NovelToon NovelToon
Obsesi Rahasia Pak Dosen

Obsesi Rahasia Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Lima tahun lalu, Zora hanyalah mahasiswi biasa di mata Dimas. Kini, ia adalah obsesi yang tak bisa ia lepaskan.

Dimas adalah dosen Ekonomi yang kaku dan dingin. Baginya, segala sesuatu harus terukur secara matematis. Namun, rumusnya berantakan saat sang ibu memboyong Zora,mantan mahasiswi yang kini sukses menjadi juragan kain untuk tinggal di rumah mereka setelah sebuah kecelakaan hebat.

Niat awal Dimas hanya ingin membalas budi karena Zora telah mempertaruhkan nyawa demi ibunya. Namun, melihat kedewasaan dan ketangguhan Zora setiap hari mulai merusak kontrol diri Dimas. Ia tidak lagi melihat Zora sebagai mahasiswi yang duduk di bangku kelasnya, melainkan seorang wanita yang ingin ia miliki seutuhnya.

Zora mengira Dimas masih dosen yang sama dingin dan formal. Ia tidak tahu, di balik sikap tenang itu, Dimas sedang merencanakan cara agar Zora tidak pernah keluar dari rumahnya.

"Kau satu-satunya yang tak bisa kulogikakan,Zora!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.Jangan bangunkan singa yang sedang tidur

Zora menyodorkan amplop cokelat itu dengan gerakan yang sangat tenang, kontras dengan badai yang berkecamuk di dadanya. Dimas mengernyit, menatap benda itu dengan dahi berlipat.

"Apa ini?" tanya Dimas, suaranya pecah oleh kelelahan dan rasa bingung.

"Buka saja, Pak. Nanti juga Anda akan tahu isinya," balas Zora. Panggilan 'Pak' itu kembali muncul, dingin dan berjarak.

Penasaran, Dimas pun merobek amplop itu. Seketika, matanya membulat sempurna. Pupilnya bergetar hebat saat melihat wajahnya sendiri dalam situasi yang tampak begitu memuakkan di atas kertas foto itu.

"Darimana... darimana kamu mendapatkan ini semua?" tanya Dimas terbata. Suaranya bergetar, dan Zora mencatat setiap getaran itu sebagai sebuah belati yang menusuk hatinya.

"Mira datang siang tadi hanya untuk memberikan ini padaku. Katakan padaku, Pak... siapa wanita ini?" tanya Zora lirih. Meski suaranya terdengar setenang permukaan danau, di dalam dadanya, setiap kata itu seperti tekanan gas yang siap meledak.

Dimas menatap Zora dalam diam, lalu dengan gerakan cepat namun lembut, ia memegang kedua bahu istrinya. "Ikut aku. Akan kuceritakan semuanya. Tapi janji padaku, kau harus tetap tenang. Bisa?"

Zora menatap sepasang mata suaminya, mencari kebenaran di sana sebelum akhirnya mengangguk kecil.

Dimas membimbing Zora menuju ruang kerja pribadinya—sebuah ruangan yang selama sebulan terakhir belum pernah Zora jamah. Ruangan itu terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

"Duduklah," ucap Dimas pelan.

Dimas melangkah menuju meja kerjanya, membuka laci yang terkunci rapat, dan mengeluarkan sebuah amplop yang tampak identik. Ia memberikannya pada Zora. Zora terkesiap; isinya sama persis dengan yang dibawa Mira.

"Dia Caroline. Teman Nesa saat di Amerika. Kamu ingat siapa Nesa, kan?"

Zora mengangguk pelan. Ingatannya melayang pada sosok wanita yang hampir menghancurkan hidup sahabatnya, Kanaya. Wanita yang memaksa Kanaya berjuang sendirian melahirkan Alteza tanpa Bumi di sisinya.

"Lalu... apa hubunganmu dengan dia?" tanya Zora. Ia mencoba menahan gejolak perih yang mulai merayap. Hatinya mencelos. Pernikahan mereka baru berumur tiga hari, dan sejujurnya, tidak ada fondasi cinta yang kuat sejak awal. Haruskah aku menyerah sekarang? pikirnya pahit.

