NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 20: find the right answer [2]

MENDENGAR penuturan Leocadio, aku merasa teka-tekai ini sedikit demi sedikit mulai terjawab. Alasan mengapa kegelapan semakin haus dan mulai tak terkontrol, alasan mengapa saripati darah terus kehilangan keefektifannya meski aku telah banyak membunuh, semua perubahan itu adalah akibat dari ketidakstabilan kekuatan kegelapan karena pengaruh kekuatan suci.

Jika Elora memiliki kekuatan suci itu sama saja dengan membuka satu dugaan bahwa dia memiliki hubungan dengan dewa. Entah itu sebagai utusan atau hanya seseorang yang dapat membaca wahyu, seperti saintess. Kalau dihubungkan dengan semua kejadian dari awal sampai akhir, maka ujung tali ini mengacu pada hubungan antara Elora dengan peristiwa di masa lalu. Itu hanyalah hipotesisku, tetapi ada kemungkinan bahwa dugaanku ini benar. 

Mengetuk-ngetuk jari tangan di meja, aku merasa yakin bahwa sedikit lagi akan menemukan jawaban. Namun, ada sesuatu yang terlewat, entah apa. Ketika semakin larut dalam pikiran, perkataan kakek tua utusan dewa yang waktu itu kupenggal kemudian terlintas kembali. Katanya aku akan mendapat balasan yang membuatku menyesal seumur hidup. Jika kedua kesimpulan dikaitkan, maka–mungkinkah yang dimaksud adalah Elora?

*** 

Memasuki pertengahan musim gugur, penghangat ruangan sepertinya ditambah di beberapa bagian istana sehingga udara malam ini terasa tidak terlalu dingin dibanding malam-malam sebelumnya. Boleh jadi karena alasan itu pula, Elora seharian ini menjadi lebih tenang dan tidak berisik. Padahal, biasanya dia akan mondar-mandir ke dalam ruanganku atau sengaja berlarian di sepanjang koridor yang menghubungkan ruang kerjaku. Setelah  berpikir dan menyelesaikan beberapa pekerjaan sampai bulan menyapa kembali, langkah kakiku kemudian mengarah menuju kamar Elora. Dia sertamerta menyambutku begitu aku muncul dari celah pintu.

“Papa!”

Perhatianku langsung tertuju pada tubuhnya yang tidak memakai sehelai benang pun. Maka, berjalan cepat ke arahnya, melipat kedua tangan di depan dada, aku bertanya,

“Kenapa tidak pakai baju?”

“Panas.”

“Jadi, kau tidak mau pakai baju karena panas?” Dia mengangguk sedangkan aku menarik napas dalam melihat tingkahnya. “Pakai baju sekarang.” Namun, dia malah menatapku dengan netra biru cerahnya yang bulat, memiringkan kepala dan meletakkan jari telunjuk di dagu, kemudian berkata,

“Tetapi, Papa kan juga biasanya tidak pakai baju?”

Aku kehabisan kata-kata mendengar serangan darinya. Darimana anak itu belajar menyerang seperti ini? Maka mengepalkan kedua tangan, aku menarik dan membuang napas dengan susah payah. Anak ini sudah mulai berani bertingkah di depanku.

“Itu karena tubuhku masih basah. Tetapi, kau kan sudah selesai mandi?”

Aku menyeringai ketika melihat mulutnya hanya terbuka dan terkatup secara bersamaan. Kedua pundaknya turun secara serempak, Elora melangkah pelan menuju tempat tidur yang di atasnya tergeletak celana pendek dan baju tidur. Dia memakai celana dengan gerakan terpaksa dan aku mulai bisa bernapas lega ketika melihat dia mengikuti perintahku. Namun, tiba-tiba gerakannya terhenti.

“Kenapa kau hanya memakai celana?”

“Papa kan juga biasanya hanya pakai celana.”

Sekarang aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku merasa sangat lelah untuk membuka mulut, jadi aku mengambil baju tidur yang tergeletak di atas tempat tidur, berdiri dengan bertumpu pada kedua lutut, mensejajarkan tinggi tubuhku dengan anak itu, dan memakaikan Elora baju tidur dengan hati-hati.

“Karena kau perempuan, jadi tidak boleh memperlihatkan tubuh tanpa memakai baju. Apalagi bagian bawah dan bagian atas.” Aku mengomel sembari memasukkan satu per satu tangannya ke dalam lengan baju. “Mengerti?”

“Tetapi, El mau sepelti Papa …” katanya setelah aku selesai memakaikan baju.

“Tidak boleh.”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak sama denganmu.”

Dia terdiam selama beberapa detik dan menatapku. Memiringkan kepala kemudian mengarahkan pandangan ke bagian atas dan bagian bawah tubuhku, berkata, “Tetapi, El dan Papa sama.”

Aku mengembuskan napas panjang dan menegakkan tubuh. Meletakkan kedua tangan di pinggang, bertanya, “Apanya yang sama?”

“Itu!” katanya sembari menunjuk dadaku. “Itu!” Lalu berlanjut menunjuk bagian bawah tubuhku. “Semuanya sama dengan punya El.” Dia menatapku dengan wajah serius. “El sama sepelti Papa, kan?”

