Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratih
Setelah mendengar ucapan bu Salma membuat Arga dengan cepat mengatakan kata iya. Pria itu akan menggunakan kesempatan kali ini untuk meminta maaf pada Rara atas kejadian tadi malam.
"Kami akan ikut bu, Kapan acaranya?" Tanya Arga cepat
"Acaranya sabtu minggu besok nak Arga. Kalau kalian benar-benar mau ikut akan saya data sekarang ya"
"Apa nanti harus membawa kendaraan sendiri bu?" Tanya Arga lagi.
"Tidak nak Arga. Nanti kita akan menggunakan bis pariwisata. Uang iurannya sebesar 1500.000 ya nak"
"Baik bu. Apa saya harus bayar sekarang juga?" Tanya Arga lagi
"Terserah nak Arga saja" Ucap bu Salma sambil mendata nama Arga dan Rara
Sejak tadi Rara hanya memperhatikan tanpa mau berkomentar. Wanita itu diam tanpa mau membuka suaranya. Apalagi sama Arga
Jangankan berbicara. Melihat wajahnya saja Arga saja sudah membuat hati Rara kembali merasakan sakit. Sakit yang teramat dalam
Arga melirik ke arah Rara, Namun dengan cepat Rara membuang muka dari pandangan Arga. Semua perkataan Arga masih terngiang jelas pada indra pendengarannya. dan rasanya masih begitu sakit
Setelah selesai mendata. bu Salma pamit pada Arga juga Rara. Rara ikut mengantar bu Salma hingga teras rumah mereka.
Saat tubuh bu Salma sudah menghilang di balik pagar rumahnya. Rara kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya. Namun bukan untuk menyapa Arga, Rara hanya mengambil barang-barang nya dan langsung keluar dari rumah itu meninggalkan Arga yang masih terlaku melihat kepergian Rara.
Tidak ada satu patah katapun yang Arga dengar dari Rara pagi ini. Sejak kejadian tadi malam. Rara benar-benar mendiami Arga. semua yang Arga katakan terasa begitu menyakitkan.
"Hufffft" Ucap Arga dan keluar dari dalam rumahnya
Pria itu mengemudikan mobilnya keluar dari dalam rumahnya. Tak lama kemudian, Arga melihat Rara yang masih berdiri di depan pagar rumah mereka.
Ingin rasanya Arga menanyakan pada Rara kemanakah wanita itu akan pergi. Namun saat melihat mobil Arga Rara sudah membuang muka terlebih dahulu.
Melihat Rara membuang muka membuat Arga melajukan mobilnya sangat cepat. Pria itu pergi dengan membawa rasa marah dari dalam hatinya
Di sepanjang perjalanan Arga hanya mengumpat pada dirinya sendiri. Pria itu menyesali apa yang sudah dia lakukan pada Rara malam tadi. Gara-gara hal itu membuat Rara diam membisu
"Bodoh kamu Arga. Hanya karna ego kamu memperlakukan Rara seperti itu. Bagaimana jika seandainya mama tau akan hal ini" ucap Arga di sepanjang perjalanan
Arga mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Pria itu hanya menempuh perjalanan yang biasanya 1 jam menjadi 30 menit.
"Selamat lagi kapten Arga" Sapa salah satu anggota Arga
Arga tak menjawab ataupun memberi seulas senyuman pada mereka. Tapi yang pasti saat ini Arga sedang marah lada dirinya sediri
Setelah tiba di dalam ruangannya. Arga duduk dan langsung mengambil ponselnya. Pria itu melihat ponselnya yang begitu sepi. Tidak ada satupun notifikasi atau pun pesan masuk dari istrinya.
Tak lama kemudian. Ternyata ada sebuah pesan masuk dari nomor kontak yang Arga kasih nama 'Wanita ceroboh'
Melihat nama yang tertera membuat Arga dengan cepat membuka isi pesannya.
