NovelToon NovelToon
Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Vania selebgram terkenal dengan cantik yang berasal dari keluarga kaya. Hidupnya bergelimang harta sedari dia kecil, meski begitu ia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ketika usianya sudah cukup untuk menikah, dia bertemu dengan laki-laki idamannya. Dia baik dan penyayang, semua kehidupannya nyaris sempurna. Tapi kayaknya pepatah manusia tidak ada yang sempurna. Kehidupan sempurnanya berubah seratus delapan puluh derajat begitu kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Ia hidup sendirian, di saat dia berkabung sanak keluarganya malah sibuk mengurus harta benda dan menelantarkan dirinya. Kekasihnya yang menjadi harapan satu-satunya pergi meninggalkannya dan memilih bersama wanita lain. Hidupnya berada di ujung tanduk, ketika hidupnya berada di titik terendah. Takdir mempertemukannya dengan duda menyebalkan beranak satu. Demi kelangsungan hidupnya ia terpaksa menerima pinangan duda beranak satu itu. Lalu bagaimana kehidupan Vania selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Vania menggenggam ponselnya erat-erat, matanya menatap layar dengan pandangan tajam, membaca setiap kata yang tertulis di berita sosial media tentang putusnya pertunangan mereka. Napasnya memburu, hatinya terasa panas membara. "Lihat ini, sudah aku duga pasti akan seperti ini," gumamnya pelan, suara penuh kegetiran.

Berita itu memaparkan Deo sebagai korban yang terluka, padahal kenyataannya, Vania yang menderita karena semua kebohongan dan pengkhianatan yang telah Deo lakukan. Dia merasa seperti ditusuk dari belakang, lalu dibiarkan terkapar tanpa pertolongan. Apalagi melihat komentar di sosial media yang memberitakan perihal dirinya dan Deo, banyak sekali yang memojokkan dirinya.

Di ruang tamu yang sunyi, hanya suara detik jam yang terdengar, menambah bobot kesendirian yang ia rasakan. Vania menutup matanya sejenak, mengingat kembali semua kenangan pahit yang kini terasa seperti luka yang belum sembuh. Hampir saja Vania terbawa emosi dan ingin memaki Deo, untungnya akal sehatnya masih bisa ia ajak kerja sama. Kalau saja dia memaki Deo, tentu laki-laki itu akan memanfaatkan kesempatan itu untuk semakin memojokkan Vania.

Ia menelusuri setiap sosial medianya, ia hapus seluruh kenangan bersama Deo. Tidak ada keraguan atau penyesalan setelah menghapus kenangan berupa foto dan video bersama Deo, apalagi setelah melihat berita itu dirinya seolah menyesal sudah memilih Deo sebagai cintanya. Perasaannya yang dulu menggebu-gebu lenyap seketika setelah tau bagaimana Deo yang sebenarnya.

Vania menatap ponselnya yang sedari tadi tidak henti-hentinya berdering, notifikasi sosial medianya terus bermunculan.  Ia membuka sosial medianya, seketika ia menghela napas melihat netizen yang kini membanjiri akun sosial medianya.

' Gak nyangka banget kak Vania bisa sejahat itu, aku kira dia tulus nyatanya tetap ya orang seterkenal dia masih Mandang dompet, miris banget! '

' Kak Deo, gue yakin nanti Lo pasti dapat cewek yang lebih baik dari dia!'

' Gak nyangka, harusnya dia bersyukur loh dapat cowok yang baik dan loyal kayak Deo, emang dasarnya aja dia gak bersyukur! '

' Udah matre, nuduh pasangannya pula. Emang bener-bener ya! '

' Tim yang nunggu klarifikasi kak Vania'

'Gue di gak heran ya sama pasangan artis atau orang terkenal kayak mereka, yang awalnya romantis-romantisan tiba-tiba putus terus saling menyalahkan ' 

Vania miris melihat komentar netizen yang menghujatnya, walaupun dirinya siap melakukan pembelaan diri tapi ia tahan, Vania menunggu waktu yang tepat. Netizen hanya melihat masalah ini dari sudut Deo saya, meski begitu dia membiarkan mereka berkomentar sesukanya di sosial medianya. Sedangkan di sosial media Deo, laki-laki itu justru membatasi komentar sosial media miliknya, jadi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berkomentar di sana.

Vania beralih ke sosial media lain, dimana notifikasi tidak henti-hentinya berdatangan.

Kak Vania, mau klarifikasi kapan? Kita siap buat bela kakak. Apalagi kita punya bukti yang kuat kelakuan mantan kakak itu.

Gemes banget, ngerasa jadi korban padahal dia duluan yang mulai. Ayo kak spill aja kelakuan buruk Deo!

Deo manipulatif banget naj*s !

Udah selingkuh manipulatif pula, manusia macam apa dia. Ayok kak Vania kita lawan, gak tega banget kalau kakak di serang netizen sok tau itu.

Vania diam sembari memikirkan sesuatu di dalam kamarnya yang sepi, jarinya menempel di layar ponsel namun enggan bergerak. Matanya masih membaca satu persatu komentar yang masuk ke sosial medianya.

"Memangnya kalau aku klarifikasi, orang-orang bakal percaya ya?" Gimana Vania.

