NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Persaingan Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang Akal

The Velvet Underground Club – 23.30 WIB

Dentuman musik techno yang memekakkan telinga seolah tidak mampu menelan amarah yang berkecamuk di dada Andreas. Di sebuah sofa VVIP yang tersembunyi, Andreas duduk dengan dasi yang sudah melonggar dan kemeja yang terbuka dua kancing teratas. Di hadapannya, tiga botol wine Chateau Petrus, yang harganya setara dengan satu buah mobil kota, sudah kosong melompong.

Tiga wanita dengan pakaian minim bergelayutan di lengannya. Andreas tertawa keras, tawa yang terdengar kosong dan penuh kepahitan.

"Ayo sayang, pria ganteng... minum lagi. Jangan pikirkan wanita bodoh yang sudah menyakitimu," bisik salah satu wanita sambil mendaratkan ciuman di pipi Andreas.

Andreas menoleh dengan mata merah karena pengaruh alkohol. Ia merogoh dompetnya, mengeluarkan seikat uang pecahan seratus ribu dan menyelipkannya dengan kasar di belahan dada wanita itu. "Kau... kau wanita jahat juga, bukan? Katakan padaku, jika kau jahat, aku akan mencincangmu untuk dijadikan makanan babi!"

Wanita itu tertawa manja, tidak merasa tersinggung karena jumlah uang yang ia terima jauh lebih besar dari hinaan itu. "Wanita mana yang tega pada pria tampan sepertimu? Sangat bodoh wanita itu, Sayang... muach."

Di pojok ruangan, Miller berdiri dengan gelisah. Ia sudah berkali-kali membujuk Andreas untuk pulang, namun hanya makian yang ia dapatkan. Miller tahu, jika berita Andreas mabuk-mabukan di klub sampai ke telinga Tuan Besar Hadi atau Miranti, posisinya sebagai asisten pribadi akan terancam. Terlebih lagi, Andreas mulai tidak terkendali; ia mencium dan meraba wanita-wanita itu dengan brutal, perilaku bebas yang ia bawa dari masa-masa liarnya di luar negeri.

"Melani... kau bajingan binal..." racu Andreas sambil kembali menenggak minuman langsung dari botol keempatnya.

Miller sudah kehabisan ide. Di benaknya hanya terlintas satu nama: Grace. Hanya Grace yang memiliki ketegasan untuk menghadapi Andreas dalam kondisi seperti ini. Miller segera menekan nomor Grace.

Grace baru saja hendak memejamkan mata. Tubuhnya terasa berat karena demam yang mulai naik akibat luka baru semalam yang meradang. Namun, dering telepon dari Miller membuatnya terjaga.

"Grace, tolong ke lokasi yang aku share. Sekarang. Tuan Muda dalam kondisi gawat. Aku butuh bantuanmu untuk membawanya pulang sebelum fatur fajar menyingsing," suara Miller terdengar panik.

Tanpa banyak tanya, Grace segera bangkit. Ia mengabaikan rasa pening di kepalanya, mengenakan jaket kulit untuk menutupi kaus tipisnya, dan memacu mobil menuju lokasi.

Pintu ruang VVIP terbuka. Grace masuk diikuti Miller. Pemandangan di dalamnya membuat perut Grace mual. Andreas tengah dikerubungi wanita, wajahnya nampak sangat berantakan.

"Usir mereka," perintah Grace dingin pada Miller.

Miller segera memberi kode pada petugas keamanan klub untuk membawa ketiga wanita itu keluar setelah membayar kompensasi. Andreas yang merasa kesenangannya diganggu, mencoba berdiri.

"Siapa... siapa yang berani mengusikku?" terangnya limbung.

"Waktunya pulang, Tuan Muda," ucap Grace tegas. Ia mendekat, mencoba memapah lengan Andreas yang besar.

