NovelToon NovelToon
Last Stop In Eden

Last Stop In Eden

Status: tamat
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Vampire / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: laliza_xiexie

"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

“ Edward jangan bilang gadis itu yang membuatmu jarang menghubungiku lagi?” Tanya Rui penasaran.

Edward hanya mengangkat alisnya dan tidak mengatakan apa pun. Rui hanya tersenyum terpaksa dan keluar.

DI kantin Kiara duduk sendiri tampak masih kesal dan menuangkan amarahnya saat mengocok jus menggunakan sedotan.

“ Kiara.” Ucap Eyden berdiri dihadapan Kiara.

Kiara yang melihat Eyden langsung memeluknya dengan begitu erat.

“ Eyden Aku sangat merindukanmu.” Ucap Kiara lembut.

“ Aku juga sangat merindukanmu, Aku mencarimu dan mengkhawatirkanmu tapi nyatanya Kakakku sendiri yang menyembunyikanmu.” Ucap Eyden.

“ Hahaha Maaf Eyden Aku tidak bisa menghubungimu ponselku tertinggal di ruanganku.” Ucap Kiara menyesal.

“ Tidak apa – apa setidaknya Aku masih bisa bertemu dengamu.” Ucap Eyden lembut.

Kiara tersenyum bahagia melihat Eyden, mereka melanjutkan ngobrol sembari duduk dan minum jus.

“ Eyden apa Kamu tau ternyata Edward lebih dewasa jauh dari yang Aku pikirkan, Dia sangat lembut ya walau terkadang cuek dan Aku baru tau ternyata Dia takut kecoa hahahaha.” Ucap Kiara tertawa.

“ Oh ya? Ngomong – ngomong Aku juga takut hahaha.” Ucap Eyden membuat Kiara tertawa lepas.

“ Apa semua lelaki dikota ini takut dengan kecoa? Dan ya Edward Dia mengurusku dengan sangat baik dan dewasa. Dia sangat baik dan ciumannya…” Ucap Kiara keceplosan.

“ Apa ciuman?” Tanya Eyden terkejut.

“ Ciuman? Kamu salah dengar Aku bilang Edward baik cuman agak nyebelin.” Ucap Kiara gugup.

“ Hahaha Aku kira.” Ucap Eyden merasa lega.

Kiara hanya tersenyum gugup. Tanpa Kiara sadari Edward mengawasinya dari jauh. Edward yang melihat Kiara tertawa lepas dan mengobrol nyambung dengan Eyden membuatnya cemburu. Ia dan Kiara tidak pernah mengobrol sesantai itu, mereka selalu mengobrol serius. Edward tampak kecewa dan melesat kembali ke ruangannya.

Kiara kembali ke ruangan Edward, namun Edward tampak sedang rapat. Akhirnya Kiara memutuskan menunggu berdiri disamping ruangannya. Tepat di hadapannya Rui yang tampak sibuk mempercantik diri, Kiara terus memperhatikannya namun lama – lama Ia muak dan menghiraukannya.

Saat Kiara menunggu, Rui berjalan menghampirinya dengan angkuh.

“ Ambillah ini kartu namaku, Kalo Kamu butuh informasi mengenai Edward hubungi nomorku yang tercantum dikartu itu.” Ucap Ruinitha cuek.

Dengan wajah cuek Kiara mengambilnya dan menyimpannya disaku kemejanya.

Tidak lama kemudian Edward keluar dan mereka pulang bersama.

Di dalam mobil Edward tampak diam tidak seperti biasanya.

“ Edward?” Tanya Kiara.

“ Ya.” Jawab Edward jutek.

“ Aku masih penasaran kenapa pengawal Ryon seolah tidak bisa melihat kita saat masuk ruangan waktu itu?” Tanya Kiara penasaran.

“ Aku menggunakan kekuatan turun temurun dari Pemimpin sebelumnya Yang mulia Ciro yang diturunkan kepada anaknya dan sahabatnya Ayahku lalu diturunkan padaku. Tapi taruhannya energi dibadanku terkuras habis dan kemungkinan demam seperti kemarin namun jika menggunakan kekuatan itu jauh lebih lama maka resikonya kematian.” Jelas Edward cuek membuat Kiara tercengang.

Kiara menatap Edward dengan lembut, Ia tidak tau bagaimana membalas budi untuk semua kebaikan yang Edward berikan. Edward sangat berarti bagi Kiara tanpanya Kiara tak tau masih hidup atau tidak.

Setelah mengobrol Kiara terduduk lemas dimobil, Edward yang melihatnya merasa cemas.

“ Kamu kenapa?” Tanya Edward cuek.

“ Entahlah Aku merasa gelisah.” Jawab Kiara lemas.

Edward langsung memberi Kiara permen lolipop berwarna merah yang Kiara kira hiasan mobil.

“ Mengapa Kamu memberiku hiasan mobil?” Tanya Kiara bingung.

“ Dasar bodoh itu darah yang disimpan di wadah yang berbentuk permen lolipop. Setiap vampire menginginkan darah pasti menghisapnya dari situ.” Jawab Edward cuek.

Kiara yang mencium aroma darah tidak bisa menahan diri dan langsung menghisapnya.

Edward yang melihatnya tak peduli dan fokus mengendarai mobil.

1
falea sezi
nyimak
xiexie
Selamat datang di cerita novel pertamaku, Happy reading guys.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!