Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Kira Punya Adik
Kelvin berada di tempat gym.Keringat menetes deras dari dahi Kelvin saat dia mengangkat barbel dengan gerakan terkontrol. Setiap ia mengangkat barbel rupanya Kelvin masih saja mengingat kejadian semalam seolah pikiran itu menghantui dirinya sejak pertemuan dengan Tiara semalam.
Di sisi lain gym, temannya Baron sedang melakukan latihan kardio di treadmill. Setelah selesai, dia mendekati Kelvin dan menarik handuk untuk mengelap keringatnya. "Kelvin..Kelvin lagian kamu itu ada-ada saja yah, lagian mana ada coba seorang ibu yang mau di pisahkan dengan anaknya sendiri!"Ucap Baron di selingi tawa kecil.Lalu langkah kaki terhenti ia kembali menatap Kelvin, kali ini ia berbicara dengan nada pelan.“Kenapa kamu tidak menikahi dia saja, dan hidup berbahagia dengan anak kalian nanti setelah lahir”
Kelvin mendesis, Ia berhenti melakukan aktivitas angkat barbel.“Nikahi wanita buruk rupa itu!"Kelvin tersenyum miring.“Jangan karena dia hamil anak ku maka itu akan menjadi pemicu agar aku menikahi dia,tidak sekeras apapun dia berusaha menahan anak itu maka senekat itu pula aku akan merebut anak itu darinya!"
Baron menggelengkan kepala dengan tidak percaya, menjauh sedikit dari Kelvin. "Aku tidak mengenalmu lagi, Kelvin. Seorang ibu yang telah merasakan semua penderitaan itu layak mendapatkan rasa hormat, bukan diperlakukan seperti barang yang bisa kamu main-mainkan. Apakah kamu benar-benar rela menyakiti anakmu sendiri dengan memisahkannya dari ibu nya!?"
Kelvin hanya tersenyum sinis, mengambil tasnya dan berjalan menuju ruang ganti tanpa melihat ke belakang. "Itu masalahku sendiri, Baron. Jangan campuri urusanku!"
****************
Tiara dengan telaten membersihkan tubuh ibunya dengan handuk kecil dan air hangat,Setiap gerakan tangannya bergerak, mengelap dahi, leher, dan lengan ibunya yang masih terbaring di ranjang. Ia meneteskan sedikit sabun ke handuk, memastikan tidak terlalu banyak agar tidak membuat ibunya tidak nyaman.
"Tiara, kapan yah ibu pulang dari sini. rasanya ibu sudah bosan sekali berada di rumah sakit”
Tiara berhenti sejenak "Sabar ya, Bu. Dokter bilang kondisi Ibu sudah membaik, hanya perlu waktu lagi agar tubuh benar-benar kuat kembali," jawabnya dengan senyum menenangkan.
Tiara menyusun baju ibunya dengan rapi di atas kursi dekat ranjang, lalu mengambil handuk bersih untuk mengeringkan bagian tubuh yang sudah dibersihkan.“Oh iya Bu, nanti untuk sementara waktu kita pindah ke rumah almarhum nenek saja yah.kan sayang, itu sudah lama sekali tidak di tempati.”
“Tapi Tiara, rumah nenek mu kan harus melakukan perjalanan dua jam kalau dari sini."
Tiara mengangguk perlahan, sambil memasang baju ibunya kembali "Aku tahu Bu, perjalanannya cukup jauh. Tapi aku sudah pikir matang."
Dia duduk kembali di tepi ranjang, menjelaskan dengan nada tenang, "Rumah nenek lebih luas dan jauh dari keramaian kota. Selain itu, ada kebun dan kolam kecil di sana pas sekali buat Ibu yang butuh udara segar dan suasana tenang buat pulih total. Aku juga sudah menghubungi Pak Slamet tetangga yang selalu merawat pekarangan sana, dia bilang rumahnya dalam kondisi baik."
“Yasudah kalau itu mau kamu,ibu ikuti saja"
Tak lama Dokter Arkan datang lagi ke ruangan ibu Tiara.Dokter Arkan masuk dengan membawa berkas kertas dan senyum ramah di wajahnya. "Selamat sore Bu Sri, bagaimana kondisi ibu hari ini, apakah masih merasakan gejala pusing?
"Hmm hanya ada sedikit nyeri-nyeri sedikit dok"Kata Bu Sri.
