NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu!!!! 01

Suara langkah terdengar menggema ketika seorang wanita memasuki sebuah gedung besar tiga lantai itu.

Langkahnya sangat pasti ketika memasuki kantor milik suaminya. Arundari bahkan tidak memedulikan panggilan dari para karyawan suaminya.

"Bu, Bapak sedang tidak ada di kantor."

"Nggak masalah, aku akan ke ruangannya. Mau dia ada atau nggak, itu tak jadi soal. Lagi pula sejak kapan aku hanya boleh ke sini saat ada suamiku saja,"jawab Arundari. Dia bahkan sama sekali tidak menatap wajah orang yang bicara padanya tersebut dan fokus berjalan sambil terus menatap ke depan.

Namun tidak bisa dipungkiri, dadanya naik turun, nafasnya naik turun dengan sangat cepat, dan jantungnya berdetak lebih kerasa dari biasanya.

Dengan tangan menenteng tas, juga kaca mata hitam yang tak dilepaskan, wanita berhijab ayu itu menunjukkan wajah tenang dan datar.

Sesampainya di depan ruangan sang suami, Arundari berhenti sejenak. Dia berdiri di sana tanpa kata. Hanya diam, memejamkan matanya sejenak. Agaknya Arundari tengah mengatur nafasnya agar lebih tenang.

"Tapi Bu,"ucap karyawan suaminya yang rupanya sejak tadi mengikutinya.

"Huuft, sudahlah. Kamu pergi saja dari sini. Ini kan ruangan suamiku, apa yang kamu takutkan hmm?"ucap Arundari sembari tersenyum. Bukan sebuah senyum yang ramah melainkan senyum tipis yang terkesan menyeramkan bagi si karyawan.

Dengan gugup karyawan itu hanya menunduk lalu berkata, "B-baik Bu." Ia mundur, dan kemudian berjalan cepat meninggalkan Arundari di sana sendiri.

Haaah Huuuuft

Arundari mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Tangannya sudah menggenggam handle pintu dan siap untuk ditekan ke bawah agar pintu itu terbuka.

Blaaak

Arundari akhirnya membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci itu. Suara kencang pintu yang terbuka agaknya cukup mengejutkan orang yang ada di dalam.

"Talak aku sekarang juga,"ucapnya tenang. Tidak ada kemarahan dari wajah Arundari. Dia hanya berdiri di ambang pintu menatap suaminya yang tengah memangku wanita lain.

"Sayang, b-bukan begini. Ini nggak kayak yang kamu lihat,"ucap pria yang tidak lain adalah suami Arundari. Pria itu gugup sampai-sampai mendorong si wanita hingga si wanita tersungkur di kursi.

"Mataku nggak buta, Mas. Dan juga telingaku nggak tuli. Aku masih cukup waras buat nggak ngamuk atau ngejambak jilbab wanita itu,"sahutnya tenang. Sungguh tidak ada kemarahan dari diri Arundari saat ini. Yang dia butuhkan hanya talak dari suaminya agar sakit yang dirasakan tak terlalu dalam.

"Mbak, nggak gitu. Ini anu, Mbak,"sahut si wanita yang saat ini tengah membetulkan hijab dan bajunya yang sedikit berantakan. Entah apa yang mereka berdua lakukan tadi, tapi Arundari sama sekali tidak peduli.

"Diem kamu, aku lagi bicara sama Mas Heri. Kamu beber-bener ya Jelita. Kamu udah aku anggap kayak adikku sendiri. Wajahmu cantik Jelita sesuai namamu, tapi hatimu sungguh busuk. Kamu yang aku suapi makan dengan tanganku sendiri tega banget ngancurin rumah tangga aku. Apa kamu nggak bisa nyari laki-laki yang masih single di luaran sana. Malu sama jilbab yang kamu pake, Jelita!! Malu!!!" pekik Arundari. Dia yang awalnya enggan ribut tapi ternyata tida bisa dan akhirnya melupakan rasa sakitnya itu.

Terlebih melihat wanita yang baru saja bermesraan dengan suaminya tak menampakkan wajah malu barang sedikitpun.

"Dan kamu juga Mas, kamu udah punya istri. Kurang apa aku sama kamu, Mas? Aku udah nurut buat nggak kerja, aku nurut sama kamu buat jadi istri yang sholihah versi kamu dengan tetap berdiam diri di rumah. Tapi apa, kamu tega selingkuh sama wanita yang sudah ku anggap adik ini? Tega kamu, Mas!!"

Teriakan Arundari menggema di ruangan yang sunyi itu. Kini air matanya berurai membasahi wajah dan hijabnya. Sungguh dia tidak pernah menyangka akan meledak sekarang. Padahal keinginannya hanya meminta talak dari Heri.