"Klarifikasi aja mbak, kalau kamu diam terus yang ada Deo makin manfaatin kesempatan ini buat fitnah kamu," saran asistennya yang tiba-tiba berada di dekatnya.

"Ya ampun mbak, ngagetin aja. Tapi untuk sekarang aku gak mau berbuat apapun mbak, rasanya males aja gitu," ujar Vania.

" Tapi mbak, kalau kamu gak klarifikasi yang ada situasi makin runyam. Tenang aja mbak, aku sama yang lain akan selalu ada buat kamu, apalagi masih banyak fans yang setia sama kamu. Mbak harus jelasin ke netizen kalau kamu gak salah," ujar asistennya.

Vania termenung sejenak memikirkan ucapan asistennya, sebenarnya ia mau memberi klarifikasi hanya saja mood nya sedang tidak bagus untuk saat ini. Atensinya teralih saat melihat notifikasi pesan masuk dari salah satu sosial medianya. Begitu di buka, ternyata itu pesan dari Karina, mantan pacar Deo.

Karina_33

Halo Vania, aku Karina mantan Deo. Maaf untuk hal yang terjadi sama kamu maat ini. Aku gak bermaksud buat ganggu hubungan kamu sama Deo, apalagi sampai berniat buat hubungan kalian renggang. Aku mau jelasin semuanya ke kamu supaya gak ada salah paham lagi antara kita, aku mau kita ketemu kira-kira kamu bisa gak?

Wajah Vania dan kedua asistennya sontak tercengang begitu membaca pesan dari Karina, mantan Deo.

"Cih! Lagi lama itu, gak maksud buat hubungan kamu renggang tapi di belakang malah mesra-mesraan!" Ujar salah satu asistennya emosi.

"Tau tuh, udah ketauan busuknya terus panik dan cari-cari alasan, pasti aslinya dia tuh masih suka sama Mas Deo!" Timpal asistennya yang lain.

"Bener tuh, udah Vania jangan di ladenin, cewek gatel kayak dia pasti cuma cari pembelaan."

"Tapi Mbak, aku pengen denger secara langsung penjelasan dari mulut perempuan itu, kayaknya seru," ujar Vania.

"Kamu serius mbak? Ini masalahnya Karina loh, bisa aja kan setelah berita tentang dia viral, dia mau jebak kamu."

"Yang dibilang Laras bener loh, Van. Kamu harus hati-hati, masalahnya dia tiba-tiba ngirim pesan ke kamu buat ketemuan, perasaan aku itu loh tiba-tiba jadi gak enak."

" Gak perlu khawatir, aku punya ide."

Di bawah dinginnya pendingin ruangan, hati Vania yang tadinya mendidih seketika mereda. Wajah datar yang dari tadi dia tunjukkan berubah menjadi senyuman sinis. Selama ini Vania hanya diam bukan karena lemah, tapi karen dia tidak mau memperpanjang masalah. Tapi justru pihak sana lah yang mengusik Vania terlebih dahulu, jadi jangan salahkan dirinya jika ia membalas perbuatan mereka. Hubungannya dengan Deo sudah berakhir, sekarang ia hanya perlu memikirkan cara menuntaskan tuduhan dari Andra dan Karina.

Malam harinya,cahaya api menyala terang di halaman belakang rumah Vania, memecah keheningan malam yang pekat. Dengan mata yang berkaca-kaca, Vania memegang sebuah kardus berisi barang-barang kenangan yang pernah diberikan Deo kepadanya. Setiap foto, setiap hadiah, bahkan setiap pesan yang pernah ditukar, kini terkumpul dalam satu tempat, siap untuk dilenyapkan.

Vania menarik napas dalam, menguatkan hatinya yang remuk. Dengan gerakan tegas namun gemetar, ia mulai memasukkan satu per satu barang tersebut ke dalam nyala api yang mengamuk. Foto-foto yang dulunya penuh tawa dan kebahagiaan, kini berubah menjadi abu. Boneka beruang yang pernah Deo berikan di hari ulang tahunnya, kini hangus tak berbentuk. Setiap suara crepitus yang terdengar dari api seakan menjadi simbol perpisahan mereka yang tak terelakkan.

Air mata Vania jatuh membasahi pipinya, tapi ia tak berusaha menghapusnya. Malam itu, Vania memutuskan untuk membebaskan diri dari belenggu masa lalu yang hanya menyakitkan. Setiap kenangan tentang Deo, setiap janji yang kini terasa pahit, ia biarkan terbakar habis. Hingga akhirnya, hanya tersisa bara api yang membara, sama seperti luka di hatinya yang mungkin membutuhkan waktu untuk sembuh.

Vania berdiri di sana, menatap api yang perlahan meredup, seolah menatap harapan baru yang akan ia bangun. Tanpa bayang-bayang Deo, tanpa rasa sakit yang selama ini menghantuinya. Malam itu, ia belajar melepaskan, untuk sebuah awal yang baru.

Tidak, Vania tidak sedih kehilangan Deo, dia hanya sedih karena cinta tulusnya di sia-siakan. Dia sedih karena dengan teganya Deo merusak nama baik dirinya dan keluarganya. Rasa cinta yang dulu membuncah kini benar-benar habis tak tersisa.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
falea sezi
bodoh kn ada tuh fto dio. up aja lah bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!