NovelToon NovelToon
Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Allegri & Allegra Sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Dokter
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.

Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.

Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.

Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.

Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?

Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.

Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEALOUS

Hari berganti hari, waktu terus bergulir..

"Alle.."

Allegra yang baru saja keluar dari ruang dokter jaga menolehkan kepalanya ketika ada yang memanggil namanya.

Senyum hangat nampak di sudut bibir gadis itu. "Ada apa Olivia?", jawab Allegra ramah pada sahabatnya yang bertugas sebagai dokter umum di rumah sakit.

"Malam nanti Antonio mengundang kita semua ke pesta ulangtahunnya Alle. Kamu bisa bergabung kan?".

Allegra mengangkat satu bahunya. "Sepertinya aku tidak bisa datang, Oliv. Lihatlah, sudah sore begini pekerjaan ku belum selesai juga".

"Uhh Allegra, selalu saja dengan jawaban yang sama...Aku kecewa kalau kamu tidak datang Alle. Ayolah sekali-kali bersenang-senang bersama kami, Luca pasti senang kalau kau datang malam nanti", jawab Antonio yang ternyata sudah bergabung dengan Alle dan Olivia. Laki-laki itu memeluk pundak Olivia, ia tidak sendirian tapi bersama Luca juga.

Allegra tersenyum mendengar teman-temannya menyebut nama Luca. Karena Antonio dan Olivia yang menjalin hubungan kekasih itu, sedang menjodohkan Luca dengannya.

Allegra selalu menghindar jika teman-temannya itu mengajak pergi bersama mereka. Alle selalu punya alasan untuk menolak secara halus. Tidak ada yang tahu hubungan ia dan pucuk pimpinan rumah sakit tempat mereka bekerja kecuali Guiliano.

"Iya nih...aku kecewa penolakan mu Alle. Kamu selalu beralasan karena pekerjaan. Aku pikir kau memang sengaja menghindar", balas Luca.

Dokter tampan itu mengusap dadanya.

"Teman-teman, tapi kita harus maklum Alle kan juga menjadi pimpinan rumah sakit bukan dokter biasa seperti kita. Dokter satu ini sangat sibuk", seloroh Olivia pada Luca dan Antonio.

"Kau berlebihan Olivia. Aku masih tahap belajar".

"Iya juga sih. Tapi Alle kenapa kau mau menjadi jajaran petinggi rumah sakit, apa kamu tidak ingin seperti Luca melanjutkan pendidikan specialis? Padahal kamu tidak kekurangan biaya, sayang sekali kalau hanya menjadi dokter umum", ucap Olivia.

Dering handphone milik Luca menghentikan pembicaraan Allegra dan teman-temannya.

Luca menjauhkan handphone nya.

"Aku harus pulang sekarang teman-teman. Sampai jumpa malam nanti. Aku sangat bahagia kalau kau bisa datang ke pesta yang Antonio adakan Alle. Atau kalau kau izinkan aku akan menjemputmu", ucap Luca memeluk bergantian Allegra juga Antonio dan Olivia sebelum pergi.

"Tidak usah Luca. Rumah ku jauh di Messina", jawab Allegra tersenyum pada temannya itu.

*

Ting...

Allegra keluar lift menuju ruangannya. Sejak pagi ia sangat sibuk, bahkan hari ini belum bertemu dengan Allegri yang juga di sibukkan dengan aktivitasnya sebagai pimpinan rumah sakit dan praktek pribadinya.

"Selamat sore dok", sapa karyawan yang bertugas di lantai dua puluh dengan hormat pada Allegra.

"Sore", jawab Allegra tersenyum hangat.

Alle membuka ruang kerjanya. Sekarang pukul empat, satu jam lagi ia pulang. Netra gadis itu nampak terkejut melihat Allegri di dalam ruangannya menatapnya dengan intimidasi.

"Siapa yang memeluk mu tadi Allegra?". Suara ketus Allegri mengagetkan Alle sesaat.

Senyum manis terlukis di wajah cantik dokter muda itu. "Sayang... kamu menunggu ku?". Tanpa menjawab pertanyaan Allegri, Alle menaruh map yang ia bawa ke atas meja kerja.

