Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pai Telur
Hwang zin tidak melihat hal nakal yg dilakukan Zhao Yun untuk menarik pelanggan baru baginya.
Dia masuk ke kedai dengan nampan berisi kue telur,saat dia membawa masuk, Zhao Yun dan yg lainnya segera melihat kearahnya.
Bau kue itu sangat harum saat baru dipanggang.
"Saudara ku aku ingin 10!" Teriak Zhao Yun cepat takut dia tak akan kebagian.
Hwang Zin berkata dia tau dan menyiapkan 2 kotak bambu ,dia menaruh 10 kue panas ke dalamnya.
Lalu membuat lagi 10 kue untuk Zhao Yun.loyang muat 30 kue jadi sisa 10 kue untuk dijual kembali.Zhao Yun pergi dengan wajah bahagia bersama pelayan kecilnya.
Hang Si menerima kue yg masih hangat dan melihat Hwang zin dengan ragu.anak itu juga melihatnya, ragu-ragu dan bertanya." Ada apa?"
"Tidak apa-apa...aku pergi dulu..."Hang Si menggelengkan kepalanya ,dan pergi setelah membayar 32 sen.
Dikediaman Song pukul 11 siang.
"kenapa lama sekali....?!"tanya Song Hye dengan tak puas,pada prajurit kecil adiknya.
"Maaf Boss kecil baru memasaknya jadi agak lama,ini dia masih hangat,bos berkata akan lebih enak jika masih hangat...."jelas Hang Si dengan hati-hati, dia menaruh bungkusan dimeja dan bergegas minggir.
Song Wen membuka bungkusan dan melihat ada pai telur yg memang masih hangat.dia mengambilnya dan memakannya dengan lahap.
Ini,benar ,lebih renyah dan sausnya meleleh saat dimakan.
Song Wen segera mengambilnya untuk saudaranya."Kakak cobalah!ini lebih enak dari kemarin!"
Song Hye hanya mengambilnya dan makan sedikit, namun dia harus mengakui bahwa kue ini enak."Ini ...Enak,pantas saja kamu menyukainya..."
"Bos kecil pandai membuatnya..." Puji Song Wen dengan puas,dia mengambil kue lagi ,saat dia mendongak dia melihat bahwa wajah prajurit kecil mengerut.
"...Ada apa?"tanyanya dengan wajah cemberut.Hang Si menyentuh hidungnya Canggung.
"Saya melihat banyak menu lain disana tapi saya lupa bertanya juga...."jelasnya dengan jujur.Tapi dia tak tau apa Tuan nya mau mencoba air dingin itu.
Melihat dia tak menyelesaikan kata-katanya membuat ke dua Tuan muda Song tak sabar."Apa..? katakan saja?"
"Saya tadi bertemu dengan tuan muda Zhao ,boss kecil dan dia sepertinya berteman...."jelasnya hati-hati,lalu mengatakan soal air dingin."Dia memesan air dingin pada bos dan saya juga..."
Air dingin? Itu hanya air dan es yg biasa dijual dipasar bukan.Song Wen tak terlalu perduli."....Lalu apa masalah..?"
"...air dingin itu enak,terasa manis dan asam dan biji-bijian yg rasanya renyah dan manis...."Hang Si menyentuh hidungnya malu.
"Apakah Enak.....?" Tanya Song Wen penasaran, prajurit kecil itu mengangguk cepat." Itu Enak tuan,tapi penampilan agak menganggu...."
"Hah?" Song Wen menjadi semakin penasaran,dia ingin mencobanya juga."....Belilah besok!dan coba hidangan yg lainnya..."
"Baik tuan...."jawabannya dengan lega.dia punya alasan lain pergi untuk mencoba menu lainnya.
Ke esoknya Harinya Hang Si datang lebih awal pukul 8 pagi, saat itu didepan kedai sudah banyak pembeli yang Menganti.
sekarang dia tau kenapa siang kemarin semuanya sudah habis.
