NovelToon NovelToon
Zandra New Seasons (S8)

Zandra New Seasons (S8)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Pembaca Pikiran / Cintapertama
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.

Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.

Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kondisi Jenazah Haris

Kini Kenan dan Anggun, sudah ada di rumah sewa milik Anggun. Dan benar saja, Ambar terlihat sangat cemas. Menunggu kepulangan Anggun, dengan anak kecil di sampingnya yang baru berusia 2 tahun itu.

"Nteeeee..." teriak bocil lucu itu, dengan girangnya menyambut kedatangan Anggun.

"Halo sayang, maaf ya tante pulangnya lama." ucap Anggun, seraya mengangkat tubuh anak tersebut.

"Kamu kemana dulu Nggun, kakak cemas menunggumu. Kakak takut, kamu akan pergi seperti abangmu." ucap Anggun, dengan wajah lelah

"Kaaakk... Jangan ngomong gitu ihh, kalau pun Anggun pergi. Anggun ga akan biarin kakak dalam kesulitan, apalagi dengan si comel Regi." jawab Anggun

"Ehem ." Anggun menoleh, ia pun teringat bila ia pulang tak sendiri.

"Kak, kenalkan dia..

"Saya calon suami Anggun, Kenan." potong Kenan, takut Anggun hanya memperkenalkan nya sebagai teman.

"Hah?! Itu.. apa itu benar Nggun?" Anggun menatap kesal Kenan, namun ia pun mengangguk

"I iya kak, dia calon suami Anggun." Ambar meneteskan air matanya

"Alhamdulillah, akhirnya Nggun. Selama ini kakak terus merasa bersalah, karena keberadaan kakak. Membuatmu enggan memiliki pasangan, tapi ternyata... Syukurlah." ucap Ambar tulus

"Kakak tenang aja, Anggun ga akan lepas tangan atas Regina dan kakak. Sebenarnya Anggun sudah menyewa sebuah ruko kecil, sejak beberapa bulan yang lalu. Kakak sangat suka memasak, jadi Anggun membuka warung kecil. Dengan resep yang kakak ajarkan, dan itu sudah berjalan selama 2 bulan. Rencananya, Anggun akan menyerahkan itu buat kakak. Setelah Anggun, menemukan keberadaan abang." balas Anggun

DEG

"Kamu... Kenapa sampai seperti ini Nggun, kakak bukan siapa-siapa kamu. Kamu.." Anggun tersenyum, ia mengambil tangan Ambar. Lalu ia mengeluarkan buku tabungan dari tasnya, Anggun meletakkan buku ukuran kecil itu di telapak tangan Ambar.

"Ini adalah tabungan, yang Anggun buat atas nama Regina. Ini adalah keuntungan dari warung itu, ini janji Anggun pada bang Haris dulu. Anggun akan membalas kebaikan bang Haris, bang Bara dan bang Doni. Karena kalian, Anggun bisa bertahan di kota ini." tangisan Ambar pun pecah, membuat Regina ikut menangis.

Tanpa Anggun dan Ambar tau, Haris pun tengah menangis saat ini. Kenan menghembuskan nafas panjang, rasa rindu yang takkan pernah terobati. Rindu pada seseorang, yang sudah tiada.

"Kakak... Jangan seperti ini, bang Haris pasti setuju dengan keputusan Anggun." Anggun menoleh ke belakang, menatap Kenan.

"Kak... Ada yang ingin Anggun katakan." ucap Anggun, Ambar menatap adiknya itu.

"Anggun.... sudah menemukan keberadaan bang Haris." Ambar menatap intens Anggun

"Benarkah?? Bagaimana kondisinya? Dia baik-baik saja kan? Dia bukan sengaja ingin meninggalkan kakak dan putrinya kan?" tanya Ambar beruntun, dengan suara bergetar

Kedua mata Anggun berkaca-kaca, ia menundukkan kepalanya. Tadi sebelum pulang, Anggun dan Kenan ke kantor polisi. Melaporkan keberadaan jenazah Haris, yang ternyata di sembunyikan dalam freezer, yang ada di rumah Wildan. Dengan kondisi tubuh Haris, yang sudah terpotong-potong.

Anggun pun sempat histeris, saat tadi ia melihatnya. Tubuh Haris yang sudah terpisah, di setiap bagian tubuhnya. Begitu di jalan pulang, ia harus mengendalikan dirinya. Tapi sekarang, kembali mengingatnya. Membuat hatinya, kembali merasakan sakit yang luar biasa.

"Kak...." suara Anggun terdengar bergetar, membuat Ambar terdiam

"Anggun... Apa..." suara Ambar mendadak lemas

"Abang Haris sudah tiada, dia...

"NGGAAAAK... itu ga mungkin Nggun, kamu jangan ngomong sembarangan. Abang kamu ga mungkin pergi, abang kamu sudah janji.." Ambar memotong ucapan Anggun, Anggun hanya menggigit bibir bawahnya. Agar tangisannya tak kembali pecah, namun tiba-tiba...

Wiu wiu wiu...

Terdengar suara ambulance, tak lama berhenti tak jauh dari rumah kontrakan Anggun. Jantung Ambar seperti di tarik paksa, belum juga ia menerima ucapan Anggun. Sekarang harus di timpa lagi, dengan fakta yang tak bisa ia tampik.

"Nggak... Nggak mungkin abang... Ga mungkin itu abang .." meski mulut menolak, namun tubuhnya melangkah perlahan ke arah ambulance.

Keluarlah sebuah peti, tubuh Ambar bergetar hebat.

"Bukan... Bukan...

Namun ucapannya tak di teruskan, saat petugas ambulance membawa peti itu ke arah rumah sewanya.