"Sayang, aku beneran minta maaf. A-aku khilaf, yank. Aku, aku nggak akan ngulangi perbuatan ku. Aku nggak mau cerai dari kamu,"ucap Heri. Entah sejak kapan pria itu berpindah,tapi saat ini dia sudah ada di sisi Arundari. Dia menggenggam tangan istrinya dan bahkan berlutut.

Tapi Arundari bergeming. Dia tidak bicara apapun. Lalu selanjutnya, wanita itu menepis tangan Heri, membalikkan badannya dan melenggang peri.

Heri bangkit dari posisi berlututnya, lalu berlari mengejar Arundari.

"Tunggu yank, ayo pulang bareng. Ayo kita bicarain ini di rumah,"ucap Heri saat mengejar Arundari.

Akan tetapi, Arundari hanya bungkam. Dia juga sama sekali tidak menoleh ke belakang. Dan sampai di parkiran pun, Arundari langsung masuk ke mobil lalu menutupnya rapat dan menguncinya sehingga Heri tidak bisa ikut masuk.

Bruuum

Mobil Arundari melesat meninggalkan kantor tersbut. Maaf yang diucapkan oleh Heri ingin sekali dia mencoba untuk memercayainya, namun hatinya terlalu sakit. Hatinya sakit dengan semua perbuatan Heri dan Jelita.

"Selingkuh, Ya Allah. Kenapa bisa mereka ngelakuin itu ke aku. Apa kurangnya aku sama kamu, Mas? Apa kurangnya aku sama kamu, Jelita? Kamu udah ku anggap adik, tidur kita bersama,makan juga bersama. Setiap ada pekerjaan di luar kota, kita selalu melakukan hal bersama. Tapi kenapa kamu tega ke aku kayak gini?"

Tangis Arundari pecah. Dia bahkan berteriak di dalam mobil. Dia berteriak degan sangat keras karena di tempat itu adalah kesempatannya untuk bisa meluapkan semua kekecewaan dan sakit yang dirasakannya.

"Ya Allah, apa mungkin karena ini juga Engkau belum memberiku keturunan? Apa karena Engaku ingin menunjukkan seperti apa pria itu?"

Pernikahan Arundari dan Heri memang sudah berjalan tiga tahun lamanya. Tapi mereka belum juga dikaruniai keturunan. Sudah banyak yang dilakukan mereka termasuk dengan menjalani bayi tabung, tapi mereka gagal. Dan progam bayi tabung itu sudah dilakukan selama tiga kali.

Keterangan dari dokter menyebutkan bahwa dua-duanya sama-sama sehat.

Arundari mengusap wajahnya kasar. Dia tidak tahu harus merasa sedih atau lega. Satu sisi wanita itu merasa lega karena dirinya tidak dalam posisi memiliki anak jadi bisa memutuskan lebih cepat terkait hubungan mereka. Tapi di lain sisi, Arundari sangatlah sedih karena cinta yang dia jaga, pernikahan bahagia seumur hidup yang dia impikan, hancur begitu saja.

"Ya Allah, jika benar ini akhir dari cintaku, maka aku akan menerimanya meski rasanya sangat sakit,"ucapnya lirih sambil diiringi isak tangis.

Sedangkan di tempat lain, Heri yang meninggalkan kunci mobilnya di ruangan segera bergegas kembali. Dia mengambil kunci yang ada di atas meja kerjanya dan langsung pergi. Namun tangannya ditahan oleh Jelita.

"Kita bicara nanti, Jelita,"ucap Heri tegas.

"Mas, kamu nggak bisa giniin aku. Kamu bilang nggak mau pisah sama istri kamu, terus aku gimana, Mas? Kamu ninggalin aku gitu aja setelah semua yang kita lakuin. Aku nggak mau, aku nggak mau dicampakan kayak gini. Kalau kamu nggak cerai sama Mbak Arundari, maka aku minta kamu nikahin aku."

Jegleeer

TBC

DISCLAIMER!!!

Cerita ini dibuat bagi yang mau baca aja ya. Dan perlu diingat, nggak ada niat Othor sedikitpun untuk menyinggung wanita berhijab. Cerita ini dibuat melihat banyaknya fenomena wanita yang kurang sadar tentang dirinya dalam berperilaku.

Semoga Suka, tolong bantu like dan komen ya. Jika suka sila lanjut baca, jika tidak silakan di skip. Dan jangan berkomentar buruk.

jika ingin kritik, silakan lakukan dengan etika yang baik.

Terimakasih.

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!