Hwang zin melayani setiap orang dengan cekatan,para paman bibi dan anak-anak berbaris dengan rapi.
"Bibi ini tahu milikmu...."Dia memberikan kantung bambu padanya,bibi itu menerima dan memberikan uang pas."Terimakasih Zin.an ini uangnya..."
"Baiklah jalan perlahan..."Hwang zin menerimanya dan meminta hati-hati saat pulang.
"Saudara ku aku ingin kue telur 3 !"teriak bocah laki-laki tangan terangkat membawa uang.takut dia tak bisa melihatnya.
"Baiklah ..."Hang zin tertawa dan mengambil uang itu,dia melihat bahwa hanya ada 5 koin ,anak ini selalu memesan lebih dari uang yg dia bawa.
Dia tak mempermasalahkannya,apa lagi saat tau anak ini kadang mengemis dijalan dan hanya hidup dengan neneknya yg sudah tua yg tak bisa berjalan dengan baik.
Juga seperti anak ini tak mengerti soal menghitung dan membaca.
"Bawalah hati-hati jangan sampai jatuh!"nasehat nya ,anak itu mengambil kertas minyak dan berkata dia akan hati-hati.
Melihat semua sudah hampir membeli,Hang Si yg berdiri diurutan ke 4 merasa cemas.apa dia akan kebagian.
Beberapa-beberapa menit kemudian giliran nya.Hwang Zin melihatnya dengan tawa kecil."Oh kamu lagi...."
Hang si tersenyum." Bos kecil apa kamu memiliki hidangan lainnya..?"
"Ada bakwan sayur,yg terbuat dari tepung dan sayuran digoreng dengan renyah..."Hwang zin membuka tutup kayu,
Prajurit itu melihat bakwan sayuran yg berwarna keemasan dan nampak sangat enak,dia tanpa sadar menelan ludah.
Hwang Zin. "Juga ada Tahu dan tahu pedas...."
" ...tahu pedas?"Prajurit itu tak pernah mendengar nama makan itu sebelum nya. Hwang Zin membuka dua tutup kayu lainnya.
Hang Si melihat yg dikatakan Tahu,itu seperti susu ,lalu disebelahnya nampak kuah merah dengan banyak irisan paprika hijau dan cabai.
"....jadi apa yg kamu mau?"
Prajurit itu menelan ludah." Tolong buatkan aku 1 porsi tahu pedas dan 1 air dingin....dan buat untuk dibawa pulang masing-masing satu...."
"Baiklah duduklah dulu...."ucapnya sambil menyiapkan hidangan, pria itu segera duduk di bangku dan merasa lapar.
Saat Hang Si menerima makanan nya,seperti dugaan nya semua makanan itu enak,Hang Si pergi dari Kedai Hwang dengan puas.
Kediaman Song 11 siang.
"Kenapa lama sekali! " Tanya Song Wen agak tak sabar.dia sudah menunggu dari tadi dihalaman kediamannya.
Hang Si menyentuh kepalanya yg berkeringat,merasa agak dirugikan karena dimarahi."....Tuan ternyata jam 8 juga bukan hal bagus,saya mengantri dengan para bibi dan anak-anak untuk mendapatkan kan ya...."
"......" Song Wen tanpa sadar membayangkannya, prajurit mereka tak ada yg pendek rata-180/190cm,dan Hang Si yang memiliki tinggi 190.
Bisa dibayangkan betapa mencolok dia berdiri diantar para wanita-wanita tua itu dan anak-anak.
Song Wen merasa agak kasihan padanya.
Dia memberikan 2 tael perak untuknya ,Hang si menerimanya dengan senang dan berdiri disampingnya."terimakasih kapten!"
Song Wen mendengus ,lalu memangil Pelayan."Baiklah bawa ke dapur untuk disajikan..."
"baiklah tuan!" Pelayan itu segera menyiapkannya, beberapa saat mereka membawa makanan itu ke halaman.
