NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

motor Astrea sejuta kenangan

"Serius? Ini benar untukku?" Tanya Janu memastikan.

Nona Alyssa tersenyum dan menganggukan kepalanya, "ini serius untukmu mas." Jawab Alyssa.

Janu menerima cek itu dengan tangan gemetar, ia benar benar merasa senang sekali saat ini, ia sendiri bukanlah orang munafik yang menolak ketika di berikan sesuatu kemudian berharap mendapatkan imbalan lebih.

"Aku kaya.. aku kaya..." ucapnya dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri.

Sementara Nona Alyssa membatin, "actingnya benar benar natural, dia benar benar tampak seperti orang biasa."

Alyssa dan Janu mengobrol di restoran itu dengan suara berisik para penggemar Alyssa. Semua mata para pengunjung restoran dan orang orang yang lewat langsung menyorot Alyssa dan Janu.

"Eh, itu benar Alyssa ya?"

"Eh iya, benar! Itu Alyssa!"

"Siapa itu yang ada di depannya? Itu pacarnya ya? Weh ini berita besar!"

Semua orang ingin mengambil gambar tersebut untuk bahan postingan mereka, namun para pria berbadan kekar dengan sigap menghalangi mereka berdiri kesana kemari menghalangi potretan kamera ponsel ke arah Janu dan Alyssa.

Sementara itu Janu sedikit menunduk dengan perasaan getir. Rasanya sangat aneh di ikuti oleh banyak orang di tambah orang yang sangat terkenal berada di depannya, semua sorot mata orang orang yang ada di sini mengarah ke arah Janu, Janu sendiri seolah sudah bisa membaca arti sorot mata itu, "siapa orang yang beruntung itu? Siapa orang yang berhasil menaklukan Alyssa?" Kebanyakan sorot mata itu menunjukan rasa iri dan kecemburuan.

Menyadari ini Alyssa berucap, "Mas Janu maafkan aku, aku berjanji datang sendiri namun mereka para pengawalku bersihkeras untuk ikut dan mengikuti tanpa aku ketahui, aku juga benar benar bodoh membuat pertemuan di restoran mewah ini seharusnya kita membuat pertemuan di warung tenda pinggir jalan saja agar tidak banyak orang seperti ini.. Mas pasti merasa tidak enak bukan di pandangi banyak orang... emmm bagaimana kalau kita pindah saja?"

"Tidak apa apa, Nona. Ini semua di luar kendali anda. Kalaupun kita pindah warung tenda pinggir jalan pasti masih banyak orang yang mengenal anda, penampilan anda terlalu mencolok." Ucap Janu yang membuat Alyssa terdiam.

"Iya juga ya..." ucap Alyssa, "kalau begitu tunggu sebentar Mas."

Alyssa langsung berjalan menuju ke toilet di ikuti oleh beberapa pengawal namun masih banyak pengawal juga di sana yang melindungi Janu dari potretan kamera.

Tidak lama kemudian Alyssa kembali dengan pakaian yang tampak seperti warga biasa, hanya jaket longgar dan celana jeans panjang.

Janu menggaruk kepalanya dengan bingung, "astaga, ada apa dengan orang kaya ini? Kenapa dia niat sekali?" Tanya Janu dalam hatinya.

Alyssa duduk dengan perlahan, kemudian berucap, "setelah ini anda mau kemana mas?" Tanya Alyssa.

"Emm... aku mau belanja sayuran dan buah. Stok makanan di kos kosanku sudah habis." Jawab Janu.

"Apa aku boleh ikut?"

"Hah??!!" Janu tercengang, "yang benar saja Nona, aku hanya membawa motor butut apa anda tidak malu naik motor butut seperti itu?"

Alyssa menggeleng, "tidak selama bersama kamu, mas. Lagian aku juga sudah pernah menaikinya bukan? Dan menurutku itu terasa menyenangkan dari pada naik mobil." Jawab Alyssa.

Janu menelan ludahnya susah payah, ia ingin menolak namun tidak enak karena Alyssa sudah sangat effort sampai sampai mengganti gaunnya menjadi pakaian biasa.

Mereka terus berbincang hingga makanan di meja sudah habis, tanpa basa basi lagi Alyssa menggandeng tangan Janu untuk menuju parkiran.

