NovelToon NovelToon
MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

MY HIJABI FIGHTER : Menikah Dengan Duda ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:131.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Nayla Safira Hanin adalah siswi jenius yang lebih suka tidur di atap sekolah daripada di kelas. Namun di balik hijabnya, ia adalah petarung jalanan tak terkalahkan yang sanggup melumpuhkan lawan dalam hitungan detik. Kebebasannya terenggut saat dosa masa lalu sang ayah terungkap: setahun lalu, ayahnya tak sengaja menabrak istri seorang konglomerat hingga tewas.
Keluarga Hasyim datang bukan untuk meminta ganti rugi uang, melainkan "hutang nyawa". Nayla dipaksa menikah dengan Adnan Hasyim, pria dingin yang membenci keluarga Nayla sedalam cintanya pada mendiang istrinya. Adnan hanya butuh pengasuh untuk putrinya, Adiva, yang berhenti bicara sejak kecelakaan tragis itu.
Kini, Nayla terjebak sebagai istri dari pria yang menganggapnya beban sekaligus musuh. Adnan tak menyadari bahwa istri "kecil" yang tengil ini adalah satu-satunya pelindung yang akan mempertaruhkan nyawa saat musuh bisnis mulai mengincar keluarganya. Mampukah kepalan tangan Nayla meruntuhkan tembok kebencian Adnan,?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RATU MANJA.

Ruang perawatan VIP itu terasa sangat sesak bagi Nayla. Meski fasilitasnya sekelas hotel bintang lima, bau antiseptik yang menyengat dan bunyi monitor jantung yang monoton membuatnya nyaris gila. Nayla, yang biasanya lincah seperti tupai, kini harus terbaring dengan selang infus yang masih menempel di tangannya.

"ByBy! Ayo pulang! Saya sudah sehat walafiat, sudah bisa silat, sudah bisa balapan motor lagi!" rengek Nayla sambil mencoba duduk tegak meski dadanya masih terasa nyeri.

Adnan yang sedang mengupas apel menatapnya tajam. "Duduk yang benar, Nayla. Kamu baru saja melewati maut beberapa hari lalu. Jangan harap saya membiarkanmu menyentuh motor atau melakukan gerakan karate itu dalam waktu dekat."

"Tapi saya bosan, By! Di sini cuma ada suster yang tiap jam datang cuma buat suntik pantat saya! Byby tega lihat istri cantikmu ini berubah jadi papan pengumuman karena banyak bekas suntikan?" Nayla mulai mengeluarkan jurus andalannya, bibir yang dikerucutkan dan mata yang berkaca-kaca.

Adnan menghela napas panjang. Ia sebenarnya masih trauma hebat. Setiap kali ia memejamkan mata, ia masih melihat bayangan Nayla yang ambruk bersimbah darah di pelukannya. Namun, ia juga tahu bahwa menahan Nayla di rumah sakit justru akan membuat istrinya stres.

"Baiklah, kita pulang hari ini. Tapi ada satu syarat mutlak yang tidak boleh kamu bantah," ucap Adnan dengan nada serius.

"Apa? Byby mau saya makan sayur tiap hari? Atau saya nggak boleh teriak-teriak?" tanya Nayla was-was.

"Kamu harus tinggal di kamar utama. Di kamar saya. Saya harus bisa memantau napasmu setiap detik. Dan dokter pribadi saya akan tinggal di paviliun depan untuk berjaga-jaga. Setuju?"

Nayla terdiam sejenak. Tidur di kamar utama berarti ia harus berbagi ranjang secara permanen dengan sang Es Balok yang kini mulai mencair itu. Namun, demi keluar dari penjara putih ini, Nayla akhirnya mengangguk pasrah. "Ya sudah, setuju! Daripada saya di sini terus, bisa-bisa saya malah jatuh cinta sama bau obat!"

Kepulangan Nayla ke mansion disambut haru oleh seluruh penghuni rumah. Bi Sum bahkan sampai mengadakan pengajian kecil sebagai rasa syukur. Namun, panggung utama tetap milik Nayla yang mendadak berubah menjadi ratu yang luar biasa manja.

"ByBy... mau ke kamar mandi," panggil Nayla dengan suara lemas yang dibuat-buat saat mereka baru sampai di kamar.

