"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."
Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.
Karena cinta baginya hanya... Bullshit!
Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantin Pengganti
Seorang wanita diam tertegun menggunakan pakaian pengantin. Matanya tertuju pada pengantin pria yang kini menggenggam jemari tangan saudara sepupunya.
Air matanya mengalir, tapi anehnya mempelai wanita tertawa.
"Fransisca, aku tidak bisa menikah denganmu. Karena Mira tengah mengandung anakku." Ucap Doni Pramana.
"Mengandung? Kamu mengatakan akan setia sehidup semati denganku! Hanya karena Mira menawarkan tubuhnya kesetiaanmu lenyap!?" Bentak Fransisca tidak dapat menerima segalanya.
Plak!
Wijaya menampar putrinya sendiri menatap nyalang."Kamu tidak berhak mengatakan hal buruk tentang Mira. Dia yang menyelamatkan nyawamu dulu. Seharusnya kamu masih bersyukur karena dapat hidup sampai saat ini!"
"Ayah... Mira hanya mendonorkan darahnya untukku. Itupun hanya sekali, kasih sayang ayah, bahkan statusku sebagai pewaris utama, undangan kuliah di luar negeri. Semuanya sudah aku berikan padanya. Tapi dia... bagaikan pe*lacur yang menggoda iparnya sendiri!" Bentak Fransisca.
Kali ini sang ayah mengangkat tongkat hendak memukulinya kembali. Sebegitu hina kah dirinya? Bagaikan anj*ing kurapan yang dapat dipukul di depan umum.
Berkali-kali tubuhnya dipukuli menggunakan tongkat. Rasanya benar-benar sakit, apa ada tulangnya yang patah?
Matanya melirik ke arah Doni yang memeluk Mira. Menutup mata Mira menggunakan tangannya. Bagaikan takut jika Mira mengalami trauma jika melihat adegan kekerasan yang dialami olehnya.
Sialnya, semua yang ada di ruangan ini hanya diam melihat dirinya dipukuli ayahnya sendiri. Keluarga besarnya, maupun keluarga besar Doni. Mereka hanya menonton. Sebegitu hina kah dirinya? Memejamkan mata, jika dengan beberapa pukulan dirinya akan bertemu mendiang ibunya di surga, maka itu sepadan.
Tapi.
Bruk!
Pukulan terakhir yang begitu kencang tidak terasa sakit sama sekali. Matanya melirik ke arah seseorang yang melindunginya.
"Kakak tuan putri ya? Menggunakan gaun yang begitu cantik seperti tuan putri. Kakak apa kakak adalah putri salju atau putri tidur?" Tanya seorang pemuda bernama Arkan Zoya. Lebih tepatnya paman Doni yang mengalami keterbelakangan mental karena kecelakaan yang dialaminya 2 tahun lalu.
Usianya kini sudah menginjak 28 tahun tapi akibat kecelakaan metalnya bagaikan anak berusia 5 tahun.
"Maaf...tuan muda tiba-tiba berlarian." Sang perawat pria berusaha membantu Arkan Zoya berdiri.
Pemuda itu tertawa bagaikan anak kecil."Kakak cantik... kakak tuan putri..." panggilnya.
Kala itulah sebersit ide jahat timbul dalam benak Fransisca. Arkan Zoya, walaupun merupakan paman Doni tapi hanya memiliki selisih usia dua tahun dengan Doni. Harta kekayaan yang dikumpulkannya sebelum kecelakaan mencapai ratusan juta dollar. Bahkan pernah tampil di berbagai majalah bisnis sebagai raja neraka dalam dunia bisnis. Tidak disangka akan berakhir menjadi pria cacat mental.
Mengepalkan tangannya, walaupun tidak sekarang dirinya pada akhirnya akan mati dipukuli oleh ayahnya sendiri. Semua miliknya akan tetap menjadi milik sepupunya.
Karena itu.
Melangkah dengan kaki yang pincang dan luka di sekujur tubuhnya. Dirinya berjalan mendekati Arkan Zoya. Menggunakan seluruh tenaganya kemudian berucap pelan, dengan nada yang lembut. Namun terkesan mengerikan.
"Mau menikah dengan kakak? Nanti kakak belikan semua coklat dan permen berukuran besar. Loly pop dan ice cream raksasa juga." Sebuah pertanyaan gila dari Fransisca.
Tidak satu orang pun yang mau menikahi pria yang mengalami keterbelakangan mental. Menjadi pengasuh seumur hidup tanpa kemungkinan sembuh. Tapi berbeda dengan dirinya yang hanya menginginkan kekuasaan untuk bertahan hidup. Menikahi pria yang memiliki banyak aset ini, melindunginya seumur hidup adalah jalan untuk menjadi ratu sesungguhnya.
"Fransisca! Apa yang kamu katakan!? Paman kecil mengalami keterbelakangan mental!" Bentak Doni.
