NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ORANG TUA BRAM

BRAM POV

Mataku menelusuri ruang tamu yang tak berpenghuni itu, kalau dilihat dari pekarangan rumah disana sudah ada mobil papa, aku melangkahkan kaki menuju ruang tengah masih kosong dan sepi. Hidungku mencium bau wangi khas bumbu dioseng, aku menuju kedapur dan benar saja mama tengah berada disana. Papa juga sedang menyandarkan tubuhnya didepan kulkas, mereka tidak menyadari kedatanganku.

"Ma!"

Kedua orang tua ku menoleh, aku memeluk mama yang sudah meninggalkan wajan cantiknya, papa mengganti posisi mama untuk mengaduk-aduk sesuatu di dalam wajan itu.

"Masak apa ma?" aku mendekat ke arah papa, mama membuatkan ku secangkir teh hangat.

"Mama masak rendang kesukaan papamu."

Tepukan lembut menyapa bahu lebarku, papa menyuruhku untuk mengikutinya menuju ruang depan kami berhenti di ruang televisi.

"Bagaimana bram dengan mobil-mobilmu apa laku keras?" papa membuka suara sembari aku yang menyalakan televisi dan mencari chanel yang menarik.

"Dalam satu bulan ini hanya terjual dua."

"Waw biasanya kamu bisa menjual sampai sepuluh ada apa gerangan?"

"Tidak ada pa mungkin kondisi ekonomi para kolega bisnis papa sedang memburuk, biasanya mereka yang selalu mendatangi aku, sudah lama tidak ada notif dari mereka," aku terkekeh sendiri mengingat sudah satu bulan ini tawaranku selalu ditolak para pebisnis besar.

"Ku dengar dika sedang mencari mobil keluaran tahun ini, apa kamu sudah menghubunginya?"

"Dika pemegang perusahaan fashion papa?"

"Iya dia sekarang berada di Bandung," aku menatap fokus televisi yang menampilkan acara berita sore.

"Besok aku akan mencoba menghubunginya."

Mama datang dengan beberapa cemilan ditangannya, meskipun ada asisten rumah tangga tapi sepertinya mama mau repot-repot memasak sendiri dan melayani aku dan papa.

"Pa sepertinya anak bungsu kita ini sudah mempunyai kekasih baru," aku menolehkan kepala menghadap ke tempat mama duduk, dia mengambil posisi disebelah papa.

"Ha ha ha ha ha," papa hanya menanggapi dengan tertawa.

"Kok papa malah ketawa mama ini serius."

"Memangnya kenapa bram kan sudah putus dengan natasya, apa ada yang salah?"

"Tapi anak kita ini aneh sekali pa belum lama berakhir dengan natasya sudah langsung dapat penggantinya, jangan katakan kalau kamu selingkuh bram?" mama memicing dengan wajah galak khas nya.

"Aku tidak pernah berselingkuh ma."

"Nah kamu dengar itu kan ma putra kita ini tidak mungkin berselingkuh," mama berlalu lagi menuju dapur, mungkin masakannya sudah matang sekarang.

"Bagaimana dengan perempuan itu bram?"

Aku terdiam sejenak bingung harus mengatakan apa, aku sendiri bingung dengan sinta. Bagaimana kalau aku sudah memberitahu papa dan mama tetapi ternyata dia sudah bersama yang lain pupus sudah harapan ku nanti.

"Dia sudah pergi dari Jogja."

"Kemana?" papa menggeser duduknya lebih mendekat ke arahku.

"Dia pergi ke Bandung aku fikir dia menghindariku," aku mendengar dengan jelas kekehan papa yang rasanya itu seperti tengah mengejek.

"Maksutmu seorang bram ditolak oleh janda?"

"Jangan keras-keras pa nanti mama dengar."

"Baiklah nak, apa ada yang bisa papa bantu?"

"Hn tidak perlu pa aku akan mencarinya sendiri."

"Papa tahu sekarang kamu sudah dewasa, kejar dia nak!" aku mendapat tepukan dipundak oleh papa, mamaku ikut bergabung kembali. Kami tidak melanjutkan obrolan tentang sinta lagi takut mama mengetahui kalau aku sedang kasmaran dengan seorang janda. Sudah pasti mama akan menolaknya, meski begitu aku akan memperjuangkan itu nanti.

"Bagaimana dengan natasya bram?"

"Aku tidak tahu."

"Bagaimana bisa?"

"Kenapa harus bisa ma, aku sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi dengannya," mama mendengus dan berdiri.

"Aku akan pergi sebentar kalian jangan pergi dulu kemana-mama."

"Kamu mau kemana sayang?" papa ikut berdiri dan menyusul langkah mama, setelah sekian lama papa tidak kunjung kembali juga mungkin ikut keluar bersama mama.

drtt drrt

Ponsel keluaran terbaru milikku bergetar, aku melihatnya sekilas ternyata itu pesan dari papa memberitahuku kalau dia ikut pergi bersama mama ke minimarket. Aku menjatuhkan tubuh besar keatas sofa, rasanya dadaku sudah terlalu sesak terhimpit oleh rasa rindu yang semakin hari semakin membengkak, ternyata ditinggal oleh orang yang kita sayangi sangat menyesakkan. Aku menerawang langit-langit ruang tv, disana terpatri jelas wajah cantik sinta, aku masih bisa melihat pipi mulusnya yang bersemu merah menatap kearahku. Tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain menatap fotonya atau berhalusinasi tentang dirinya, aku bahkan masih ingat dengan mimpi yang mendatangiku ketika aku tertidur di mobil waktu itu. Sinta kenapa begitu menyiksaku seperti ini, aku sangat tidak berdaya. Semua pekerjaanku kacau aku tidak bisa fokus kesana. Ini salah sebenarnya aku memang hanya perlu bergerak mencarinya, ck bagaimana bisa aku menemukan sinta jika aku hanya memikirkan tanpa sebuah usaha untuk mencarinya. Besok setelah dari sini aku akan mencarinya lagi ke Bandung, sembari menyambangi dika untuk menawarkan koleksi mobilku.

 

Acara makan malam kali ini rasanya sudah lama tidak aku rasakan, didepanku ada kedua orang tua ku yang sedang khusyuk menikmati makan malam kami, papa mengambil obrolan ditengah-tengah nikmatnya makan malam.

"Aku akan menginap disini lebih lama bram kamu disini saja dulu, kita jarang sekali memiliki momen seperti ini."

"Besok pagi aku sudah harus pergi, ada sesuatu yang harus aku urus."

"Sudah pasti kekasih barumu itu kan?"

"Mama seperti tidak pernah muda saja," papa memang selalu mendukungku.

"Aku akan menemui dika siapa tahu dia tertarik dengan salah satu mobilku."

"Kamu mau pergi ke Bandung?"

"Iya ma."

"Sampaikan salam papa kepada dika, sebenarnya kamu juga boleh kalau mau ikut andil dalam perusahaan itu bram."

"Aku tidak begitu tertarik pa."

"Oh baiklah."

kami hening kembali benar kata papa kalau masakan mama memang yang terbaik, selalu lezat.

"Apa kekasih barumu bisa memasak?" mama masih membahas hal itu saja.

"Dia lebih pandai dalam segala hal daripada mantan calon menantu mama."

"Kamu yakin bram?"

"Aku yakin demi apapun ma," papa tertawa menanggapi perdebatan kecil aku dan mama.

Sampai makan malam itu berakhir kami tidak membicarakan hal apapun lagi, aku masuk kedalam kamar menghubungi seseorang melalui telfon.

 

"Aku ada mobil keluaran terbaru dika kudengar dari papa kamu sedang mencarinya."

"Aku bahkan lupa kalau putra dari pak hartono ini ternyata masih menjalankan bisnis ini," aku terkekeh sejenak, disana dika juga sedang tertawa.

"Apa besok aku boleh mendatangimu ke Bandung?"

"Kalaupun kamu mau menginap disini selamanya juga aku sangat memperbolehkan bram."

"Benarkah?"

"Apapun untuk boss besar yang terhormat."

"Jangan begitu aku bukan papa."

"Datang saja kemari aku akan banyak meluangkan waktu untukmu."

"Baiklah besok aku akan kesana."

klik

Dika sudah tahu kalau aku akan berkunjung, sekarang tidur dan menyiapkan hari yang panjang besok. Sinta aku akan segera datang, tunggu saja aku dihadapanmu.

