NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

"Bawa dia padaku hidup-hidup atau mati, terserah kalian," ucap Wang Xiong dengan nada tegas. "Sebagai imbalannya, aku akan menyerahkan hak pengelolaan kebun herbal di lereng Gunung Utara kepada sekte kalian selama lima tahun kedepan."

Utusan Mo mengangguk perlahan. "Kebun herbal itu mengandung banyak tanaman beracun yang kami butuhkan. Kesepakatan tercapai, Tuan Besar Wang. Namun ingatlah, sekali kami bergerak, tidak akan ada jalan kembali. Darah yang tumpah tidak akan bisa dihapus dengan air hujan sekalipun."

Pria berjubah itu kemudian berbalik dan berjalan keluar, tubuhnya seolah-olah menyatu dengan bayangan di sudut ruangan hingga menghilang begitu saja.

Wang Ruo merasa bulu kuduknya berdiri. "Ayah, apakah mereka benar-benar bisa melakukannya? Xue Xiao... Dia... Dia sangat menakutkan."

Wang Xiong kembali duduk di kursinya, ia mengambil sebuah foto klinik Xue Xiao yang diambil dari jarak jauh dan merobeknya menjadi dua bagian. "Sekte Gagak Hitam tidak menggunakan kekuatan kasar seperti asosiasi. Mereka menggunakan racun, ilusi, dan teknik terkutuk yang bisa menghancurkan meridian seseorang dari dalam tanpa menyentuh kulitnya. Sehebat apa pun tubuh fisik Xue Xiao, dia tetap memiliki organ dalam yang lembut. Di depan racun pemakan jiwa, dia hanyalah tumpukan daging yang menunggu untuk membusuk."

Di luar, hujan semakin deras mengguyur Shanghai. Di gang-gang gelap yang tidak terjangkau oleh lampu neon kota, beberapa bayangan hitam mulai bergerak menuju arah distrik Jing-an. Mereka bergerak dengan sangat senyap, melompati atap-atap gedung seperti hantu malam.

Sementara itu, di kediaman keluarga Wang, Wang Xiong mulai memanggil para kepala bisnisnya. Ia mulai menyusun rencana lain. Selain serangan fisik dari sekte gelap, ia akan menggunakan kekuasaan ekonominya untuk memutus pasokan bahan obat ke klinik Xue Xiao. Ia ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun pedagang herbal di Shanghai yang berani menjual satu gram ginseng pun kepada Xue Xiao.

"Aku akan memutus pasokan obatmu Xue Xiao," gumam Wang Xiong sambil menatap sisa-sisa foto yang robek di lantai. "Kau akan belajar bahwa di kota Shanghai ini, kekuatan ototmu tidak ada artinya jika kau tidak memiliki tempat untuk berdiri."

Malam itu, kediaman keluarga Wang dipenuhi oleh aktivitas rahasia. Para pelayan diperintahkan untuk tetap di dalam kamar, sementara orang-orang berpakaian hitam masuk dan keluar membawa kotak-kotak kayu beraroma aneh. Aroma itu adalah bahan-bahan untuk ritual sekte gelap yang akan dilakukan untuk melacak keberadaan energi Xue Xiao.

Wang Ruo menatap tangan kanannya yang hancur. Meskipun ia merasa ngeri dengan sekte gelap, rasa dendamnya jauh lebih besar. Ia membayangkan Xue Xiao berlutut di depannya, memohon ampun sambil melihat tangannya sendiri dipotong satu per satu. Imajinasi itu membuatnya tersenyum kecil di tengah rasa sakitnya.

Namun, di kedalaman hatinya yang paling kecil, ada sebuah suara yang membisikkan peringatan. Suara itu mengingatkan pada tatapan mata Xue Xiao yang sedalam jurang, sebuah tatapan yang seolah-olah sudah melihat kehancuran ribuan keluarga seperti keluarga Wang. Tapi egonya yang terluka menutup rapat suara peringatan tersebut.