Namun, karena kondisi Andreas yang sangat mabuk dan berat badannya yang jauh di atas Grace, keseimbangan mereka goyah. Tubuh Andreas limbung ke depan, menarik Grace jatuh bersamanya ke atas sofa panjang.

BRUK!

Posisi mereka sangat berbahaya. Andreas menindih tubuh Grace sepenuhnya. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti; napas Andreas yang beraroma alkohol kuat menerpa wajah Grace. Grace tersentak, napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

"Tuan... lepaskan. Kita pulang," Grace mencoba mendorong dada Andreas.

Namun, sesuatu di dalam otak Andreas yang sudah tercemar alkohol pecah. Bayangan Grace yang cantik saat di mal tadi siang bercampur dengan bayangan Melani, wanita yang mengkhianatinya. Andreas tiba-tiba memberontak. Dengan gerakan kasar, ia mencengkeram kedua pergelangan tangan Grace dan menguncinya di atas kepala Grace, menekan mereka ke sandaran sofa.

"Tuan Muda, sadar! Ini Grace!" teriak Grace panik.

"Diam, jalang!" bentak Andreas, suaranya parau dan penuh kebencian. "Bukannya kamu suka hal seperti ini? Bagian tubuh mana yang gigolo itu sentuh... ini? Ini? Atau ini?"

Tangan Andreas mulai menggerayangi tubuh Grace dengan liar. Grace berusaha meronta, namun Andreas mengunci setiap pergerakannya dengan berat tubuhnya. Andreas benar-benar kehilangan kewarasannya. Ia menenggelamkan kepalanya di leher jenjang Grace, mengusap kulitnya dengan kasar seperti vampir yang haus darah.

"Lepaskan! Dasar brengsek! Akan aku bunuh kau!" umpat Grace murka. Air matanya mulai meleleh, bukan karena takut mati, tapi karena merasa sangat terhina.

Andreas tertawa puas, suara tawa yang menyeramkan. Ia baru saja meninggalkan tanda kemerahan yang mencolok di leher Grace. "Kenapa kamu menangis, Bitch! Bukannya kamu sangat suka saat pria itu melakukannya padamu? Sampai-sampai kamu mendesah, begitu kan?"

"LEPAS! AKU BUKAN DIA! BAJINGAN!"

"Sstttt... jangan teriak. Berisik!"

Emmppphhh!

Andreas membungkam mulut Grace dengan ciuman yang brutal dan menjijikkan. Rasa asin air mata Grace bercampur dengan pahitnya alkohol. Belum pernah dalam hidupnya Grace merasa direndahkan seperti ini. Meski ia seorang pimpinan gangster, ia selalu menjaga harga dirinya di depan pria.

Dengan sisa tenaga dari amarahnya, Grace berhasil mendorong tubuh Andreas hingga terjatuh dari sofa. Grace segera bangkit, hendak lari keluar dari ruangan terkutuk itu. Namun, Andreas yang sedang dalam fase amarah gelap berhasil menangkap pergelangan kaki Grace.

BRAKK!

Tubuh Grace terbanting keras ke lantai marmer yang dingin. "Mau ke mana, Bitch! Urusan kita belum selesai!"

Andreas merangkak ke atas tubuh Grace yang sudah tidak berdaya karena hantaman di lantai. Ia dengan beringas merobek kaus yang dipakai Grace hingga menampakkan bahunya yang terbalut perban, lalu berusaha melepas kancing celana Grace.

"BRENGSEK! LEPASKAN!" Grace berteriak parau, tenaganya terkuras habis.

Tepat saat itu, Miller kembali masuk setelah mengurus administrasi di luar. Matanya membelalak melihat kekacauan di depannya.

"OH MY GOD! STOP! ANDREAS!" Miller berteriak, ia segera berlari dan menarik tubuh Andreas dengan bantuan dua pengawal lainnya.

Andreas yang sudah benar-benar limbung akhirnya bisa dilepaskan dari tubuh Grace. Grace segera meringkuk di lantai, gemetar hebat. Miller buru-buru melepas jas mahalnya dan menyampirkannya ke tubuh Grace yang terbuka di bagian atas.

