Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. cincin biru
Purnama menatap kuburan yang telah kosong itu dan memang sebenarnya ini belum terlalu lama sehingga tulang belulang masih ada di dalam liang lahat itu, tapi sekarang malah sudah tidak ada lagi sehingga sudah jelas bahwa mayat Reza telah di curi oleh seseorang agar di gunakan sebagai sesuatu yang mereka juga belum tahu secara pasti.
Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang sudah mencuri mayat dari desa ke desa dan ingin di buat apa oleh orang tersebut, Purnama juga belum bisa menebak secara pasti karena mencuri mayat bukan hanya untuk satu tujuan saja tapi sudah banyak untuk di gunakan apa saja agar dia memiliki tujuan segera tercapai.
Entah pelaku ini dari desa mana tapi yang jelas Purnama menebak bahwa orang itu adalah salah satu warga yang tinggal di desa sekeliling ini, sebab pasti orang itu sudah menyelidiki secara pasti mayat siapa saja yang akan di ambil dan bagaimana bentuk dari mayat itu dia juga pasti sudah tahu.
Pada dasarnya saat ini Purnama memang sudah tidak memiliki kepercayaan secara pasti terhadap orang lain, jadi ketika ada masalah seperti ini maka dia mudah saja curiga dan kadang orang yang sangat dia curigai malah tidak bersalah tapi orang yang terlihat biasa saja malah adalah pelaku dari semua urusan tersebut.
Mata liar Purnama menatap kesana kemari untuk memperhatikan semua wajah yang sedang ada di sekitar sini, memang dia sudah tidak memiliki rasa percaya karena berulang kali terkhianati dari orang-orang yang ada di sekitar sini sehingga wajar saja bila Purnama menaruh rasa curiga kepada mereka semua, memang sangat sulit untuk percaya kepada orang bila sudah sekali saja merasakan sakit hati.
Dulu yang paling parah adalah pengkhianatan dari Nino dan itu juga pelajaran yang paling berharga untuk Purnama sehingga dia sekarang tidak mudah percaya begitu saja kepada orang lain, ini hati kecil dia sudah mengatakan bahwa bisa saja adalah salah satu warga sini yang memiliki tujuan untuk mencuri para mayat dan entah untuk di buat apa.
"Pur kau merasa curiga dengan orang yang ada di sini?" Xavier berbisik di telinga Purnama.
"Jahanam!" Purnama kaget bukan main dan dia sampai terperosok masuk ke dalam liang lahat itu.
"Kakak Kenapa?!" Arya kaget ketika melihat Purnama jatuh ke dalam liang lahat.
"Eh kok malah terperosok masuk ke dalam sana!" Dewa iblis juga ikut kaget melihat Purnama yang mendadak saja meloncat ke dalam.
"Kau ini pasti membuat dia kaget sehingga jatuh seperti ini." Arya memarahi Dewa iblis yang tidak bisa di lihat oleh manusia lain.
"Bicara dengan siapa Arya itu?" Andi berbisik kepada Davin karena mereka memang tidak bisa melihat.
"Entah lah, tapi mungkin saja itu adalah salah satu peliharaan dia yang ikut serta melihat kejadian ini." Davin juga berbisik Karena dia sudah pernah melihat para member Purnama saat itu.
"Oh, pantas saja Arya seperti berbicara kepada udara kosong." Andi kembali berbisik kepada Davin.
Purnama yang ada di dalam liang lahat sedikit merasa kesal kepada Dewa iblis itu namun mendadak saja dia melihat sesuatu sebagai petunjuk, sebuah cincin bermata biru jatuh di dalam liang lahat itu dan kemungkinan besar cincin itu adalah milik seseorang yang telah mencuri mayat.
"Apa itu, Kak?" Arya bertanya setelah melihat Purnama bangkit sambil memegang cincin dengan mata biru kecil.
"Cincin, mungkin saja ini adalah milik dari pelaku itu yang tidak sengaja terjatuh." Purnama menunjukkan cincin itu kepada Arya agar sang adik bisa melihat.
"Simpan saja dulu Karena siapa tahu itu akan menjadi petunjuk." Arya tidak melihat karena dia nanti tidak mau di suruh menyimpan cincin.
"Jadi anak ku memang sudah di culik oleh orang ya, Pur?" Witri menangis dengan perasaan yang begitu iba.
"Seperti nya memang begitu dan kemungkinan pelaku ini sama seperti yang ada di desa ujung pandang." Purnama menjawab pelan.
Witri kian menangis kencang karena dia merasa iba dengan nasib sang anak yang begitu buruk, sudahlah meninggal karena tenggelam dan sekarang malah dikubur di dalam tanah masih saja ada orang yang berlaku usil dan mencuri mayat Reza sehingga jelas saja orang tua ini merasa sangat pilu.
Rehan anak sulung Witri berusaha untuk mendiamkan sang Ibu agar perasaan wanita itu bisa sedikit tenang, tapi bagaimana mungkin bisa tenang bila mayat sang anak yang ada di dalam tanah saja sudah tidak bisa dilihat walau hanya sepotong tulang dan Purnama juga bingung kenapa orang tersebut mengambil seluruh mayat tanpa ada yang tersisa.
"Malam nanti kalian akan berjaga di kuburan ini agar tidak ada mayat yang hilang lagi." Purnama memberi perintah kepada para pria.
"Baik, nanti malam harus keluar semua untuk rombongan para pria agar terbagi menjadi dua bagian." Pak Kades langsung setuju dengan ucapan Purnama.
"Iya benar sekali, kita harus menjaga kuburan karena masih ada kuburan baru kan yang di sana." Amir ikut menjawab karena mereka memang baru menguburkan seseorang.
"Nah ya benar itu, pokoknya nanti malam kita harus berjaga dan jangan sampai lengah." Bambang juga membuka suara.
Para warga semua setuju karena ini demi keamanan bersama dan juga mereka tidak ingin bila mayat yang sudah tenang di dalam kuburan tapi masih harus di ganggu oleh orang yang tidak waras, jadi mereka memang harus menjaga sebisa mungkin dan menunggu kuburan ini dari sore hingga pagi, pelaku itu pasti bekerja di malam hari ketika semua orang sedang tertidur nyenyak di dalam rumah.
Jadi nanti malam semua akan bergerak menjaga makam yang ada di desa mereka agar pelaku itu tidak bisa lagi mengambil mayat di sini, kalau untuk desa lain itu terserah karena mereka juga tidak bisa memaksa dan desa lain memiliki kepala desa atau bahkan RT mereka sendiri sehingga masih memiliki masukan untuk mengambil tindakan apa.
"Nanti malam yang ada di sini akan berkeliling dan jangan sampai lengah." Purnama memberi pesan.
"Lalu tindakan apa yang akan kau ambil untuk mencegah ini semua, Pur?" Kopsah bertanya karena dia juga ikut melihat keadaan.
"Diam saja kau! yang penting kau tidak ku banting saja sudah Alhamdulillah!" bentak Purnama kepada wanita julid itu.
Kopsah seketika menutup mulut dan tidak berani lagi membuka suara karena memang takut nanti akan kena hantaman dari Purnama, udah berulang kali di beri hantaman namun tetap saja dia tidak bisa insaf sehingga terus membicarakan orang lain yang ada di depan mata dia.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna