semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA LELAKI BEJAD
hari pernikahan Sinta pun telah tiba rara menghadiri acara sahabat nya itu dan juga kedua orang tua rara dan rita ikut hadir, acara begitu ramai, keluarga Rio pun turut hadir,, satu persatu tamu mengucapkan ucapan selamat,
"Rit.. aku ke toilet dulu ya?? " pamit rara pada sahabat nya lalu diangguki oleh rita
setelah selesai rara merapikan kembali pakaian nya dan juga rambutnya lalu berjalan keluar namun saat sudah diluar ada dua pria yang sedang menghadang nya
"mau kemana cantik?? " goda pria itu
"sendiri aja ya?? " ucao yng satunya klau mencolek lengan rara
"maaf.. saya harus pergi" ucap rara lalu menerobos kedua pria itu
"eettss... buru buru amat sih cantik.. temanin kita dulu dong" ucapnya lalu memegang bahu rara
"iiiih lepasin.. "
"galak amat mbak"
"minggir . aku mau lewat. " rara kembali mencoba menerobos agar bisa melewati kedua peria itu namun dengan cepat pria itu memeluk tubuh rara
"lepasin.tolooong tooloong. " teriak rara, dengan gila pria itu menurunkan lengan baju rata hingga robek bahi rara terlihat. katanya melotot penuh ketakutan
"aku mohon... tolong jangan lakukan ini pada saya!! " melas rara berharap kedua pria itu meninggalkan nya nmun siapa sangka salah satu pria itu menarik tangan rara masuk ke dalam toilet, dengan sekuat tenaga rara menolak namun tetap tidak bisa melawan kedua pria itu, rara bersandar pada dinding toilet
"tolong.. tolong lepaskan saya... aku mohon" ucap rara memohon dngan air mata yng sudah berderak
pria itu tak menggubris malah langsung menerkam rara mulutnya terus menyosor hendak mencium rara dengan sisa tenaga rara mendorong dan menggeleng kepalanya menghindari ciuman pria itu dengan sedikit emosi pria itu meminta temannya memegang tangan rara dan langsung saja temannya maju dan memegang tangan rara keatas, japri, panggil saja dia japri, japri menjilat bibirnya lalu mencium leher rara dengan berutal tangan meremas gundukan kenyal rara, rara menangis histeris air matanya turun dengan deras dia terus berteriak, meronta memaki, namun japri dan komeng tidk peduli keduanya terus menikmati meraba tubuh rara
"brak" pintu terbuka sehingga mengenai punggung japri
"sialan"
"buhg bug bug" entah berapa banyak pukulan mendarat di wajah japri dan komeng,
"pergi kalian dari sini!! " bentak pria itu.. karna melihat pria itu sangat kuat, japri dan komeng pun meninggalkan nya dengan wajah babak belur dan komeng memegangi perut nya yang terasa sakit karna tendangan pria tersebut, setelah memastikan kepergian kedua manusia bejad tersebut pria itu masuk kedalam toilet lalu membuka jas nya dan mendekat kearah rara..
"jangan.. aku mohon... jangan lakukan itu! " mohon rara ketakutan
"mbak... mbak sudah aman" jawab lelaki itu mendekati rara dengan langkah pelan
Rara mendongak menatap nya, dan langsung berdiri menghambur kedalam pelukan nya disana lah dia menangis, lelaki itu lalu menyelimuti bahu rara dengan jasnya, tangannya menepuk pelan pundak rara sebagai penenang , pria itu melerai pelukan rara namun dengan kuat rara memeluknya, mau tak mau terpaksa pria itu keluar dari toilet dengan posisi merangkul bahu rara baju yang dikenakan pria itu pun basah di bagian depan dengan penuh kehati hatian pria itu membawa rara kesebuah ruangan kebetulan diruangan tersebut ada orang
"mbak.. bisa minta tolong?? "
"bisa kak"
"tolong ambilkan air putih ya. untuk mbak ini"
"mbaknya kenapa kak"
"panjang ceritanya mbak"
Wanita itu pun mengangguk lalu keluar mengambil segelas air, setelah kembali dia membawa air botol mineral lalu dengan cepat menyerahkan pada lelaki itu
"mbak.. minum dulu!! "
Rara melepas pelukannya lalu menatap botol ditangan lelaki itu
"ini.. minum dulu" rara meraih nya laku meminum seteguk , matanya celingak celinguk seperti orang yang ketakutan
"mbak sudah aman sekarang" ucap pria itu, setelah lima menit tak ada percakapan
"terimah kasih banyak mas" ucap rara pelan
"rara...! " bu hasna dan suaminya datang dengan panik begitu melihat rara , bu hasna lalu berlari memeluk anak nya
"ya allah naaak... kamu kemana saja.. ada apa nak.. apa yang sedang terjadi ?? " tanya bu hasna terus memeluk putrinya, setelah melepaskan pelukannya bu hasna menatap wajah putrinya yang lusuh dan mata sembab itu lalu kembali menatap kerah lelaki di samping nya
"nak!! "