NovelToon NovelToon
KULEPAS DENGAN BISMILLAH

KULEPAS DENGAN BISMILLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jihan Fahera

Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas Minta Maaf

PLAK... Bagas menampar pipi Dara untuk kedua kalinya.

Dara mengelus pipinya yang terasa panas bekas tamparan Bagas. Bagas dan Dara sama- sama tersulut emosi, mereka sama-sama memandang satu sama lain dengan tatapan yang tajam.

"Aku gak pernah fitnah ibumu mas tapi itu kejadian aslinya. Bahkan aku gak tau kemana semua gaji mu, kamu memberi aku uang 600 ribu buat sebulan itu mana cukup, belum lagi ibu mu selalu meminta uang yang kamu kasih, kamu mau tau berapa yang ibu minta?, 400 ribu mas. Bahkan ibumu gak pernah mengeluarkan uang sepersen pun untuk kebutuhan rumah. Terus tentang tuduhan kamu kalau aku selingkuh itu salah besar. Aku tadi pagi keluar untuk mencari kedamaian yang tidak pernah aku dapatkan dirumah ini apa aku salah hah" ucap Dara dengan nada tinggi.

Ibu Dewi yang tadinya mengintip anak dan menantunya berantem pun keluar dari persembunyiannya.

"Itu gak benar Gas, kamu jangan coba- coba memutar balikan fakta. Dasar menantu bermuka dua" elak Bu Dewi disertai dengan air mata buaya.

"Kenapa sekarang kamu selalu ngebantah ucapan ku, seharusnya kamu manut yang aku ucapkan. Bukannya malah ngebantah dan bilang yang gak baik pada ibu, kamu tau sopan santun gak sih?" sungut Bagas.

"Kalau mau istri mu nurut ya penuhi nafkahnya mas. Uang suami seharusnya yang megang istri bukan malah ibumu mas" ucap Dara yang masih dengan nada tinggi.

"Aku peringatin ke kamu sekali lagi kamu fitnah ibu ku, aku akan ceraikan kamu" ucap Bagas dengan tegas.

"Cerai,, hahaha,, kamu kira aku takut mas?, ayo bercerai mas" sahut Dara gak kalah tegas.

"ayo cepat. CERAI KAN AKU SEKARANG!" ucap Dara sambil teriak.

Bagas tidak lagi membalas ucapan Dara. Bagas memilih untuk keluar dari kamar sambil menenangkan ibu Dewi yang masih menangis sebari dari meredakan emosinya. Setelah emosinya mereda Bagas kembali ke kamar. Di dalam kamar Bagas melihat istrinya Dara sedang memainkan handphone.

"Dek..." Ucap Bagas sambil duduk dipinggir ranjang.

"Hmmm" sahut Dara malas.

"Mas minta maaf udah nampar kamu" kata Bagas dengan lesu.

"Itu termasuk KDRT mas. Ringan sekali bilang maafnya, sakit di pipi bisa sembuh kalau sakit dihatiku apa bisa sembuh dengan modal kata maaf aja?" Sahut Dara tanpa melihat Bagas.

Bagas pun membaringkan tubuhnya, lalu di peluklah tubuh Dara dari belakang karena posisi Dara membelakangi Bagas. Kayla tidak menolak dipeluk suaminya karena menurut Dara dengan dipeluk membuat emosinya mereda.

" Sini hadap mas dek" ucap Bagas yang memecahkan keheningan karena Dara sama sekali tidak berbicara. Dara pun manut membalikan tubuhnya menghadap ke Bagas.

"Ini sakit ya?,, mas minta maaf dek" ucap Bagas sambil mengelus bekas tamparan di pipi Dara lalu mencium pipi tersebut dengan pelan.

Bagas mencium kening Dara lama lalu lama- lama ciuman turun ke bibir Dara dan  semakin intens dan Bagas mulai meraba-raba bagian sensitif Dara.

Dara yang mood nya buruk ingin menolak tapi takut dosa jika tidak melayani suaminya. Akhirnya Dara pun pasrah dengan apa yang dilakukan Bagas. Baru Dara menikmati permainan kuda kudaan dengan Bagas, Dara sekertika dikejutkan dengan ucapan Bagas.

"Ahhg,, mas keluar dek" ucap Bagas dengan nada serak.

"Loh,, kok udah keluar aja sih mas, baru juga celup belum Sampek 5 menit loh" protes Dara dengan muka masam.

"Kamu bilang apa?, baru celup?, kamu mau bilang kalau aku lemah?" Sengit Bagas.

"Lah emang iya baru celup kan mas,, aku baru aja menikmati malah udah keluar, ya udah kalau gitu kita lanjut ronde ke dua yuk mas" ajak Dara tanpa malu. Memang sudah suami istri jadi tidak ada kata malu mengenai urusan ranjang.

"Kamu nya aja yang kegedean nafsu, udah lah aku capek habis kerja, habis gitu kasih kamu nafkah batin. Kalau mau lanjut ronde kedua besok aja" ucap Bagas sambil meraih dompet yang dia siapkan di samping lalu memberikan uang kepada Dara.