 

"Sudah mau berangkat?" papa menyapaku dari arah belakang, seperti biasa mama membuntutinya.

"Aku tidak ikut sarapan, di jalan mungkin sudah ada restoran yang buka."

"Mama juga sudah repot-repot membuat sarapan tapi kamu tidak mau bergabung?"

"Maaf ma bram sangat buru-buru."

"Biarlah ma dia juga sudah besar."

"Kalau begitu aku pergi dulu ya."

Aku memeluk kedua orang tuaku, mereka membalas pelukanku lebih erat. Setelah berpamitan segera aku masuk kedalam mobil dan pergi dari rumah mama.

 

Dua manusia dewasa itu berbincang dihalaman belakang rumah, sang wanita sesekali memukul pelan bahu pria itu mereka tampak seperti tengah tertawa bersenda gurau.

"Ma!"

"Iya pa," setelah aksi saling melepas tawa itu akhirnya sang pria melanjutkan pembicaraan dengan serius.

"Siapapun nanti kekasih yang dipilih bram mama tidak perlu ikut campur."

"Loh mama ini kan ibunya tidak bisa begitu dong pa!"

"Bram sudah dewasa dia pasti tahu mana yang baik dan buruk untuknya."

"Apa papa sudah tau siapa kekasih barunya?"

"Belum, bram hanya memberitahu ku lewat foto."

"Padahal mama sudah sangat setuju saat bersama natasya."

"Sudahlah ma, anak kita sudah tidak mau ya jangan dibahas terus."

Pria yang disebut sebagai papa dari bram itu meninggalkan istrinya, sang wanita mendengus mendengar penuturan sang suami.

 

tuuuut tuuuttt

"Iya hallo pa."

"Kamu sudah sampai bram?"

"Belum pa, ini lagi sarapan."

"Mau mencari perempuan itu?" terdengar

bram terkekeh dari seberang sana.

"Papa ini tahu saja apa yang aku tuju."

"Ha ha ha ya sudah hati-hati bram."

"Siap pa."

klik

Perempuan yang tadi pria itu tinggalkan ternyata tengah menguping suaminya, obrolan yang membuat wanita itu penasaran.

"Perempuan itu siapa pa maksutnya?"

Papa bram yang barusaja akan berbalik terkaget mendapati istrinya sudah dibelakangnya.

"Ah mama ini mengagetkan saja," pia itu mengelus dadanya sambil berjalan kearah sofa, Mendudukkan dirinya disana.

"Pertanyaan mama belum dijawab," wanita itu menyusul suaminya untuk duduk diruang tamu.

"Maksutnya perempuan yang sedang dekat dengan bram."

"Siapa si pa?"

"Ya papa tidak tahu jelas."

"Tidak tahu tetapi tahu dimana perempuan itu!" istrinya menatap garang pria yang sedang tertawa sambil memegangi perutnya.

"Mama ini seperti sedang cemburu dengan calon menantunya sendiri."

"Mama bertanya dengan serius!"

"Baiklah, perempuan itu menghindari bram sampai ke Bandung makanya bram mau mencari dia dan sekaligus menemui dika."

"Seperti apa si perempuan itu mama jadi penasaran?"

"Nanti juga mama tahu sendiri."

***

Kelvin menatap layar ponsel didepannya, pria itu tengah mengamati bayi laki-laki yang baru lahir kedunia. James waktu pertama kali keluar dari rahim mantan istrinya, dulu sewaktu dirinya tengah berlibur bersama tiara mamanya sempat mengiriminya foto itu.

sret

Tiara menatap tajam suami yang berada dihadapannya, kelvin sendiri memegang kepalanya seolah mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Oohh jadi kamu sekarang sudah mulai merindukan mereka?"

"Apa maksut kamu tiara aku hanya melihat foto james," kelvin mencoba merebut ponselnya ditangan tiara, perempuan itu terus mengangkat ponsel milik suaminya diatas kepalanya.

"Kenapa bilang saja kamu merindukan perempuan itu kan!"

Kelvin memijat keningnya merasa tuduhan tiara hanya membuat sakit di kepalanya.

