NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Enemy to Lovers / Psikopat itu cintaku / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. Reoni Keluarga

...୨ৎ──── B R A U N ────જ⁀➴...

Sudah dua minggu sejak aku dapatkan Quinn.

Saat aku menonton siaran CCTV, kelihatan jelas kalau Tanoko Musielak sudah hampir gila.

Janggutnya berantakan, rambutnya acak-acakan, badannya makin kurus. Dia kelihatan kayak zombie.

Pandanganku beralih ke Quinn yang sedang bereskan dapur, setelah kami makan malam. Aku mendesah kesal, mengeluarkan HP dari saku, lalu menelepon satu nomor.

Vloo.

...📞...

^^^“Siap, bos?”^^^

"Bawa dua orang. Seret Tanoko Musielak ke gudang."

^^^“Siap, bos.”^^^

Aku matikan telepon dan melangkah ke dapur. Aku rebut lap piring dari tangan Quinn, mencekal pergelangan tangannya, lalu tarik dia ke arah lift.

Aku dengar napasnya tersengal ketakutan, napasnya makin cepat, tapi dia enggak menanyakan apa pun.

Kami masuk ke lift. Begitu pintunya tertutup, aku pencet tombol lantai bawah tanah.

Tanpa berpikir, tanganku meluncur dari pergelangan ke jemarinya, lalu menggenggam jari-jarinya yang ramping. Tangannya gemetar di genggamanku.

Aku bergumam pelan, “Aku bakal bawa kamu ketemu Papamu.”

Kepalanya langsung terangkat, matanya membelalak enggak percaya.

"Kamu punya waktu tiga puluh menit buat ketemu dia, sementara aku ngurus beberapa hal. Urusan bisnis. Dan jangan salah paham, enggak bakal ada kunjungan lagi setelah ini!"

Dia buru-buru menggeleng, matanya masih terbuka lebar. "Aku ngelakuin ini biar kamu enggak mati karena depresi."

Kalimat itu aku tambahkan cuma supaya dia enggak salah sangka kalau aku peduli.

Pemadaman listrik minggu lalu hampir merusak semuanya. Aku hampir cium perempuan ini, hanya karena Tully dan Farris mengacak-acak pikiranku.

Bajingan.

Tapi kata-kata Tully terus berputar di kepalaku di saat-saat yang paling enggak tepat. Aku makin sering memikirkan Quinn sebagai perempuan, bukan sekadar tahanan.

Pintu lift terbuka. Aku tarik Quinn keluar. Marius dan Chooper langsung turun dari Bentley, menatapku dengan ekspresi penuh tanya.

Aku buka pintu belakang mobil. Bahkan aku enggak perlu menyuruhnya, Quinn langsung masuk. Dia melepas tangannya dari genggamanku. Aku menengok ke anak buahku dan bilang, “Kita ke gudang.”

Aku masuk ke mobil bareng Quinn dan dia tersenyum kecil.

Saat Marius menyalakan mesin, Quinn berbisik, “Makasih.”

Aku menoleh, menatap wajah cantiknya. Lingkaran hitam masih kelihatan jelas di bawah matanya.

Sesaat, aku merasa khawatir. Tapi Nabilla sudah meyakinkan aku, setelah pemeriksaan terakhir, Quinn baik-baik saja. Ginjalnya berfungsi normal.

Mata kami bertemu. Kami saling menatap beberapa detik sebelum akhirnya aku memalingkan muka.

Dan saat itu aku sadar, detak jantungku berdetak sedikit lebih cepat dari seharusnya. Aku berusaha mengabaikan jantung sialan itu.

Perjalanan ke gudang dipenuhi keheningan. Tapi aku merasakan kegembiraan Quinn datang, sampai akhirnya aku sadar kalau aku sedang menatap dia lagi.

Bibir bawahnya dia gigit-gigit. Matanya berkaca-kaca menahan air mata. Tangannya gemetar waktu dia taruh di pangkuannya.

Begitu Marius menghentikan Bentley, Quinn langsung menengok ke aku. Dia ragu sebentar, dan akhirnya bicara, “Kamu bilang kalau aku nangis, kamu bakal bikin Papaku bayar setiap air mataku.”

