Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19 meminta maaf
"Tok...tok...tok.."
"Biar bibi yang akan membuka nya nona." ucap bibi Anti yang langsung bangkit dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju ke arah pintu kamar rose.
"Apakah itu selir Merry, kenapa dia datang menemui ku. Apakah ini berkaitan dengan masalah yang tadi, apakah dia akan menyalahkan ku lagi." gumam rose yang sudah berprasangka buruk. Dia tau, bahwa saat ini selir Merry tengah patah hati, atas pengakuan sang kaisar. Dia tau semua nya, tapi hanya diam karena memang, selir Merry pantas diperlakukan seperti itu. biar selir Merry tau, bahwa ini merupakan pelajaran bagi nya, karena telah berbuat buruk kepada anak kandung nya sendiri.
"Cklek....
"Selir Merry."
Bibi Anti kaget melihat kehadiran selir Merry, tanpa aba aba, dia masuk ke dalam dan berjalan menuju ke arah rose yang sibuk mengunyah buah potong.
"Grep....
"Ibu minta maaf. Maafkan ibu nak, maafkan kesalahan ibu selama ini. Hikss... Ibu menyesal, ibu akhirnya sadar, atas perlakuan ibu kepada mu yang sangat buruk."
Bahkan ucapan selir Merry membuat bibi anti langsung sigap menutup pintu kamar rose, dan meninggalkan kedua nya untuk saling berbicara. Dia berjaga di depan pintu, agar tak ada yang tau tentang permasalahan ini.
Rose merasa kaget, apalagi saat di peluk tiba tiba oleh sang selir. Dia kira, kedatangan selir Merry kesini untuk mencari keributan dengan nya, tapi kini malah menangis tersedu seduh, dan meminta maaf atas perlakuan nya selama ini.
"Ibu selir, kenapa tiba tiba sikap mu berubah, apa yang terjadi sebenarnya." ucap rose yang pura pura tak tau.
"Ibu menyesal nak, hiks... Selama ini, ibu terlalu egois dengan diri ibu sendiri. Ibu bahkan mengabaikan putri kecil ibu. Maafkan ibu, nak. Ibu janji, tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi." ucap nya yang menangis sedih di hadapan putri kandung nya sendiri.
Rose bingung harus apa, jujur perasaan nya bercampur aduk, Bahkan ini pertama kali nya dia merasa di peluk oleh sosok seorang ibu. Yang selama ini tak pernah dia dapatkan.
"Aku belum bisa memaafkan mu ibu selir. kesalahan mu terhadap rose sangat banyak. Aku ingin kau membuktikan nya secara langsung, bukan hanya sebuah kalimat saja." ucap rose dengan tatapan tenang nya.
"Baiklah, ibu akan membuktikan apa yang ibu ucapkan adalah sebuah kebenaran. Tak masalah, bila putri kecil ibu tak memaafkan kesalahan ibu yang terlalu banyak kepada mu. Ibu akan berusaha menjadi ibu yang baik lagi, dan akan menyayangi mu sepenuh hati."
"Hmm, aku bukti pembuktian Bu."
***
Setelah selesai berbincang, dan meminta maaf. Kini akhirnya tiba, jamuan makan malam bersama dengan para anggota keluarga kerajaan. Sebenarnya rose malas untuk hadir dan melihat wajah wajah pengkhianat itu. Tapi ini memang sudah menjadi kewajiban para anggota kerajaan hadir untuk menghormati sang kaisar kerajaan.
Kali ini ada yang berbeda, selir Merry yang biasanya selalu menyambut, dan menunggu sang kaisar. Kini tak ada lagi, kini dia berjalan bersama dengan putri kandung nya itu, dan duduk bersama, sambil berbincang bincang kecil. Ratu elli, dan putri Felicia yang melihat nya cukup kaget. mereka tau, hubungan anak dan ibu itu tak cukup baik, tapi kenapa tiba tiba menjadi dekat dan sangat manis diliat. Tangan ratu elli mengepal kuat di balik gaun mewah nya.
