NovelToon NovelToon
JANJI CINTA SELAMANYA

JANJI CINTA SELAMANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Teen Angst / Romansa / Slice of Life / Konflik etika
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Vanya adalah putri kesayangan Hendra, seorang pria kaya yang memuja status sosial dan kasta di atas segalanya. Hidup Vanya terjepit dalam aturan emas ayahnya yang kaku, hingga sebuah tabrakan di pasar mengubah dunianya selamanya.

Arlan adalah pemuda liar, mandiri, dan hanya berbakti pada ibunya, Sujati. Sebagai seorang peternak dan penjual susu, Arlan dianggap "sampah" oleh Hendra. Namun, Arlan tidak pernah menundukkan kepala. Ia justru menantang dunia Vanya yang palsu dengan kejujuran dan cinta yang membara.

Saat cinta mulai tumbuh di antara perbedaan kasta, Hendra menyiapkan rencana keji untuk memisahkan mereka. Perpisahan tragis, pengorbanan nyawa, hingga munculnya Rayhan, seorang tentara gagah yang menjadi bagian dari cinta segitiga yang menyakitkan, akan menguji janji mereka.

Ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah tentang janji yang ditulis dengan air mata. Apakah Arlan dan Vanya bisa memenuhi Janji Cinta Selamanya mereka di tengah badai kasta dan rahasia masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: DARAH DAN PENGAKUAN

BAB 33: DARAH DAN PENGAKUAN

Malam yang panjang di gudang pelabuhan Delhi akhirnya berakhir, meninggalkan aroma mesiu dan karat yang menyengat. Ambulans dan mobil polisi militer memenuhi area tersebut, lampu rotator merah-biru mereka memantul di genangan air hujan yang bercampur dengan darah. Arlan duduk di tepi ambulans, membiarkan seorang paramedis membersihkan luka dalam di bahunya. Matanya tidak lepas dari sosok Vanya yang sedang ditenangkan oleh Rayhan beberapa meter darinya.

Vanya tampak rapuh, tubuhnya yang dibalut jaket militer milik Rayhan masih gemetar hebat. Meskipun fisiknya selamat, trauma melihat Hendra—ayah kandungnya sendiri—mencoba membunuh pria yang dia cintai telah meninggalkan luka permanen di jiwanya. Rayhan memeluk istrinya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang laporan dari anak buahnya. Wajah Rayhan tampak sangat keras, seolah-olah dia terbuat dari batu granit.

"Hendra Kashyap sudah dalam perjalanan ke rumah sakit pusat dengan pengawalan ketat," lapor seorang sersan pada Rayhan. "Dokter bilang dia akan selamat, Mayor. Tapi luka di kakinya akibat tembakan Anda kemungkinan akan membuatnya cacat."

Rayhan hanya mengangguk singkat. Dia tidak merasakan kepuasan sedikit pun. Baginya, menangkap Hendra hanyalah awal dari kekacauan yang jauh lebih besar. Dia menoleh ke arah Arlan. Dua pria itu saling bertatapan dalam keheningan yang sarat akan makna. Tidak ada kata terima kasih, tidak ada permintaan maaf. Hanya ada pengakuan bisu bahwa malam ini, mereka berdua telah mempertaruhkan segalanya demi wanita yang sama.

Setelah situasi terkendali, Rayhan membawa Vanya dan Arlan kembali ke kediaman Vashishth. Namun, kepulangan mereka kali ini tidak disambut dengan keheningan. Di aula utama, Kolonel Vikram sudah menunggu bersama beberapa perwira dari intelijen militer. Di sudut ruangan, Suman yang baru saja dibebaskan dengan jaminan sementara karena alasan kesehatan, duduk dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang dibuat-buat.

"Mayor Rayhan," suara Vikram menggelegar di aula yang sunyi. "Kau telah melakukan operasi ilegal malam ini. Kau menggunakan aset militer untuk kepentingan pribadi dan melukai seorang warga sipil yang status hukumnya masih dalam penangguhan. Kau tahu apa artinya ini bagi kariermu?"

