NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meracik Obat

"Baiklah ayo bergegas." Ujar Ceni lalu menghentakkan tali kekang agar kuda nya berlari laju.

Ying Zu dan Zeno pun tak mau kalah, kedua nya berusaha mengejar Ceni yg berada di hadapan mereka.

.

Seharian penuh mereka berkuda saat ini mereka tiba di sebuah desa.

Ceni pun mengernyit kan dahi nya melihat beberapa bangkai kuda dan juga kambing mati mengenaskan di pinggir jalan dan di biarkan begitu saja, alhasil bau busuk pun menyebar menusuk hidung kala mereka melewati nya.

"Gila, ini bau bangkai Weh." Teriak Zeno hampir muntah.

"Apa yg terjadi,? Kenapa binatang ternak ini di biarkan membusuk seperti ini.?" Gumam Ceni heran.

Ceni pun memilih masuk dan melewati gapura sebuah desa untuk melihat lebih lanjut tentang apa yg terjadi di desa tersebut.

Setelah bau bangkai menghilang sejauh mata memandang banyak nya para warga yg terkapar di tanah sambil terbatuk-batuk dan ada juga yg menggigil sambil menahan sakit di sekujur tubuh yg di penuhi oleh penyakit yg berair.

Ceni pun menghentikan salah satu ibu-ibu yg saat ini sedang mengompres dahi anak remaja di hadapan nya.

"Maaf nyonya, kenapa orang sakit berada di luar rumah.?" Tanya Ceni yg sudah turun dari kuda nya.

Ibu-ibu itu pun menoleh.

"Apa yg kalian lakukan di sini nona, desa kami berbahaya untuk kalian, sudah banyak warga yg terkena wabah penyakit." Ucap nya.

"Kami hanya tidak sengaja lewat nyonya."

 Ucap Ceni.

"Kenapa para pesakit di biarkan di luar rumah nyonya bukan nya di dalam rumah." Ucap Ceni .

"Sebab ini anjuran seorang tabib agar para pasien di baringkan di luar rumah ." Ucap nya.

"Dasar aneh, ini mah demam cacar , harus nya berbaring di tempat empuk dan bersih ini malah di luar rumah yg di penuhi batu dan rumput, kalau pecah pasti sakit dan perih banget itu, hah dasar orang kuno , pengobatan macam apa ini.?" Batin Ceni tak habis pikir.

"Nona Ceni, ini kan demam cacar ya.?" Bisik Zeno.

Ceni pun mengangguk tanda membenarkan.

"Buset, apa gak sakit itu badan." Ucap Zeno menatap ngeri sebagian orang-orang yg bahkan tak memakai baju.

"Lalu dimana tabib itu nyonya.?" Tanya Ying Zu.

"Ada di rumah depan sana, yg di penuhi oleh para warga." Ucap nya.

Ying Zu pun mengangguk dan mengajak Ceni serta Zeno menuju ke sana sambil menggiring kuda mereka.

Kedatangan mereka pun di sambut oleh kepala desa yg mengira mereka adalah utusan istana.

"Selamat datang tuan muda, nona-nona muda." Ucap kepala desa ramah.

"Terimakasih Tuan." Ucap Ceni.

"Apakah hanya ada satu tabib.?" ucap Zeno yg tak sengaja melihat seorang tabib dengan pakaian khas tabib zaman kuno.

"Iya tuan muda, tapi sudah seminggu ini, penyakit para warga bukan nya sembuh malah semakin parah." Ucap kepala desa menghela nafas panjang.

"Nona Ceni apa kau punya solusi.?" Ucap Zeno.

"Entah lah aku tidak tau." Ucap Ceni pada Zeno.

Ceni benar-benar tidak tau harus berbuat apa, karena ia tak mengerti pengobatan dan hanya mengandalkan ruang penyimpanan warisan kakek nya, biasa nya apa yg ia sebut pasti muncul di tangan nya, dan Ceni berniat ingin mencoba nya kembali.

"Apakah kalian utusan istana.?" Tanya kepala desa.

"Bukan tuan, kami hanya pengembara yg kebetulan lewat." Jelas Zeno.

Kepala desa pun menunduk lesu sambil menghela nafas kembali.

"Sungguh sebagai kepala desa aku rasa nya tidak berguna." Ucap kepala desa merasa bersalah.

"Jangan seperti itu tuan kepala desa, semoga saja ada keajaiban buat para warga." Ucap Ceni.

"Kalian tetap lah di sini aku akan segera kembali." Titah Ceni pada Ying Zu dan juga Zeno.

Kedua nya pun mengangguk tanda mengiyakan.