"Nih uang buat belanja selama satu bulan, ingat jangan boros kalau bisa di kurangi debat sama ibu, nanti kualat baru tau rasa" kata Bagas sambil memberikan uang 600 ribu kepada Dara. Karena Bagas kelelahan setelah aktivitas di ranjang Bagas pun langsung tertidur.

"Lah udah tidur aja mas,,, eh,, tumben itu dompet gak disimpen. Mumpung mas Bagas udah tidur aku ambil aja uangnya sebagian. Siapa suruh jadi suami pelit amat terus Kalau ada maunya baru nyamperin. Maaf ya Allah aku gak nyolong uang mas Bagas, tapi ini juga uang milikku juga. Kan kata orang uang suami juga uang istri, jadi gak masalah kalau aku ambil uang nya sebagian,, hihihi" guman Dara sambil tertawa kecil.

Dara pun membuka dompet milik Bagas alangkah terkejutnya Dara didalam dompet terdapat banyak uang yang gambarnya pak Soekarno dan pak hatta.

"Wih,,, banyak amat ini uangnya mas Bagas. Gambar pak Soekarno dan pak hatta lagi. Kayak gini bilang gak ada duit ternyata kamu bohong mas,, ckck,, ambil aja lah 5 lembar biar gak ketahuan" ucap Dara takjub melihat uang yang ada di dompet Bagas, Dara lantas melihat isi dompetnya ternyata hanya gambar orang laki-laki bawa pedang dan hanya ada satu aja. Selama menikah dengan Bagas, Dara memiliki dua dompet. Dompet yang satu untuk uang yang diberikan oleh suaminya dan dompet yang satunya dia simpan ditempat aman yang berisi ATM dan uang cash untuk pegangan Dara.

"Gini amat punya laki pelit isi dompetnya uang yang gambarnya bapak presiden pertama lah ini istrinya cuma gambar orang bawa pedang" gerutu Dara lagi.

Dara pun langsung menyimpan uang yang diberikan Bagas dan uang yang diambil secara diam diam kedalam dompet miliknya. Lalu Dara menyimpan dompetnya di tempat aman.

Hoam...

Dara mengantuk dan mulai menjelajahi alam mimpinya. Tak terasa Dara terbangun pada pukul 03:00 Dara memutuskannya untuk solat tahajud, meskipun Dara bukan orang yang ahli ibadah tapi Dara selalu berusaha untuk melaksanakan sholat tahajud. Sebelum Dara melaksanakan sholat tahajud dia mandi besar terlebih dahulu.

"Gini amat jadi istri mu mas cuma kebagian keramasnya aja, udah nafkah lahir kurang tambah nafkah batin kurang juga" gerutu Dara di dalam kamar mandi. Selesai mandi Dara melaksanakan shalat tahajud.

Didalam sholat tahajud Dara berdoa dengan khusus meminta petunjuk kepada Allah. Setelah sholat tahajud Dara membuka akun sosial media miliknya. Tak terasa adzan shubuh berkumandang.

Allahuakbar

Allahuakbar

Allahuakbar

Allahuakbar

Dara yang mendengar adzan pun segera melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh Dara pergi ke tukang sayur untuk berbelanja.

"Eh neng Dara mau belanja apa?" Tanya mamang Asep tukang sayur keliling.

"Palingan mau beli kangkung sama ikan asin itu mang" canda Bu Diah tetangga Dara yang tau setiap Kayla belanja selalu beli kangkung kalau enggak ikan asin atau tempe.

"Hahaha, Bu Diah bener banget sih, tapi kalau saya masak kangkung lagi bisa- bisa ibu sama mas Bagas tantrum lagi" ucap Dara kepada Bu Diah, Bu Diah merupakan tetangga Dara yang setiap hari selalu mendengar huru hara didalam rumah Dara.

Bu Diah sebenarnya merasa tidak tega kepada Dara karena setiap hari selalu berdebat sama mertuanya, kadang juga kalau lauknya tidak cocok suaminya pun ikut proses. Bahkan Bu Diah merasa bahwa keluarganya Bagas tidak pernah menganggapnya menantu melainkan seperti pembantu gratis. Untungnya Dara tidak tipe orang yang ditindas diam saja.

1
sunaryati jarum
xTidak usah ditangisi Dara, setelah ini kau semoga menemukan kebahagiaan bersama pasangan yang mencintai dan setia
Sunaryati
Segera sonsong kehancuran hidupmu bersama istri baru yang bergaya hidup baru dan merawat kandungan yang bukan benihmu Bagas 🤣🤣🤣🤭
Jihan Fahera: sabar menunggu kelanjutan ceritanya ya kak😍, insyaallah setiap jam tujuh malam🙏
total 1 replies
Susilawati Arum
Kenapa lah para istri di novel itu kok bodoh2 banget ya..heran aku
Jihan Fahera: biasanya karena cinta kak, orang pinter pun bisa menjadi bodoh 🤭🙏
total 1 replies
Jihan Fahera
update setiap jam 19:00 WIB🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!