NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diet Yang menyiksa

Pagi itu di School Jude’s, Juliatte tampak seperti mayat hidup yang berjalan. Wajahnya pucat pasi, namun ia tetap berusaha berdiri tegak. Di tangannya, ia mendekap botol minum satu liter berisi cairan bening dengan irisan lemon dan beberapa butir suplemen yang bahkan William yang memperhatikannya dari jauh tidak mengerti itu apa.

Sonia, yang biasanya berisik tentang Jax, kali ini tampak cemas. Ia membuntuti Juliatte sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berisi brownies cokelat yang masih hangat.

"Jules, kumohon... makan sedikit saja," bujuk Sonia, suaranya melembut, kehilangan nada melengkingnya yang biasa.

"Ini resep khusus, tidak pakai banyak gula. Ini tidak akan menambah berat badanmu, aku bersumpah. Kau terlihat seperti akan pingsan."

Juliatte hanya menggeleng lemah, matanya sayu. "Aku tidak bisa, Sonia. Maman akan tahu. Nol koma enam ons saja sudah membuatnya murka..."

Mendengar kata-kata itu, William yang sedang bersandar di tembok koridor merasakan rahangnya mengeras. Ia melangkah maju, membelah kerumunan siswa dengan aura yang begitu mengintimidasi hingga semua orang menepi.

Tanpa basa-basi, William meraih pergelangan tangan Juliatte. Cengkeramannya tidak kasar, tapi sangat tegas.

"Wilson! Apa yang kau lakukan?!" seru Juliatte kaget, botol minumnya hampir terjatuh.

William tidak menjawab. Ia menarik Juliatte menuju kantin, mengabaikan protes gadis itu dan tatapan melongo para siswa lainnya. Sonia mengikuti dari belakang dengan wajah bingung sekaligus lega.

Begitu sampai di kantin, William mendudukkan Juliatte secara paksa di sebuah kursi kayu. Ia menghampiri konter makanan dan kembali dengan nampan penuh, fish and chips yang masih berasap, steak sapi dengan siraman saus kental, dan segelas besar susu cokelat.

"Makan," perintah William pendek, mendorong piring itu ke depan Juliatte.

"Tidak mau! Lepaskan aku, William!" Juliatte mencoba berdiri, tapi William menahan bahunya.

"Aku bilang makan, Juliatte Fontaine," suara William merendah, terdengar berbahaya namun penuh penekanan. "Kau pikir kau bisa bertahan hidup dengan air lemon itu? Lihat tanganmu, sudah gemetar seperti daun kering."

"Aku sedang diet! Aku punya Gala minggu depan dan aku harus sempurna!" teriak Juliatte, air mata mulai menggenang karena rasa lapar yang beradu dengan ketakutan pada ayahnya.

"Sempurna menurut siapa? Ayahmu yang gila itu?" William mencondongkan tubuhnya, menatap langsung ke mata Juliatte yang basah. "Dengar, di jalanan, kami tidak peduli dengan angka di timbangan. Kami peduli apakah kau punya energi untuk tetap hidup. Kalau kau tidak makan ini sekarang, aku sendiri yang akan menyuapimu di depan seluruh sekolah. Pilih yang mana?"

Sonia berdiri di samping mereka, memegang kotak brownies-nya dengan ragu. "Jules... Wilson benar. Kau tidak bisa ikut Gala kalau kau masuk rumah sakit."

Juliatte menatap makanan di depannya, aroma steak itu sangat menggoda perutnya yang sudah kosong selama hampir 24 jam. Ia menatap William, mencari sisa-sisa ejekan yang biasanya ada, namun kali ini ia hanya menemukan kemarahan yang tulus karena khawatir.

"Aku... aku akan dihukum jika berat badanku naik," bisik Juliatte parau.

"Kalau ayahmu menyentuhmu hanya karena masalah berat badan," William berkata dengan nada dingin yang bisa membekukan darah siapapun, "maka dia harus berurusan dengan seluruh geng motor The Ravens. Sekarang, makan."

Dengan tangan gemetar, Juliatte mengambil garpu, sementara William tetap duduk di depannya, menjaganya seolah-olah ia adalah harta paling berharga yang tidak boleh hancur karena kelaparan.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍😍

1
listia_putu
ngakak ketawa, pas surat cinta diselipin di knalpot motor ethan🤣🤣🤣
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!