Ketukan di pintu kemudian menyelamatkanku dari perkataan mematikan Elora. Pelayan masuk sembari membawa segelas susu hangat. Dia meletakkan susu tersebut di meja kecil, dia keluar setelah memberi salam sedangkan Elora sertamerta berlari menaiki tempat tidur dengan susah payah. Tangannya kemudian terangkat menunjuk susu setelah menyelimuti dirinya dengan selimut.

Aku mengembuskan napas dan mengalah. Berjalan ke arah meja kecil yang terletak di samping tempat tidur, membawakan dia susu, dan duduk di pinggir tempat tidur.

“Hati-hati.”

Elora menerima dan memegang gelas tersebut dengan kedua tangan. Secara perlahan menyeruput susu yang masih hangat dan ketika dia meneguk susunya sampai habis, aku mengambil gelas tersebut dan meletakkannya kembali ke tempat semula. Sementara itu, Elora mulai berbaring setelah menarik selimut sampai menutupi dada.

“Tidurlah.”

Ujung lengan bajuku ditarik tepat sebelum berdiri. Maka, menoleh dan melihat tatapannya, aku akhirnya memilih duduk kembali, mengalah, dan menuruti keinginannya. Dia menatapku lama tanpa mengatakan apapun. Selama beberapa detik, kami saling bertatapan dengan pikiran masing-masing dan dengan suara pelan dia berkata,

“Papa boleh pelgi saat El sudah masuk ke dunia mimpi.”

“Baiklah.”

Dia tertawa kecil, membuat matanya sedikit menyipit dan memperlihatkan lesung pipit yang tidak terlalu kentara di pipi kiri. Aku baru menyadarinya setelah jarak kami sedekat ini.

“El sayang Papa! Sangat sayang!”

Anak itu menggenggam jari telunjukku erat sebelum akhirnya melemah secara perlahan dengan matanya yang mulai terpejam. Perlahan, aku menarik telunjuk yang dia genggam. Tanpa sadar, tanganku bergerak membelai kepalanya. Rambut kuning Elora kemudian  bersinar ketika aku mematikan salah satu penghangat ruangan dengan sihir karena tadi dia mengatakan kalau ruangan ini terlalu panas.

Dia terlihat sangat nyenyak dalam tidur. Selama beberapa saat, aku memandangnya, memperhatikan bagaimana dia masuk ke dalam mimpi dan mendengar deru napas yang teratur. Melihat dia tidur seperti ni, aku kemudian bangun dan beranjak keluar kamar. Sekarang, racun yang ada di dalam susu pasti sudah bekerja, kan?[]

1
Sinchan Gabut
Jadi apa ad hub sama Permasuri yg dpenggal kah?

Putri Puding Coklat kenapa nangis sayang? 🤗🍮
Aruna02
di bawa terbang ini 😱😱
Aruna02
ya ampun asli nya pengen ketemu elola 😭😭😭
Sinchan Gabut
Baik-baiklah sama Putri Puding Coklat, Yang Mulia. Dia itu kunci dr segala kunci. Paham? 😏🍮
studibivalvia: betul lagi lah akak ini 🤣 emang paling joss komenmu kak wkwk
total 1 replies
Pengabdi Uji
Tau gk yg mulia ibu asli el itu saya lho🤭
Pengabdi Uji
Keknya elora itu bsa ngontrol bapaknya ya? Punya kekuatan sejenis apatuh
studibivalvia: nyembuhin lebih tepatnya kak 🤣 kekuatannya ntar dijelaskan di bab yg berikutnya tapi kayaknya masih agak lama ketahuan nya
total 1 replies
Alessandro
"hamon tidak mati kan?"
ya ampun.... elora
Alessandro
saripati darah dong, thor...
detil sekali penjelasannya
Laila Sarifah
Agak anomali Kaisar satu ini, masa anaknya disuruh lompat dari ketinggian😭
Alessandro: 🤣🤣🤣 aku jg gemes dr kmrn...
tp ya gmn lg terserah sang pemilik cerita 🤣
total 1 replies
Laila Sarifah
Mudahan dgn adanya Elora di samping Kaisar, hati Kaisar menjadi lebih lembut
Aruna02
😭😭sadis
Aruna02
iiiikh gumush bnget elola 🤣🤣
Sinchan Gabut
Lah... kmrin pingsan, skrg malah cengengesan liat bapaknya habis bantai penduduk desa. jd bokem kamu El? 🤔😆🤣
Sinchan Gabut
gemes bgt sama Elora... 😘
Pengabdi Uji
El apa dy calon calon bocil baddas nanti diajarin sma bapaknya?
Pengabdi Uji
Kan kata gua jg apa, ni bocil pasti dibawa org lucu bgini🤣🤣
Alessandro
agak lain bapak ini....
Alessandro
hati yang mulia keras juga ya.....
butuh siraman cinta agar lebih melunak
Laila Sarifah
Yang Mulia nggak mau kah cari siapa Ibu aslinya Elora😫
studibivalvia: nggak dong kak 😔
total 4 replies
Laila Sarifah
Ya jgn lah di bunuh anakmu sendiri Yang Mulia, nanti anda menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!