Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.
Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.
°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EV — BAB 10
HARGA DIRI DAN KEHORMATAN YANG HANCUR??
“Apa amarahmu sudah meredam?” kata Eliza bersuara pelan nan lembut namun penuh penekanan.
Mendengar suara istrinya, Luis menoleh menatapnya sambil merokok santai.
Pria itu tak berekspresi selain diam dan kembali menatap ke arah jendela. “Kenapa kau bertanya? Apa pukulan tadi masih kurang untukmu?”
Eliza menatap lurus, ia mencoba duduk meski tubuhnya rasanya hampir mati rasa karena pukulan kasar dari Luis. Wanita itu menatap suaminya tanpa memperdulikan pakaian saat ini, selain mata yang berkaca-kaca dan amarah.
“Aku ingin bercerai dengan mu.” Tegas Eliza menatap berani ke suaminya.
Pria itu terkekeh kecil sedikit menunduk saat asap keluar dari mulutnya. Ucapan Eliza barusan seperti sebuah lelucon baginya.
“Kenapa kau ingin bercerai denganku? Aku akan mencintaimu dan aku suka dengan wanita seperti mu!” kata Luis yang menatapnya datar hingga senyumannya hilang.
Berbeda dengan Eliza yang menatap penuh emosi.
“Harusnya aku memiliki perasaan itu, Luis. Tapi keterkejutanku memudarkan perasaan itu dariku.” Kata Eliza yang menahan air mata dan rasa sakitnya secara fisik. “Dan aku akan melaporkan tindakan mu ini.”
“Why? (kenapa)?”
Pertanyaan yang membuat Eliza semakin geram apalagi saat melihat senyuman puas Luis.
“Karena aku mempunyai kehormatan dan harga diri. Begitu juga dengan keluargaku.”
Keduanya saling beradu pandang, namun saat itu juga Luis kembali tersenyum hingga tertawa kecil berpaling dari Eliza sambil menghisap rokoknya. Pria itu memadamkan batang rokoknya sebelum akhirnya beranjak dari duduknya menuju ke Eliza.
Tentu saja wanita itu langsung was-was melihat suaminya menghampirinya dan langsung mendorongnya kasar hingga ia terlentang dan Luis menahan tubuhnya dari atas sembari mengunci kedua tangan Eliza.
“Lalukan semau mu, karena aku tahu... Kau akan gagal.” Kata Luis yang tersenyum kecil sebelum akhirnya mencoba mencium bibir Eliza, namun wanita itu menghindarinya sehingga Luis kembali menatapnya tanpa memudarkan senyuman devilnya.
“Aku bisa mencumbui yang lain!” kata Luis yang mulai bergerak mencium ke leher Eliza yang juga terluka akibat sabetan pecut dari Luis.
“HENTIKAN LUIS HOLLOWAY!” sentak Eliza dengan kesal sampai akhirnya Luis beranjak menjauh darinya.
“Jika itu yang kau mau, sayangku!” katanya seperti tak berdosa. Pria itu menatap istrinya, lalu menoleh ke arah pintu, dimana seorang wanita datang dengan mantel panjang, namun saat sudah benar-benar masuk ke kamar, mantel itu dibuka hingga menunjukkan pakaian seksinya.
Tentu, Eliza terdiam dengan napas naik turun menatap wanita berkulit cokelat dengan tubuh molek yang tersenyum menggoda.
“Berikan aku kepuasan yang nyata. Istriku tidak bisa melakukannya.” Kata Luis yang mulai duduk di sofa singel nya sambil bertelanjang dada.
“Atas keinginan mu, Tuan Holloway!” balas wanita cantik tadi yang mulai menghampiri nya dan mulai berlutut diantar keuda kaki Luis.
Eliza langsung berpaling dan beranjak ke arah kamar mandi. Seolah dia tak memperdulikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun kini di kamar mandi, dia menahan isak tangisnya dan mengusap wajahnya untuk lebih tenang, namun tak bisa saat air mata terus mengalir.
(“Tetap bersikap sopan dan anggun. Jaga kehormatan keluarga.”) Ucapan ibunya dan motto keluarganya tak pernah dia lupakan.
Kini Eliza menangis terduduk di dekat pintu hanya mengenakan pakaian dalam dan rambut berantakan. Air matanya yang mengalir membaut perih di sekujur luka di wajahnya.
