Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 10
dila terkunci di toilet hingga waktu jam pulang sedangkan di ruangan tempat dila bekerja semua orang sudah pulang tersisa mira dan eli
"el apa kamu melihat dila? dia tidak ada dari jam istirahat", tanya mila
"tadi sewaktu jam istirahat aku melihat dila masuk ke dalam toilet mir", jawab eli teman sepekerjaan dila dan mira
"tapi sampai saat ini dila belum kembali", ucap mira
"kita cek saja ke toilet" ajak eli
"yaudah yu el", jawab mira
saat mira dan eli menuju toilet mereka mendengar suara dila meminta tolong dari dalam toilet
"dil dila apa kamu di dalam?", seru mira
"iya mir, tolong aku mir! pintu nya di kunci dari luar" jawab dila
dan benar saja pintu toilet terkunci dari luar
"sebentar dil, aku dan eli akan meminta bantuan dulu", ucap mira
mira dan eli menuju ruangan kebersihan
"ada apa nona mira?", tanya pegawai kebersihan
"itu pak teman saya terkunci di toilet", ucap mira
"kunci pintu nya tidak ada", seru eli
"baik lah sebentar saya ambil dulu kunci cadangan", ucap pak rahmat sebari mengambil kunci cadangan
kebetulan mereka bertemu dengan arka
"pak rahmat ada apa?"
"kenapa kalian belum pulang? ini sudah waktu nya pulang kantor" ucap arka
"begini tuan salah satu teman mereka terkunci di dalam toilet", ucap pak rahmat
"kenapa teman kalian bisa terkunci di dalam toilet", tanya arka
"kami tidak tau tuan, dari jam istirahat dila pergi ke toilet sampai pulang kerja dila tidak kembali jadi kami mencari nya dan ternyata dila terkunci di dalam toilet", jawab mira
mereka pun menuju toilet, lalu pak rahmat membuka pintu dan terlihat dila sudah terjatuh pingsan
"dila" seru mira dan eli sedikit berteriak melihat dila yang sudah pingsan
"cepat bawa dia ke rumah sakit dan hubungi keluarga nya" ucap tuan arka
"baik tuan" jawab asisten tuan arka
arka masih memimpin Morigan Group karena putri nya tasya tidak mau meneruskan warisan sang ayah sedangkan putra nya Tara masih berkuliah di luar negeri
di rumah sakit
"bagaimana keadaan teman saya dok? tanya mira
"teman nona sudah baik baik saja", jawab dokter
"apa perlu di rawat dok?", tanya tuan arka
" tidak perlu tuan arka, setelah sadar dan infus nya habis pasieun sudah bisa pulang" jawab dokter
"baik dok, kalo begitu terima kasih", ucap tuan arka
dan seketika pintu kamar di buka lalu masuklah alicia dan tasya yang mendengar bahwa arka masuk rumah sakit
"pah apa yang terjadi?", tanya tasya
"apa papah terluka?" tanya nyonya alicia
"papah baik baik saja, hanya karyawan papah saja yang masuk rumah sakit", jawab tuan arka sebari menunju dila yang sedang terbaring di ranjang
"siapa dia pah?", tanya alicia
"ini karyawan di perusahaan mah", jawab tuan arka dan menceritakan kronologi nya
"jahat sekali yang sudah berbuat hal seperti itu", ucap tasya yang sudah mendengar cerita
"papah harus menindak lanjuti hal seperti ini!ini akan menjadi buruk bagi citra perusahaan", seru nyonya alicia
"papah akan menyelidiki nya mah", jawab tuan arka
kemudian pintu kamar di buka lalu masuk lah vino yang di jemput oleh anak buah tuan arka
"mommy kenapa?", tanya vino yang naik ke ranjang dila yang sedang terbaring
"nak mommy mu sedang tertidur sebentar", seru tasya berbohong