NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:27.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Talia masih melongo, otaknya memproses kata-kata bocah kecil itu. Matanya menyipit, menatap Bian dengan intens.

"Kamu …" Talia menunjuk Bian dengan ekspresi mengingat-ingat.

"Ah aku ingat sekarang!"

Seru Talia kuat.

"Kamu bocah yang waktu itu bilang suara kakak fales kan? Terus yang ketawain kakak pas kakak jatoh dari bangku tam ..."

Perkataan Talia terhenti. Ia menatap Damian lagi. Lalu kembali menatap Bian. Bas dan Bian-lah yang bingung melihat tingkahnya. Sementara Damian menikmati. Kemungkinan besar Talia sudah mengingat kalau gadis itu pernah bertemu dengannya sebelumnya, bukan di saat dia terluka. Tetapi di taman waktu itu.

Tak lama kemudian Talia berlari menjauh dari mereka, pergi ke sudut ruangan, membalikkan badannya menghadap tembok dan bicara pada dirinya sendiri.

"Astaga Talia. Ternyata laki-laki itu adalah laki-laki yang waktu itu bantu kamu berdiri saat kamu jatoh di taman. Pantesan wajahnya familiar banget. Haduh, kenapa malah bertemu dengan laki-laki beranak itu lagi sih? Mau bilang jodoh tapi nggak mungkin, dia udah ada anak. Berarti istri juga ada dong? Bilang apes ajalah ketemu sama dia."

"Kakak fales, kakak ngapain ngomong sendiri?" Suara Bian membuat Talia kaget. Dia kesal tapi tidak bisa marah sama anak kecil. Apalagi bapaknya raja iblis berdarah dingin di depan sana, bisa-bisa dia yang habis duluan. Dalam kamus Talia, cari aman aja.

"Adek, kok manggil kakak, kakak fales sih? Kakak punya nama. Talia. Ta-li-a. Panggil itu aja ya?" katanya tersenyum seramah mungkin. Matanya sesekali mencuri-curi pandang ke Damian.

Kok dia jadi malu kalau ingat kejadian taman waktu itu ya?"

"Talia? Nama kakak Talia?" Talia mengangguk kuat.

"Iya. Baguskan? Cantik kayak orangnya."

Talia memperagakan gaya seperti model di depan mereka.

Bian mengangguk-angguk kecil, ekspresi bocah itu tampak berpikir keras. Lalu, dengan polosnya dia berkata,

"Tapi tetap aja suaranya fales, kak Talia fales."

Talia terdiam. Wajahnya mengerucut sebal.

"Au ah, masih kecil udah pinter ngebully orang. Bener-bener persis kayak papanya." ucap Talia lalu duduk di meja makan. Matanya sesekali melirik ke Damian. Ia mengamati tubuh pria itu dan fokus ke perutnya. Sejujurnya dia ingin bertanya apakah luka Damian sudah sembuh atau belum, tetapi tidak jadi.

Dari tempatnya Damian juga diam-diam mengamati Talia. Ia menyadari gadis itu memperhatikan bagian perutnya. Pasti ingin tahu apa lukanya sudah membaik atau belum. Perhatian juga rupanya. Padahal sekilas di lihat, gadis itu hanya peduli dengan dunianya sendiri.

Damian menyandarkan tubuhnya ke kursi, bibirnya sedikit melengkung melihat tingkah Talia yang masih saja sebal pada Bian. Gadis itu berusaha mengalihkan perhatian dengan memainkan sendok di tangannya, tetapi sesekali tetap mencuri pandang ke arahnya.

Tiba-tiba Damian melihat wajah gadis itu berubah panik ketika ia menatap keluar pintu. Saat Damian ikut menoleh keluar, Talia sudah berlari melewatinya. Dengan cepat tangan Damian meraihnya, membuat gadis itu berbalik menatapnya. Damian sedikit heran saat merasakan tangan Talia panas sekali.

"Mau kemana?" tanyanya.

"Kabur dari monster berkedok dokter. Lepasin dulu. Bye-bye semuanya!"

Talia dengan cepat melepaskan genggaman Damian dari tangannya lalu keluar dari sana dengan mengendap-endap. Damian terus mengamati gerak-gerik gadis itu, penasaran kalau dia sedang bersembunyi dari siapa.

