NovelToon NovelToon
Kecelakaan Itu Bukan Kebetulan

Kecelakaan Itu Bukan Kebetulan

Status: sedang berlangsung
Genre:TKP / Horror Thriller-Horror / Action / Misteri / Detektif
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rin Arunika

Setelah Addam mendapat pesan aneh dari sahabat Astrid–adik tirinya, Addam memutuskan untuk mencari tahu kejadian sebenarnya yang dialami oleh adiknya itu.

Untungnya Addam tidak sendirian. Dalam upayanya menjalankan rencananya, Addam ditemani dan diberi bantuan oleh Naya, sahabat Astrid yang mengabarinya pesan aneh itu. Bukan hanya mereka berdua, seorang teman Addam yang bernama Mahesa juga ikut membantu mereka mencari Astrid.

Langkah demi langkah sulit harus ditempuh oleh Addam, Naya, dan Mahesa hingga mereka menemukan kebenaran yang tak pernah mereka duga.
Akankah mereka semua pada akhirnya bisa menemukan Astrid setelah banyak jalan dan rintangan yang dilalui?

Apa yang sebenarnya terjadi pada Astrid?
Bagaimana mereka menjalani kembali hari-hari mereka setelah kejadian besar itu terungkap?

🍀🍀🍀

Cerita ini fiksi. Jika terdapat kemiripan nama, lokasi, ataupun peristiwa dalam cerita, mohon dimaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rin Arunika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tak Tentu Arah

Hari itu, Naya tiba di tempat kerjanya dengan semangat yang nyaris nol. Tiap langkahnya terasa berat karena benang kusut dalam pikirannya yang tak mau menghilang.

“Pagi Bu Naya…” sapa Eko kala mereka berpapasan di lobi kantor.

Namun Naya tampak tidak menjawab sapaan office boy bertubuh tegap itu dengan susunan kata. Hanya sebuah senyum singkat yang Naya gunakan sebagai jawaban.

Langkah demi langkahnya lalu menuntun Naya tiba di ruang kerjanya. Beberapa orang yang berada di sana tampak menatap Naya sendu. Namun hal itu sangat bisa dimaklumi karena kabar menghilangnya Astrid telah diketahui oleh beberapa banyak pekerja di perusahaan percetakan karya tulis itu. Selain karena hubungan persahabatan keduanya, Astrid yang merupakan salah satu penulis juga sedikit banyak memiliki hubungan baik dengan rekan-rekan Naya di sana.

“Nay…” panggil seorang wanita berkacamata yang duduk di sebelah Naya, “kamu baik-baik aja, kan?”

Pertanyaan itu sangat jelas merupakan bentuk perhatian mereka karena saat itu Naya terlihat sangat murung. Terlalu murung untuk Naya yang dikenal hangat.

Raut wajah Naya sangat lesu. “Aku oke kok, Ann…”

Wanita yang bernama Annie itu lalu menatap Naya sejenak dan tersenyum tipis. Ia paham bahwa memberi perhatian pada seseorang yang bersedih tak melulu harus mengatakan semangat dan menyuruh mereka kuat. Kadang perhatian itu cukup dengan diam dan membiarkan mereka menata perasaan dengan caranya sendiri.

#

Di lain tempat, Addam yang masih ‘bekerja dari rumah’ terlihat terus duduk di dekat pintu. Bekas bungkus roti di lantai seperti menjadi tanda bahwa pria itu masih berusaha bertahan hidup.

“Dek… Kamu di mana…” gumam pria itu.

Addam mengoperasikan laptopnya tanpa tujuan yang jelas. Membuka file sebentar, lalu menutupnya lagi. Hal itu dilakukannya berulang kali karena ia merasa kesulitan untuk mengatur fokusnya.

Ditengah kegusarannya, Addam mendadak tercenung ketika netra coklatnya tak sengaja menangkap sebuah folder yang sempat luput dari ingatannya.

Folder itu berisi salinan dokumen dari diska lepas yang pernah diterimanya tempo hari melalui paket.

Ingatan Addam kembali memutar tayangan aneh yang tempo hari sempat membuatnya merasa terganggu. Tapi sekarang, alam bawah sadarnya seperti menyuruhnya untuk melanjutkan apa yang waktu itu belum ia selesaikan.

