NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:880.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Rencana licik Safitri

.

“Juragan Barnowo?" gumam Bu Sundari. Tangannya gemetar, tak berani mengangkat panggilan bahkan hingga nada dering itu mati dengan sendirinya. Bernafas lega, mungkin nanti saat bertemu ia akan berkata kalau ponselnya dalam mode silent hingga tak mendengar panggilan.

Akan tetapi, kelegaan itu hanya sesaat, karena beberapa detik kemudian ponsel itu kembali berdering dengan nama pemanggil yang sama. Mau tak mau, Bu Sundari segera mengangkat panggilan itu.

"Hallo?" sapa Bu Sundari dengan suara yang berusaha ia stabilkan.

"Apa benar Raka akan menikah dengan pembantu itu?" tanya suara berat di seberang sana, tanpa basa-basi.

Bu Sundari menelan ludahnya dengan susah payah. Ia merasa terpojok dan ketakutan. "Ma-maaf, Juragan," ucapnya lirih.

"Ingat, Sundari!" Suara Juragan Barnowo yang tidak berteriak lantang namun menggeram dengan kemarahan yang tertahan, nyatanya membuat Bu Sundari lebih menciut. "Jika sampai kau gagal menjadikan Safitri sebagai istri Raka, maka kau harus membayar hutang-hutangmu berikut bunganya!"

“Iya, Juragan. Saya paham," jawab Sundari dengan suara bergetar. "Tolong beri saya waktu. Saya akan mencari cara untuk membuat Raka tidak jadi menikahi mantan pembantu itu."

"Awas saja jika kamu sampai gagal! Kau akan tahu apa akibatnya jika kau berani mempermainkan aku!"

Sambungan telepon terputus begitu saja, meninggalkan Bu Sundari dalam ketakutan yang mencekam. Ia meremas ponselnya erat-erat, bibirnya bergetar. Ia terlilit hutang yang sangat besar pada Juragan Barnowo, hutang yang ia gunakan untuk membiayai gaya hidup mewahnya selama ini.

Menjadi istri Wiranto, nyatanya tak membuat dia hidup bergelimang harta. Namun, ia enggan mengakui kekalahan. Semua orang harus melihatnya sebagai seorang nyonya kaya. Karena itu dia nekat mengambil pinjaman pada juragan Barnowo, ayah Safitri.

Juragan Barnowo, bukan hanya seorang juragan beras. Namun dia juga seorang rentenir kelas kakap di desa itu. Ia dikenal kejam dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk menagih hutang. Bu Sundari, yang merasa semakin tercekik dan tak mampu membayar, karena ia tak bisa minta uang pada pak Wiranto, akhirnya berjanji pada Juragan Barnowo bahwa ia akan menjodohkan Raka dengan Safitri, sebagai imbalan atas pinjaman yang ia terima.

Bu Sundari tahu kalau Safitri sudah lama berusaha menarik perhatian Raka, namun tak pernah berhasil. Karena itu, ia bermaksud memanfaatkan Safitri agar ia terbebas dari hutang. Selain itu, ia juga berpikir, jika Safitri benar-benar bisa menjadi istri Raka, maka dia bisa mengambil keuntungan dari Safitri.

Selama ini, belum menjadi menantu saja Safitri sudah royal padanya. Apalagi jika sudah jadi menantu? Bayangan hidup dimanjakan oleh Safitri terus menari di depan mata. Namun, kini semua rencana itu berantakan.

"Sial! Apa yang harus kulakukan?" gumam Bu Sundari panik. "Jika aku gagal, Juragan Barnowo akan menghancurkanku!”

*

Pagi hari, Raka sudah berdandan rapi. Ia mengenakan seragam berwarna coklat susu lengan panjang yang membuatnya terlihat semakin gagah. Sudah sejak memperkenalkan Amelia pada ayahnya, ia selalu mengantar jemput gadis itu. Mengendarai sepeda motor sportnya, Raka bersiul senang.

Sesampainya di rumah Bu Sukma, Raka langsung disambut oleh Amelia. Amelia terlihat cantik dan anggun dengan balutan seragam dengan warna sama. Gadis itu tampak duduk di beranda, menunggunya sambil bermain ponsel.