Ceni pun berjalan menjauhi kerumunan dan ia memilih tempat yg agak sepi agar tak terlihat oleh orang lain.

Lalu Ceni pun memasuki ruang penyimpanan milik nya.

HAP

Di dalam ruang penyimpanan sejenak Ceni kebingungan apa yg akan ia lakukan sebab ia tak tau obat apa yg ada di ruang saat ini.

"Obat apa ya yg bisa nyembuhin cacar dalam waktu singkat.?" gumam nya sambil celingukan melihat botol-botol, tanaman dan harta di ruang yg bertebaran di mana-mana.

Tak sengaja mata nya melihat tepung tapioka.

"Kata Ara dulu kalau di keadaan mendesak dan tidak ada obat ketika kena cacar air bisa gunakan tepung tapioka di beri garam sedikit dan sedikit air, sebab dulu sewaktu KKN, Ara terkena cacar di bagian kaki dan posisi waktu itu di desa terpencil yg tidak ada obat cacar sama sekali." Gumam nya termenung.

"Iya benar,! mudahan-mudahan ini bisa jadi alternatif buat menghilangkan bekas cacar itu walaupun tidak secara instan dan harus rutin, seenggak nya aku udah berusaha, kebetulan stok pil nya di ruang ini sangat banyak." Ucap Ceni dengan riang lalu membuka satu persatu kotak obat yg bisa di gunakan untuk menyembuhkan cacar air.

Ceni pun lalu memilih obat-obatan yg akan di gunakan anak-anak dan orang dewasa yg mana obat tersebut memiliki dosis yg berbeda-beda buat anak-anak dan dewasa.

Ceni lekas-lekas memilih keluar dari ruang dengan menenteng begitu banyak tepung tapioka dan garam beserta pil dan salep buat cacar, lalu Ceni pun menuju dimana Zeno, Ying Zu dan kepala desa duduk di bawah pohon.

"Tuan kepala desa." panggil Ceni.

"Nona, anda dari mana saja.?" Tanya pak kepala desa.

"Dari mengambil stok obat." Ucap Ceni.

Kepala desa, Ying Zu dan Zeno pun menatap barang bawaan Ceni yg sangat banyak dengan cepat, Zeno pun membantu Ceni membawa nya.

"Terimakasih Zeno." Ucap Ceni.

"Sama-sama, tidak masalah nona Ceni." Ucap Zeno sambil mengedipkan sebelah matanya.

Ceni pun memutar bola mata nya malas.

"Tepung buat apa nona Ceni.?" Tanya Zeno bingung.

"Buat obat, bahan itu bisa membuat cacar nya cepat pecah dan mengering, lalu di beri minum pil dan di olesi salep tiap hari pasti sembuh." Ujar Ceni.

"Oh." Ucap Zeno manggut-manggut.

Kepala desa yg mendengar itu pun menatap Ceni dengan penuh harap.

"Apakah benar apa yg nona katakan bahwa mereka semua bisa sembuh termasuk istri dan anak ku.?" Ucap kepala desa.

Ceni pun mengangguk lalu meminta bantuan kepala desa, Ceni dan Ying Zu untuk mengolah obat-obatan itu agar bisa langsung di gunakan oleh para warga.

.

Tabib-tabib yg sedang mengobati Para warga pun tak sengaja melihat Kepala desa dan juga anak muda yg tidak mereka kenal pun menghampiri lalu bertanya.

"Tuan kepala desa, apa yg sedang anda lakukan.?" Tanya salah satu tabib.

"Meracik obat." Ucap kepala desa tanpa menoleh.

"Meracik obat.? Ucap sang tabib bingung.

Bersambung.

1
Erna Fkpg
semangat thor kutunggu kelanjutannya 💪💪💪
Mineaa
waaaaaahhhh...... bakalan tambah seru nich part selanjutnya.....
jadi ga sabar.....
Ida Kurniasari
lanjut thorr 😍😍
Ida Kurniasari
seru thor😍
Erna Fkpg
terimakasih thor kutunggu upnya selanjutnya 👍👍👍
Astiana 💕: sip 👍
total 1 replies
Erna Fkpg
GK sabar nunggu kehancuran yin sang
Erna Fkpg
lanjut thor
Erna Fkpg
bagus semoga GK berhenti ditengah jalan
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
nungguin ya, tunggu aja sampai pesta kembalinya ying zu di kerajaan,
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪
Marsya
jgn2 yg gx slamat cucu kakek jendral alias meninggal trus diganti sama anak kaisar makanya bpaknya gx syang oeg bkan darah dagingnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
zu anak permaisuri yang sengaja di tukar deh
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
aria
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Murni Dewita
dikit amat thor
aria
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!