"Apa kau tuli, tidak menjawab pertanyaan ku Alle??". Ucapan ketus bernada umpatan Al membuat Alle spontan melihat kearah laki-laki itu. Allegri terlihat sangat kesal.

"Ada apa kau marah-marah Al? Apa ada masalah dengan pekerjaan mu?". Allegra balik bertanya.

"Aku marah karena melihat laki-laki itu memeluk mu Alle. Kamu tahu batasan kan? Jangan mengalihkan pembicaraan", tegas Allegri semakin kesal pada kekasihnya itu.

Allegra menghela nafas mendengar ucapan Allegri.

"Mereka teman-teman ku. Luca juga teman ku, ia sedang mengambil pendidikan penyakit dalam. Apa aku harus melapor kan juga siapa saja teman-teman ku pada mu?", jawab Allegra.

Netra hazel Allegra melotot mendengar perkataan Al.

"Aku tidak perduli dengan data pribadi mereka, aku tidak mau kau berteman dengan mereka lagi. Mulai besok kamu fokus dengan pekerjaan mu sebagai jajaran direksi saja. Tidak perlu bertugas di bawah lagi. Duduk saja di kursi mu itu". Al menunjuk kursi di hadapannya.

"Tidak bisa begitu, aku juga ingin menerapkan ilmu yang aku punya, merawat pasien. Sama seperti mu, kau memimpin rumah sakit, juga sebagai dokter praktek yang mengobati pasien. Huhh...Kau ini cemburuan sekali. Apalagi kalau aku pergi ke pesta yang di adakan Antoni malam nanti pasti kau akan marah dan bicara yang tidak-tidak. Membosankan sekali", ucap Alle terlihat dongkol pada Allegri yang tiba-tiba marah padanya karena melihat Luca memeluknya sebagai salam perpisahan tadi.

"Siapa Antoni? Aku akan pergi bersama mu, kalau acara itu sangat penting bagi mu".

Allegri mendekati Alle yang terlihat kesal padanya. Laki-laki itu memeluk pinggang Allegra yang tak bergeming dengan wajah cemberut.

"Aku tidak akan datang. Lagipula kau sudah berjanji untuk merahasiakan hubungan kita. Aku tidak mau mereka tahu kita pasangan. Aku belum siap–"

Allegri tersenyum mendengar alasan Alle. Sudah dua minggu mereka sebagai kekasih. Allegri ingin mengumumkan pada orang-orang bahwa mereka berhubungan tapi Alle bilang belum siap. Akhirnya Al mengalah, demi kenyamanan kekasihnya itu.

"Tapi aku tidak mau kau dekat-dekat dengan laki-laki lain. Kau harus tahu batasan Alle. Hanya aku yang berhak menyentuh mu. Kau juga hanya boleh pergi ke pesta mana pun bersama ku saja", bisik Al di telinga Allegra mendaratkan sebuah kecupan manis di leher gadis itu. Alle tidak memberi respon apapun, masih diliputi rasa kesalnya.

Allegra mendorong tubuh Al agar menjauh darinya. Tapi pelukan laki-laki itu begitu kuat.

"Kau ini, membosankan sekali. Kau ingin membuatku jadi tawanan mu? Tentu saja aku tidak mau–"

"Makanya kita umumkan pertunangan kita pada orang-orang, agar teman-teman mu tahu batasan tidak memeluk kekasih ku seenaknya saja seperti tadi", seru Allegri menyematkan anak-anak rambut Alle kebelakang telinga.

"Aku serius menjalani hubungan ini, aku ingin orang-orang tahu bahwa kita pasangan kekasih yang akan segera menikah Alle. Tidak sembunyi-sembunyi seperti sekarang. Bahkan kau tidak mau turun mobil di depan pintu kuatir kalau ada yang melihat mu bersama ku. Lantas hubungan macam apa yang kau inginkan? Hubungan diam-diam agar laki-laki luaran sana bebas menggoda mu?", ujar Allegri kesal.

"Bukan begitu Al. Aku belum siap saja, terlebih aku masih anak baru di rumah sakit mu ini. Dan kau adalah pimpinan. Aku tidak mau ada gosip–”

"Gosip? Gosip apa yang menyatakan kebenaran Alle? Kecuali kalau kau memang tidak mau mengakui hubungan kita karena kau masih mencintai pacar Amerika mu itu... J-anik?"

"Heii..kenapa kau mengungkit masa lalu ku. Kau sendiri bagaimana kalau tiba-tiba Alice datang, apa kau bisa menyelesaikan detik itu juga?", balas Allegra sedikit emosi pada Al.

"Tentu saja akan aku selesaikan detik itu juga, karena Alice tahu saat bersamanya aku belum bisa memberikan hati ku padanya. Dia juga tahu aku sangat mencintaimu. Alice tahu tentang perasaan ku pada mu. Jadi tidak ada yang aku kuatir kan kalau wanita itu tiba-tiba muncul dihadapan ku", jawab Allegri yakin.

Namun bagi Allegra, perkataan Allegri menjelaskan betapa intimnya hubungan Al dan Alice. Sontak membuat dada Alle bergemuruh. Tiba-tiba perasaan cemburu buta mempengaruhi otaknya. "Ohh...Jadi kamu menceritakan semua isi hatimu padanya??", ketus Allegra menatap nanar mata Allegri.

Seperti ada yang merasukinya, Alle nekat mencium bibir Allegri dengan liar. Bahkan melupakan mereka sedang ada di kantor.

Al tidak membalasnya, membuat Allegra semakin bertindak brutal. Mendorong tubuh atletis Allegri hingga terduduk di kursi kerjanya. Ia nekat duduk di atas paha Allegri.

"Hei...kamu mau apa?".

"Aku ingin kau melupakan Alice. Aku tidak mau kau mengingatnya lagi Al. Sama seperti aku yang sudah melupakan James. Aku ingin yang ada di hatimu hanya aku saja".

"Makanya kita menikah Alle. Kita umumkan pertunangan kita, kita umumkan tanggal pernikahan.Tidak ada yang akan mengusik, kecuali salah satu di antara kita berkhianat", ujar Allegri sambil membingkai wajah cantik Allegra. Keduanya duduk berhadapan tanpa jarak.

Manik coklat terang Allegra menatap kedua netra hitam Allegri. "Aku mencintaimu Al–"

"Buktikan dengan menerima lamaran ku.."

...***...

To be continue

1
Dinda Wei
Kamu beruntung banget Alle di cintai sedalam itu sama Al😍
Amelia
Lanjut thor👍😍
Amelia
Ya si bapak nggak berubah kalau ngomong sat sett gitu aihhh😛😂
Amelia
Lanjut 😍
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
Delyana.P
Kalau udah baikan jgn ribut lagi. otw ke pelaminan 👍
Delyana.P
Agak lebay si Alle kalau kayak gini. 🤔
Delyana.P
Alle jgn bodoh ya, alice emang sengaja mancing kamu biar ribut sm al. Jgn juga lg lari gitu, kenapa sih
Dinda Wei
Nah gitu berbaikan. Kasihan carmen di pecat, tp emang patàl sih kesalahannya. Lanjut kK👍
Dinda Wei
Benar-benar salah paham ini kayaknya. Entah dapat dari mana Alice pasword mu al, kamu harus selidiki loh. Kebangetan. Lagian Alle kenapa gegabah sih, mbok y dengerin penjelasan Al. 🤔🤔🤔
Dinda Wei
Kamu harus percaya dan dengerin penjelasan al dong Allegra. Bisa sja pasword itu tau dari pembantunya al atau darimanapun. namanya juga niat jahat apa aj pasti bisa di lakuin pake uang
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
otw halal smg nggak ada rintangan😍
Dinda Wei
yang terbuat dari gandum utuh ya maksudnya. enak dan sehat banget itu👍
Amelia
Malam bapaknya al yg antusias banget 😛
Amelia
Ternyata Alice licik. Hati2 aja Kamu Alice di abisin Luigi kalau sampe menghancurkan pernikahan anaknya.😂
Delyana.P
Apa? Nggak salah ngatain Alle kampungan? Ternyata begitu ya tabiat mu Alice sok terluka ternyata...ada intrrik terselubung dia mah🤔
Delyana.P
Nahh
Delyana.P
😱😱😱
Delyana.P
Kok ganti terus covernya thor? Yang sekarang udah bagus jgn di ganti lagi thor👍
Emily: Nt yang ganti covernya kak. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!