Sementara di luar, Luis tengah menikmati malam panasnya dengan wanita bayaran tadi. Begitu aktif wanita itu bergerak duduk di atas pangkuan Luis sembari menatap wajah Luis yang terlihat lebih menawan jika semakin dekat. “Ahhh~ I'm cum~ ” lenguh wanita itu mendongak gila.
Eliza menatap dirinya di pantulan cermin. Betapa indahnya luka-luka di wajah dan tubuhnya yang terlihat jelas. Ia membersihkan darah yang mengotorinya, menahan rasa perih dan sakit setiap kali air menusuk ke kulit lukanya.
Dia tahu, tidak mudah melawan Luis Holloway disaat pria itu sangat terpandang.
...***...
London, Inggris
“Katakan.”
“Mansion itu sepi, Tuan. Tidak ada penjaga ataupun pelayan, tidak ada noda apapun.” Jelas seorang pria berkulit cokelat yang menatap lekat ke bosnya.
Pria berkemeja putih dengan vest hitam itu, masih duduk diam, memegang segelas Vodka di gelas kristalnya dan menatap lurus nan tegas. “Apa mereka menjual rumah itu?”
“Saya rasa tidak, Tuan. Mansion itu tidak di jual dan terkahir kali pesta dirayakan di sana saat pernikahan putri pertama Taylor, Elizabeth Taylor dengan Luis Holloway.”
Mendengar nama itu, pria bernama Vale itu semakin bungkam, lalu menyeringai kecil sebelum akhirnya dia meneguk habis minumannya. Tentu, asistennya juga tahu, siapa Luis Holloway bagi bosnya.
“Apa Anda ingin saya mencari wanita itu?”
“No. Hanya wanita bodoh yang mau menikah dengan pria gila.” Kata Nathaniel Vale yang mulai bangkit dari duduknya.
“Di mana dua orang sialan itu?” tanya Vale yang begitu dingin, lebih dingin dan tenang dari Luis. Tak salah jika klien nya selalu berbisik di belakang Vale mengenai sikapnya.
Kedua pria tadi keluar dari ruang VIP menuju ke ruangan lain yang ada perusahaan besar, Nava Global Company. Kini jam kerja sudah usai sejak beberapa jam yang lalu.
Saat memasuki ruang tersembunyi, di sana terlihat dua orang tergantung ke langit-langit dalam posisi terbalik. Kakinya terikat di atas sedangkan kepalanya menggantung ke bawah. Anak buah Vale yang lainnya juga ada di sana.
“Tuan Vale! Tolong maafkan kami, kami benar-benar tidak tahu kalau itu bisnis Anda.” Kata pria malang tadi sambil berderai air mata, sama seperti wanita yang merupakan istrinya itu.
“Harusnya kau cari tahu sebelum bertindak. Berapa kerugian yang aku dapatkan karena tindakan ceroboh mu, Mr. Montale?”
Pria itu tak bisa berkata-kata saat Vale menatap lekat dengan memberinya pertanyaan tersebut.
“Aku tidak pernah mengotori tanganku dengan darah. Tapi aku ahli menghancurkan kehidupan seseorang, dan membuatnya mati rasa.” Kata Nathaniel Vale yang semakin membuat keduanya takut.
“Tolong maafkan kami... Aku punya seorang bayi yang harus ku jaga..” kata si wanita yang mulai menangis tersedu.
“Maka aku akan membantu bayi itu agar tidak melihat ibunya yang ceroboh dan bodoh. Dia berhak hidup dengan layak dan normal tanpa harus menjadi boneka kalian suatu saat nanti.” Kata Vale yang mulai meraih pisau dan berjalan ke arah ujung, memotong tali tersebut hanya dalam sekali gerakan sehingga kedua orang yang menggantung tadi, seketika langsung terjatuh ke lantai cukup keras. Bayangkan saja.
Bagaimana kepala bertemu langsung dengan lantai dari atas ke bawah.
Vale langsung melangkah pergi tanpa melihat korban nya. Ia tak peduli dan tak mau tahu setelah seseorang menghancurkan miliknya.
“Cari dimanapun Taylor berada, dan siapapun diantara mereka yang masih hidup. Karena aku butuh penjelasan konyol mereka.” Pinta Vale kepada asisten setianya.
Langkahnya tak berhenti hingga berjalan keluar gedung menuju ke mobil mewahnya yang terparkir rapi.
Anak buahnya hanya berdiri berjajar, sambil memberi hormat saat mobil bosnya melaju pergi dari lokasi tersebut.
its too little to late Dude..
di rela menjadi samsak asal tubuhnya tdk dijamah 👏👏👏 attagirl