"Rose, ada apa?" tanya selir Merry yang melihat wajah putri nya yang terlihat seperti sedang mengawasi seseorang.
"Tidak Bu, aku hanya melihat kehadiran ratu elli dan putri nya itu. Mereka pasti kaget melihat ibu yang sekarang."
"Ibu kira kenapa, jangan fokus ke mereka. Kau terlihat kurus sekali, ibu minta maaf ya. Karena terlalu egois dengan mu. Ayo kau ingin makan yang mana."
"Bu, tapi apakah boleh kita harus makan terlebih dahulu, bukan kah dianggap tak sopan oleh sang kaisar?"
"Tidak nak, karena sebenarnya kaisar tak mengharapkan keberadaan kita. Ayo cepat dihabiskan makanan mu, karena kita harus segera pergi dari ruangan ini. Sebelum kaisar datang."
Selir Merry sudah bertekad, tak akan perduli lagi dengan kaisar Tinus. harapan dan cinta nya telah habis begitu saja, dengan semua pengakuan sang kaisar tadi pagi.
"Wah, wah. Ibu dan anak terlihat sangat kompak. Apakah kau merencanakan sesuatu selir Merry?" ucap ratu elli yang duduk tenang dan seperti biasa sikap nya begitu angkuh, dan mencemooh selir Merry.
"Ratu elli, aku tak ingin berdebat dengan mu. Dan jangan menggangu ku lagi!" ucap selir Merry dengan tindakan acuh nya.
"Apakah begini sikap mu, mengabaikan tata Krama, dan bertindak seenaknya dengan seorang ratu?"
"Ibunda ratu, selir Merry benar bener melanggar etika kerajaan." ucap putri Felicia yang ikut ikutan.
"Ibu ku tak melanggar apapun, bahkan dia hanya diam tak melawan ucapan ibu mu itu." ucap rose dengan nada tenang nya.
"Kau! jangan merasa paling berkuasa disini. karena kalian tak pantas." ucap ratu elli dengan tatapan tajam nya.
Karena tak ada kaisar Tinus, makanya ratu elli tak perlu berpura pura baik di hadapan selir Merry. Hanya ada beberapa pelayan saja di sana, dan para selir lainnya tak ada disana. karena memang undangan jamuan makan malam nya belum tepat waktu, sehingga mereka berdandan terlebih dahulu. agar bisa mencuri perhatian sang kaisar.
Ada satu rahasia lagi selama ini disembunyikan oleh , ratu elli dan kasim song. mereka berdua selalu rutin memberikan obat pencegah kehamilan kepada semua selir haram nya sang kaisar Tinus. Bahkan beberapa dari mereka tak bisa mengandung akibat perbuatan jahat ratu elli selama ini, yang selalu memasang wajah polos nya. para selir juga lebih mempercayai ratu elli, dibandingkan dengan selir Merry. Walaupun sikap selir Merry begitu terang terangan membenci ratu elli, tapi dia tak pernah bertindak jahat sama sekali. Bahkan dia selalu di pandang sebelah mata oleh mereka semua, termasuk rose. Putri nya itu selalu dikucilkan oleh orang orang diistana ini. Bahkan beberapa pelayan putri Felicia, juga tak memiliki kesopanan kepada nya yang menggelar nama lady, semua ini juga karena putri Felicia yang menyuruh para pelayan nya mengerjai rose.
Rose belum bisa membuktikan kejahatan ratu elli. Sebab saat ini, kaisar tak percaya dengan ucapan nya dan juga ibunya, karena kaisar sudah sering di hasut oleh ratu elli, sehingga ucapan mereka dipandang sebelah mata.
"Kenapa memang nya ratu elli. kenapa kau terlihat kesal, bukan kah dulu kau juga sama seperti ku. bertindak polos, dan merebut hati semua orang, agar orang orang percaya dengan tingkah mu itu, yang bisa dikatakan, cukup dermawan. Padahal hatinya cukup buruk, dari ku."
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh