NovelToon NovelToon
Sekertaris Tanpa Gaji

Sekertaris Tanpa Gaji

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Keluarga / CEO
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Bagi Syren Fauzana, nasib sial itu bentuknya nyata: menabrak pria angkuh di lobi kantor, merusakkan jam tangannya yang "kelihatan butek", dan dengan berani menuduh pria itu penipu.
Syren pikir urusannya selesai setelah ia memaki pria itu. Namun, dunianya runtuh saat ia masuk ke ruang wawancara dan menemukan pria "penipu" yang sama duduk di kursi CEO dengan senyum menyeringai.
Satu jam tangan rusak, utang seratus juta, dan sebuah kontrak kerja paksa tanpa gaji. Syren terjebak. Ia tidak tahu bahwa menjadi sekretaris Julian Aldrin bukan sekadar soal melunasi utang, tapi awal dari drama panjang yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boneka beruang dan sarapan bareng bos

Keesokan paginya, Syren belum juga bangun, padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB.

"MBAK, BANGUN, MBAK! UDAH JAM ENAM!" teriak Ardi pada Syren. Ardi sudah sangat rapi karena hari ini dia harus berangkat pagi untuk kuliah praktik.

"Lima menit lagi, Di," balas Syren dengan suara serak khas orang bangun tidur, matanya masih terpejam rapat.

"Ya udah, Ardi berangkat dulu ya, Mbak. Ati-ati loh nanti telat dijemput Bos Peot!" ledek Ardi sebelum bergegas menuju luar dan berangkat.

Syren akhirnya membuka mata. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas. "Jam berapa sih emang, males banget," keluh Syren melihat ponselnya.

Matanya langsung membelalak saat melihat notifikasi dari Julian tadi malam dan jam di layar ponselnya yang menunjukkan pukul 06.15 WIB! Artinya, dia cuma punya waktu 45 menit untuk mandi, dandan, dan sarapan sebelum Bos Posesif itu datang!

Dengan secepat kilat, Syren berlari ke kamar mandi dan mandi.

"Kok bisa-bisanya gue lupa sih!" gerutu Syren pada dirinya sendiri karena kelalaiannya.

Syren mandi hanya butuh waktu 10 menit selesai, padahal biasanya sampai setengah jam kalau sedang santai. Ia segera mengeringkan rambutnya. Ia memilih mengenakan kaos putih dengan cardigan bulu pink soft-nya dan celana putih. Lalu ia menguncir rambutnya rapi, bersiap untuk pergi ke kantor.

Baru saja selesai berdandan, terdengar suara klakson mobil yang tidak asing dari depan rumahnya.

Tin tin tin!

"Mampus!" bisik Syren panik. Julian sudah datang tepat waktu, dan dia belum sarapan sama sekali!

Julian sudah standby di depan rumah! Syren harus buru-buru keluar sebelum Bos Peot itu mengomel karena dia terlambat sepersekian detik.

Apa yang akan terjadi saat Syren keluar rumah? Apakah Julian bakal melihat boneka beruang pink dari Gio yang tergeletak di sofa ruang tamu?

Lanjutkan narasinya, saya siap merespons secepat kilat!

Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut

Syren pun mengambil bonekanya. Gue taruh di meja gue ajalah, biar rame, batinnya.

Syren pun berlari keluar rumah. "Selamat pagi, Pak Bosss!" sapa Syren dengan senyum manis yang dipaksakan.

"Pagi," balas Julian singkat. Matanya melirik ke arah boneka beruang pink besar yang ditenteng Syren. "Kenapa kamu bawa boneka, Syren?"

"Emm, iya Pak Bos, buat hiasan aja kok," jawab Syren cepat, berusaha menyembunyikan boneka itu di belakang punggungnya.

"Oh, ya sudah, masuk," perintah Julian.

Syren pun masuk ke mobil. Begitu Syren memasang sabuk pengaman, Julian meliriknya lagi.

"Sudah sarapan?" tanya Julian.

"Belum, Pak," jawab Syren malu, karena dia memang buru-buru tadi pagi.

"Mau sarapan apa?" tanya Julian. "Kebetulan saya juga belum sarapan. Mau sarapan sama calon istri saya?" godanya lagi.

"Apa sih, Pak Boss!" jawab Syren ketus, pura-pura kesal.

"Mau apa, Syren?" Julian mengabaikan kekesalan Syren.

"Terserah Pak Bos aja," sahut Syren.

"Nggak ada makanan yang namanya terserah, Syren," jawab Julian tegas.

"Ya udah, nasi goreng aja," jawab Syren.

"Nah, gitu dong. Saya nggak mau lihat calon istri saya sakit," ujar Julian, membuat Syren kembali salah tingkah.

Pede banget sih ni orang klaim gue calon istrinya, kayak gue mau aja! Padahal emang mau sih, batin Syren, diam-diam mengakui perasaannya sendiri.

Julian melajukan mobilnya menuju sebuah kafe all-day-breakfast yang tidak jauh dari area perumahan Syren. Tempatnya tidak terlalu formal, tapi makanannya lezat dan suasananya nyaman.

"Pesan dua nasi goreng spesial dan dua es teh manis," pesan Julian pada pelayan begitu mereka duduk di sudut ruangan yang sedikit sepi.

Syren meletakkan boneka beruang pink-nya di kursi kosong di sebelahnya. Ia menatap Julian yang tampak segar kembali setelah istirahat semalam.

"Udah sehat beneran kan Pak?" tanya Syren. "Awas kalau nanti di kantor ngeluh pusing lagi."

"Sudah sehat berkat perawat dadakan saya semalam," balas Julian santai. Matanya melirik ke arah boneka pink itu. "Bonekanya bagus. Warna pink-nya sama persis sama warna cardigan kamu ."

Syren langsung salah tingkah. "I-iya dong, Pak. Kan saya yang pilih sendiri," jawab Syren, pura-pura tegar. Dia tidak mau Julian tahu kalau boneka itu dari Gio.

Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Mereka makan dalam diam untuk beberapa saat, menikmati nasi goreng yang lezat. Julian, meski terlihat dingin, sesekali memastikan porsi Syren cukup dan tidak ada yang kurang.

"Habis ini langsung ke kantor kan, Pak?" tanya Syren setelah suapan terakhir.

"Tentu saja. Banyak berkas yang harus kamu selesaikan," jawab Julian.

Setelah selesai sarapan, mereka pun berangkat ke kantor.

"Nanti siang jam sebelas ke ruangan saya," perintah Julian.

"Siap, Pak," jawab Syren sambil memasang sabuk pengamannya.

Mobil pun melaju membelah jalanan kota yang mulai padat. Tak lama kemudian, mereka sampai di kantor Aldrin Group. Syren segera berlari ke meja kerjanya yang berada tepat di sebelah meja Gaby.

"Pagiii, By!" sapa Syren riang pada Gaby. Ia lalu menaruh boneka beruang pink barunya di atas meja kerja, membuatnya menjadi pusat perhatian di antara tumpukan dokumen.

"Dasar Syren! Lo bawa tuh boneka ke kantor?" balas Gaby, matanya melirik sinis ke arah boneka, tapi kemudian beralih menatap Syren penuh selidik. "Malam ini kayaknya banyak cerita nih!"

1
Eneng Elsy
julian azalah.. klo gio kan ortu nya matre..
denger kelrg mu bangkrut,, lgsg g drestui
Hennyy Handriani
syren aku padamu
Hennyy Handriani
wah suka alur nya nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!