Aku lupa kalau aku pernah bicara begitu ke dia.

Nada suaranya lembut waktu dia mohon, “Aku enggak yakin bisa nahan air mata pas ketemu dia. Tolong jangan sakiti Papa!”

Sial.

Dia minta izin buat menangis?

Dan entah kenapa, itu menusuk langsung ke hatiku.

Karena enggak menemukan kata-kata yang pas, aku cuma mengangguk, buka pintu, lalu turun dari mobil.

Quinn tepat di belakangku saat aku masuk ke gudang. Aku melihat sekeliling, ruangan luas itu perlahan terisi peti-peti buat pengiriman ke Tiongkok.

Begitu masuk ke kantor, aku menemukan Gustav, tangan kananku.

“Kamu belum pulang?” tanyaku.

Dia angkat kepala, bersandar ke kursi, lalu menghembuskan napas. “Aku enggak nyangka bakal ketemu kamu malam ini.”

Matanya bergantian menatap Quinn dan aku.

“Aku bakal di sini, cuma setengah jam.”

Quinn terus menatap pintu masuk gudang. Napasnya sudah mulai tersengal.

“Kasih aku sepuluh menit. Habis itu aku balik dan kita bisa bicara,” tambah Gustav.

“Oke,” kataku singkat, sambil mencekal tangan Quinn dan tarik dia ke arah tangga.

Waktu aku mau bawa dia ke ruangan yang biasanya kami pakai buat menyiksa orang, aku mendadak belok arah dan masuk ke salah satu kantor kosong.

Begitu masuk ke ruangan berdebu itu, aku enggak melepas tangannya. Aku tarik dia lebih dekat. Kepalanya mendongak, matanya kembali bersinar seperti sebelumnya.

Cuma membayangkan bertemu Papanya saja sudah cukup buat bikin matanya berbinar.

Aku benci kilauan sialan itu.

Pikiran itu membuatku kaget sendiri. Aku langsung melepas tangannya.

Suara aku terdengar gelisah waktu aku bilang, “Tunggu di sini.”

Quinn menggeleng. Matanya mengikuti aku keluar dari kantor.

Aku jalan ke arah tangga, berhenti di dekat pagar besi, taruh tangan di atasnya, lalu memandang ke lantai bawah tempat anak buahku bekerja.

Suara mobil berhenti, membuat perhatianku teralihkan ke pintu masuk. Aku lihat Vloo dan Larron tarik Tanoko keluar dari mobil, lalu menyeret dia masuk ke gudang.

Pandanganku mengikuti dia waktu dipaksa menyebrang gudang dan naik tangga. Vloo membuatnya berhenti beberapa langkah dari aku.

Aku melepas pegangan pagar, menengok ke Tanoko, dan mengamati kondisinya yang menyedihkan.

“Kamu punya waktu tiga puluh menit,” gumamku.

Tatapan Tanoko menancap ke wajahku. Kebencian di matanya menyala terang.

Dia ingin membunuhku.

Aku tertawa. “Aku udah muak ketemu kamu. Tapi aku enggak mau lihat istri aku sedih.”

Mata Tanoko membelalak, marah dan enggak percaya.

Aku kasih isyarat ke arah kantor. Vloo menyenggol Tanoko untuk berjalan.

Begitu Tanoko masuk, aku dengar isak Quinn.

“Papa!”

Aku mendekat ke pintu, menengok ke Vloo. “Kamu boleh pergi.”

Saat Vloo balik ke tangga, aku lihat Quinn dan Tanoko saling berpelukkan. Mereka cuma menangis. Enggak ada satu kata pun keluar.

Aku biarkan pintu tetap terbuka. Aku jalan beberapa meter menjauh, bersandar ke dinding, cukup dekat buat dengar percakapan mereka.

Beberapa saat, yang terdengar cuma tangisan Quinn. Jantungku berdetak kencang. Aku menundukkan kepala, menatap lantai di bawah kakiku.