Dokter Arkan mengangguk dengan lalu menyesuaikan posisi bantal kepala Ibu Sri dengan hati-hati. "Betul sekali, Bu. Operasi pengangkatan tumor otak memang bukan hal yang ringan,tubuh Anda butuh waktu yang cukup untuk pulih total. Sensasi pusing dan kelelahan dalam beberapa minggu setelah operasi adalah hal yang sangat wajar."Kemudian dokter Arkan membuka catatan medisnya dan menjelaskan dengan jelas, "Selama operasi, kita telah berhasil mengangkat sebagian besar tumor jinak tersebut tanpa merusak area otak yang mengatur fungsi penting tubuh. Tinggal sedikit sisa yang tidak bisa kita angkat karena berada dekat dengan struktur saraf yang sensitif, jadi kita akan pantau perkembangannya melalui pemeriksaan rutin setiap bulan."
Dokter Arkan menoleh ke arah Tiara, Tiara yang mendengarnya langsung mendekat, tangannya menggenggam tangan Ibu Sri dengan erat. "Jadi pusingnya akan hilang sendiri ya, Dokter? Apakah ada cara untuk menguranginya?"
"Dengan istirahat yang cukup dan mengikuti pola istirahat serta aktivitas yang kami sarankan, gejala ini akan semakin berkurang seiring waktu," jawab Dokter Arkan sambil memberikan resep tambahan. "saya akan tambahkan obat untuk meredakan pusing dan membantu Bu tidur lebih nyenyak. Juga ingat ya, jangan terlalu cepat bergerak atau mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba ya,"
“Baiklah terimakasih atas penjelasan nya,"Ucap Tiara.
Kemudian kedua mata Dokter Arkan menatap Tiara dengan pandangan kebingungan.“Oh iya kemarin malam yang jaga ibu mu itu adik kamu ya..?"Tanya dokter Arkan pada Tiara yang saat ini hanya bengong saat di tanya soal adiknya.
Bu Sri mengertyiit.“Maaf yah dok saya hanya punya satu anak.. yaitu dia lah anak saya"Kata Bu Sri.
Dokter Arkan langsung mengerutkan kening, ekspresi kebingungannya semakin jelas. "Apa.Tapi kemarin malam sekitar pukul 9 nan ada seorang wanita muda yang duduk di sofa itu dan bilang dia adikmu, dan dia juga bilang kamu tidak bisa datang karena ada urusan penting.“Oh iya waktu itu saya sempat menyuruh nya untuk mengambil kan obat di apotek tapi sampai sekarang obat itu belum sampai di tangan saya__"
“Maaf Dok, mungkin dokter hanya salah paham saya hanya punya satu anak perempuan yaitu Tiara anak saya yang ini..."
Tiara semakin bingung, kepalanya berbalik bolak-balik antara dokter dan ibunya.“Aduuh semua ini karena ulah ku sendiri makanya jadi kacau!"Pekik Tiara di dalam hatinya.Tiara menutupi wajahnya dengan kedua tangan, napasnya menjadi cepat karena rasa cemas yang melanda. Ia tahu persis siapa wanita yang dimaksud Dokter Arkan bukan orang lain melainkan dirinya sendiri yang memerankan dua wajah di satu tubuh.
Dokter Arkan hanya garuk-garuk kepala sendiri ia terlihat kebingungan.namun ia juga tidak ingin memperpanjang pertanyaan ini dan akhirnya Dokter Arkan memilih untuk meninggalkan ruangan itu.
Tiara bisa bernafas lega setelah Dokter Arkan tak ada lagi di sekitar nya. Namun di sini ibu nya mengomel sendiri “Aneh sekali yah dokter tampan itu, masak dia bilang kamu punya adik"
Kemudian Tiara mendekati ibunya.“bu..sebenarnya dokter Arkan itu tidak salah, yang salah itu aku.Aku lah yang membuat scenario dan akulah yang mengatakan jika aku punya kakak.."
“Maksud kamu apa Tiara?"
Tiara mulai menjelaskan kronologi nya dari a sampai Z tapi ia tidak menceritakan kejadian soal kehamilan nya dan soal kelvin. Tiara hanya mengatakan jika Dokter Arkan salah paham atau mengira Tiara yang tanpa Gigi tonggos dan tompel itu adalah adik dari sih Tiara buruk rupa.
“Oh jadi begitu ceritanya, wajar saja dokter itu mengira kamu punya adik.Tapi maafin ibu yah Tiara coba saja ibu waktu itu tidak memaksa mu untuk menyamar yah besar kemungkinan kamu tidak perlu lagi menutupi wajah mu yang cantik itu dengan kedua benda yang ada di wajah dan mulut mu itu"
masih penasaran dengan kelanjutan selanjutnya 👍🤩
soalnya si Kelvin selain dia yg gak bisa menghargai seorang wanita bagaimana pun penampilan nya, ibunya pun adalah orang yg melihat orang hanya dari kasta nya saja 😤