Dimas berlutut di depan Zora, menggenggam tangan istrinya yang sedingin es.

"Aku bersumpah demi Tuhan dan demi martabatku sebagai suamimu, aku tidak pernah melakukan apa pun dengan Caroline. Kau adalah wanita yang pertama untukku, Zora. Semalam adalah bukti yang tidak bisa dibantah oleh foto mana pun," ucap Dimas dengan suara rendah namun penuh penekanan.

"Foto itu adalah jebakan yang dibuat Nesa beberapa tahun lalu. Dia ingin aku patuh, dia ingin aku mendukung rencananya merebut Bumi dari Kanaya. Dia menggunakan foto-foto sudut kamera ini untuk mengancam karirku sebagai dosen. Aku menyimpannya agar suatu saat bisa kujadikan bukti balik, tapi ternyata... Mira menemukannya lebih dulu."

Dimas menatap Zora dengan tatapan memohon. "Zora, jangan biarkan rencana busuk yang sudah lama mati ini membunuh pernikahan kita yang baru saja dimulai. Aku bersumpah, hanya kau pemilik sah hati dan ragaku."

"Untuk kali ini... aku memilih untuk percaya padamu," bisik Zora. Suaranya masih terdengar rapuh, namun ada ketegasan di dalamnya. "Tapi ingat, kepercayaanku bukan barang murah yang bisa kamu beli berkali-kali. Jika satu saat nanti aku tahu kamu berbohong, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk menjelaskan apa pun lagi."

Dimas mengembuskan napas lega, seolah beban seberat gunung baru saja terangkat dari pundaknya. Ia merengkuh tubuh Zora, mendekapnya erat-erat seolah takut wanita itu akan menguap jika ia lepaskan. Dimas membenamkan wajahnya di ceruk leher Zora, menghirup aroma ketenangan yang hanya dimiliki istrinya.

"Terima kasih, Zora. Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan untuk menjaga janji ini," gumam Dimas. Ia melepaskan pelukannya sejenak, menangkup wajah Zora dengan kedua tangannya, lalu mendaratkan kecupan lama dan khidmat di kening istrinya.

Namun, Saat wajahnya tersembunyi di balik rambut Zora, sorot matanya yang tadi penuh permohonan berubah menjadi sedingin es.

Hati Dimas bergemuruh hebat, bukan oleh gairah, melainkan oleh amarah yang mendidih. Ia teringat wajah angkuh Mira yang dengan berani mengusik ketenangan rumah tangganya dan menyakiti harga diri Zora.

“Mira... kau sudah melangkah terlalu jauh. Kau pikir bisa menghancurkan hidupku dengan sampah-sampah masa lalu ini?” ucap Dimas dalam hati, suaranya bergema penuh ancaman.

Ia mengeratkan pelukannya pada Zora, namun pikirannya sudah menyusun rencana yang jauh lebih rapi dari sekadar konfrontasi lisan.

“Tunggu pembalasanku. Aku tidak akan memberimu ampun. Kau akan belajar bahwa menyentuh milikku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu,” batinnya tajam.

1
Ila Aisyah
penggelapan uang perusahaan, pembunuhan berencana ayah dimas
Shifa Burhan
inilah enak pemeran utama wanita, berbuat salah tapi segampang itu dimaafkan dan kesalahan hal sepele

zora
*pergi (minggat) dari rumah tampa izin dan sepengetahuan suami kesalahan fatal
*lebih percaya orang lain dari pada suami, ingat asas kepercayaan wanita yang lebih berkoar2
*membuat suami cemas, bingung, khawatir,
*dia enakan tidur, suami tapi suami dia biarkan kayak orang bodoh, alasan HP mati, tinggal colok cas, hidupkan hubungi suami, ini malah enak2an tidur, kayak tidak ada beban sama sekali
*setelah melakukan banyak kesalahan dengan enteng dia merasa aman saja, zora pakai otak kau tidak mau memaafkan dengan mudah kesalahan suami tapi ketika kau salah kau semudah itu dimaafkan