"Sarapan dulu gak, Mas?" tanya Amelia yang langsung berdiri menyambut dengan senyum manis.

Raka membalas senyuman Amelia. “Nggak usah deh. Aku udah sarapan sama Mbok Fatma tadi," jawab Raka. "Kamu udah siap, kan? Yuk, berangkat," ajaknya. Amelia pun mengangguk setuju.

Sebelum berangkat, Raka menyempatkan diri untuk berpamitan kepada Bu Sukma dan pak Marzuki. "Bu, Pak, Raka berangkat dulu ya," ucapnya dengan sopan.

"Iya, Den Raka," jawab Bu Sukma sambil tersenyum. "Hati-hati di jalan ya."

Raka mengangguk dan menggandeng tangan Amelia menuju motornya. Mereka berdua naik ke atas motor dan melaju menuju kantor desa.

Di sepanjang perjalanan, Raka dan Amelia saling bercanda dan tertawa. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan mesra.

Sesampainya di kantor desa, Raka dan Amelia langsung disambut oleh para perangkat desa yang bercanda menggoda

"Cie cieee, Mas Kades sudah datang," sapa Pak Burhan, sekretaris desa. "Bareng calon istri lagi."

Raka tersenyum dan membalas sapaan Pak Karto. "Iya, Pak," jawabnya. Baginya sudah biasa digoda seperti itu.

Safitri, yang sedari tadi duduk di kursinya, semakin kesal melihat kemesraan Raka dan Amelia. Apalagi melihat semua perangkat seakan mendukung mereka. Ia mengepalkan tangannya erat-erat, menahan amarah yang membuncah di dalam dadanya.

"Dasar perempuan murahan!" gumam Safitri dengan desisan pelan, yang hanya terdengar oleh telinganya sendiri. "Berani-beraninya merebut Raka dariku!"

Safitri sudah lama menaruh hati pada Raka. Ia selalu bermimpi untuk menjadi istri Raka. Ia merasa, dirinyalah yang paling pantas untuk mendampingi Raka, karena dia berasal dari keluarga terpandang, memiliki pendidikan yang tinggi, dan memiliki paras yang cantik.

Namun, semua mimpinya itu hancur berantakan ketika Raka memilih Amelia sebagai calon istrinya. Ia merasa sangat marah. Apalagi status Amelia yang hanya seorang mantan pembantu.

"Aku tidak akan membiarkanmu menang, Amelia!" bisik Safitri dengan nada penuh kebencian. "Aku akan melakukan apapun untuk memisahkan kalian berdua!”

Ketika waktu menunjukkan pukul sembilan, suara klakson seorang pedagang sayur terdengar menawarkan dagangan. Amelia dan Bu Laras keluar untuk membeli jajanan. Tak mau kalah dengan Amelia yang begitu akrab dengan Bu Laras, Safitri pun mengikuti.

"Itu tukang sayur baru ya,” tanya Raka karena yang ia tahu, pedagang yang biasanya lewat cuma Mas Diman.

"Iya kayaknya, Mas Kades,” jawab pak Imron. Sudah biasa bagi mereka pedagang yang bukan dari desa mereka berjualan di desa mereka. Bahkan di daerah lain juga begitu.

“Orang mana, Pak?" tanya Raka lagi masih sambil mengamati dari balik jendela. Matanya memicing karena merasa tak pernah melihat wanita pedagang itu di desa sekitar mereka.

“Wah, gak tahu, Mas." Pak Imron meringis sambil menggaruk tengkuknya.

Di halaman balai desa, Amelia, Bu Laras dan Safitri yang sudah selesai membeli jajanan, kembali dengan kantong kresek di tangan.

Safitri yang berjalan di belakang menyeringai licik. Tangannya mengambil jamu kunyit asam kemasan plastik dari kantong kresek yang ia bawa. Menggigit ujungnya seolah dia memang ingin minum jamu tersebut. Berjalan cepat sengaja menabrak punggung Amelia, dan…

Bruk!

1
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
betul, semarah apa pun orang tua pasti ada luluhnya juga tapi aku juga paham sih dengan ketakutan Amel karna pernah ngalamin juga di posisi nya Amel tp ketakutan itu ga seburuk yg di pikirkan ternyata... cuma karna rasa bersalah Amel saja.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!