Amarah enggak terkendali yang dulu aku rasakan ke Quinn sudah memudar selama dua minggu terakhir. Tapi melihat Tanoko … tetap saja bikin darahku naik.

“Kamu baik-baik aja?” Aku dengar Tanoko bertanya.

“Aku baik-baik aja, Papa,” jawab Quinn terengah, tubuhnya gemetar. “Tapi Papa enggak kelihatan baik.”

“Kenapa?”

“Aku bisa lihat Papa. Lewat siaran CCTV,” katanya. “Braun masang kamera di seluruh rumah itu. Di dapur, ruang tamu, kamar tidurku, dekat tangga. Aku bisa lihat Papa dan Sarrah.”

Keheningan pun jatuh lagi.

Lalu Quinn berbisik, “Papa harus makan. Jangan cuma mengurung diri di kamarku. Hatiku hancur lihat Papa kayak gini.”

Tanoko enggak menanggapi ucapan putrinya barusan. Dia malah bertanya pelan, “Dia nyakitin kamu?”

“Enggak. Sama sekali enggak,” jawab Quinn. “Hari-hariku cuma masak dan menonton siaran CCTV.”

Oh.

Jadi tikus kecilku menonton live streaming lebih sering dari yang aku kira.

“Dia juga manggil perawat buat mengecek keadaan aku. Not bad, Pa!"

Kata-katanya seharusnya membuatku kesal, karena aku ingin dia menderita, bukan merasa kayak lagi liburan.Tapi malah sudut bibir aku terangkat.

Keributan di lantai bawah merebut perhatianku dari obrolan itu. Tanpa buang waktu, aku langsung menuju tangga.

1
safaana
ceritanya bagus,mudah di pahami,ringan dan ada tawanya yang pasti ada kebaikannya,,,,sukses selalu
DityaR 🌾: maaciii kak 🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
✨ Terimakasih kak, karyanya bagus banget 🥹 rasanya campur aduk, kadang sedih, tegang, senang, lucu, romantis, kadang ngabisin tisu pas part sedihnya 😭

Disini, aku dapat banyak pelajaran hidup tentang kehilangan seseorang 💔 karena kesabaran dan keikhlasannya akhirnya mereka bahagia✨

Bakalan kangen banget sma Braun dan quin, semoga kedepannya masih bisa ketemu mereka thor 🫶🏼😭💙✨✨
DityaR 🌾: Maaci, kak🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
Di undang ga yaa
Rainn Ziella
Geli nyaa 😭🗿
Rainn Ziella
Braun : aku suka nya kamu
Adellia❤
awalnya sih sedih ya karna tokoh utama hampir meninggal lalu di tengah" menegangkan karna tokoh utama pria yg seorang mavia beraksi tapi di ahir maniiss bangett karna cinta melimpah di mana"😍😍
DityaR 🌾: Maaci ,kak🙏
total 1 replies
Adellia❤
keluarga cemara😂😂
Adellia❤
sekali lagi selamat quinn🥰🥰
Adellia❤
yeeyyy akhirnya... selamat quinn🥰
Adellia❤
q cewek tapi lebih suka manggil Ra in kayak nama di drakor..
Adellia❤
definisi musibah membawa berkah😂😂
Adellia❤
serius ini gak di mutilasi??? itu biangnya loh😂😂
Rainn Ziella: Udah capek kak bang Braun pngn cepet balik 😭
total 1 replies
Adellia❤
ini pertama x nya pisah pasti berat mana lagi anget" nya lagi😂😂
Adellia❤
whaaattt ke 7 ???? gila sepagi ini😂😂😂
Adellia❤
Quin bener dy gak punya banyak pilihan jadi ya terima dengan ihlas enak kok🤣🤣
Rainn Ziella
Wkwkwk lucu bgt sii
Adellia❤: huum gak sabar nich..
total 5 replies
Rainn Ziella
Gasss quin 😭
Adellia❤
lagi dunk🙈🙈🙈
Rainn Ziella
Kebalik ihh 😭😹
Rainn Ziella
Astagaaaa tenangin diri kalian guys 🥵🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!