thor mohon lah berlaku adil, jika sang suami buat salah tidak mudah dimaafkan dan dibuat berjuang dulu baru dimaafkan maka adil lah juga ketika sang istri melakukan kesalahan buat juga tidak semudah itu dimaafkan buat juga berjuang,

buang jauh jauh pemikiran yang selalu menormalisasi semua kesalahan pemeran utama wanita,


adil tidak membuat novel jelek tapi malah membuat novel bertambah berkelas
Shifa Burhan: dan thor jangan sepelekan kesalahn zora karena ini adalah kesalahan yang berulang2, zora bukan belajar dari kesalahan sebelum nya tapi malah makin jadi seenak karena dia merasa author membela dia dengan membuat dimas selalu jadi budak cinta yang Terima saja diperlakukan seperti apa saja

thor adil terhadap sang wanita dan sang pria, berlalu netral lah, author harus berdiri adil, buang jauh2 sudut pandang wanita saja
total 1 replies
Dodoi Memey
Dimas maen cium aja cepet banget nyosornya
Dodoi Memey
Thor keren banget dimasnya calon suami siaga
Dodoi Memey
sepertinya Dimas blom pernah berdekatan sama cewek
shadirazahran23: dia pernah naksir sahabatnya Zora lo 🤣
total 1 replies
Dodoi Memey
tambah seru lanjutkan
Dodoi Memey
asyiikkk seru
Wiwi Sukaesih
kebiasaan Zora kalau ad apa" g pernh nanya lngsung
g bljr dr msalt kemarin
Rahayu Ayu
Kalau Zora srkalu berasumsi buruk senditi tanpa bertanya dan mendengarkan apapun alasan dari Dimas,
itu membuat Zora terlihat kekanakan dan selalu mendrama.
Acih Sukarsih
mulai konflik
Tamirah Spd
Thor kalau ingin menciptakan konflik Dimas dan Zora, kenapa hrs ada akta dlm dompet yg tertera namae Wulan anak Wulan dan Dimas ....?.yg sama sama nama Dimas beda nama belakang .Kan Janggal Dimas menyimpan akta sahabat nya dlm dompet mereka hanya sahabat.walau kesannya jadi salah paham dikira Dimas punya anak dgn Wulan.Tetap gak etis nyimpan akta org lain dalam dompet apa lagi anak nya Wulan panggil papa..... wesss angelllll.
Rahayu Ayu
Aq kira yg datang mengganggu Nesa atau Wulan, ternyata malah Mira si biang kerok, mungkin harapan Mira bisa bekerja di perusahaan Dimas, agar bisa mendekati Dimas lagi,
tapi entah peketjaan apa yg sudah di siapkan sandi, jadi tukang fotokopi atau malah jadi cleaning servis.
Rahayu Ayu: Ga terlalu penasaran amat sih kak.
yg penting jangan ada lagi gangguan buat RT mereka.
total 2 replies
Rahayu Ayu
Antara Nesa atau Wulan
soalnya keduanya ada hubungannya dengan Dimas,
Nesa sepupunya Dimas,
sedangkan Wulan walaupun teman yg baik tapi teman lucnat juga🤭
Rahayu Ayu
Posesif boleh, itu menandakan kalau kamu adalah orang yg sangat mencintai dan menjaga pasangan mu,
tapi, jangan sampai keposesif an mu ,malah membuat pasangan mu ilfil.
Ila Aisyah
loooo,,, iku yg membuat merinding disko 😛,,,
Wiwi Sukaesih
nah Lo ad LG penggemar zora.😁
Wiwi Sukaesih
ahh dkra spa yg bela Zora dh parno aj
ternyata paksu Dimas 😍
shadirazahran23: Matanya Dimas kaya Elang
total 1 replies
Marini Suhendar
Bos Dimas 🤭
Acih Sukarsih
dimas
Wiwi Sukaesih
pelajaran untuk Zora klw bertanya itu jgn dlm hati y sung tny k.orgny.jgn suudzon...
y Dimas persiapan 👍
shadirazahran23: Ia betul.Setelah ini Insya Allah Zor lebih dewasa dalam bersikap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!