' itulah yang ada dipikiran Melvin saat melihat penampilannya kini.

Sekarang ia benar-benar terlihat seperti seorang kriminal, bangsawan yang sering mabuk-mabukan dan mencari kesenangan sesaat, seperti yang sering dikatakan oleh banyak orang.

Sebenarnya, bukan penampilan seperti ini yang ingin ia tunjukkan saat bertemu dan berkenalan dengan Arabella Winston. Setidaknya ia ingin sebuah pertemuan pertama yang berkesan dan akan selalu diingat oleh gadis bangsawan Winston itu.

Tapi, sepertinya hal itu tak lagi penting baginya, karena yang ia pikirkan adalah menolong Bella yang sedang dalam bahaya di luar sana.

Sambil mengeluarkan dompetnya dari celana bahanya yang lalu ia simpan di saku mantelnya. Padahal dompet itu masih terisi dengan beberapa koin emas yang cukup banyak, yang membuat Melvin meringis merasa menyesal harus menjadikan benda itu sebagai umpan.

Tanpa harus menunggu lama, Max pun langsung berjalan ke depan pintu keluar club tersebut dengan lengan tangannya yang ia gulung hingga siku, sambil membawa botol minuman keras yang telah kosong itu.

Dengan menendang pintu keluar club tersebut dengan keras, Melvin pun mulai melancarkan aktingnya sebagai seorang pria pengacau, yang biasanya sering ia lakukan.

***

Dengan siulan nakal dan menggoda, serta tatapan mesum dan tawa mengejek dari para gerombolan itu yang tak hentinya semakin membuat Bella ketakutan dan menyadari jika para pria pengacau itu masih dalam pengaruh alkohol sisa pesta semalam.

Walaupun begitu Bella masih mengharapkan seseorang akan datang menolongnya dari para pria Exile Land, apalagi sejak tadi ia sulit meminta tolong pada supirnya yang berada di mobil, yang cukup jauh dari tempatnya kini.

Mencoba untuk berusaha membebaskan dirinya bersama pelayanya, Bella memberanikan dirinya untuk bernegosiasi dengan para pria tersebut.

"A-Ayolah, to-tolong menyingkirlah, tuan! ka-kami harus pergi sekarang." dengan suara bergetar Bella membujuk gerombolan tersebut untuk melepaskan dirinya dan juga pelayannya.

Mendengar nada bergetar penuh ketakutan yang keluar dari mulut Bella, membuat gerombolan tersebut semakin gencar mendekati kedua perempuan itu.

"Memangnya kau ingin pergi kemana, nona cantik?" kata salah seorang dari gerombolan tersebut, mencoba menyentuh wajah Bella yang langsung ditepis oleh perempuan itu.

Sampai sebuah teriakan menggelegar seseorang menarik perhatian para pria pengacau Exile Land yang mengepung Bella dan pelayannya, begitu juga dengan Bella yang pelayannya yang langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.

"Siapkan mobilku... sekarang!" teriak seorang pria yang baru keluar dari sebuah club yang cukup dekat dari tempat mereka.

Terlihat sekali jika pria yang memiliki tubuh tinggi, gagah, dan berpakaian serba hitam itu sedang dalam keadaan mabuk. Apalagi jalannya yang sempoyongan, sangat memperlihatkan seberapa mabuk nya pria tersebut.

"Auw... " rintih pria itu sambil menghalau teriknya sinar matahari yang mengenai matanya dengan meletakkan tangannya di atas alisnya, sambil memindai ke seluruh sudut tempat itu.

"Hei, kau yang disana!" tiba-tiba saja pria itu berteriak sambil menunjuk salah seorang anggota dari gerombolan yang mengepung Bella, dengan botol minuman keras di tangannya.

"Yaak... Kau cepat siapkan mobil untukku!" perintah pria itu angkuh diiringi dengan nada mencemooh.

"Karena urusan ku disini telah selesai." sambung pria itu disertai dengan tawa sinis, yang membuatnya seolah-olah sedang menyembunyikan kenyataan bahwa ia mabuk dan enggan untuk meninggalkan tempat maksiat itu.

'Oh... Ya Tuhan." batin Bella.

Saat mulai sadar dari ke terpesonaannya terhadap aura maskulin yang mengguar dari pria bangsawan bejat itu.

Tapi, pesona pria itu memang tak diragukan lagi. Walaupun dengan penampilannya yang sangat berantakan seperti setan bengis. Bella menyadari bahwa pria itu tak hanya tampan saja, tapi juga sangat menawan dan berbahaya.

Bella juga merasakan sebuah perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya dan itu membuatnya menundukkan wajahnya ke bawah, saat pria itu berjalan mendekat kearah mereka, menantang para gerombolan itu.

"Hei, Apa kau tuli?" bentak pria itu dengan penuh kekesalan. Tampaknya pria mabuk itu belum menyadari bahwa dirinya kini berada dalam bahaya.

Melihat tingkah laku pria mabuk di hadapannya membuat salah satu anggota gerombolan yang sejak tadi di bentak oleh Duke of Rostown atau Melvin Blastorios itu terperangah dan lalu tertawa keras.

"Hei, lihat. Siapa orang bodoh sialan ini?" kata anggota itu dengan sinis. Membuat keempat temannya itu mau tak mau memperhatikan pria mabuk itu, sejak tadi telah mengganggu kegiatan mereka, dengan sikap konyolnya.

"Huh... Apakah kalian ingin menolak perintah dari seseorang yang memiliki derajat lebih tinggi dari kalian?" kata sang Duke yang mabuk itu menantang para gerombolan itu, dengan aksen aristokratnya meluncur dengan penuh penghinaan terhadap mereka.

"Oh, tidak. apa dia gila?" bisik Bella pelan seraya melirik kearah pria tampan yang mabuk itu.

Tapi, secara bersamaan, Bella dapat merasakan cengkraman erat Kate pelayannya, pada lengannya. Membuat keduanya saling bertukar pandang.

'Apa yang dipikirkan pria itu? Apa dia sedang menyerahkan nyawanya sendiri?' Itulah yang kini dipikirkan oleh kedua perempuan itu.

"Apa kau bicara padaku, bodoh?" bentak salah satu anggota gerombolan itu tepat di depan wajah Melvin, sambil mencengkram erat kerah baju milik pria itu.

"Tentu saja aku bicara pada kalian semua, dasar bedebah. ciuh..." jawab Melvin dengan dengan gaya mabuknya yang terlihat angkuh, dan kemudian meludahi wajah anggota gerombolan pengacau yang menarik kerahasiaan bajunya itu.

Secara bersamaan sebuah pukulan keras menghantam tubuh kekar milik pria keturunan Blastorios itu. Membuat Bella beserta pelayannya terpekik kaget.

"Brengsek..." umpat Melvin saat merasakan sakit pada perutnya karena tinju yang diberikan oleh laki-laki di hadapannya itu.

Membuat tubuhnya terhuyung ke belakang, dan menjatuhkan dompet di kantongnya ke bawah, sehingga koin-koin emas di dalamnya berjatuhan dan menggelinding ke sana-kemari, mengelilingi sepatu hitamnya yang mengkilap.

***

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!