NovelToon NovelToon
JANJI CINTA SELAMANYA

JANJI CINTA SELAMANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Teen Angst / Romansa / Slice of Life / Konflik etika
Popularitas:690
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Vanya adalah putri kesayangan Hendra, seorang pria kaya yang memuja status sosial dan kasta di atas segalanya. Hidup Vanya terjepit dalam aturan emas ayahnya yang kaku, hingga sebuah tabrakan di pasar mengubah dunianya selamanya.

Arlan adalah pemuda liar, mandiri, dan hanya berbakti pada ibunya, Sujati. Sebagai seorang peternak dan penjual susu, Arlan dianggap "sampah" oleh Hendra. Namun, Arlan tidak pernah menundukkan kepala. Ia justru menantang dunia Vanya yang palsu dengan kejujuran dan cinta yang membara.

Saat cinta mulai tumbuh di antara perbedaan kasta, Hendra menyiapkan rencana keji untuk memisahkan mereka. Perpisahan tragis, pengorbanan nyawa, hingga munculnya Rayhan, seorang tentara gagah yang menjadi bagian dari cinta segitiga yang menyakitkan, akan menguji janji mereka.

Ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah tentang janji yang ditulis dengan air mata. Apakah Arlan dan Vanya bisa memenuhi Janji Cinta Selamanya mereka di tengah badai kasta dan rahasia masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: WANITA DARI MASA LALU

BAB 15: WANITA DARI MASA LALU

Pagi itu, kediaman keluarga Kashyap di Simla tampak lebih sibuk dari biasanya. Hendra telah memerintahkan semua pelayan untuk membersihkan setiap sudut rumah. Alasan di balik kesibukan ini adalah kedatangan seorang tamu agung dari Delhi: Nyonya Suman, istri dari mendiang Mayor Jenderal Suman, sekaligus ibu dari Rayhan.

Vanya berdiri di balkon kamarnya, menatap gerbang rumah yang mulai dihiasi bunga. Hatinya mencelos. Ia tahu kedatangan Suman bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah pengukuhan dari rencana ayahnya untuk menyingkirkan Arlan selamanya.

"Vanya! Turun sekarang!" teriak Hendra dari bawah. "Nyonya Suman sudah hampir sampai. Jangan buat aku malu dengan wajah murungmu itu!"

Vanya turun dengan langkah berat. Di ruang tamu, ia melihat seorang wanita paruh baya turun dari mobil mewah. Suman mengenakan sari sutra yang sangat elegan, wajahnya memancarkan aura kekuasaan dan kasta yang tinggi. Saat mata Suman bertemu dengan Vanya, ia tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tidak menunjukkan kehangatan, melainkan penilaian.

"Jadi ini putri Hendra Kashyap?" ucap Suman dengan nada suara yang terkontrol. "Sangat cantik. Rayhan pasti akan bangga memilikinya sebagai istri."

Hendra tertawa lebar, membungkuk hormat. "Tentu, Nyonya Suman. Vanya adalah gadis yang paling patuh di Simla. Dia sangat antusias menantikan pertemuan dengan Mayor Rayhan."

Vanya mengepalkan tangannya di balik selendang. Patuh? Antusias? Semua itu adalah kebohongan besar.

Sementara itu, di sebuah pasar tradisional Simla yang becek, Arlan sedang sibuk menurunkan tong-tong susu dari motor tuanya. Keringat membasahi keningnya, namun senyumnya tetap merekah setiap kali ia mengingat janji Vanya kemarin.

"Arlan!" panggil Sujati, ibunya, yang datang membawa bungkusan makanan. "Kenapa kau bekerja keras sekali hari ini? Istirahatlah sebentar."

"Aku harus mengumpulkan uang lebih banyak, Ibu," jawab Arlan sambil menghapus keringatnya. "Tuan Hendra tidak akan pernah memberikan Vanya padaku jika aku hanya seorang pengantar susu biasa. Aku harus membuktikan bahwa aku bisa menjadi pria yang sukses."

Sujati menatap putranya dengan rasa cemas yang tak terhingga. Ia melihat Arlan begitu penuh harapan, sementara ia sendiri memendam rahasia kelam. Sujati tahu siapa keluarga Rayhan. Ia tahu Suman adalah wanita yang dulu menghancurkan hubungannya dengan ayah Arlan. Melihat Suman datang ke kota ini adalah mimpi buruk bagi Sujati.

