NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

"Kak Aya, jangan pergi dulu. Bisa di sini sebentar lagi?" Suara kecil Elio memecah keheningan.

Bocah itu sudah berbaring di bawah selimut, namun tangannya yang mungil memegang erat ujung kaus Cahaya.

Matanya yang bulat tampak berat karena kantuk, tetapi ada ketakutan yang nyata di sana, ketakutan akan ditinggalkan kembali dalam kesunyian.

Cahaya melirik jam tangan di pergelangan kirinya. Sudah pukul delapan malam. Sesuai kontrak dengan agen, jam kerjanya berakhir sekarang. Ia harus segera pulang ke asrama mahasiswinya.

"Lio, ini sudah malam. Kak Aya pulang dulu, ya? Besok selesai kuliah, Kak Aya janji akan ke sini lagi," bisik Cahaya sambil mengusap lembut punggung tangan Elio.

Elio menggeleng kuat-kuat. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Nanti kalau Lio bangun, Kak Aya hilang kaya mommy. Kata Daddy, mommy pergi karena Lio. Lio takut kalau Lio tidur, Kak Aya juga nggak akan bangun lagi buat Lio."

Hati Cahaya mencelos. Ia duduk di pinggir tempat tidur, membatalkan niatnya untuk berdiri.

"Mommy tidak pergi karena Lio, Sayang. Mommy ada di sini, di hati Elio." Cahaya menyentuh dada kiri Elio. "Kak Aya tidak akan hilang. Janji."

"Apa boleh Lio minta sesuatu?"

"Tentu saja boleh."

"Lio mau di bacakan cerita. Lio juga mau diusap kepalanya. Lalu..." bocah itu memotong ucapannya.

"Lalu?" ulang Cahaya.

"Apa boleh Lio peluk Kak Aya sampai Lio tidur?"

Permintaan sederhana itu terdengar seperti permohonan hidup dan mati bagi Elio. Cahaya merasakan matanya sendiri mulai memanas.

"Apa daddy tidak pernah melakukan itu untuk Lio?"

Elio menggeleng perlahan, setetes air mata jatuh ke bantalnya.

"Daddy sibuk. Daddy bilang Lio pengganggu. Kalau Lio minta peluk, nanti daddy makin marah. Lio nggak mau merepotkan daddy. Lio cuma mau jadi anak baik supaya daddy nggak marah lagi."

Cahaya menggigit bibirnya, menahan isakan yang hampir lolos.

Bagaimana bisa seorang ayah membiarkan anaknya tumbuh dengan pemikiran bahwa bermanja-manja adalah sebuah kesalahan?

Bagaimana bisa Jeremy membiarkan Elio merasa menjadi beban di rumahnya sendiri?

"Sini, sayang. Peluk kak Aya." Cahaya merentangkan kedua tangannya.

Kali ini, Elio tidak menghindar. Bocah itu langsung menghambur ke pelukan Cahaya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis itu.

Tubuhnya yang kecil bergetar hebat karena tangis yang selama enam tahun ini ia pendam sendirian. Cahaya mendekapnya erat, seolah ingin memberikan seluruh kehangatan yang tidak pernah Elio dapatkan.

"Lio kangen mommy..." isak Elio sesenggukan. "Lio belum pernah lihat wajah mommy. Lio cuma punya foto kecil yang Lio curi dari laci daddy. Mommy cantik sekali, Kak Aya. Wajahnya, wajahnya mirip Kak Aya. Makanya Lio takut Kak Aya pergi. Lio mau ngerasain dipeluk mommy sebentar saja."

Cahaya memejamkan mata, membiarkan air matanya jatuh ke rambut Elio. Ia mengusap kepala bocah itu dengan gerakan sangat lembut, seperti yang biasa ibunya lakukan saat ia masih kecil.

"Tidur ya. Kak Aya di sini. Kak Aya tidak akan pergi kemana-mana sampai Lio masuk ke alam mimpi," bisik Cahaya dengan suara parau.

