Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Pembersihan
Ye Fan melangkah kembali melewati celah dinding menuju kamar gadis pelayan itu. Belatinya masih tergenggam erat, jemarinya lincah memutar-mutar senjata tajam itu dengan gerakan yang mematikan. Matanya menatap dingin ke arah sosok yang masih tergeletak pingsan di atas ranjang.
Di dunia lamanya sebagai pemburu, Ye Fan tidak pernah meninggalkan saksi. Saksi adalah celah, dan celah adalah kematian.
Ia berdiri tepat di sisi tempat tidur. Ujung belatinya yang dingin perlahan menyentuh leher jenjang gadis itu. Sedikit tekanan saja, maka darah akan menyembur dan menghapus satu-satunya bukti hidup atas keberadaannya malam ini.
Namun, Ye Fan berhenti.
Ia menatap wajah gadis itu yang pucat dan penuh bekas air mata. Gadis ini tidak memiliki taring. Ia tidak memiliki niat membunuh, tidak memiliki keserakahan, dan tidak memiliki kekuatan untuk menindas. Di mata Ye Fan, gadis ini hanyalah seekor 'herbivora' kecil yang gemetar di tengah hutan yang dipenuhi serigala.
Seorang predator sejati tidak mendapatkan kepuasan dengan membantai domba yang sedang tidur. Baginya, membunuh orang yang tidak berdaya seperti ini bukan hanya membosankan, tapi juga merusak estetikanya sebagai seorang pemburu.
"Membunuhmu tidak akan memberiku sensasi apa pun,aku hanya membunuh para pemburu(Penjahat)." batin Ye Fan sambil menarik kembali belatinya.
Ia tidak suka membunuh makhluk lemah yang tidak bisa membalas. Targetnya adalah mereka yang merasa dirinya kuat, mereka yang merasa bisa menginjak-injak orang lain—para predator palsu yang perlu diajarkan arti rasa takut yang sesungguhnya.
“Sistem, apakah ada cara untuk menghapus jejak memori tanpa harus menghentikan jantungnya?” tanyanya dalam hati.
[DING!]
[Fungsi Sistem: 'Manipulasi Memori Singkat' Terdeteksi]
[Biaya: 2 Poin Atribut]
[Gunakan?]
“Gunakan.” perintah Ye Fan tanpa ragu. Poin atribut bisa ia cari lagi dengan membantai bajingan lain, tapi prinsipnya tidak bisa ditawar.
Sebuah cahaya biru redup keluar dari telapak tangan Ye Fan, menyelimuti dahi gadis itu. Ingatan tentang dinding yang hilang, kemunculan Ye Fan, hingga teriakan Wei perlahan memudar dan terhapus, digantikan oleh kekosongan gelap yang hanya akan dianggap sebagai mimpi buruk yang terlupakan saat ia bangun nanti.
Setelah selesai, Ye Fan melangkah kembali ke ruangan sebelah. Dengan lambaian tangan, ia mengeluarkan dinding kayu yang tersimpan di dalam Inventori-nya.
Syuuut!
Dinding itu terpasang kembali dengan presisi yang sempurna, seolah tidak pernah tersentuh sama sekali. Tidak ada goresan, tidak ada debu yang berubah tempat. Ruangan itu kembali utuh, meninggalkan misteri besar tentang ke mana hilangnya Murid Senior Wei.
Ye Fan melangkah keluar melalui jendela, mendarat di tanah dengan teknik Langkah Bayangan Darah yang baru saja ia pelajari setengah jalan. Tubuhnya tampak sekejap seperti kabut merah sebelum akhirnya menyatu dengan kegelapan malam.
Rasa gatal di tenggorokannya semakin menjadi. Pemulihan lidahnya terus berjalan seiring dengan meningkatnya aura kultivasi di tubuhnya.
“Besok pagi, sekte ini akan geger,” pikirnya sambil menyeringai. “Dan saat mereka sibuk mencari Senior mereka yang 'hilang', aku akan mencari mangsa baru yang lebih menantang.”
Ye Fan kembali ke gubuk reotnya, berbaring di atas dipan keras dengan tenang, seolah-olah ia baru saja pulang dari jalan-jalan malam yang santai, bukan dari sebuah pembantaian sadis yang akan mengubah sejarah Sekte Pedang Patah selamanya.