"Jangan menuduhku yang tidak-tidak aku hanya melihat satu foto anakku apa itu salah?"

Kali ini tiara yang terdiam, kelvin sudah berhasil merebut kembali ponselnya. Pria itu kembali lagi untuk duduk, asisten rumah tangganya datang dengan dua piring nasi goreng. Sinta mengepalkan kedua tangannya merasa kesal, kemarahan perempuan itu ternyata tidak digubris sang suami. Bahkan kelvin masih saja menatap ponsel itu tanpa menyuruh tiara untuk duduk dan memulai sarapan dipagi hari.

"Baiklah aku anggap kamu masih mencintainya."

prang

Tiara hendak pergi tetapi diurungkannya karena kelvin membuang piring berisi nasi goreng yang bahkan belum disentuhnya sama sekali, piring dan nasi itu jatuh berserakan dilantai, sang asisten yang berada didapur bahkan sampai lari sekedar melihat apa yang terjadi. Karena menyadari pertengkaran dari juragannya asisten rumah tangga itu berlalu masuk kembali kedalam dapur.

"Dengarkan aku baik-baik tiara, karena aku tidak akan lagi mengulangnya terserah apa tanggapanmu itu."

Kelvin menghela nafas, dia berdiri mendekati tiara, perempuan itu hanya tertunduk dan merasa takut akan amukan suami barunya.

"Aku tidak peduli lagi dengan perempuan itu, tetapi james dia tetap anakku. Apa dengan aku meninggalkannya dan disini bersamamu sekarang masih belum cukup membuktikan bahwa aku tidak lagi memperdulikannya!" kelvin berlalu setelah menjelaskan, tiara masih menundukkan kepalanya mencerna dengan baik setiap kata yang diucapkan suaminya dengan nada tinggi itu.

hiks hiks

Perempuan centil itu menangis, tangannya menopang pada badan kursi. Dia merasa sedikit sakit dan kaget ternyata kelvin bisa membentak dirinya, meskipun kata-kata yang diucapkan pria itu membuat semua terjawab atas rasa cemburunya tadi tetapi tetap saja dia baru pertama kali ini mendapat perlakuan yang kasar dari suaminya.

Asisten rumah tangga yang kebetulan akan membersihkan kotoran dilantai itu mundur mendapati boss perempuannya sedang menangis, tiara menoleh kearah dapur disana berdiri perempuan tua yang menggenggam sapu ditangan kirinya, merasa terpergoki tengah menangis tiara berlari menuju kekamarnya. Disana kelvin sudah bersiap akan pergi bekerja, tiara menghempaskan tubuh kurusnya keatas ranjang king size mereka.

"Tidak usah berlebihan tiara, meskipun sedari dulu aku tidak bersama james aku harap kamu bisa menerima dia sebagai anak kamu juga."

"Aku bukan ibunya!"

"Baiklah terserah apa katamu, aku tidak mau lagi melihatmu cemburu hanya karena anakku."

"Kamu fikir ini mudah untuk aku!" kali ini tiara sudah terduduk yang dibelakangi oleh kelvin.

"Kamu sendiri yang meminta aku untuk menikahimu, bahkan kamu tahu kan kalau waktu itu aku sedang beristri dia juga sedang mengandung anakku."

"Cukup kelvin!"

"Baiklah aku pergi kekantor dulu, kamu jangan kelayapan bersama teman-temanmu lagi anteng saja dirumah."

Kelvin menghadap ke wajah tiara dan mencoba untuk mencium kening perempuan itu, tidak disangka yang dia terima adalah wajah istrinya yang melengos menghadap kelain arah sehingga kelvin yang seolah mencium udara. Pria itu mengedikan bahunya tidak peduli, kalau perempuan itu tidak mau ya sudah dia pergi dari kamar itu dan berangkat kekantor. Tiara masih saja menangis tersedu-sedu dan juga kesal karena suaminya masih saja membela james, bayi itu sangat merepotkan sekali baginya. Mengganggu ketenangan hidup perempuan itu, kelvin memang sempat meminta tiara untuk tidak KB dan langsung mempunyai anak, tiara menolak karena merasa tidak akan bebas nanti setelah memiliki anak.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!