Janu tercengang ketika mendapati Alyssa menggandeng tangannya namun ia merasa tidak enak untuk menolak.

"Jirr... kayak mau nyebrang aja di gandeng, tapi lembut mulus banget, bergetar biji karetku." Batin Janu yang merasakan lembutnya tangan Alyssa, "pasti ngga pernah di suruh cuci piring sama mamaknya, makanya kulitnya bisa sehalus ini." Imbuh Janu.

Janu berucap, "no.. Nona kita belum membayar makanan tadi."

"Tidak perlu, Mas. Itu urusan para pengawal." Jawab Alyssa sambil menyenderkan kepalanya di bahu Janu.

Jantung Janu berdebar semakin kencang saat ini, rasanya ia ingin salto meluapkan rasa salah tingkah di dalam hatinya namun rasa malu mencegah perbuatanya itu.

"Serasa jadi cowok mokondo jir.." batinnya.

Siapa sangka di depan pintu restoran terdapat beberapa reporter artis yang sedang menunggu. Ketika Janu dan Alyssa ini lewat dia segera bertanya.

"Nona Alyssa, Nona Alyssa apakah ini pacar anda? Sudah berapa lama kalian memiliki hubungan?"

Alyssa awalnya tercengang dengan ucapan reporter itu. pacar? Wajah Alyssa langsung di penuhi senyum, ia langsung berucap, "ya!"

Namun sayangnya jawaban itu langsung di timpa oleh Janu, "TIDAK!" Jawab Janu.

"Kami hanya kenalan, kenalan biasa. Tidak ada hubungan yang spesial di antara kami." Imbuh Janu.

Pipi Alyssa terlihat menggelembung dan wajahnya menunjukan ekspresi sedikit sebal.

Para reporter di sana tampak sangat tercengang.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan akhirnya mereka pergi begitu saja, menuju halaman parkir.

"Nona, apa anda benar benar yakin ingin ikut denganku berbelanja?" Tanya Janu memastikan.

"Tentu saja... lagian aku sekarang sedang tidak sibuk." Jawab Alyssa.

Janu menghembuskan nafasnya dengan ekspresi pasrah. Akhinya mereka berdua berboncengan motor menuju Pasar Anyar Bahari, salah satu pasar terbesar di Tanjung Priok Jakarta Utara.

***

Sesampainya di parkiran Pasar Anyar Bahari siapa sangka Janu datang bebarengan dengan seorang pemuda yang mengendarai motor sport seharga 30 jutaan.

Ia langsung memandangi Alyssa yang memakai masker, "hei Nona Cantik apa matamu sakit? Atau kamu kena pelet? Bagaimana mungkin kamu mau jalan bersama pemuda ndeso dengan motor Astrea butut ini?"

Janu melepas helmnya dan berpura pura tak mendengar, ia sudah biasa dengan cacian dan makian itu sudah menjadi makanan sehari harinya, namun tidak dengan Alyssa.

Alyssa langsung menoleh dengan tatapan tajam, "Walaupun ini Astrea butut namun ini sejuta kenangan, bukan sejuta perbulan seperti motormu itu!"

"Mahal!!!!" Batin Janu berteriak.

Pemuda itu tercengang bukan main mendengar jawaban Alyssa.

Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan pemuda itu.

"Sialan pelet apa yang di pakai pemuda ndeso itu?" Tanyanya dalam hati.

Janu dan Alyssa berjalan beriringan menuju berbagai macam lapak sayuran. Ketika mereka berjalan bersama seperti ini tatapan mata semua orang langsung tertuju kepada Janu dan Alyssa.

Terutama Alyssa, padahal saat ini Alyssa sudah berusaha keras berpenampilan layaknya wanita biasa dan ia juga sudah menggunakan masker. Namun mau di kata apalagi? Dia sudah terlanjur cantik sulit untuk menutupinya.

"Sialan beruntung sekali bujang itu bisa punya pacar secantik itu!!" Batin seorang tukang cilok.

Salah satu pelayan kantor yang ada di pinggir jalan langsung mengomentari, "sialan, aku benar benar iri dengan sopirnya! Dia bisa menemani Nona Cantik itu!" Ucapnya sambil melirik ke arah Janu yang berjalan di samping Alyssa dengan santai.

1
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!