Rayhan melangkah maju, melepaskan baretnya, dan berdiri tegak di depan Vikram. "Warga sipil yang Anda maksud adalah seorang penculik dan percobaan pembunuh, Kolonel. Jika melindungi keluarga dan menegakkan hukum dianggap sebagai pelanggaran, maka silakan ambil pangkat saya sekarang juga."

Suman berdiri, mencoba mendekati Rayhan. "Rayhan, Nak, jangan bicara begitu! Kolonel Vikram hanya mencoba membantumu dari pengaruh buruk pria ini!" Suman menunjuk Arlan dengan jari yang gemetar.

Arlan, yang sejak tadi diam, melangkah maju ke tengah ruangan. Meskipun tubuhnya penuh luka dan pakaiannya compang-camping, aura kehadirannya justru menenggelamkan semua orang di sana. Dia merogoh saku kemejanya yang robek dan mengeluarkan sebuah dokumen kecil yang terbungkus plastik kedap air—surat wasiat asli yang dia ambil dari brankas tersembunyi Hendra saat perkelahian tadi.

"Kau ingin bicara soal hukum, Kolonel?" suara Arlan terdengar tenang namun sangat tajam. "Atau kau ingin bicara soal pengkhianatan? Di dalam surat ini, tertulis jelas bahwa ayahku, Jenderal Vashishth, tidak pernah menyerahkan tanah perbatasan itu kepada Hendra. Namamu, Kolonel Vikram, tercatat sebagai saksi yang memalsukan tanda tangan ayahku demi mendapatkan komisi dari Hendra sepuluh tahun lalu."

Suasana di aula mendadak menjadi sangat dingin. Wajah Vikram yang tadinya merah padam karena amarah, kini berubah menjadi pucat pasi. Dia tidak menyangka Arlan akan menemukan bukti sepenting itu di tengah kekacauan di pelabuhan.

Vanya menatap ayahnya yang kini sudah hancur reputasinya, lalu menatap Suman yang tampak seperti melihat hantu. Vanya menyadari bahwa selama ini dia hidup di tengah-tengah monster yang bersembunyi di balik jubah kehormatan.

"Cukup!" teriak Suman histeris. "Arlan, kau tidak punya hak bicara di rumah ini! Kau adalah noda bagi keluarga Vashishth!"

"Noda?" Arlan tertawa kecil, tawa yang penuh dengan kepedihan. "Nyonya Suman, aku adalah anak dari pria yang kau sebut suami. Aku memiliki darah yang sama dengan putramu yang kau puja-puja ini. Jika aku adalah noda, maka rumah ini adalah sumber dari noda itu sendiri."

Arlan kemudian menoleh ke arah Rayhan. "Rayhan, kau adalah pria jujur. Aku tahu kau tidak tahu apa-apa soal keterlibatan ibumu dan Vikram. Tapi sekarang kau tahu. Apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan terus menjadi tameng bagi orang-orang yang telah mencuri hidupku?"

Rayhan menatap ibunya, lalu menatap dokumen di tangan Arlan. Hatinya terasa seperti dihantam palu godam. Dia selalu bangga dengan nama Vashishth, namun malam ini nama itu terasa seperti beban yang kotor. Dia mengambil dokumen itu dari tangan Arlan, membacanya dengan teliti, dan setiap baris kalimat di sana menghancurkan martabatnya sebagai seorang anak.

"Ibu..." bisik Rayhan, suaranya terdengar sangat rapuh. "Kenapa Ibu melakukan ini? Kenapa Ibu membiarkan Ayah meninggal dengan beban kebohongan ini?"

Suman tidak bisa menjawab. Dia hanya menangis, namun bukan tangis penyesalan, melainkan tangis seorang pecundang yang tertangkap basah.

Rayhan berbalik menuju Vikram. "Kolonel, Anda berada di bawah penahanan saya atas tuduhan pemalsuan dokumen negara dan konspirasi kriminal. Pasukan saya akan segera membawa Anda ke markas besar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan mengenai Anda, Ibu..." Rayhan menatap Suman dengan pandangan yang sangat asing. "Ibu tidak akan kembali ke sel penjara biasa. Ibu akan tetap di rumah ini, dalam pengawasan ketat, sampai seluruh proses hukum Arlan selesai. Ibu tidak lagi memiliki otoritas atas apa pun di sini."