Sambil mendekap Elio, Cahaya mulai bercerita. Bukan tentang pahlawan super, melainkan tentang bintang kecil yang selalu dijaga oleh bulan, meski sang bintang merasa sendirian di tengah langit yang luas.

Perlahan, isak tangis Elio mereda. Napasnya mulai teratur. Di bawah usapan tangan Cahaya dan dekapan hangat yang baru pertama kali ia rasakan sepanjang hidupnya, Elio merasa aman.

Untuk pertama kalinya dalam enam tahun, Elio merasa bahwa mungkin, kehadirannya di dunia ini bukan hanya sebuah luka.

Di balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Jeremy berdiri membeku. Ia awalnya berniat masuk untuk menyuruh Cahaya segera pulang, namun pemandangan di depannya menghantam dadanya lebih keras dari apa pun.

Jeremy mendengar semuanya. Ia mendengar bagaimana anaknya merasa menjadi pengganggu. Ia mendengar bagaimana Elio merindukan pelukan yang seharusnya ia berikan setiap hari.

Jeremy melihat tangan Cahaya yang terus mengusap rambut Elio dengan penuh kasih sayang, persis seperti cara Stella dulu mengusap perutnya saat masih mengandung Elio.

Penyesalan itu datang tiba-tiba, menyesakkan paru-parunya, namun egonya masih menahannya untuk melangkah masuk.

"Dasar bocah manja!" lirih Jeremy sembari pergi dari sana.

Cahaya mengecup kening Elio yang sudah terlelap, lalu berbisik.

"Mimpi indah, anak baik. Kamu adalah kado terindah untuk dunia ini, meski dunia terlambat menyadarinya," ucap Cahaya.

*

*

"Sedang apa Om malam-malam begini? Mau jadi pencuri di rumah sendiri?"

Jeremy tersentak. Ia hampir saja menjatuhkan piring berisi sisa nasi goreng yang baru ia ambil dari tudung saji.

Jeremy menoleh cepat dan melihat Cahaya berdiri di ambang pintu dapur dengan tas ransel di bahu, menatapnya dengan senyum mengejek yang sangat menyebalkan.

"Aku... aku hanya sedang memeriksa kebersihan dapur! Jangan percaya diri kau!" kilah Jeremy cepat, meski mulutnya masih menyisakan aroma gurih mentega.

Cahaya tertawa renyah lalu melangkah mendekat.

"Oh, memeriksa kebersihan sampai ke dalam piring nasi goreng? Bilang saja kalau masakan gadis desa ini enak. Gengsi kok dipelihara, Om."

"Kau—" Jeremy hendak membalas, namun Cahaya yang terlalu bersemangat mengejeknya malah tersandung kaki meja.

"Ah!" Cahaya kehilangan keseimbangan. Lantai dapur yang baru saja dipel Martha terasa licin di bawah sepatunya.

Refleks, Jeremy melepaskan piringnya dan menangkap pinggang Cahaya. Tarikan kuat itu membuat tubuh mungil Cahaya menempel sempurna di dada bidang Jeremy.

Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti. Jeremy terpaku menatap wajah yang sangat mirip dengan Stella itu. Cahaya pun terdiam, terperangkap dalam tatapan tajam pria yang baru saja ia maki habis-habisan.

Kesadaran menghantam Jeremy seperti palu godam. Dengan wajah memerah, ia tiba-tiba melepaskan rengkuhannya begitu saja.

Gedebuk!

"Aduh!" Cahaya terjerembap keras ke lantai. "Om! Kenapa dilepas?!"

"Kau sendiri yang bilang jangan ada magnet yang menempel, bukan?" Jeremy merapikan kausnya dengan wajah datar. "Cepat pulang sana. Kau sudah lewat jam kerja!"

"Dasar monster es tidak punya perasaan!" teriak Cahaya sambil mengusap bokongnya yang sakit, sementara Jeremy melangkah pergi dengan langkah seribu, berusaha menyembunyikan rasa gugup yang luar biasa.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!