BRUGH

Tubuh Ambar jatuh terduduk, namun ia berusaha untuk merangkak. Karena saking lemas nya, para tetangga keluar. Mereka langsung membantu Ambar untuk bangun, mereka pun memapah Ambar.

Sedangkan Anggun dan Kenan, mereka sibuk membereskan ruang tamu. Lebih tepatnya, hanya menggelar karpet, karena memang tak ada kursi atau pun sofa. Peti mati di letakkan agak merapat tembok, memberi ruang pada warga yang mau ikut menyolatinya.

Regina di ambil alih, oleh tetangga sebelah rumahnya. Anak kecil itu menangis, namun tak berontak meminta turun.

Pengumuman berkumandang melalui speaker mesjid, mengabarkan pada tetangga sekitar Anggun. Mereka memang tak mengenal Haris, namun mereka mengenal Ambar.

Berkali-kali Ambar tak sadarkan diri, Anggun harus kuat. Namun pertahanannya runtuh, saat datang dua abang lainnya. Bara dan Doni, mereka datang dengan kondisinya yang berantakan.

Begitu mendapat kabar tentang kematian Haris, mereka yang sedang di luar kota. Langsung meluncur, menggunakan motornya.

Kedua mata mereka memerah, bahkan motor pun mereka parki asal.

"Anggun" panggil keduanya, Anggun menoleh ke belakang. Pecahlah tangisannya, ia langsung berdiri dan memeluk kedua abangnya.

"Huaaaaaaaa..... Aaaaaaa..... Bang Haris, bang. Huaaaaa.... " Bara memeluk erat tubuh Anggun, begitu juga dengan Doni.

Mereka tak bisa melihat Haris, untuk terakhir kalinya. Karena peti yang sudah di tutup rapat, mereka hanya bisa menatap sedih peti di depan nya.

Kenan??? Ia cemburu melihat gadisnya, menangis di pelukan pria lain. Namun ia sadar, siapa dirinya dan kedua pria itu. Sehingga ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa cemburu dihatinya.

Wajar, tentu sangat wajar. Dia dan Anggun baru satu hari bertemu, menjadi calon istri pun karena ia yang memaksa.

.

Setelah jenazah di shalat kan, di malam itu juga jenazah langsung di makamkan. Ambar tak ikut, karena ia kembali tak sadarkan diri. Belum bisa menerima, bila yang di dalam peti itu adalah suaminya.

Selesai di makam kan, warga sekitar pamit pada Anggun untuk kembali. Kenan hanya berdiri, di belakang ketiga sahabat rasa saudara itu. Sesekali terdengar helaan nafas, dari mulutnya.

Saat dirasa sudah cukup, Anggun berdiri dan berbalik. Barulah ia sadar keberadaan Kenan, matanya kembali memanas. Ia tak menyangka, pria yang mengajaknya menikah. Dengan sabarnya menunggu, bahkan menahan rasa cemburunya.

Dengan sadar, Anggun melangkahkan kakinya. Lalu memeluk Kenan, tentu mengejutkan pria tampan itu.

"Maaf... Maafkan aku, karena sudah mengabaikan keberadaan mu." ucap Anggun, dengan suara serak

Perlahan Kenan mengangkat kedua tangannya, ia membalas pelukan gadisnya. Ia menepuk pelan punggung Anggun, sampai terdengar suara dengkuran halus. Kenan segera mengangkat tubuh Anggun, ala-ala alaihum gambreng. Eaaaa...

Bara dan Doni, tentu mereka tau siapa pria yang menggendong adik nya itu. Menatap punggung Kenan, yang menjauhi makam.

.

.

"Haris ingin bertemu dengan kalian, sebelum ia benar-benar pergi."

"BENARKAH?"

...****************...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

1
Cindy
lanjut kak
Dewi inaya
kesel bener roman ny si Doni ma bara 🤣🤣🤣
Dewi inaya
perasaan ada aja yg gak senang ya Mak,kalo gak suka tinggal gak usah dibaca gitu ja koq repot 🤦‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): nah iya bener kak Dew
padahal skip aja ya, kenapa harus bikin huru hara di karya orang
total 1 replies
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh aduh moga moga gk jantungan tu orang thooor🤣🤣🤣🤣🤣
Aghitsna Agis
thor langsung up kg dong ditunggu ya
Aghitsna Agis
itu itu yg ploo afwa afwi atau obu ya srmiga lena sm danuel ketolong dan usep juga
nisa
lanjuttt mak
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak
total 1 replies
rose🦋
wahh sp yg coba2 punya ilmu sesat, mpe buat tumbal segala,
muhammad ibnuarfan
Allah huakbar....bersmbung...😭😭....kan masih penasaran emak....😄
Mutiara Nisak
ya allah don....lg ngobrol sm hantu bs santuy begitu,itu kyk nya dtg barengan y,keluarganya bang kenan...moga aja jantung orang yg ada d rungan nya bu lena g pindah tempat....bener2 keren keluarga zandra dr dulu....
Zuhril Witanto
pada kaget semua.....
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
fifia
mendadak serangan jantung ringan ini mah😂😂😂
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ceritanya serem di bumbuhi lelucon jd seru🤣
Queen adzilla👑
siapa yg datang pake plop 🤔
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahahaha doni doni
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Eta saha nu datang mak? boa² sarombongan deuih🤣🤣
RiriChiew🌺
Saha eta NU datang, apa sa RT atau emang afwa afwi yaa . makkk kok aku linduuu istri na afwii yaa kembaran ku pisan kan itu sriii ekhem 🤭😅
RiriChiew🌺
ntahlah aku mau sedihh atau apa , yg jelass seserian wae gara² si doniii . heyyyy donoo kamu eddaaaann pisan ternyata /Joyful//Joyful/ hiburan pisan buat diriku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!