"Arlan... berjanjilah padaku satu hal. Jangan pernah mendekati rumah keluarga Kashyap hari ini," bisik Sujati dengan suara gemetar.

Arlan mengernyitkan dahi. "Kenapa, Ibu? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"

"Hanya... ada tamu penting dari Delhi. Ibu tidak ingin kau terlibat masalah dengan mereka."

Arlan terdiam sejenak. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang besar yang disembunyikan darinya. Namun, ia hanya mengangguk pelan untuk menenangkan ibunya.

Kembali ke rumah Hendra, jamuan teh sedang berlangsung. Suman mulai menunjukkan foto-foto Rayhan dalam seragam militernya kepada Vanya.

"Rayhan adalah putra yang sangat berbakti, Vanya," kata Suman sambil menunjuk foto putranya yang tampak gagah. "Dia saat ini sedang berada di perbatasan untuk operasi khusus. Dia tidak pernah membantah keinginanku. Saat aku memintanya untuk menikahimu, dia langsung menyetujuinya tanpa banyak tanya."

Vanya menelan ludah. Ia merasa mual mendengar kata-kata itu. Bagaimana mungkin seorang pria setuju menikahi wanita yang bahkan belum pernah ia temui? Apakah Rayhan hanya robot yang digerakkan oleh ibunya?

"Nyonya Suman," Vanya memberanikan diri bicara. "Apakah... apakah Rayhan tahu bahwa aku mungkin bukan wanita yang dia cari?"

Suasana mendadak dingin. Hendra melotot tajam ke arah Vanya. Suman meletakkan cangkir tehnya perlahan. "Apa maksudmu, Nak?"

"Maksud Vanya adalah dia merasa tidak cukup baik untuk seorang Mayor seperti Rayhan!" Hendra langsung memotong dengan tawa paksa. "Biasalah, Nyonya, gadis desa ini merasa rendah diri di depan keluarga besar seperti kalian."

Suman mengangguk pelan, namun matanya tetap menatap Vanya dengan tajam. "Jangan khawatir, Vanya. Begitu kau masuk ke rumah kami di Delhi, kau akan belajar bagaimana menjadi istri seorang perwira. Kasta dan status adalah segalanya bagi kami. Kita tidak boleh membiarkan noda sekecil apa pun mencoreng nama baik keluarga Vashishth."

Kata "noda" itu terasa seperti tamparan bagi Vanya. Ia tahu siapa yang dimaksud Suman. Arlan dianggap noda oleh mereka.

Sore harinya, saat Suman sedang beristirahat di kamar tamu, Hendra menarik Vanya ke ruang kerjanya.

"Kau berani bicara seperti itu lagi di depan Nyonya Suman, aku akan memastikan Arlan kehilangan pekerjaannya besok pagi!" ancam Hendra dengan suara rendah yang mengerikan.

"Ayah, kenapa kau melakukan ini? Rayhan adalah orang asing bagi kita!" tangis Vanya.

"Rayhan adalah kunci kesuksesanku! Dengan pangkatnya, tidak ada yang berani mengusik bisnisku. Dan dengarkan ini baik-baik, Vanya... besok Rayhan akan tiba di Simla. Pertunangan kalian akan diadakan lusa. Jika kau mencoba lari atau menghubungi Arlan, aku tidak segan-segan mengirim preman untuk membakar rumah Sujati."

Vanya jatuh terduduk di lantai setelah ayahnya keluar. Ia merasa benar-benar terjepit. Di satu sisi ada Arlan yang ia cintai, dan di sisi lain ada ancaman kematian bagi orang yang ia sayangi.

Di kejauhan, di atas motornya, Arlan sedang melewati jalan depan rumah Hendra. Ia melihat mobil mewah berpelat nomor militer Delhi terparkir di sana. Hatinya mulai merasa tidak tenang. Ia tidak tahu bahwa pria di dalam foto yang baru saja ditunjukkan pada Vanya adalah saudaranya sendiri, dan wanita yang sedang minum teh di dalam rumah itu adalah wanita yang paling membenci ibunya.

1
falea sezi
mending bawa pergi jauh deh arlan
falea sezi
ksian bgt arlan knp semua novel mu isinya sedih teros kapan bahagia nya q baca semua nya tp isinya menderita trs jd g mood baca pdhl mau ksih hadiah jd males
falea sezi
menyimakkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!