NovelToon NovelToon
Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Suksesnya Anak Yang Tidak Di Harapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Mengubah Takdir
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Ikhtisar :

Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.

Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Mengetahui

Keesokan paginya, Lastri terbangun dan menunjukkan pukul 5 pagi. Dia langsung melaksanakan sholat, dan anehnya kenapa dia tidak mendengar Ayu ada di dapur. Lastri langsung menuju kamar Ayu, dan dia melihat tidak ada Ayu di sana lalu dia berteriak memanggil suaminya.

“Bapak … bapak …” Teriak Lastri

Mendengar itu Asep langsung berlari menuju istrinya itu …

“Ada apa ma ? Kenapa teriak-teriak kaya gitu sih ?” Tanya Asep

“Ayu gak ada pak” Jawab Lastri

“Kok bisa ma ?” Tanya Asep tidak mengerti

Lalu tak sengaja Asep melihat ada surat di meja belajar Ayu …

“Ada surat ma” Ucap Asep

“Cepat baca pak” Titah Lastri

Lalu Asep membacanya, membuat mereka terkejut mendengarnya tak lama Yudi dan Aizam masuk ke kamar Ayu.

“Ada apa pak, kenapa mama teriak-teriak kaya gitu ?” Tanya Yudi

“Ayu, adikmu pergi dari rumah” Jawab Asep

“APA ?!” Tanya Yudi dan Aizam bersamaan karena terkejut

“Ini suratnya, kalian baca saja” Ujar Asep sambil memberikan surat tersebut

Lalu Yudi dan Aizam membaca surat dari Ayu, membuat mereka terkejut.

“Ayu sudah tidak kuat lagi hidup bersama kita seperti ini terus, mama yang selalu memperlakukan Ayu secara tidak adil karena mama lebih menyayangi kak Yudi. Sebenarnya Ayu itu ingin melanjutkan sekolahnya, tetapi mama tidak mengizinkannya malah mama menyuruh Ayu untuk membantu membiayai kuliahnya kak Yudi. Aku setuju sama Ayu, lebih baik dia pergi dari rumah ini dan menggapai apa yang dia mau” Ucap Aizam

“Aizam, jaga bicara kamu sama orang tua itu tidak sopan” Sarkas Lastri

“Tapi itu buktinya ma, mama selalu lebih menyayangi kak Yudi daripada kita dan mam memaksa Ayu untuk membantu membiayai kuliah kak Yudi sedangkan Ayu juga memiliki mimpi untuk mengejar cita-citanya. Ayu bahkan dengan suka rela bekerja di dua tempat, untuk mencari tambamhan uang untuk biaya kak Yudi. Dia bahkan selalu menghiraukan, kalau badannya sudah merasa lelah karena dari pagi buta sampai larut malam dia selalu bekerja. Apa mama tidak memiliki rasa belas kasihan kepada anak mama sendiri ?” Ujar Aizam

Mendengar penjelasan dari Aizam, Yudi merasa bersalah karena selama dia kuliah selalu menyusahkan Ayu. Sedangkan dia tidak memikirkan, apakah Ayu ingin melanjutkan kuliah atau tidak ?. Yudi merasa menjadi kakak yang gagal, yang tidak bisa merasakan penderitaan adiknya itu.

“Maafkan kakak, Yu. Kakak tidak tahu kalau kamu masih ingin melanjutkan kuliah, kalau kamu bicara sama kakak. Kakak akan mengalah agar kamu bisa kuliah” Ucap Yudi tak terasa air matanya menetes

“Sudah terlambat kak, seharusnya kak juga bisa melihat setiap kak belajar atau membuat proyek kuliah. Ayu selalu membantu kak, dan sela-sela itu kadang Ayu sering memperhatikan kakak sambil menangis dan setelah selesai membantu kakak, Ayu selalu langsung pergi ke kamarnya karena dia tidak ingin melihatkan rasa irinya kepada kakak. Aku selalu mendengar suara tangis Ayu, meski pun suaranya kecil” Kata Aizam

Flashback On

Suatu malam Aizam yang merasa haus pergi mengambil air di dapur, dia tidak sengaja mendengar suara orang yang sedang menangis.

“Siapa yang menangis malam-malam begini ? Apa jangan-jangan mbak kunti ?” Gumam Aizam

“Tapi kok suaranya dari kamar Ayu ? Aku cek saja ke sana taku terjadi apa-apa” Lanjut Aizam

Aizam melangkah kakinya ke kamar Ayu, karena pernasaran dia sedikit menempelkan telinganya di daun puntu.

