arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEPULUH
"Kita bisa menang.
Meskipun Erika mengatakan kata-kata itu dengan biasa saja, Wisnu percaya padanya.
Dia menatap wanita cantik di depannya dengan mata yang berkilat terkejut.
Orang-orang mengatakan bahwa wanita cantik itu sama seperti vas bunga. Tetapi bagaimana dengan wanita ini?
Jika dia tidak berbohong dan memang benar Ines, itu artinya dia tidak boleh diremehkan!
Wisnu mengangguk dan menjawab dengan hangat, "Apa syaratnya? Aku akan setuju jika masih dalam lingkup kemampuanku."
Erika mengetuk-ngetuk jari telunjuk nya di atas meja. Dia menatap Wisnu dan tersenyum dengan tenang. "Aku dengar sepuluh hari lagi Tuan Moris akan mengadakan jamuan ulang tahun."
Wisnu melihat ke arahnya. "Ya."
Erika sedikit memiringkan kepalanya dan tersenyum. "Apa kau membutuhkan pasangan untuk datang ke jamuan itu?"
Mata Wisnu berkilat penuh dengan keterkejutan, tetapi dia tersenyum padanya. "Sebuah kehormatan bagiku jika bisa pergi dengan Ines. Aku akan menjemputmu di rumah nahti. Bolehkah aku minta alamatmu
Erika menyesap jus buah, lalu mengerutkan bibir lembutnya dan berkata dengan tersenyum. "Terlalu membosankan. Aku akan ke rumahmu dan kita pergi dari sana"
Cindy terdiam tidak bisa berkata-kata
Apa yang sedang direncanakan Ines?
Tuan Dikara adalah serigala berbulu domba!
Aku dengar dia terkenal sebagai playboy dan seorang bajingan!
Dia bahkan lebih buruk dari Gardan dan telah bermain-main dengan banyak wanita!
Setidaknya Gardan hanya berhubungan dengan Lanni, tetapi Wisnu... Dia bergonta-ganti wanita layaknya berganti pakaian!
Jika Erika ingin pergi ke acara jamuan itu, dia bisa dengan mudah masuk dengan statusnya sebagai pengacara. Kenapa dia harus pergi dengan Wisnu?
Dia bahkan mengatur agar berangkat dari rumah Wisnu!
Cindy tidak bisa duduk diam saja dan takut jika Wisnu akan mengambil keuntungan dari Erika Jadi, dia dengan cepat menendang kaki Erika di bawah meja.
Namun, Erika tidak bereaksi entah berapa kali pun dia menendangnya. Itu membuat Cindy bahkan lebih cemas.
Dia menatap Erika dan menendangnya lebih keras lagi.
Wisnu melihat ke dalam matanya dan tampak tidak mempermasalahkan niatnya. Dia tersenyum dan menjawab, "Baiklah."
Erika menatap Cindy, mencoba menenangkannya dan mengangguk. "Tuan Dikara, kapan kau akan membawa kasusnya ke pengadilan?"
Wisnu berpikir sejenak dan tersenyum.
"Menurutku kita bisa menunggu setelah acara jamuan ulang tahun. Bukankah itu akan lebih menarik?"
Cindy terdiam tidak bisa berkata-kata.
Mereka berdua terlihat sedang merencanakan sesuatu. Pagi ini, asisten Wisnu bahkan menghubunginya untuk mengatakan bahwa kasus ini sangat mendesak, tetapi sekarang...
Oh! Aku paham!
Apakah Wisnu berencana untuk membuat Gardan melihat bahwa Erika adalah pasangannya sebelum menuntutnya?
Lalu, saat mereka muncul di pengadilan, Gardan akan tahu bahwa pengacara Wisnu adalah mantan istri Gardan.
Astaga!
Wisnu adalah pria pendendam!
Erika tersenyum dan bangkit dari duduknya. "Aku serahkan padamu untuk menentukan kapan akan menuntutnya. Karena kita sudah selesai berdiskusi, aku ingin pulang untuk tidur cantik. Jika masih ada dokumen lain, kau bisa mengirimkannya ke Cindy. Terima kasih atas keramah-tamahanmu, Tuan Dikara."
Wisnu menyipitkan matanya saat melihat sikap Erika yang sangat santai. Sepertinya dia sudah mempersiapkan semuanya dan yakin bahwa dia akan sukses. Sangat berbeda dengan Erika yang sebelumnya dia kenal.
Sebelumnya, Erika hanya akan berdiri di belakang Gardan. Meskipun dia cantik, tetapi dia tampak kehilangan semangat hidupnya.
Namun sekarang, Erika memancarkan aura yang sangat menarik.
Jadi, Wisnu mengambil ponsel dan tersenyum padanya. "Apa kau bermain game? Peringkatku sangat tinggi di game ini, jadi aku bisa membantumu."
Erika tiba-tiba tertawa. Dia mengambil ponsel dan bercanda, "Aku tidak menyangka akan menyaksikan pencapaianmu. Tapi tetap saja, aku tidak bermain game."
Wisnu tampak sudah menduga responsnya dan dia pun dengan santai membuka aplikasi media sosial. "Bagaimana jika aku menambahkanmu sebagai teman?"
Erika menatapnya dengan tersenyum.
Wisnu tersenyum balik dan berkata, "Kalau kau mau, aku bisa membantumu menekan tombol 'suka' di setiap postinganmu."
Erika merasa terhibur dengan tawarannya yang kekanak-kanakan itu, lalu mengiriminya permintaan pertemanan. Tuan Dikara, kau harus menjaga jarak dari wanita yang sudah bercerai."
Wisnu menerima permintaan pertemanannya dan berkata, "Aku hanya berpikir bahwa apapun yang membuat sainganku tidak senang. akan membuatku senang. Apa itu mengganggumu, Nona Ines?"