[ Aku akan menginap di panti asuhan selama beberapa hari ]
[ Panti asuhan mana? ] Send
Arga begitu berharap Rara akan mengatakan di panti asuhan mana dirinya akan menginap. Namun apa yang dia harapkan ternyata sia-sia. Pesan yang Arga kirim hanya di baca oleh Rara tanpa ada balasan.
1 jam, 2 jam, 3 jam, Arga selalu melihat layar ponselnya yang begitu sepi. Tidak ada tanda-tanda Rara membalas pesannya. Tak lama kemudian ponsel Arga berdering. Awalnya pria itu begitu bahagia karna mengira Rara yang sedang menelponnya. Namun ternyata Arga salah. Yang terdengar bukan suara Rara melainkan suara Vena
📞: Halo Ra. Akhirnya kamu telpon aku juga
Ucap Arga tanpa mau melihat nama kontak yang saat ini sedang menelponnya. Arga terlalu semangat mengangkat saat mendengar dering ponselnya
📞: Apa maksud kamu Ga. ini aki Vena
📞: Oh Vena. Ada apa?
📞: Aku mau mengajak kamu makan siang
📞: Maaf Ven aku gak bisa
Tut..tut....tut...
Sambungan terputus begitu saja. Vena yang awalnya merasa sangat bahagia langsung menjadi badmood karna ulah Arga
"Kamu kenapa Ven?" Tanya Ratih saat melihat raut wajah Vena yang di tekuk
"Bukan urusan Anda!" Ucap Vena dingin dan langsung berlalu dari hadapan Ratih.
Melihat itu membuat Ratih hanya bisa mengambil nafas berat. Sudah tidak jarang lagi dia mendapatkan perlakuan buruk dari anak tirinya. Biarpun sudah merawat sejak masih kecil. Entah kenapa Vena tidak pernah berbuat baik apalagi sopan pada wanita itu
"Seandainya saja dulu aku tidak membuang anakku. Apa mungkin aku bisa merasakan di muliakan oleh anakku" Ucap Ratih
"Bagaimana kabarnya saat ini ya. Apa dia sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Ya ampun kenapa sampai mau lupa. Hari ini kan aku ada santunan anak yatim di panti asuhan" Ucap Ratih dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Namun sebelum tiba di dalam kamarnya. Ratih masih meminta supirnya untuk menyiapkan mobil buat ke panti asuhan 20 menit lagi
"Pak. Tolong siapkan mobil. Hari ini kita ada santunan anak yatim di panti asuhan cinta kasih"
"Baik nyonya"
20 menit kemudian. Ratih sudah siap dengan semua barang bawaannya. Hal ini sudah sering Ratih lakukan selama 7 tahun terakhir. Telatnya setelah kepergian suaminya atau papanya Vena.
Karna memang Ratih tidak memiliki anak dari papanya Vena. Oleh karena itu Ratih menyayangi Vena seperti anak sendiri
Di tempat Lain
"Tolong siapkan mobil. Hari ini kita sedang ada undangan santunan anak yatim di panti asuhan Cinta kasih" Ucap Luis pada anak buahnya
"Baik tuan. Saya akan segera menyiapkan mobil"
10 menit kemudian. Luis masuk kedalam mobilnya dan langsung meminta sang supir untuk mengantarnya ke sebuah panti asuhan yang saat ini sedang mengadakan santunan anak yatim
"Dengan melihat anak-anak itu bisa membuat hatiku merasa begitu tenang" Ucap Luis pelan
Setelah kepergian anak juga istrinya. Luis memang selalu menghabiskan waktu di panti asuhan dan menemani anak-anak di sana. Dengan begitu membuat hati Luis merasa begitu tenang dan bis sedikit mengobati rasa rindu pada anak-anaknya. Termasuk Rara yang dia tinggal sejak masih dalam kandungan
2 Jam menempuh perjalanan. Mobil Luis sudah tiba di depan panti asuhan cinta kasih. Tanpa sadar matanya tertuju pada mobil yang baru saja berhenti tepat di samping mobilnya. Betapa terkejutnya Luis saat melihat wanita itu
.
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????