Adnan yang sedang merapikan bantal segera menghampiri. "Mari, saya bantu papah pelan-pelan."

"Nggak mau dipapah! Mau digendong! Dada saya masih nyut-nyutan kalau jalan sendiri," rengek Nayla sambil merentangkan tangannya seperti anak kecil minta dipeluk.

Adnan terkekeh, ia tidak merasa keberatan sama sekali. Dengan lembut, ia mengangkat tubuh mungil Nayla ke dalam gendongannya. Nayla langsung melingkarkan tangannya di leher Adnan, menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.

"ByBy wangi ya. Wangi uang dan wangi sabun mahal," gumam Nayla polos.

"Kamu ini, dalam keadaan sakit pun masih sempat-sempatnya berkomentar aneh," sahut Adnan sambil menurunkan Nayla di depan pintu kamar mandi dengan hati-hati.

Perubahan sikap Adnan benar-benar membuat seisi rumah takjub. Pria yang dulunya dingin dan kaku itu kini dengan sabar menyuapi Nayla, menyisir rambutnya, bahkan membacakan buku di malam hari agar Nayla bisa tidur nyenyak. Namun, kebahagiaan Adnan untuk memonopoli perhatian istrinya sedikit terganggu oleh kehadiran pesaing kecil.

"Diva mau bobo sama Myma!" seru Adiva sambil membawa bantal kecilnya dan naik ke tengah-tengah ranjang besar itu.

Adnan memijat pangkal hidungnya. "Diva sayang, Myma kan masih sakit. Diva tidur di kamar sendiri ya sama Bi Sum?"

"Nggak mau! Diva kangen Myma! Papa pelit!" protes Adiva sambil memeluk lengan Nayla erat-erat.

Nayla tertawa geli melihat wajah frustrasi Adnan. "Sudahlah By, biarkan saja. Sini Diva sayang, Myma juga kangen banget sama anak pintar ini."

Akhirnya, rencana romantis Adnan untuk memeluk istrinya sepanjang malam gagal total. Posisi mereka kini seperti roti lapis; Nayla berada di tengah, Adiva memeluknya dari kanan, dan Adnan hanya bisa memegang tangan Nayla dari sisi kiri. Meski tidak leluasa, Adnan merasakan kehangatan yang luar biasa. Ia merasa keluarganya kini benar-benar utuh.

🍃🍃

Satu minggu berlalu, kondisi fisik Nayla pulih dengan sangat cepat. Mungkin karena asupan gizi yang luar biasa dan suasana hati yang selalu bahagia. Nayla mulai merasa jenuh hanya berdiam diri di dalam mansion.

"ByBy, saya mau kuliah! Hari ini ada mata kuliah pengantar bisnis yang penting banget!" seru Nayla saat sarapan pagi.

Adnan yang sedang menyesap kopinya langsung menggeleng tegas. "Tidak. Kamu masih dalam masa pemulihan. Luka jahitanmu baru saja mengering."

"Tapi saya sudah kuat, By! Lihat nih, saya sudah bisa angkat piring!" Nayla memperagakan otot lengannya yang sebenarnya tidak seberapa itu.

"Nayla, jangan keras kepala. Satu minggu lagi baru boleh keluar rumah," ucap Adnan mutlak.

Nayla langsung meletakkan sendoknya. Ia mulai melakukan aksi mogok makan. Ia memalingkan wajah, melipat tangan di dada, dan bibirnya maju beberapa sentimeter. "Kalau saya nggak boleh kuliah, saya nggak mau minum obat. Biar saja saya sakit lagi, biar saya kembali ke taman indah ketemu Bunda saja."

Mendengar kata-kata itu, jantung Adnan serasa berhenti berdetak. Ia sangat takut jika Nayla kembali ke kondisi kritisnya. "Jangan bicara sembarangan, Nayla! Itu tidak lucu."

"Makanya, izinkan saya kuliah! Saya janji nggak bakal lari-lari, nggak bakal berantem, dan nggak bakal deket-deket sama cowok lain!" bujuk Nayla dengan nada yang sengaja dilembutkan.

Adnan menghela napas kalah. Ia selalu tidak berdaya jika Nayla sudah membawa-bawa perasaan. "Baiklah. Kamu boleh kuliah hari ini. Tapi tidak boleh naik motor sport itu. Saya sendiri yang akan mengantarmu sampai ke depan kelas."