"TALIA!"

Lalu seruan kencang itu membuat  pandangan Damian beralih pada seorang laki-laki tinggi yang masih lengkap dengan jas dokternya. Dia tidak sendiri. Pria berjas dokter lainnya mengikuti di belakangnya. Bas dan Bian ikut penasaran, mereka melihat Talia dan laki-laki yang meneriakkan namanya tadi kejar-kejaran di bagian tengah restoran. Untung restoran itu masih sepi jam begini jadi tidak terlalu mengundang perhatian banyak orang. Kebanyakan yang menonton adalah para pelayan restoran.

"Sini kamu, kamu lagi demam tinggi, berlari begitu akan memperparah keadaan kamu. Dengerin kakak Talia!"

Demam tinggi? Pantas saja tangannya panas sekali ketika dia pegang tadi. Damian tampak khawatir. Gadis itu luar biasa sekali. Demam tinggi tapi masih berkeliaran di luar.

"Kak Talia lagi demam? Kok gak keliatan ya? Apa karena matanya kak Talia hitam semua?" Bian angkat suara. Pandangannya menatap ke arah yang sama dengan Damian.

"Aku nggak sakit kakaak ... Orang lagi sehat walafiat gini juga di bilang sakit!" balas Talia masih kejar-kejaran dengan sang kakak.

"Gak usah ngelak. Tiap sakit kamu selalu begini karena takut di suntik." Jason, sang kakak sudah tahu betul kenapa adiknya selalu kabur kalau sakit. Karena dia takut di bawa ke rumah sakit dan lihat jarum suntik.

Jason menghela napas panjang, mempercepat langkahnya, lalu ...

"Gotcha!"

Tangannya berhasil meraih lengan Talia, menarik sang adik ke dalam pelukannya dengan erat. Talia meronta-ronta, wajahnya menunjukkan ekspresi setengah panik, setengah kesal.

"Lepasin, Kak Jason! Aku sehat, beneran! Lihat nih, aku bisa lompat!" Talia berusaha melompat, tapi tenaganya melemah. Kepalanya mulai pusing, dan tubuhnya limbung.

Jason menggerutu, menopang tubuh adiknya agar tidak jatuh.

"Lihat? Itu sehat namanya? Udah mau tumbang gitu."

Zaka yang berdiri di dekat mereka juga bisa melihat Talia yang terkulai lemas di pelukan kakaknya. Ia meraih tangan gadis itu lagi, menekannya sedikit untuk memastikan suhu tubuhnya.

"Dia memang demam tinggi," gumamnya.

"Ayo bawa dia ke rumah sakit," kata Jason, masih berusaha menahan Talia agar tidak kabur lagi.

"Enggak mau! Aku nggak mau ke rumah sakit, kakak! Jarum suntik itu menakutkan!" rintih Talia sambil berusaha meronta lagi, meski jelas tubuhnya sudah tidak punya tenaga cukup.

"Talia, kamu itu biasanya gak takut sama apapun. Ini cuma jarum suntik saja takut." Zaka terkekeh.

"Kak Zaka bukannya bantuin malah nambahin penderitaan aku! Sebal ih!"

Zaka tertawa kecip lalu menghela napas dan melirik Jason.

"Kamu sudah tahu kan bocah ini bandelnya luar biasa kalau sudah sakit? Ayo segera bawa dia ke rumah sakit."

Zaka menatap Talia yang sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa bersandar pada kakaknya. Tak lama setelah itu Jason mengangkat tubuh sang adik ke dalam gendongannya.

"Heh?! HEY! APA-APAAN INI?! KAK JASON TURUNIN AKU!!" Talia spontan berontak, tapi Jason mengeratkan cengkeramannya.

"Berisik. Diam atau kakak suruh kak Zaka suntik kamu sekarang." ujar Jason dengan nada mengancam.

Talia menegang. Ia menatap kakaknya dengan tatapan manja tapi sebal, tapi pada akhirnya ia pun mengembuskan napas pasrah. Kepalanya berat, tubuhnya lemas, dan ... lengan kakaknya terasa hangat.

Talia hanya bisa menggerutu pelan sambil menyembunyikan wajahnya di dada Jason. Zaka tersenyum tipis. Adiknya Jason yang sudah dia anggap adik sendiri ini memang unik.