Vikram mencoba melawan, namun anak buah Rayhan yang setia segera memborgolnya dan membawanya keluar. Aula itu kini hanya menyisakan keheningan yang menyakitkan.

Vanya mendekati Arlan, ingin menyentuh tangannya yang terluka, namun dia ragu. Arlan melihat keraguan itu. Dia tahu bahwa meskipun kebenaran sudah terungkap, dinding di antara mereka masih berdiri kokoh. Takdir telah mengikat Vanya pada Rayhan melalui sumpah pernikahan, dan Arlan adalah pria yang terlalu terhormat untuk menghancurkan ikatan itu, meskipun hatinya menjerit.

"Aku akan pergi ke paviliun," ucap Arlan pelan pada Rayhan. "Aku butuh waktu untuk bicara dengan ibuku. Besok, kita akan bicara soal pengembalian hak milik tanah Simla."

"Arlan," panggil Rayhan saat Arlan hampir sampai di pintu. "Terima kasih... karena telah menyelamatkan istriku."

Arlan berhenti sejenak, namun dia tidak menoleh. "Aku tidak melakukannya untukmu, Rayhan. Aku melakukannya karena tanpa dia, hidupku di Simla dulu hanyalah hamparan tanah yang tidak memiliki arti. Sekarang, jagalah dia. Jangan biarkan monster-monster di sekitarmu menyentuhnya lagi."

Malam itu, Arlan duduk di samping tempat tidur Ibu Sujati di paviliun. Sujati sudah tertidur lelap setelah diberikan obat penenang oleh tim medis. Arlan menatap surat wasiat yang kini berada di atas meja. Dia telah memenangkan pertempuran hukum dan fisik, namun dia merasa lebih hancur daripada saat dia masih amnesia.

Dia menyadari satu hal yang sangat pahit: Memenangkan keadilan tidak selalu berarti memenangkan kebahagiaan. Dia telah mendapatkan kembali hartanya, namanya, dan martabatnya, tetapi dia tetap kehilangan Vanya.

Di gedung utama, Vanya berdiri di balkon, menatap lampu-lampu paviliun yang masih menyala. Rayhan berdiri di belakangnya, menjaga jarak yang sopan.

"Kau ingin pergi padanya?" tanya Rayhan tiba-tiba.

Vanya tersentak, dia menoleh dan melihat kejujuran di mata suaminya. "Rayhan, aku..."

"Jika kau ingin pergi, aku tidak akan menghalangimu lagi, Vanya," sambung Rayhan dengan suara yang sangat berat. "Pernikahan ini dimulai dengan kebohongan dan tekanan. Sekarang setelah semua monster telah dikalahkan, kau bebas memilih jalanmu sendiri. Aku tidak ingin memilikimu hanya karena selembar kertas kontrak."

Vanya terdiam. Dia menatap ke arah paviliun, lalu menatap Rayhan. Di depannya ada seorang pria yang telah melindunginya dengan nyawanya, dan di paviliun ada cinta masa lalunya yang telah kembali. Keputusan yang harus dia ambil terasa lebih berat daripada peluru yang ditembakkan malam itu.

1
falea sezi
moga arlan dpet cewek lah males liat vanya yg plin plan abis ne arlan dpet jodoh lu pasti cmburu vanya
falea sezi
moga cpet dpet jodoh wanita g toxic kayak. vanya ya
falea sezi
bkin lah arkan pergi jauh males liat muka vanya q ngapain nikah ma Reyhan gatel amat
falea sezi
mending bawa pergi jauh deh arlan
falea sezi
ksian bgt arlan knp semua novel mu isinya sedih teros kapan bahagia nya q baca semua nya tp isinya menderita trs jd g mood baca pdhl mau ksih hadiah jd males
falea sezi
menyimakkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!