"I'm sorry, Grace... so sorry. Aku tidak menyangka akan seburuk ini," Miller berbisik dengan rasa bersalah yang teramat dalam.

"Lepas! Jangan sentuh aku!" Grace menepis tangan Miller yang hendak membantunya berdiri. Ia bangkit dengan sisa martabatnya yang hancur. Matanya merah, tatapannya kosong namun penuh dendam.

Namun, baru melangkah dua langkah, pandangan Grace mengabur. Tubuhnya yang sedang dihantam demam tinggi dan trauma fisik tak lagi mampu menopang kesadarannya.

"Grace!" Miller berhasil menangkap tubuh Grace sebelum menghantam lantai lagi.

Saat kulit mereka bersentuhan, Miller tersentak. "Oh God... panas sekali. Dia sakit? Grace! Bangun!"

Miller panik. Di satu sisi, ia memiliki Andreas yang pingsan karena mabuk berat, dan di sisi lain, ia memiliki Grace yang pingsan dengan luka fisik dan mental yang mengerikan. Malam itu menjadi titik balik paling kelam dalam hubungan mereka semua.

1
Tiara Bella
wah br nongol lg ini
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎𝐌𝐎𝐍𝐀𝐋𝐈𝐒𝐀🍁❣️
wihhhh Zavian mau melibas Andreas karena sudah membuat Grace trauma parah tapi nanti bagaimana dengan tuan Hadi 🤔
SENJA
weeh aku mau liat zavian balas dendam wakaaka sedahsyat apasih🤭
SENJA
laaah tau kata takut juga kau 🤭
Valencia
Nah ksn grace jadi gak sadar lagi, ini semua gara2 ksmu andreas, lagian sakit hazi sama cewek kok mabuk2an
Valencia
Aduh Andreas main sosor aja, gimana kalau sampai Zavian tau grace di cium coeok lain🙈
Valencia
Astaga Andreas sampai segitunya mau merubah penampilan grace, sampai manggil penata rias sehals🤣
Valencia
Wahh Zavian keren gak sia2 mengjilang dan belajar bels diri di swis
Valencia
syukurlah Zaviang datang tepat waktu dan busa membantu grace melawan tikus2 got itu, semoga aja zavian terus menjadi pelindung
Valencia
Wahh untung ada grace coba gak bakal ketipu tuh si Andreas, pasti andreas tambah kagum sama Grace
Valencia
wahh ternyata yang jadi pembunuh bayaran paman nya andreas adalah penerus lyus, jadi lenasaran apakah mereka akan berhasil menghabisi Andreas
Valencia
Grace benar2 hebat bisa mengwtahui niat musuh, dan untungnya cuma grace cuma luka lecet
Valencia
wkwk ngakak kasihan Andreas udah cerita banyak tapi grace tetap pads pendiriannya tetap dingin dan gak kepo sama urusannya si tuan muda🤣
Valencia
Wahh ada saingan Zavian nih,jadi penasaran gimana kalai Zavian lihat andreas bersama grace
Valencia
wajar sih kalau Grace takut secara biasanya Zavian ngomel2 mulu kek mak2, ini tiba2 mellow kan Grace malah takut🤣
Valencia
Bagus lah kalau kamu sadar diri zavian emang itu yang harus kamu lakukan, menjadi pelindung buat grace
Valencia
nah kan akhirnya kamu tau kevenarannya Zavian, percuma kamu nyesel sekarang grace juga belum sadar, makanya jadi cowok itu jangan terlalu posesif dan selalu marah2
Valencia
Zavian ini otaknya udah miring apa gimana sih, di pikirannya mau marah mulu
Valencia
Codet benar2 cari mati dah di kasih tau masih aja ngeyel, kalau udah gini siapa yang mau nolingin
SENJA
menjijikan lu sumpah 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!