NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:887.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya kasihan?

Devan mengencangkan pegangan di bahu Gauri ketika gadis itu mulai menggeliat, napasnya tersengal karena emosi yang naik secara mendadak. Wajahnya yang tadi penuh cream berubah tegang, matanya memerah, hampir seperti akan menangis tapi ditahan dengan keras.

"Gauri mau roti itu! Mau! Mau!"

Suara Gauri pecah, menggema di kebun yang sepi. Ia meraih udara, mencoba memanjat tubuh Devan demi mendapatkan kantong plastik itu. Gerakannya cepat, liar, tidak terkontrol. Seperti anak kecil yang ketakutan kehilangan sesuatu yang penting.

Devan menarik napas panjang.

"Tidak."

Satu kata itu saja sudah cukup membuat tantrum Gauri meledak. Gadis itu memukul dada Devan, menendang tanah, berusaha mendorong pria itu sampai hampir jatuh. Tubuhnya kecil, tapi kekuatannya, saat sedang panic mode, tidak bisa diremehkan.

"Kasiiiih! Itu punya Gauriii!"

"Tidak, Gauri."

Devan tetap berdiri tegap. Tatapannya tegas, tapi nadanya lembut.

"Itu kotor. Nanti kamu sakit."

Namun bukannya tenang, Gauri malah makin histeris. Ia mencoba menarik tangan Devan, meraih kantong itu seperti hidupnya bergantung di sana. Dan ketika Devan mengambil keputusan …

Ia membuka kantong plastik itu.

Dan membuang semua roti dari tempat sampah itu ke tanah, lalu mendorongnya lebih jauh dengan kaki, hingga jatuh ke semak.

"Nggaak!"

Jeritan Gauri melengking, memukul udara. Gadis itu benar-benar meledak. Ia langsung menyerang Devan, bukan dengan niat menyakiti, tapi dengan kecemasan kacau yang membuatnya kehilangan kendali. Tangannya memukul dada Devan, meraih baju, bahkan mencakar-cakar. Devan menahan semuanya.

Ia tidak bergerak satu langkah pun. Begitu Gauri hendak menubruk lagi, Devan menangkapnya. Dengan cepat dan mantap, ia meraih pinggang Gauri dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya, mengunci gerakan tanpa menyakiti.

"Gauri, cukup … cukup …"

Suara Devan rendah, dalam, dan hangat.

Gadis itu menggeliat keras, menendang, gemetar.

"Le-paaas! Roti Gauri! Gauri masih mau! Mauuu!"

"Tidak, Gauri."

Devan memeluk lebih erat. Pelukannya bukan pelukan pengendalian. Tapi pelukan menolong gadis yang rapuh. Gauri menangis. Bukan tangis yang keras, tapi tangis frustrasi yang terdengar sakit, tercekik.

Devan menutup mata sejenak. Napasnya terasa berat. Entah kenapa melihat Gauri seperti itu menusuk bagian terdalam dirinya. Apa karena Gauri masih sangat muda dan harus menderita sakit seperti ini?

Ia menunduk, mulutnya dekat dengan telinga Gauri.

"Denger kakak …"

Gauri masih berusaha meronta.

Devan mengusap punggungnya, lembut sekali, jauh dari sosok killer yang dikenal satu sekolah.

"Kakak janji …"

Sapuan tangannya ritmis, seperti menenangkan anak kecil yang ketakutan.

"Kita beli roti yang lebih enak. Yang bersih. Yang manis. Berapa pun Gauri mau."

Serangan Gauri melemah. Gerakannya turun dari liar … menjadi tersengal … lalu tersedu.

“Kita ke toko roti yang jual cream puff yang Gauri pasti suka. Jauh lebih enak dari itu."

Suara Gauri pecah.

"B-beneran…?"

"Hmm."

Devan mengangguk sambil terus mengusap kepala gadis itu.

"Tapi Gauri harus tenang dulu. Kakak di sini. Kakak nggak akan ambil apa pun dari Gauri."

Tangis Gauri meluruh perlahan, tubuhnya mulai melemas. Sampai akhirnya gadis itu menyandarkan kepala di dada Devan, wajah masih belepotan cream, rambut acak-acakan, tapi emosinya pelan-pelan surut.

Devan melonggarkan pelukan sedikit. Ia memegang pipi Gauri dengan ibu jari, membersihkan sisa cream yang masih menempel.

"Kita bersihin kamu dulu, ya?"

Suaranya terlalu halus untuk ukuran pria killer. Wajah dinginnya melunak seperti es yang mencair perlahan.

Gauri mengangguk kecil, matanya merah, hidungnya memerah seperti habis menangis lama. Tapi ia mengangguk lagi, kali ini lebih mantap.

"Gauri… ikut kakak.

"Ikut …"

Gauri memeluk lengan Devan, menempel manja seakan tantrum tadi tidak pernah terjadi. Devan berdiri, menarik gadis itu berdiri juga. Ia menggenggam tangan Gauri agar tidak kabur atau tersandung. Dengan langkah terukur, ia membawanya keluar dari kebun menuju gedung sekolah bagian timur.

Toilet yang jarang dipakai guru atau murid ada di sana. Tempat sunyi. Tempat aman. Saat mereka tiba, Devan mendorong pintu perlahan, memastikan tidak ada orang.

"Masuk, Gauri."

Gauri mengangguk dan masuk seperti anak kecil yang dibawa orang tuanya. Devan mengambil tisu basah dari saku jaketnya, lalu membungkuk sedikit.

"Lihat kakak."

Gauri mendongak patuh. Devan membersihkan pipinya dengan sabar, lalu dagu, lalu sudut bibir. Ia bahkan mengusap sisa cream di leher gadis itu dengan hati-hati agar tidak membuatnya kaget.

"Rambutnya juga."

Devan meraih ujung rambut Gauri yang terkena cream, membersihkannya perlahan.

Gerakannya lambat, lembut, seperti memegang kaca paling rapuh di dunia.

Gauri tidak bergerak. Ia hanya menatap wajah Devan dari dekat, tatapannya polos, besar, seperti anak kucing yang menemukan tempat aman.

"Kakak ganteng …" suara Gauri pelan.

"Gauri mau pegang tangan kakak terus."

Devan terdiam setengah detik.

Lalu mengangguk. Senyum kecil muncul di wajah Gauri. Ia memeluk lengan Devan erat, bahkan saat pria itu masih sibuk mengusap rambutnya.

Setelah semuanya bersih, Devan menyimpan tisu, mengikat rambut Gauri dengan ikat rambut yang ia temukan di sakunya, entah milik siapa, lalu menepuk kepala gadis itu pelan.

"Sudah cantik."

Gauri tersipu kecil, pipinya merah.

"Sekarang kita beli roti?"

Devan mengangguk.

"Tapi kamu harus gandeng kakak terus, mengerti?"

Gauri menggenggam tangannya lebih erat.

"Gauri nggak mau lepas."

Dan untuk pertama kalinya… Devan tidak menepis. Tidak menghindar. Tidak menjaga jarak dari Gauri. Ia justru menguatkan genggaman itu.

Aneh…

Sangat aneh…

Bagaimana bisa seseorang yang killer-nya luar biasa, bicara dan memperlakukan seseorang selembut ini. Dan hati Devan entah kenapa terasa hangat. Tidak seperti pertama kali ia bertemu dengan gadis ini. Mungkin karena Gauri memiliki keterbelakangan mental, dan alasan di balik gadis itu seperti ini sangatlah menyedihkan. Jadi Devan merasa kasihan padanya.

Hanya kasihan?

Entahlah. Itulah yang Devan yakini sekarang.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!