“Hiks hiks hiks, ya Allah kapan ujian ini berakhir ? Aku sudah cape hidup seperti ini” Ucap Ayu lirih tapi masih terdengar oleh Aizam

“Aku sedar kecil kurang kasih sayang dari mama, aku ingin sekali saja di perhatikan sama mama. Meskipun di peluk saat sakit juga gak papa kok, tapi saat aku sakit juga mama tidak pernah memelukku hanya yang lain yang mama perhatikan. Kalau ini ujian darimu ya Allah, tolong akhiri semua ini karena hamba sudah tidak kuat lagi. Aku ingin melanjutkan Pendidikan, tapi mama malah tidak di perbolehkan malah mama memberikan aku beban untuk membantu membayar uang kuliah kak Yudi sednagkan mama memberikan aku kasih sayangnya saja tdiak pernah”

“Apakah aku harus kabur dari rumah ini ya Allah, biar aku bisa menggapai apa yang aku cita-citakan”

Di luar Aizam yang mendengar itu, merasa sangat sedih karena dia tidak bisa membantu adiknya untuk menggapai apa yang dia cita-citakan.

“Semoga apa yang kamu cita-citakan terkabul ya Yu, meski pun kamu harus pergi dari rumah ini” Gumam Aizam dengan mata berkaca-kaca karena sedih mendengar ucapan adiknya

Karena tidak ingin ketahuan Ayu, Aizam pergi dari pintu kamar Ayu dan kembali ke kamarnya.

Flashback Of

Mendengar cerita dari Aizam membuat Yudi semakin merasa bersalah, dia berpikir apakah dia harus berhenti kuliah dan mengalah agar adik-adiknya juga merasakan kuliah.

“Sudah merasa puaskan mama sekarang ?, apa mama belum cukup melihat satu anak yang pergi karena sifat mama yang pilih kasih ?” Tanya Aizam

“Sudah Aizam” Ucap Asep

“Apakah mama pernah dari kecil sampai kita besar bertanya ?, apa yang kita mau ? Tidak pernahkan. Itu karena di dalam pikiram mama hanya keinginan dan kebahagian ka Yudi saja, sedangkan kita yang selalu mama anak tirikan” Ujar Aizam

Mendengar ucapan Aizam, Lastri menangis sejadi-jadinya. Dia baru tersadar, kalau selama ini dia selalu membeda-bedakan anak-anaknya terutama kepada Ayu. Dia berpikir kalau yang dia lakukan itu sudah benar, ternyata itu kesalahan yang sangat besar. Anak yang dia pikir tidak akan membangkang karena kekangannya, ternyata salah. Dia bahkan pergi dari rumah, dan entah kemana dia pergi.

“Kita harus cari Ayu, aku takut dia kenapa-napa” Ucap Yudi

“Jangan kak, biarkan dia pergi untuk mencapai apa yang dia cita-citakan” Cegah Aizam

“Tapi dia adik kita Zam, dia itu perempuan. Apalagi dia perginya tadi malam, aku takut Ayu kenapa-napa” Jawab Yudi

Tetapi Aizam hanya diam tanpa menjawab ucapan sang kakak …

“Kalau kamu gak mau biar kakak saja yang mencari Ayu sendirian” Lanjut Yudi

“Oke, aku ikut sama kakak” Jawab Yudi

“Kalian harus sarapan dulu, ini masih pagi” Ucap Asep

“Tapi aku belum masak pak” Ujar Lastri

“Ya masak dulu lah ma, kalau mama gak masak kita makan bagaimana ? Kan Ayu gak ada di rumah” Kata Asep membuat Lastri kesal

Lastri beranjak dari kamar Ayu, dan langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarganya. Setelah selesai, mereka semua makan bersama tanpa suara sedikit pun.

*****

Setelah selesai makan, serta Aizam dan Yudi sudah membantu Lastri membereskan bekas piring. Mereka langsung bergegas pergi ke rumah satu persatu teman dekat Ayu, untuk mencari keberadaan Ayu.

“Zam, ayo kita pergi sekarang. Kita pergi ke rumah Rini dulu saja yang dekat rumahnya” Ucap Yudi

“Iya kak” Jawab Aizam

15 menit mereka berkendara, akhirnya sampai di rumah Rini mereka mengetuk pintunya terlebih dahulu.

Tok … Tok … Tok …

“Assalamu’alaikum” Ucap Yudi

Tok … Tok … Tok …

“Assalamu’alakum” Ucap Aizam

Tak lama ada orang dari rumah yang membukakan pintunya.