"Aku tidak bertanya padamu yang memiliki istri hamil! Aku bertanya pada Zoya!" Bentak Fransisca meninggikan nada bicaranya.
"Zoya mau! Zoya ingin Loly pop dan ice cream raksasa." Teriak Arkan Zoya dengan nada ceria dan wajah berbinar-binar.
"Kakak...jika kakak menikahi paman kecil hanya untuk membuat Doni cemburu sebaiknya jangan dilakukan. Mira bersedia mengalah untuk kebahagiaan kalian." Air mata Mira mengalir. Tapi dengan cepat pula Doni memeluknya berucap dengan nada lembut.
"Ini bukan kesalahan Mira. Ini kesalahan Fransisca yang terlalu egois. Mira sudah banyak berkorban dan menerima pembullyan darinya." Doni menghela napas mendekapnya erat.
Tapi tidak...itu tidak akan berhasil mengurungkan niatnya lagi. Fransisca melangkah, memeluk Arkan Zoya. Kemudian berucap sembari tersenyum memandang sinis ke arah mereka."Doni... mulai sekarang panggil aku bibi... karena aku jatuh cinta pada pamanmu."
Doni membulatkan matanya, hendak melangkah mendekat.
"Fransisca! Hentikan kegilaanmu!" Bentak Wijaya, melangkah menarik lengan putrinya.
Tapi.
Tentu saja Mira tidak akan membiarkan semua perhatian tertuju pada Fransisca.
Brug!
Mira terjatuh pingsan tidak sadarkan diri. Dengan cara Doni mengangkat tubuh Mira, sementara Wijaya melangkah cepat mengikutinya. Mungkin hendak membawa Mira ke rumah sakit? Entahlah.
***
Dalam perjalanan Doni diliputi berbagai kecemasan. Kanker darah yang diidap oleh Mira membuatnya bertindak sejauh ini. Selain itu, Mira juga merupakan cinta pertamanya, sebelum Fransisca hadir di hidupnya.
"Mira...kamu akan sehat...akan sehat..." Ucap Doni memegang jemari tangan calon istrinya.
"Fransisca begitu kejam..." Keluh Wijaya melepaskan kacamata yang dipakainya. Kemudian menyeka air matanya sendiri."Padahal Mira begitu baik padanya. Aku sebagai ayah Fransisca malu atas kelakuan putriku sendiri."
"Paman tenang saja...Mira akan selamat." Doni menghela napas kasar.
"Padahal ini permintaan terakhir Mira, untuk menikah dan memiliki anak denganmu. Kenapa Fransisca tidak mengalah sedikit saja. Bagaimana pun Mira adalah saudara sepupunya. Anak dari mendiang kakakku..." Lagi-lagi Wijaya tertunduk menitikkan air matanya.
Namun, sejatinya Wijaya menyadari satu hal. Mira tidak pingsan, ini hanya sebuah kebohongan. Perlahan wajahnya tersenyum tanpa disadari oleh Doni.
Kala mata Mira terbuka, Doni masih memegang jemari tangannya cemas."Kamu tidak apa-apa?" Tanyanya pelan.
"Do... Doni... sebaiknya jangan mengikuti permintaan terakhirku. Kembalilah bersama Fransisca. A...aku..." Kalimat Mira disela.
"Tidak! Kamu akan selalu menjadi pengantinku. Kita menikah setelah ini ya?" Ucap Doni yakin.
"Berjanjilah padaku. Setelah aku mati nanti kembalilah bersama Fransisca. Bahagiakan dia..." Benar-benar akting mempuni, wanita super cantik satu ini. Berucap terbata-bata bagaikan orang sekarat. Hatinya seperti malaikat yang rela berkorban. Padahal dalam hati berkata aku akan hidup lebih dari 100 tahun lagi.
"Tidak! Mira...kamu tidak akan mati." Pada akhirnya Doni terhanyut suasana. Menangis sembari memeluk Mira erat.
***
Pemuda yang mungkin tidak menyadari di lokasi pernikahan, Fransisca masih berada di sana. Dengan luka di sekujur tubuhnya, masih mengenakan gaun pengantin.
Arkan Zoya berada di sampingnya, membawa Loly pop yang begitu besar.
Fransisca tersenyum mengucapkan janji suci. Begitu juga dengan Arkan Zoya yang sudah mendapatkan imbalan berupa permen lolypop raksasa.
Mata Fransisca melirik, mengurus pria dewasa keterbelakangan mental? Dirinya merasa bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Karena pemuda ini, memberikan mahkota bagaikan ratu untuk membalas mereka yang menyakitinya.
"Arkan... mulai sekarang panggil aku istri...yang mulia istri. Mengerti?"
"Yang mulia istri..." Arkan Zoya memeluknya.
Siapa sangka pemuda yang merupakan jenius dalam dunia bisnis berakhir seperti ini, hanya karena kecelakaan? Entahlah... selalu ada hal tersembunyi di balik senyuman polosnya.