Jemarinya bergerak menunjuk folder itu hingga akhirnya muncul sejumlah file video yang tersusun secara alfabetis.

Burn

Calling

Chaos

Diving

Hanging

Run

Dengan ragu Addam meng-klik video ketiga karena dua video teratas sudah pernah ia lihat dan ingatannya itu masih sangat jelas.

Video berjudul ‘Chaos’ itu menayangkan kerumunan warga di sekitar waduk air, keberadaan beberapa petugas polisi yang mengamankan lokasi, serta secara mengejutkan si perekam memperbesar lensa dan mengarahkannya tepat pada jasad yang masih dievakuasi dari waduk.

Durasi video itu memang hanya delapan detik saja tapi sukses membuat Addam berpikir keras. “Orang ini… Dia ada di TKP? Apa dia pelaku dari kasus itu?” gumam Addam. Jika iya, itu artinya Astrid benar-benar dalam bahaya yang sangat besar, pikirnya.

Pertanyaan yang baru saja muncul dalam benaknya itu akhirnya mendorong Addam untuk membuka file video berikutnya. Dengan segenap keberanian, pria itu menunjuk file berjudul ‘Diving’.

Video itu memperlihatkan wanita bergaun putih yang baru saja jatuh tersungkur ke dalam waduk air.

Raut wajah Addam terlihat sangat serius ketika ia melihat tayangan video berdurasi enam detik itu.

"Ini bukannya korban dan TKP yang tadi?" Addam bertanya pada dirinya sendiri.

Diving apanya? Itu namanya tenggelam, bukan menyelam.

Jadi benar bahwa orang ini adalah pelaku kejahatan itu?

Tak berhenti sampai di sana, Addam memutuskan untuk melihat semua video itu sekaligus. Dirinya memang merasa gelisah, tapi rasa ingin tahunya telah melebihi keraguan yang ada.

Selanjutnya video berjudul ‘Hanging’ yang ia pilih.

Kali ini, jantung Addam berdegup sangat kencang seperti akan melompat dari dadanya. Ia benar-benar kaget setengah mati.

Penyebabnya, video itu memperlihatkan seorang wanita dengan tubuh terikat. Ia tampak duduk tersandar di dekat lemari–tunggu sebentar. Wanita itu bukan duduk karena keinginannya. Tali yang melilit lehernya-lah yang menahan tubuhnya sehingga ia tidak ambruk. Tali itu memanjang dari simpul yang diikat pada leher wanita itu, naik ke atas lemari, lalu ikatannya berakhir pada kaki ranjang.

“Orang gila!” Addam sangat mengutuk perbuatan kejam itu.

Untuk sesaat Addam terdiam. Kedua matanya menyipit menelisik sesuatu dalam ingatannya. Tak lama setelahnya ia meraih ponselnya dan mengoperasikannya dengan cepat.

Setelahnya, pria itu terlihat terperangah sambil menatap layar ponsel dan laptopnya bergantian. “Wanita ini… Korban orang itu juga?!”

Karena isi kepalanya sudah kepalang menggulung, Addam buru-buru membuka file video terakhir yang berjudul ‘Run’.

Video itu memperlihatkan seorang wanita yang berlari di tengah hutan. Addam menautkan alisnya. Ia merasa tidak asing dengan tayangan itu. Lalu jemarinya lincah menekan video lain berjudul ‘Calling.’.

Dan benar saja. Kedua video itu terlihat mirip. Hanya cara pengambilan videonya saja yang berbeda. Jika ‘Calling’ diambil dari sudut pandang si wanita, sementara ‘Run’ diambil dari sudut pandang orang yang berlari di belakang wanita itu.

Addam memijat keningnya setelah ia menonton semua video itu. Ia tak habis pikir, apa yang coba orang itu sampaikan padanya? Kenapa dia membuatnya menjadi rumit seperti itu?