“Wa’alaikumsalam, maaf kalian cari siapa ya ?” Tanya mamanya Rini

“Kami mau bertemu dengan Rini, bu. Apakah Rini ada ?” Ujar Yudi

“Kalian siapa ya ?” Tanya Mamanya Rini

“Kami kakaknya Ayu, sahabatnya Rini” Jawab Aizam

“Oh, silahkan masuk nak” Ucap Mamanya Rini

Setelah mereka masuk, mamanya Rini memanggil anaknya.

“Aizam ? Ada apa ke sini pagi-pagi tumben ?” Tanya Rini

“Maaf ya, mengganggu istirahat kamu” Ucap Aizam

“Gak papa tenang aja” Ujar Rini

“Aku sama kakak aku ke sini mau tanya sama kamu” Jawab Aizam

“Tanya apa ? Kelihatannya serius banget ?” Tanya Rini

“Apa kamu tahu dimana Ayu sekarang ?” Tanya Yudi

“Ayu ? Maksudnya bagaimana ? Aku tidak mengerti” Tanya Rini tidak mengerti

“Semalam Ayu meninggalkan rumah tanpa sepengetahun kita, kita baru mengetahuinya baru saja dan kita langsung ke rumah kamu” Jawab Aizam

“5 hari ini aku sama Ayu tidak mengirim pesan apa pun, karena aku sangat sibuk sekarang sedang Menyusun skripsi yang tidak kelar-kelar” Ujar Rini

“Kalau teman-teman yang lain apakah tahu ?” Tanya Yudi

“Coba kalian cek ke rumah yang lain, siapa tahu dia di sana” Jawab Rini

“Baiklah kalau begitu, terima kasih ya dna maaf mengganggu kamu pagi-pagi begini” Ujar Aizam

“Iya Zam gak papa, nanti kalau aku dapat info akan aku sampaikan sama kamu” Jawab Rini

“Kalau begitu kami pamit ya, asslamu’alaium” Ucap Aizam

“Wa’alaikumsalam” Jawab Rini

Aizam dan Yudi sudah keluar dari rumah Rini, Aizam dan Yudi pun bergegas pergi ke rumah Deris dan Devan namun sayangnya mereka juga tidak tahu keberadaan Ayu dimana.

“Sekarang kita harus kemana Zam ? Mereka tidak tahu dimana keberadaan Ayu” Tanya Yudi

“Kita belum ke rumahnya Evi, semoga dia berada di sana” Jawab Aizam

Diantara jarak rumah teman-teman Ayu, yang paling jauh yaitu rumah Evi yang memakan waktu 45 menit dari rumah Devan. Di perjalanan, Aizam merasa khawatir akan keadaan Ayu yang belum di temukan.

“Yu, kamu dimana sih ? aku mencari kamu. Kalau kamu mau pergi dari rumah, setidaknya kamu pamit dulu sama aku biar aku tahu kamu itu baik-baik saja” Gumam Aizam sambil fokus berkendara

*****

Sesampai di rumah Evi, Aizam meminta izin kepada seckurity untuk membukakan pintunya. Setelah pintu terbuka, Aizam langsung memasukkan motornya ke halaman rumah Evi yang bergitu sangat luas.

“Rumah Evi sangat besar Zam” Ucap Yudi begitu kagum melihat rumah miliki teman adiknya itu

“Dia memang anak orang kaya kak, kekayaannya melebihi keluarga Devan tetapi mereka sangat rendah hati” Jawab Aizam yang diangguki oleh Yudi

“Masyallah, semoga kita suatu hari nanti bisa merasakan seperti mereka” Ucap Yudi

“Amin Ya Robal’alamin” Jawab Aizam

Yudi memencet bel rumah Evi, sedangkan Evi yang berada di rofftop rumahnya melihat keberadaan Aizam dan Yudi di sana membuat dia berlari ke dalam rumahnya. Saat melihat Ayu yang akan membukakan pintu, Evi menarik tangan Ayu untuk masuk ke dalam kamar orang tuanya.

“Astagfirullah, kenapa kamu menarik tanganku ke dalam kamar tante Ees sih ? Ini tuh gak sopan Vi. Awas aku mau keluar” Ucap Ayu

Evi yang napasnya masih ngos-ngosan, menarik napasnya panjang.

“Di luar ada Aizam sama kak Yudi, mereka datang ke sini” Jawab Evi

“Kok mereka bisa berada di sini sih ?” Tanya Ayu

“Ya mereka mencari kamu, AYU” Jawab Evi agak kesal membuat Ayu cengengesan

“Malah cengengesan” Lanjut Evi

“Terus ini aku gimana Vi ? Aku gak mau dulu bertemu sama mereka, aku kan akan berangkat ke Yogyakarta kan 2 hari lagi dan aku gak mau usahaku gagal” Tanya Ayu

“Kamu tenang dulu, aku akan meminta bantuan sama mamaku dan kamu diam dulu di sini. Awas jangan kemana-mana” Jawab Evi

“Tapi aku sungkan, in ikan kamar mama sama papa kamu” Ujar Ayu merasa tidak enak

“Gak papa” Jawab Evi

Evi keluar dari kamar orang tuanya, dan meminta bantuan kepada Ees untuk menemui kakak-kakak Ayu.

“Mama…” Panggil Evi

“Iya ada apa ?” Tanya Ees

“Diluar ada kakak-kakaknya Ayu, pasti mereka akan menyanyakan Ayu ma. Jadi tolong mama temuin mereka, biar mereka percaya” Jawab Evi

“Sekarang Ayunya ada dimana ?” Tanya Ees

“Ada di kamar mama” Jawab Evi

“Oke, sekarang mama akan temui mereka kamu tenang saja dan tenangin Ayu disana” Ucap Ees

“Oke mama, terima kasih mamaku tersayang” Jawab Evi lalu pergi ke kamar orang tuanya

Ees langsung ke ruang tamu untuk melihat dan membukakan pintunya.

Ceklek …

“Iya, maaf kalian siapa ya ? Ada kepentingan apa ? Silahkan masuk” Tanya Ees basa-basi

Lalu mereka masuk ke rumah Evi

“Assalamu’alaikum tante, maaf menganggu waktunya. Kami ke sini mau bertemu dengan Evi, saya Aizam temannya Evi” Jawab Aizam

“Evinya sedang ke luar ada keperluan, biar nanti tante sampaikan sama Evi” Ucap Ees

“Saya mau bertanya tante, apa di sini ada Ayu Adik saya ?” Tanya Yudi

“Ayu ?” Tanya Ees membuat yang diangguki oleh Yudi dan Aizam

“Ayu tidak ada di sini, memangnya Ayu kenapa ?” Lanjut Ees

“Ayu pergi dari rumah, dan kami sedang mencarinya. Saya kira dia akan berkunjung ke sini, karena kami sudah menemui semua teman-teman dekat Ayu dan mereka tidak tahu dimana Ayu sekarang” Jawab Aizam

“Nanti kalau Evi datang, tante akan menyampaikannya kepada dia dan ikut mencarinya. Tante juga takut Ayu kenapa-napa, karena tante sudah menganggap dia sebagai anak tante sendiri” Ucap Ees

“Terima kasih tante sudah mau membantu kami mencari Ayu, kalau begitu kamu pamit pul…” Ucap Yudi terpotong

Hacccih …

Terdengar suara orang bersin dari kamar Ees membuat ucapan Yudi terpotong, dan Aizam yang mendengar itu curiga karena suaranya seperti Ayu.

“Itu siapa ya tante ?” Tanya Aizam karena perasaannya mengatakan kalau Ayu berada di sana

“Itu si bibi, pembantu rumah ini. Dia sedang tidak enak badan, jadi dia sedang istirahat di kamar belakang” Alibi Ees merasa deg-degan

“Oh…” Ucap Aizam

“Kalau gitu kami pamit dulu ya tenta, maaf telah menganggu waktunya. Asslamu’alaikum” Ujar Yudi

“Tidak papa nak, wa’alaikumsalam” Jawab Ees

Setelah Aizam dan Yudi pergi dari rumahnya, Ees langsung pergi ke kamarnya untuk menemui Ayu.

Ceklek …

“Gimana ma ? Apa mereka sudah pulang ?” Tanya Evi

“Mereka sudah pulang, Ayu tenang saja” Jawab Ees sambil mengelus pucuk kepala Ayu

“Terima kasih ya tante, sudah mau membantu aku” Ucap Ayu

“Sama-sama sayang, kamu kan sudah tante anggap anak sendiri. Jadi kamu jangan sungkan sama tante ya” UjarE es

“Iya tante” Jawab Ayu

1
Rima Rismawati
Ternyara Rasmisi yang memculik Ayu, bikin greget aja. Lanjut thor, makin seru nih 👍
Rima Rismawati
Akhirnya ayu bertemu dengan keluarga kandungnya, bagaimana respon Lastri ya kalau Ayu dan Aizam bukan anak kandungnya ? Jadi penasaran
Rima Rismawati
Dasar si Laura yang tidak punya ahlak
Rima Rismawati
Thour tulisannya ada yang typo seditit🤭
Rima Rismawati
semangat thour nulis novelnya 👍
Rima Rismawati
Novel baru lagi nih thour
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!