Badai yang sesungguhnya baru saja dimulai. Jika kemarin di balai Asosiasi hanyalah sebuah percikan api, maka hari ini keluarga Wang baru saja menyiramkan minyak ke seluruh penjuru Shanghai. Dan di tengah-tengah semua intrik itu, Xue Xiao tetaplah sebuah naga yang belum benar-benar membuka matanya sepenuhnya.

...

Matahari pagi di distrik Jing-an menembus sisa-Sisa embun yang menempel di papan nama kayu Klinik Medis Xue. Cahayanya yang keemasan memantul di atas aspal yang masih basah akibat hujan semalam. Sejak pukul enam pagi, suasana di depan ruko tiga lantai itu sudah tidak wajar. Kerumunan orang berpakaian lusuh hingga seragam buruh pabrik memenuhi trotoar, menciptakan barisan panjang yang melingkari blok bangunan tersebut.

Di dalam klinik, Han Meiling berdiri di balik meja pendaftaran dengan wajah yang berseri-Sari. Gadis remaja itu kini tampak jauh lebih sehat, rona merah di pipinya kembali muncul, dan matanya berbinar penuh semangat. Ia sibuk mencatat nama-nama pasien yang masuk satu per satu melalui pintu kaca otomatis yang kini sudah berfungsi sempurna.

"Tenang semuanya! Master Xue sedang dalam perjalanan kembali! Jangan saling dorong, pintu ini bisa mendeteksi gerakan kalian!" teriak Han Meiling dengan suara nyaring, mencoba menenangkan kerumunan yang mulai tidak sabar.

Seorang ibu tua di barisan depan memegang tangan Meiling dengan erat. "Nona kecil, benarkah berita itu? Benarkah Tabib Xue menghancurkan lantai gedung asosiasi hanya dengan satu injakan kaki? Kudengar para pesilat sombong itu lari ketakutan seperti tikus!"

Meiling tertawa bangga, ia mengangguk mantap. "Tentu saja! Kakekku melihatnya sendiri! Master Xue bukan hanya seorang tabib, dia adalah pelindung bagi kita semua yang sering ditindas oleh keluarga-keluarga besar itu!"

Berita tentang kejadian di Balai Asosiasi telah menyebar dari mulut ke mulut di pasar-pasar tradisional. Bagi rakyat jelata yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang ketakutan terhadap para seniman beladiri yang angkuh, Xue Xiao telah menjadi simbol perlawanan. Mereka yang tadinya ragu untuk berobat kini datang dengan keyakinan penuh bahwa di balik pintu klinik ini, ada keadilan yang murni.

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil yang tenang berhenti di depan kerumunan. Sebuah taksi kuning berhenti, dan sosok pria berambut panjang dengan jubah rami hitam keluar dengan gerakan yang sangat tenang.

"Itu dia! Master Xue!" teriak seseorang di kerumunan.

Seketika, kerumunan itu terbelah menjadi dua secara otomatis, memberikan jalan bagi Xue Xiao. Tidak ada yang berani mendekat terlalu dekat, bukan karena takut, melainkan karena aura yang dipancarkan pria itu terasa begitu agung dan menekan di saat yang sama.

Xue Xiao berjalan perlahan, payung bambunya tersampir di bahu. Ia menatap kerumunan itu dengan ekspresi datar, namun matanya yang tajam menyapu setiap wajah, mencari tanda-tanda penyakit atau racun. Saat ia sampai di depan pintu, Pak Tua Han segera membungkuk dalam-dalam.

"Selamat datang kembali, Master! Kami semua sudah menunggu Anda!" ucap Pak Tua Han dengan suara yang bergetar karena haru.

Xue Xiao mengangguk pelan. "Masuklah, Pak Tua. Jangan biarkan orang-orang ini kedinginan di luar. Mulailah menyeduh teh akar alang-alang dalam jumlah besar, paru-paru mereka semua penuh dengan sisa-Sisa polusi semalam."

Xue Xiao melangkah masuk ke dalam kliniknya. Begitu kakinya menginjak lantai kayu, ia merasakan kehangatan yang berbeda. Ini adalah tempat yang ia bangun dengan tangannya sendiri di dunia asing ini. Ia duduk di kursi jatinya, meletakkan payung bambunya, dan menatap Meiling.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!