#

Langit yang terlihat mendung seperti menggambarkan bagaimana kalutnya perasaan Naya sore itu. Mendekati waktu akhir kerjanya, Naya mendapat kabar bahwa besok ia harus datang ke kantor. Jadwal WFH yang bergeser memaksa Naya harus mengurungkan niatnya untuk bisa mengikuti Addam menelusuri kasus Astrid.

Tapi mau bagaimana lagi. Saat itu Naya tidak menemukan alasan yang tepat untuk bisa menghindari perintah dari tempatnya bekerja.

Ketika Naya sedang sibuk meluruskan hatinya, ia tersentak karena telpon yang ada di mejanya berdering kencang. Naya segera menjawab panggilan masuk itu dan terdengar si penelpon berbicara terlebih dulu.

“Halo. Bu Naya? Maaf Bu, di lobi ada polisi yang nanyain Bu Naya…”

Dari suaranya, Naya bisa tahu bahwa penelpon itu adalah Anita, resepsionis.

“Oh. Oke Nit. Saya ke sana…” Naya bergegas ke luar ruangan setelah ia menutup panggilan telpon itu.

Tiba di lobi, Naya sempat keheranan ketika ia melihat kehadiran sosok yang belakangan ini sudah akrab dengannya. Benar. Orang yang dilihat Naya saat itu adalah Mahesa. Pria tegap itu lalu berjalan perlahan menghampiri Naya.

Tapi sebelum Naya menyapa Mahesa, pria itu telah lebih dulu membuka pembicaraan.

“Sore, Bu Naya. Saya Mahesa. Maaf ganggu waktunya. Saya dari kepolisian ingin bertanya beberapa hal terkait laporan yang pernah anda buat…”

Saat itu Naya tak paham kenapa ucapan Mahesa sangat formal. Tapi ia yakin, Mahesa pasti punya alasan kuat dibalik sikapnya itu. Karenanya, Naya mencoba membalas Mahesa dengan cara yang sama.

“Sore Pak Mahesa. Baik Pak, silakan,” jawab Naya singkat.

Setelah ‘perkenalan’ singkat itu, Mahesa berpamitan pada resepsionis untuk mengajak Naya pergi ke luar lobi.

“Kenapa, Kak?” tanya Naya segera setelah langkah mereka terhenti beberapa meter di luar pintu.

“Naya. Kamu tahu? Sekarang ini aku lagi nanganin kasus penemuan jasad wanita, bergaun putih, dan ciri-cirinya mirip banget sama yang Addam terima di DM-nya!” ungkap Mahesa, sedikit berbisik tetapi tegas.

“Ya Tuhan!” Naya menutup mulutnya. “Jadi dia korban dari orang yang nyulik Astrid?!”

Mahesa menggelengkan kepalanya pelan. “Aku masih ragu buat bilang iya. Tapi dugaan pribadiku, semua data yang terkumpul memang terasa mengerucut ke orang itu.”

“Terus Kak Addam udah dikasih tahu?”

“Belum. Aku belum sempet kabarin dia. Sekarang ini pun aku ke sini karena kebetulan lewat, Nay. Tapi sambil aku dan tim selidikin kasus ini, aku juga bakal atur waktu buat kita bahas semua temuan soal Astrid,” terang Mahesa.

“Oh, iya Nay. Aku gak bisa lama-lama. Takut timku kelamaan nunggu. Bye Nay,” Mahesa segera berlalu dari hadapan Naya.

Naya menarik nafas dalam. Ia terdiam sejenak. Gadis itu bahkan tak tahu perasaan mana yang harus ia akui, haruskah ia merasa lega karena setidaknya penyelidikan mereka semakin terarah, ataukah ia harus merasa sedih karena nyawa Astrid mungkin sedang dalam bahaya. Naya hanya merasa sangat hampa.

Ketika Naya hendak berbalik menuju pintu masuk kantor, dengan ujung matanya ia tak sengaja melirik ke jendela lantai dua. Di sana ia melihat Eko yang segera memalingkan tubuh setelah keberadaannya disadari Naya.

“Hm?” kedua alis Naya tertaut, “Mas Eko? Ngapain dia di sana?”

1
nurul supiati
berarti memang dia nyamar jadi beberapa orang yakkk hihihi
Flyrxn: ayooo udah mulai ketebak belum.../Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!