Mereka tidak menyadari ada orang lain yang mengamati mereka sejak tadi.

Damian, Bas dan Bian. Bas bisa melihat perubahan di wajah Damian yang seperti tidak tenang. Bahkan dari tadi pandangannya hanya fokus ke Talia.

"Di mana kau kenal gadis itu?" Bas bertanya karena merasa kepo. Karena kini ia tahu, gadis tadi sudah berhasil menarik perhatian Damian.

Namun Damian tidak menjawabnya. Lelaki itu malah terburu-buru pergi.

"Kau antar Bian pulang, aku ada urusan lain!" Seru Damian lalu meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru. Bas dan Bian yang kebingungan.

1
Windi Widia Astuti
mae kpn up, nungguin dr kemaren🤭
wahyu widayati
sukurin akhirnya si mirimiri itu kena balasan jg....semoga amara cpt sembuh ya....btw, cerita maddy blm up thor....kangen ni thor dg sabine dan maddy....😁
LANY SUSANA
mampus km miriam🤣🤣🤣
kl daddy Damian udah hukum km
lagian km berani bener ya jd ara palsu, hrsnya km selidikin dulu km mau gantiin amara🤣🤣🤣
siapa ayahnya, keluarga besarnya 🤣🤣🤣
Sh
apakah miriam karena terlalu pandai dan licik, adalah orang yang pertama bisa kabur dan memberontak?
erlan pasti biasa bw amara kembali
🍒WINA🍒
Itu karma yg harus kamu terima miriam, atas semua perbuatan jahat kamu sama amara. baru tahu kan kejamnya om nya amara mengerikan dan menakutkan🤭

percuama meminta ampun sudah terlambat miriam, rasakan hukuman yg diberikan daddy damian....

amara bersahabat sama kamu sangat tulus tapi kamu sangat iri dan dengki, akibat perbuatan kamu amara jadi trauma dan syok...
rasakan hukuman dan siksaan dari daddy damian, amara terluka parah secara fisik dan mengalami trauma...
Esther
Kalau Damian sudah bertindak, tiada ampun bagimu Miriam
Kamsia
janganjangan itukan dulu kak.kamu puja sekarang kan udh di kasih tau kekuatannya agak berkurang.gak usah ngetes.tes aj erlan sean biar ad penerus nya
Zahian Prawira
hedeuh ada lagi julukan santen 😄 kebayang thalia,hazel, claeir,kara berkumpul hancur dunia permafiaan 😇
Ririn Danayanti
itu akibat perbuatan jahatmu miriam
jeakawa loving❤️
penasaran deh coba dong emak ada bagian cerita dari tempat pembuangan itu,terus ada yang kabur dan seperti biasa JD teror dulu buat ayang DAMIAN ya walaupun nanti juga akan metong karna di bantai,tapi seru kali ya kalo Damian udah turun tangan,kan akunya kangen sama aksi damian🤭
Aida Kamil
syukurinnnnn mnusia durhaka pantas dibuang dan mati sia sia krna mnyia nyiakannorgtua kndung
Alby Raziq
puas banget liat miriam menderita walaupun ngeri sendiri
Aida Kamil
mamposss bk8n miriam mati thor jgan ksih hidup
Alby Raziq
serem amat Daddy Damian klau Uda marah
Riska Baelah
ternyata walau damian sdah jd kakek,,
tp cara nyiksa pembalasan buat orang yg sdah jahatin keluarga ny ,blum hilang msih sadis👍👍👍👍
ngeri sih tp itu pantas buat miriam, salh sendri berurusan sama seorang damian winslow/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Hanima
👍👍👍
Nurul Hikmah
untung dunia novel🤭😄😄😄 serem amat kalo terjadi di dunia nyata,,,denger berita pembunuhan Ajja ngeri😭
Gian Hazza
seru tapi ngeri ba
yanginnya thor
Syakirah Dzaky
Rasakan lah Miriam , akibat dari iri hati, kedurhakaanmu , semua hancur , tdk ada yg tersisa, coba kamu jadi Miriam yg baik , gadis tulus berteman dgn Amara , mungkin cerita hidupmu akan lebih baik , keluarga Amara bisa memberikan kehidupan yg baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!