"Serius, By? Pakai mobil Byby yang mengkilap itu?" mata Nayla berbinar.

"Iya. Dan Dion akan berjaga di depan gedung kuliahmu. Kamu harus lapor setiap jam pada saya. Jika melanggar satu kali saja, saya akan mengurungmu di rumah selama sebulan penuh," ancam Adnan.

"Siap, Bos Besar! Sayang ByBy banyak-banyak!" Nayla langsung berdiri dan mencium pipi Adnan dengan cepat sebelum berlari menuju kamar untuk bersiap-siap.

Adnan terpaku di kursinya, memegang pipinya yang baru saja dicium. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat tulus. Dion yang berdiri di sudut ruangan hanya bisa berdehem pelan.

"Pak, mobil sudah siap. Tapi apakah tidak berlebihan mengantar sampai depan kelas? Pak Adnan ada rapat direksi satu jam lagi," ujar Dion mengingatkan.

"Biarkan mereka menunggu, Dion. Istri saya jauh lebih penting daripada seluruh direksi itu. Siapkan pengawalan tertutup, jangan sampai ada yang menyentuh Nayla di kampus," jawab Adnan tegas.

Perjalanan menuju kampus terasa sangat manis bagi Nayla. Ia duduk di samping Adnan sambil bercerita tentang teman-temannya yang lucu, sementara Adnan sesekali mencubit hidung Nayla dengan gemas. Sesampainya di depan gedung fakultas, kehadiran mobil mewah Adnan menarik perhatian banyak mahasiswa.

Adnan turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Nayla dengan sangat sopan. Ia bahkan membantu membawakan tas ransel Nayla.

"Belajar yang benar. Jangan nakal," bisik Adnan sambil mengecup dahi Nayla di depan banyak orang.

Nayla merasa wajahnya memanas. "Iya, By! Byby juga jangan terlalu galak sama karyawan ya. Pulang nanti jemput lagi?"

"Tentu. Saya akan di sini sebelum kelasmu selesai," jawab Adnan.

Nayla melangkah masuk ke gedung kuliah dengan senyum yang tak kunjung hilang, karena ia begitu senang mendapatkan perhatian khusus dari suaminya si Es balok.

1
Ayu
Smg terkabulkan jg keinginanku ya thor.. baby kembar biar tmbh seru crita nya💪🙏
Ayu
Aku akan sl sabar menunggu update mu thor👍🙏
Ayu
😄😄😄 bikin ngakak aja km Nayla🙏
Ayu
Wah.. ngidam nya Nayla mau pegang kumis pak komisaris😄🙏
Ayu
Smg baby Nayla kembar ya thor biar tmbh seru👍🙏
Mar lina
Masa sich keluarga sendiri???
Mar lina
Bukan Farah
Tetapi Rendi
kayak nya
Mar lina
Jangan bilang
Farah
ank dari musuh bebuyutan Adnan...
Ebhot Dinni
🤣🤣🤣🤣
Hari Saktiawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Mar lina
aku mampir Thor
Sulfia Nuriawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dartihuti
semua kena usilan Bumil gk pandang"mesti Pak Jendral 🤣🤭
Mineaa
pilin pilin kumis ga tuh......pak jendral auto kena mental......but.....di kabulkan ga ya keinginan bumil ini.....😁
Ita Xiaomi
Calon debay pemberani dan usil🤣
Ita Xiaomi
Efek ngidam nih 😁
Eka Jubaedah
cerita'y bagus banget dan ada lucunya
Dini Anggraini
Q bacanya senang, sedih dan campur aduk kak sebagai sahabatnya nayla indah gak pernah memanfaatkan kebaikannya nayla meskipun keadaan keluarganya pas2san indah gak pernah sekalipun minta bantuan nayla malah dia hidup apa adanya sesuai kemampuan orang tuanya. 👍👍👍😍😍😍
Ayu
Muauh nya tmbh bnyk ya thor🙏
Ayu: maaf ya thor.. terlalu menggebu gebu bc crita nya smpai slh tulis. mau tulis musuh tmbh bnyk itu thor😄🙏
total 1 replies
Ayu
Jgn smpai kedatangan Gristina mau mencelaka kan Nayla🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!