Beberapa saat pelayan datang,dan menaruhnya diatas meja,dan Song Wen melihat digelas keramik nya dengan sudut mulut berkedut.".....Apa ini?!"
"Ini air dingin tuan...!"Hang si segera menjawab dengan semangat.
"Kenapa seperti ini...apa bos bercanda?"tanyanya tak percaya.Hang si melihat bahwa reaksi kapten Song sama seperti dirinya awalnya.
Jadi dia berkata dengan penuh harap."....apa tuan tak mau meminumnya?klau begitu saya-"
"Siapa bilang aku tak mau,aku hanya terkejut... pergilah...."bantah nya cepat,saat melihat mata rakus bawahannya pada cangkir gelasnya.
"Oh...."prajurit itu pergi dengan wajah lesu.
Song Wen mendengus dia langsung mengambil cangkir dan melihat bahwa tampilan ini agak menganggu jadi dia memejamkan matanya dan meminumnya.
Lalu matanya terbuka lebar.air ajaib macam apa ini!
Enak sekali!
Ke esoknya harinya Hwang zin tidak membuka toko,dia berencana keluar untuk membeli baju dan sepatu baru,jadi dia keluar dari rumah berjalan ke arah pasar.
Dia memakai setelan hitam,dia bertemu beberapa pelanggan dan saling bertegur sapa,Hwang zin pergi ke toko kain yg biasa dibeli oleh Pria tua dulu.
Boss tua itu duduk dimeja kasir di dalam toko.dan melihatnya masuk,tersenyum ramah."Zia.an apa yang kamu cari?"
"Paman ,aku ingin pakaian jadi apa ada...?"tanyanya.pria tua itu mengangguk berdiri dari kursinya." Ada ,masuklah untuk melihat ukuran mu..."
Hwang zin memasuki Toko dan pria tua itu mengukur nya dengan hati-hati.dan melihat anak ini tumbuh hampir 188 cm.
dia terkejut." Kau lebih tinggi dari 3 bulan lalu..."
"Saya makan dengan baik ..." Hwang zin tertawa canggung.pria tua itu mengangguk lega."Itu bagus ..Pilihlah dulu aku akan melihat tamu lain' nya ..."
Hwang zin mengangguk dan membiarkan pria tua itu pergi untuk menemani pelanggan lain yg datang.
Dia melihat pakaian diatas rak dan mengambil warna hitam 3 potong,2 pakaian dalam,dan 1 pakaian berwarna biru dan hijau muda,disini memiliki sepatu juga tapi perlu waktu untuk membuat sesuai ukurannya.
jadi Hwang zin meminta 2 pasang sepatu tapi meminta untuk dibuat lebih lebar ukurannya. setelahnya dia pergi ke keluar untuk makan ,dia memilih kedai teh langganan pria tua juga.
Hampir Saat dia masuk kedalam orang-orang memandang nya,namun Hwang zin mengabaikannya.
Meneger kedai teh yg duduk dimeja segera melihatnya dan tersenyum." Zin.an sudah lama kamu tidak kesini...!"
"Terlalu sibuk ditoko,Saudara ku,aku ingin makan disini hari ini..." Jelasnya,sambil melihat menu dipapan kayu yg berada dibelakang meja kasir.
"Tentu saja apa yg mau kamu makan?"tanyanya dengan ramah.
Hwang Zin."Ayam kukus dan nasi, serta sayuran acar .. bisakah kamu membawakan air saja ...."
"Bisa,Total semuanya 120 koin..." Hwang Zin segera membayar, Pelayan itu menghitung uangnya dan tersenyum padanya."....carilah meja mu aku akan menyiapkan kan nya..."
"Terimakasih..." Dia mengangguk,dan berbalik untuk mencari meja,kedai saat ini tak ramai jadi banyak meja kosong.
Hwang zin memilih meja untuk dua orang yg tepat disamaping jendela yg menghadapi jalan.